Proposal Cinta Sang Ceo

Proposal Cinta Sang Ceo
81. Keluarga Sesungguhnya


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Jeni bangun dan membuat sarapan dibantu oleh Sofi serta Bibi pelayan,ketiganya membuat sarapan ala rumahan,yang menjadi makanan kesukaan Nathan serta sang Ayah.setelah 1 jam lamanya bergelut dengan alat dapur,beberapa menu sarapan telah terhidang dan tertata rapi di meja.Jeni kembali ke kamar dan membangunkan Nathan yang masih terlelap.


Dengan lembut Jeni membangunkan Nathan,yang begitu sulit di bangunkan.seperti biasa dengan malas,Nathan akan bangun dan ke kamar setelah mengecup pipi Jeni.beberapa menit kemudian,Nathan sudah keluar dengan rambut basah,serta handuk yang melilit pingganganya.pemnadangan indah yang selalu Jeni nikmati setiap pagi,Jeni telah menyiapkan pakaian Nathan sebelum dirinya membersihkan diri.Nathan akan dengan sabar menunggu sang istri,setelah beberapa menit Jeni keluar dengan wajah segarnya.


“Kau sangat cantik pagi ini!”


“Apakah sebelumnya aku tidak cantik?”


“Kau selalu cantik di mataku sayang,namun kali ini kau sangat berbeda,wajahmu sangat cerah dan terlihat bahagia!”


“Aku bahagia berada di dekatmu suamiku!”


“Ah,,kau membuatku malu!”


Nathan menutup wajahnya,dan menjatuhkan kepalanya di bahu Jeni,membuat Jeni tertawa bahagia dengan sikap lucu sang suami.hilang sudah sikap dingin,kejam,dan acuh yang selama ini Nathan perlihatkan.jika berada di dekat Jeni,Nathan lebih lembut dan perhatian bahkan sekarang lebih banyak bicara dari sebelumnya.


Nathan memapah Jeni menuju meja makan,Tuan Sanjaya sudah dan Elios  duduk di meja makan.ada Sofi dan sang Bibi yang menata makanan di meja,serta segelas susu untuk Jeni.Tuan sanjaya tersenyum melihat sang putri,yang tampak lebih segar dengan wajah berseri-seri di pagi ini.


“Selamat pagi Nathan,Jeni,bagaimana tidur kalian semalam?” 


“Tidur kami nyenyak Ayah,bagaimana dengan Ayah?”


“Tidak ada yang  lebih baik dari tadi malam sayang,Ayah tidur dengan sangat nyenyak!”


“Selamat pagi Tuan dan Nona Muda!”


“Selamat pagi Elios!”


Nathan menarik kursi dan menyilahkan Jeni duduk,perhatian kecil Nathan sungguh membuat Jeni bahagia.mereka kini duduk di meja makan,tak terkecuali sang Bibi.Tuan sanjaya meminta mereka semua untuk makan di meja yang sama.sarapan pagi itu sangat berkesan bagi Tuan sanjaya,selama ini dirinya tidak pernah menikmati sarapan ataupun makan malam bersama sang putri,namun kini kesempatan itu mereka miliki.setelah menikmati sarapan bersama,Nathan berpamitan untuk berangkat kerja,begitu juga dengan Tuan sanjaya yang harus bekerja.namun Nathan memintanya untuk libur sehari dan menghabiskan waktunya bersama Jeni,dengan senang hati Tuan sanjaya menerima permintaan Nathan.


Setelah melihat kepergian Nathan,serta mobil yang semakin menjauh,Tuan sanjaya membawa Jeni kemabli masuk kedalam rumah.Tuan Sanjaya menanyakan apa yang ingin dirinya lakukan,Jeni meminta sang Ayah untuk menemaninya berbelanja.melihat pakaian sang Ayah yang hanya beberapa potong,Jeni ingin membelikan beberapa pasang kemeja dan pakaian rumahan untuk sang ayah.serta kebutuhan sehari-hari.


Dengan senang hati Tuan sanjaya menemani Jeni,di bantu Sofi mereka berangkat ke pusat perbelanjaan.ditengah perjalanan ponsel Jeni berdering,ketika melihat nama Tania,Jeni tersenyum.Tuan sanjaya hanya melirik sekilas,melihat sang putri menerima panggilan dari ponselnya.


“Ada apa Tania?”

__ADS_1


“Aku akan pergi ke Mall,aku pergi bersama Ayah dan Sofi!”


“Baiklah aku menunggumu di sana!”


Jeni tersenyum dan menyimpan ponselnya,Tuan sanjaya terharu melihat kedekatan adik Nathan dengan Jeni.seandainya saja hubungan Jeni dan Lara,seperti hubungan antara Tania dan Jeni,mungkin nasib keluarganya tidak seperti sekarang ini.namun Tuan sanjaya tidak ingin mengingat itu semua,mungkin yang telah terjadi adalah suatu pembelajaran baginya sebagai orang tua.


“Sepertinya Tania itu sangat dekat denganmu?”


“Begitulah Ayah!”


“Nona Tania lebih lengket,di bandingkan dengan Tuan Muda.bahkan terkadang keduanya akan bertengkar,memperebutkan Nona Muda!”


“Benarkah?”


“Tidak seperti itu Ayah,aku dan Tania sudah dekat sebelumnya!”


“Nona Muda terlalu merendah!”


Tuan sanjaya tersenyum mendengar ucapan sofi,Tuan sanjaya sangat berterimakasih di dalam hati,melihat kebahagian yang kini terus mengelilingi putrinya.Beberapa menit kemudian mobil mereka telah sampai di sebuah Mall terbesar di kota mereka.Jeni bisa melihat Tania yang berdiri dengan seorang pria yang lumayan tampan,Jeni melirik Sofi dan saling melempar tatapan.


