
Setelah memastikan semua pekerjaannya selesai,Nathan dan Elios kembali ke rumah Tuan sanjaya.Nathan sudah tidak sabar untuk bertemu dengan sang istri,Elios mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.Elios melirik beberapa penjual buah-buahan segar,sekilas dirinya teringat akan sang Nona Muda yang begitu menyukai buah-buahan.
“Tuan Muda,tidakkah anda ingin membelikan Nona Muda Buah tangan?Nona sangat menyukai buah-buahan,apalagi buah manga dan strawberry!”
“Kau benar Elios,tapi kenapa ide itu harus muncul di kepalamu,harusnya ide itu dariku!”
“Maaf Tuan Muda,saya hanya tidak sengaja melihat penjual buah itu,sehingga saya teringat akan Nona Muda,tidak ada maksud lain Tuan!”
“Iya,,iya,,sekarang tepikan mobilmu,kita akan turun untuk membelinya!”
Elios menepikan mobilnya,dan menemani sang Tuan Muda membeli beberapa buah kesukaan Jeni,dan untuk pertama kalinya dalam hubungan mereka,Nathan membelikan secara langsung apa yang Jeni sukai.ada perasaan puas yang Nathan rasakan.selama ini dirinya bahkan tidak mengetahui tentang makanan kesukaan Jeni,selain makan pinggir di jalan,seperti yang Tania katakan,Nathan tidak mengetahui apapun tentang sang istri.Nathan tersenyum kecut jika mengingat semua hal itu,Nathan menatap bintang yang bertaburan dilangit malam,betapa menyedihkannya dirinya,yang tidak mengetahui apapun tentang sang istri.
Aku akan mencari tau semua tentang dirimu,termasuk apa yang kau sukai dan tidak kau sukai.aku akan membaca dengan teliti tentang dirimu,dari laporan Elios dulu,,
Setelah menempuh perjalanan hampir 30menit,mobil yang di kemudikan Elios memasuki halaman rumah.suara mobil Elios membuat Tuan sanjaya,keluar untuk menyambut kedatangan mereka.melihat menantu dan sekretarisnya,Tuan Sanjaya tersenyum hangat.
“Selamat malam Ayah!”
“Selamat malam Tuan Sanjaya!”
“Selamat malam Nathan dan sekretaris Elios,bagaimana pekerjaan kalian?”
“Sangat melelahkan!”
Tuan sanjaya berjalan beriringan dengan Nathan,sambil membicarakan pekerjaan.dan mengatakan jika Jeni sedang beristirahat dikamar,mendengar sang istri berada dikamar Nathan yakin jika sang istri pasti kelelahan karena aktivitasnya seharian ini.
“Elios kita tidur disini malam ini,kau juga pasti kelelahan,istirahatlah dikamar tamu!”
“Baik Tuan Muda,apakah perlu saya mintalah Bibi untuk mengantarkan makan malam ke kamar anda!”
“Terimakasih Elios,kau juga jangan lupa makan malam!”
“Baik Tuan Muda,selamat beristirahat!”
“Ayah aku akan menemui Jeni dulu,selamat malam!”
__ADS_1
“Selamat malam Nathan!”
Nathan melangkah menuju kamarnya dan Jeni,sementara Elios menuju dapur untuk menemui Bibi,dan memintanya melakukan apa yang Nathan inginkan.Tuan Sanjaya kembali ke kamarnya,kehidupannya sekarang lebih berwarna,karena sedikit demi sedikit hubungannya kian membaik dengan Jeni.
“Klek”,,suara pintu terbuka,Jeni yang sedang membaca buku menolehkan kepalanya.ditatapnya kedatangan seorang pria tinggi, tampan dan putih bersih itu.pria yang tersenyum lembut padanya,datang menghampirinya dengan sekantong buah-buahan.
“Apa yang kau bawa sayang?”
“Buah kesukaanmu!”
Nathan meletakkan kantong plastik itu dipangkuan Jeni,dan mengecup kening istrinya.Jeni tersenyum lembut dan melihat isi dari kantong plastik itu,matanya berbinar melihat buah kesukaannya.aroma khas dari buah tersebut sungguh membuat Jeni,ingin segera menikmatinya.
“Mau aku kupaskan?”
“Tidak sayang,bersihkan dirimu,aku akan mengupasnya sendiri!”
“Baiklah nikmati buahnya pelan-pelan,aku akan mandi,dan untuk mala mini kita akan tidur disini lagi.aku dan Elios merasa lelah,lagipula besok akhir pekan!”
“Baiklah,aku akan mengabari ibu!”
“Apakah enak sekali?”
“Hmm,,buahnya terasa nikmat,serta airnya terasa manis!”
Jeni menyuapi Nathan sepotong daging manga,rasa manis memenuhi mulutnya.Nathan tersenyum dan mengusap lembut perut Jeni,setelah berganti pakaian dengan piyama,Nathan menikmati makan malamnya dikamar.
Jeni dengan telaten melayani Nathan,dan menemaninya menikmati makan malam.lambung tengah telah terisi,Nathan membawa Jeni naik ke keranjang.Natahn merebahkan tubuhnya dan kepalanya di pangkuan Jeni,pijatan pijatan kecil Jeni berikan agar Nathan merasa lebih baik.
“Bagaimana harimu,apakah kau senang hari ini?”
“Aku sangat senang sayang,dan maaf uangnya hari ini terkuras banyak,aku menggunakan kartu yang kau berikan!”
“Gunakan sepuas mu,isinya tidak akan habis!”
“Aku tau suamiku ini seorang milyader,mungkin jika aku meminta sebuah kapal pesiar,kau akan memberikannya untukku!”
