
Setelah tiga hari mendapat perawatan,keadaan Rado semakin membaik.apalagi sang Nona,selalu mengunjunginya,membuatnya senang dan bahagia.meski terlihat kesal,namun Nathan tidak bisa berbuat apa,melihat perhatian Jeni kepada Rado teman semasa kecilnya itu.
Sang Bibi yang merupakan pelayan di rumah Ayahnya,begitu bahagia ketika mendengar kabar tentang sang putra,yang kini dirawat di Rumah Sakit yang sama dengan sang Nona Muda. Dengan di jemput oleh anak buah Elios,Sang Bibi datang mengunjungi keduanya.
“Nona Muda,apa kau baik-baik saja? Apa ada yang terluka?”
“Tidak Bi,Aku baik-baik saja!”
“Bibi sangat takut,mendengar kabar tentangmu.Bibi sangat takut Non Lara berhasil menyakitimu,jika Bibi tau dia akan melakukan hal sekeji itu padamu,Bibi akan mengadu pada Tuan!
Meski Bibi mengadu,apakah Bibi berfikir Ayah akan memperdulikan ku?.baginya aku sudah mati,karena aku sudah tidak bisa menghasilkan uang bagi keluargaku sendiri.
“Sudahlah Bi,Ayo Jeni antar menemui Rado.Bibi pasti sangat merindukannya!”
Suara pintu terbuka,Nathan masuk dengan setelah jas mahalnya,penampilannya cukup memukau.membuat sang Bibi terbengong-bengong,menatap pria yang begitu tampan di depannya.dirnya dulu tidak memperhatikan dengan baik wajah Nathan,karena sedikit gugup dan takut akan kedatangan seorang pengusaha ke kediaman Sanjaya.
“Non,suamimu sangat tampan.mengalahkan aktor terkenal yang sering Bibi lihat di TV,Non Jeni sangat beruntung!”
Nathan mengangkat sebelah alisnya,mendengar ucapan sang pelayan yang berusia setengah abad itu.Jeni tertawa mendengar ucapan polos sang Bibi,sang Bibi memang seperti itu,karena sang Bibi Lah Jeni bisa bertahan di kediaman Sanjaya.sang Bibi yang sudah dirinya anggap sebagai ibunya,sang Bibi yang selalu ada disaat dirinya dihukum,dan di perlakukan tidak adil.sang Bibi Lah yang selalu melindunginya,Sang Bibi bukan hanya sebagai pelayan,tapi ibu yang begitu menyayangi Jeni.
“Coba katakan padaku Bi,siapa yang lebih tampan,Aku atau aktor yang Bibi lihat di Tv?”
“Tentu saja anda Tuan Muda,anda sangat sempurna bahkan saya yang sudah tua ini sungguh terpesona pada anda!”
Nathan tersipu,dan melirik Jeni sambil menaik turunkan kedua alisnya.sementara Jeni hanya memutar bola matanya malas,melihat tingkah Nathan yang mendapat pujian.
Lihatlah wajahnya yang penuh dengan kepuasan itu,kenapa Bibi harus memujinya,seharusnya Bibi meneriaki wajahnya yang dingin dan datar itu.Hah,,aku akui wajahnya memang sangat menawan,bahkan aku masih tidak percaya bahwa pria tampan ini adalah suamiku.
Keduanya masih terlihat mengakrabkan diri,bahkan Nathan sesekali tersenyum mendengar celoteh sang Bibi,yang bercerita dengan penuh semangat.Jeni hanya bisa diam dan memperhatikan keduanya,yang terlihat begitu menikmati dunia mereka.dan untuk pertama kalinya,Jeni melihat sang Bibi tertawa lepas,dan bicara dengan santainya,tanpa ada beban seperti yang selama ini dirinya lihat.