 Jeni turun dari mobil disusul Sofi yang langsung berdiri di sampingnya,begitu juga dengan Tuan sanjaya.melihat Jeni dan Sofi,Tania langsung melambaikan tangannya,yang di sambut oleh Sofi.Tuan sanjaya hanya bisa mengikuti langkah Jeni dan sofi,Nathan memintanya untuk menjaga Jeni dengan baik,selama berada di luar rumah.mendapat kepercayaan dari sang menantu,Tuan Sanjaya ingin melakukan yang terbaik untuk putrinya sekarang,dengan menjaganya melebihi nyawanya.


Tania langsung memeluk Jeni yang terlihat cantik dengan balutan dress putihnya,teman pria yang dibawa oleh Tania,terpaku dan terpesona melihat kecantikan Jeni.Sofi yang melihat hal itu segera memasang badan,hingga fokus sang pria teralihkan.Jeni melirik sang pria,dan bertanya dengan menunjuk sang pria dengan dagunya.


“Kak Toni,kenalkan Kakak ipar ku!”


Dengan wajah bersemu merah,Toni mengulurkan tangannya yang di sambut oleh Jeni,senyum yang Jeni berikan membuat degup jantung Toni menggila.apalagi setelah telapak tangannya,bersentuhan dengan tangan Jeni yang halus.


“Jeni!”


“Toni!”


“Dia teman kampusku,dan kebetulan hari ini kami tidak ada kelas.Dosenya sedang ada keperluan,karena itu kami memutuskan pergi.dan aku akan menemanimu jalan-jalan hari ini!” 


“Apa kakakmu sudah tau?”

__ADS_1


“Aku yakin dia sudah tau,apa yang tidak dia ketahui tentang kita berdua kakak ipar.hal seperti itu mudah baginya,matanya ada dimana-mana!”


“Bagaimana kau bisa seyakin itu?”


“Satu contohnya sekarang ada di sampingmu kakak ipar!”


Jeni melirik kesamping kiri dan kanannya,yang hanya ada Sofi dan sang Ayah.tatapan Jeni tertuju pada Sofi,yang diam dan menatap Toni tak suka.


“Maksudmu Sofi?”


“Dia hanya salah satunya kakak ipar,sudahlah ayo kita masuk dan berbelanja!”


Tania menarik tangan Jeni dengan lembut,di susul Tuan Sanjaya,Sofi dan terakhir Toni.Sofi terus memperhatikan gerak-gerik Toni yang sangat mengganggunya,tatapan Toni tak pernah lepas dari sang Nona Muda.Jeni memasuki butik dan memilihkan beberapa kemeja kerja untuk sang Ayah,serta baju rumahan yang nyaman untuk sang Ayah.meski awalnya menolak,akhirnya Tuan sanjaya menerima semua yang di belikan Jeni dengan perasaan bahagia.


Tidak terasa sehari penuh mereka berbelanja segala kebutuhan Tuan sanjaya,tak lupa Jeni membelikan sepasang jas untuk Nathan.tentu saja Tania menggerutu kesal,karena Jeni tidak membelikannya,dan hanya membelikan Nathan.sikap cemburu Tania,membuat Tuan sanjaya tertawa.hari ini sungguh hari yang sangat spesial untuknya,untuk pertama kalinya dirinya sebagai seorang Ayah,menemani Jeni dan berjalan-jalan layaknya sebuah keluarga.dan hari ini Tuan sanjaya merasakan keluarga yang sesungguhnya.


Sementara Tania sibuk merengek,hingga membuat Jeni pusing.Sofi terus memperhatikan Toni,yang terus menatap Jeni dengan tatapan kagumnya.ketika Toni mengeluarkan ponselnya,untuk mengambil gambar Jeni,Sofi langsung berdiri di hadapan Toni dengan tatapan datar yang membuat Toni terkejut.


“Astaga,,anda mengagetkan saya Nona!”


“Apa yang anda lakukan?jangan pernah berpikir untuk mengambil gambar Nona Muda kami!”


“Aku hanya mengambil gambar Tania!”


“Anda pikir saya percaya,sejak tadi yang anda perhatikan hanya Nona Muda,bukan Nona Tania!”


“Terserah padamu jika kau tidak percaya,kau bisa memperhatikanku sesuka hatimu!”


Tania melihat Toni dan Sofi yang sedang mengobrol,membuat Tania mengerutkan dahi.tidak biasanya Sofi dekat dengan orang,apalagi jika orang itu, baru pertama kali ditemuinya.


“kak Toni,ayo ikut bergabung bersama kami!”


Tania memanggil nama Toni dan melambaikan tangannya,seperti mendapat pertolongan dengan cepat Toni meninggalkan sofi,yang masih menatapnya dengan penuh kecurigaan.


Selamat,bagaimana bisa dia bersikap mengerikan seperti itu.siapa kakak ipar Tania sebenarnya,bukan hanya cantik,sepertinya dia sangat dilindungi.membuatku semakin bersemangat dan penasaran,baru pertama kali ada seorang wanita yang membuat jantungku berdegup kencang,,

__ADS_1


Kini mereka berlima duduk di meja yang sama,Jeni tampak bicara dengan sang Ayah.semnatra Toni melirik Jeni secara diam-diam,Tania yang sedang asyik dengan ponselnya bahkan tidak memperhatikan gelagat Toni,sementara Sofi tak melepaskan tatapannya dari Toni. 


__ADS_2