__ADS_1
“Sesuai permintaanmu sayang besok aku akan meminta Elios,untuk membelikan kapal pesiar termewah untukmu!”
“Hentikan dan jangan coba-coba membelinya,aku mabuk laut dan tidak ingin naik kapal!”
Nathan yang awalnya begitu senang akan permintaan Jeni,menghela nafasnya pelan.Nathan menggenggam tangan Jeni dan mengecupnya,sebagai seorang pria,dirinya cukup beruntung memilki Jeni sebagai istrinya.Jeni tidak seperti wanita pada umumnya,yang akan menggunakan kesempatan sebaik-baiknya untuk belanja,dan berfoya-foya.selama ini Jeni hanya menggunakan kartunya beberapa kali saja,itupun pergi bersama Tania dan sahabatnya Renita.
“Jika kau menginginkan sesuatu tolong katakan padaku,aku akan memenuhi keinginanmu!”
“Tetaplah menjadi Nathan ku, yang sekarang dan seterusnya,Nathan yang mencintaiku,dan menerima segala yang ada pada diriku!”
“Menjadi pelindungku dan anak-anakku kelak,menemaniku hingga akhir usiaku.jadilah suami,sahabat,dan keluarga untukku!”
Jeni mengucapkan semua kata-katanya dengan penuh perasaan dan ketulusan,mata indahnya mulai berkaca menatap Nathan.perasaan Nathan membuncah,tidak ada yang lebih membahagiakan dari permintaan Jeni kepadanya.Nathan bangun dan mengelus pipi Jeni dengan lembut,memberi bibir manis itu sebuah kecupan.
“Kau tidak perlu memintanya sayang,aku akan menyerahkan hidupku untukmu,dan anak-anak kita kelak.aku akan menghabiskan waktuku bersamamu,hingga ajal menjemput!”
“Tetaplah menjadi Jeni ku yang sekarang,dan jangan pernah berubah apapun yang terjadi!”
Jeni tersenyum dan mengangguk,Jeni menenggelamkan tubuhnya dalam pelukan Nathan.keduanya menikmati romansa cinta yang menggairahkan.malam semakin larut Tania terbangun dari tidurnya,kerongkongannya terasa kering.Tania keluar dari kamar,menuju dapur.suara seseorang didalam kegelapan membuat Tania waspada,Tania memperhatikan sang pria yang berdiri di tengah kegelapan.pencahayaan yang minim membuat Tania tak bisa mengenali sang pria dengan jelas,yang terlintas di benaknya hanyalah adanya penyusup.
Tania memperhatikan sekelilingnya,dan melihat sebuah kemoceng yang tergantung disampingnya.Tania mengambilnya,dan mendekati sang pria dengan mengendap-endap.kehadiran Tania dapat dirasakan oleh sang pria yang diam-diam tersenyum,dan menunggu apa yang akan Tania lakukan.Tania mendekat dan melayangkan serangan secara tak terarah,dengan sigap sang pria menangkap tangan Tania,yang membuat Tania terkejut dan menjerit.dengan gerakan yang tak terbaca, sang pria menutup mulut Tania,dan mendorongnya ke dinding.tatapan mata mereka bertemu,ternyata sang pria adalah Elios.detak jantung Tania berdegup begitu kencang,begitu juga dengan Elios.
Perlahan Elios menurunkan tangannya,tatapannya beralih pada bibir Tania yang merah.entah apa yang merasuki pikiran keduanya,Elios mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir Tania,tubuh Tania menegang merasakan sentuhan dibibirnya.perlahan Tania memejamkan matanya,melihat respon Tania,dengan penuh perasaan Elios mencium bibir merah dan lembut itu.keduanya saling menikmati ciuman lembut itu hingga beberapa menit,hingga Tania merasa kehabisan nafas.
Elios melepas ciumannya dan menatap Tania,yang masih memejamkan matanya seraya menenangkan debaran jantungnya.perlahan Tania membuka matanya,hingga tatapan mata mereka bertemu.Elios tersenyum lembut,melihat wajah Tania yang merona.di detik berikutnya Tania melototkan matanya,dan menatap Elios dengan rasa tidak percaya.
Tania menutup mulutnya dan berlari meninggalkan Elios,yang menatap kepergiannya dengan senyum bahagia.siapa sangka jika dirinya dengan berani mencium adik dari bosnya sendiri,jika sang Tuan mengetahui apa yang dirinya lakukan.apakah dirinya akan keluar dari rumah ini dalam keadaan baik-baik saja tanpa terluka,atau dirinya akan langsung berada di dalam sel tahanan.
Bodoh kenapa kau berani mencium Nona Tania,bagaimana jika dia melaporkan apa yang kau lakukan padanya.tapi bibirnya terasa manis,aku ingin merasakannya lagi.ah,,aku bisa gila,,
Elios mengacak rambutnya,dan kembali kekamarnya.sementara Tania masih bersembunyi dibalik dinding,menunggu kepergian Elios.Tania merasakan jantungnya akan copot dari tempatnya,Tania dapat merasakan detak jantungnya yang berdetak lebih cepat dari biasanya.Tania meraba bibirnya yang masih basah,ciuman lembut Elios sungguh membuat otaknya tak bekerja dengan baik.
Bodoh,,ciuman tadi adalah ciuman pertamamu Tania,bagaimana bisa kau memberikan ciuman pertamamu kepada pria dingin itu.menyebalkan,kau sangat menyebalkan,dasar sekretaris berwajah datar.tapi apa tadi,kenapa senyumannya sangat menawan,membuatku tidak bisa berfikir dengan baik.ahhh,,,tidak,ciuman pertamaku,,
__ADS_1