Sang Bibi akan selalu menundukkan kepala jika bicara dengan Ayahnya,semua itu dilakukannya hanya untuk melindungi Jeni.kehidupan pahit yang dirinya dan Jeni harus rasakan di keluarga Sanjaya,Jeni yang harus kehilangan sang ibu,sementara sang Pelayan harus kehilangan sang putra.sikap ibu tiri dan adiknya,yang menuduh sang putra melukai Lara,membuat sang Ayah meradang dan memukul Rado secara membabi buta.Rado yang tidak terima atas tuduhan Lara,mencoba membela dirinya namun hukuman demi hukuman yang harus dia dapatkan.
Lara tidak menyukai kedekatan Rado dan Jeni,menurutnya Rado adalah penghalang bagi dirinya untuk melukai dan menyingkirkan Jeni,karena itu dirinya dan sang ibu menuduh Rado melakukan hal-hal yang di benci oleh Tuan Sanjaya.karena tidak menerima perlakuan keluarga Sanjaya Rado memilih pergi,dan meninggalkan Jeni serta sang ibu.bukannya pergi mencari sang putra,sang pelayan malah bertahan dan menjaga Jeni,sampai Jeni dewasa.
__ADS_1
“Kapan Bibi akan melihat Rado?”
“Benar Bibi sampai lupa,tolong antar Bibi bertemu dengannya!”
Jeni tersenyum dan mengangguk,Jeni dan Nathan membawa sang Bibi ke kamar Rado.pintu di buka secara perlahan,terlihat Rado yang bersandar di ranjangnya.mendengar suara pintu terbuka,Rado menolehkan kepalanya,terlihat sang ibu bersama Jeni dan Nathan.air mata tak kuasa Rado tahan,kerinduannya pada sang ibu akhirnya bisa dirinya tumpahkan hari ini.
“Rado putraku!”
“Ibu!”
Sang Bibi berlari dan memeluk putranya dengan penuh kerinduan,keduanya menangis,tangisan haru serta bahagia,terlihat Jelas dimata Jeni dan Nathan.dengan setia Jeni menunggu keduanya menyelesaikan tangisan mereka,emosi keduanya mulai berubah kini yang tersisa adalah senyum kebahagiaan.
“Bagaimana kabar ibu?”
“Ibu baik-baik saja!”
“Bagaimana denganmu,lihatlah kau terlihat kurus!”
“Aku hidup dengan baik Bu,dan sekolah dengan benar sesuai permintaan ibu!”
“Tidak perlu meminta maaf ibu,Rado mengerti akan semuanya.bahkan Rado sangat bangga pada ibu,kalaupun ibu mencari Rado,Rado akan meminta ibu kembali dan melindungi Nona Jeni!”
“Ibu tau,karena itu ibu membiarkanmu pergi.terimakasih telah menjadi anak kebanggan ibu!”
Jeni hanya bisa meneteskan air matanya,dia terisak di pelukan Nathan.sungguh mulia hati sang Bibi dan putranya,yang rela berkorban demi dirinya.sang Bibi dengan tulus melepaskan sang putra,demi menjaganya dari perlakuan tidak adil keluarga Sanjaya.
Anda ibu yang berhati mulia Bibi,aku berjanji akan menjaga kalian seperti kalian menjaga istriku selama ini.kalian orang-orang berhati malaikat,terimakasih telah berada di sisi istriku selama masa sulitnya.
Hampir Dua Jam mereka menemani Rado,keadaan Rado kian membaik setelah bertemu sang ibu.karena tidak ingin berlama-lama di rumah sakit,Rado meminta pulang dan rawat jalan.setelah mendapatkan pemeriksaan dari Dokter,akhirnya sang Dokter mengijinkan dirinya pulang,dengan catatan dilarang melakukan pekerjaan yang berlebihan semasa pemulihan.
Dengan senang hati Rado menyanggupinya,Nathan pun memutuskan membawa Rado dan ibunya ke rumahnya.hal itu di sambut baik oleh Jeni,bahkan Nathan memberikan rumah yang letaknya di belakang rumah utama,dekat taman.Jeni sangat berterimakasih kepada Nathan,yang dengan kemurahan hatinya memberikan tempat tinggal yang layak untuk sang Bibi dan Rado.
“Kau harus memberikan kesaksian tentang perbuatan Lara dan sang ibu,Elios akan menemanimu ke kantor polisi!”
__ADS_1
“Baik Tuan Muda!”
“Lakukanlah yang terbaik,aku percaya padamu!”
Nathan menepuk pundak Rado dengan lembut,membuat sang Bibi terharu begitu juga dengan Jeni.hari itu juga Rado di bawa pulang oleh keluarganya.mendengar kepulangan Jeni dan Nathan,kediaman Agatha tampak sibuk mempersiapkan makanan untuk tamu dan menantunya.
Mobil yang membawa sang Bibi dan Rado memasuki halaman rumah Agatha,tampak sang Bibi terkejut dengan model dan kemewahan kediaman Agatha yang bak istana itu.bukan hanya sang Bibi,Rado juga mengagumi kemewahan rumah suami dari Sang Nona Muda.
“Ibu kira,rumah Tuan Sanjaya adalah rumah termewah yang pernah ibu tinggali,tapi ternyata rumah Tuan Nathan lebih mewah,seperti istana dalam dongeng!”
“Ibu benar,rumah Tuan Nathan bak istana yang ada di dalam negeri dongeng,Nona sangat beruntung bisa menjadi bagian dalam keluarga ini.meski dia harus melewati banyak masalah dan musibah,namun kini semua masalah dapat dia lalui dengan baik!”
“Semoga kebahagiaan selalu menyertai kehidupan Nona Jeni,dia sudah cukup menderita.ibu hanya ingin melihat dia tersenyum bahagia!”
“Semoga doa ibu di dengar dan di kabulkan oleh Tuhan!”
Sang ibu tersenyum lembut,dan mengusap tangan sang putra.mereka di sambut baik oleh Nyonya Agatha dan Tania,sambutan keluarga Agatha yang hangat membuat sang Bibi terharu.berbagaia macam makanan telah di hidangkan,beberapa makanan yang hanya khusus buat Jeni juga tersedia.Jeni yang memang lapar tidak menunggu lama,dirinya menikmati dan menyantap makanan sehat,untuk dirinya dan sang calon bayi.
Setelah menikmati makan malam,Rado dan sang ibu di antar ke kamar tamu,rumah yang akan mereka tempati sementara di bersihkan,karena itu Nathan meminta mereka beristirahat di kamat tamu.Nathan menyandarkan tubuhnya,sambil mengamati sang istri yang baru keluar dari kamar ganti.
Jeni menghampiri Nathan,dan langsung merebahkan kepalanya di dada bidang sang suami.Nathan dengan lembut mengusap kepala Jeni dan mengecupnya beberapa kali.Jeni begitu menikmati perlakuan Nathan.
“Terimakasih untuk semuanya,dan terimakasih karena kau sudah mau menerima Bibi dan Rado di rumah ini!”
“Mereka adalah orang-orang baik,dan mereka adalah orang yang berjasa pada hidupmu.bukankah lebih baik jika kita hidup berdampingan,dengan begitu kau tidak akan merasa kesepian lagi.karena ada Bibi dan rado yang akan menemanimu!”
“Bagaimana keadaan Sofi,aku belum melihatnya beberapa hari ini!”
“Dia baik-baik saja,meski sedikit terluka.aku akan memintanya datang menemui mu besok!”
“Aku merasa bersalah pada mereka!”
“Itu sudah tugas mereka,aku membayar mereka dengan mahal untuk menjagamu,jadi jangan merasa bersalah!”
__ADS_1
Meskipun demikian aku sangat berterimakasih, karena berkat kalian aku masih bisa selamat,dan di tolong oleh suamiku tepat waktu.aku tidak akan melupakan kebaikan kalian,,