
Nathan sedang memeriksa beberapa berkas di mejanya,Elios serta Rado datang menemuinya dikantor.melihat kedatangan sekretarisnya,Nathan meletakkan berkas-berkas dan menatap keduanya.Elios serta Rado menundukkan sedikit kepala,sebelum menyerahkan hasil sidang siang itu.Nathan menerima laporan dan membacanya,senyum sinis tersungging di bibirnya.
Kalian harus menerima hukuman yang setimpal atas apa yang kalian lakukan,aku tidak akan membiarkan kalian hidup bebas di luar sana.aku akan pastikan kalian mendekam selamanya di penjara,kalian selalu menggunakan kekuasaan untuk menekan istriku,jadi sekarang terimalah hukuman kalian,,
Nathan melemparkan laporan itu ke meja,dan menatap keduanya.Rado bisa merasakan tatapan dingin yang begitu menusuk dari mata Nathan,pantas saja dia disebut pria yang tidak tersentuh.menatapanya saja membuat kita bergidik ngeri,bahkan jika orang biasa Rado yakin mereka tidak akan berani menatap wajah sang Tuan muda.
“Jangan berikan celah sedikit pun pada mereka,jika kau melihat celah itu,lakukan apapun agar celah itu tidak terlihat!”
“Baik Tuan Muda!”
Melihat keduanya masih berdiri diam,Nathan mengangkat sebelah alisnya,menatap heran keduanya yang belum beranjak dari ruangan.
“Katakan!”
“Tuan Sanjaya ingin bertemu dengan Nona Muda,tentu dengan izin dari Tuan Muda!”
Rahang Nathan mengeras mendengar ucapan Elios,keduanya merasakan perubahan suasana hati sang Tuan Muda.sebagai seorang suami tentu Nathan akan bersikap demikian,mengingat perlakuan meraka kepada Jeni yang sungguh keterlaluan.apalagi setelah insiden penculikan tersebut,tentu semakin membuat Nathan Marah.
Apa lagi yang diinginkan Tua Bangka itu,aku tidak akan membiarkan kalian menyakiti istriku untuk yang kesekian kali.sudah cukup luka dan penderitaan yang kalian berikan padanya,
Melihat Nathan yang diam dengan wajah yang di penuhi amarah,Rado dan Elios tahu kalau Nathan pasti tidak mengijinkan keduanya bertemu.Rado melangkah dan berdiri sejajar dengan Elios,membuat Elios melirik Rado.
“Maaf Tuan Muda,mungkin saya terlalu lancang.namun menurut saya,ijinkan Nona Muda bertemu Ayahnya untuk menyelesaikan masalah mereka,namun harus sesuai keamanan.jangan ijinkan Nona Muda bertemu di ruang terbuka,atau jika perlu minta Tuan Sanjaya menemui Nona di rumah saja!”
“Apa kau pikir Tua Bangka itu akan bersikap baik pada istriku,kau yang paling tau kelakuannya bukan?.aku tidak ingin mengambil resiko,Jeni dalam keadaan mengandung,AKu tidak ingin dia tertekan!”
“Saya mengerti ketakutan anda Tuan Muda,namun saya sangat yakin Tuan sanjaya, tidak akan melakukan apa yang anda pikirkan.saya yakin beliau datang untuk meminta maaf dan pengampunan pada Nona!”
“Apa yang membuatmu begitu yakin Hah,,?aku tidak akan mengijinkan istriku bertemu dengannya!”
“Jangan buat Nona Muda menyesal suatu hari nanti Tuan Muda,bagaimanapun juga Tuan Sanjaya adalah Ayah dari Nona.biarkan Nona memilih,antara memutuskan hubungan atau mempertahankannya,karena yang paling tau akan semua itu adalah Nona.saya harap anda mengerti dan merasakan perasaan Nona!”
“Apa yang di ucapkan Rado ada benarnya Tuan Muda,jangan biarkan penyesalan menghantui hidup Nona Nantinya.dan saya juga sangat yakin Tuan Sanjaya,kini sangat menyesali perbuatannya!”
__ADS_1
“Tentu saja dia menyesal, Tua Bangka itu sudah kehilangan putri serta istri kesayangannya,tentu dia akan mencoba mendekati istriku!”
Nathan mengepalkan tangannya,dirinya belum bisa menerima pertemuan antara Jeni dan Ayahnya.namun apa yang Rado ucapkan ada benarnya,dia tidak ingin Jeni merasa menyesal di kemudian hari karena tidak menemui sang Ayah.
“Baiklah,bawa dia menemui Jeni dirumah.jika Tua Bangka itu tidak setuju,maka batalkan!”
“Baik Tuan Muda dan Terimakasih banyak atas pengertian anda!”
“Pergilah!”
“Kami permisi Tuan Muda!”
Nathan menganggukkan kepalanya,keduanya keluar dan meninggalkan Nathan sendiri dalam dunianya.sesampainya di luar gedung,Elios memerintahkan apa yang seharusnya Rado siapkan.pertemuan Nona Muda dan Tuan sanjaya,setelah insiden tentu akan membuat keduanya kaku.namun yang paling utama adalah keselamatan sang Nona Muda Sendiri.
Setelah menerima petunjuk dan beberapa arahan dari Elios,Rado berpamitan dan kembali ke kediaman Agatha.untuk mempersiapkan semuanya,setelah melihat mobil yang Rado bawa menghilang dalam kerumunan,Elios mengeluarkan benda pipih di sakunya dan menempelkannya di telinganya.
“Hallo Tuan Elios!”
Elios memutuskan sambungan teleponnya,tanpa menunggu jawaban dari pria yang berada diseberang sana.dia memasukkan benda pipih itu kembali ke saku celananya,dan melangkahkan kakinya menuju ruangannya.Tuan Sanjaya yang menerima kabar dari Elios,bahwa dirinya bisa menemui Jeni sangat bahagia.namun dirinya sempat ragu,karena Jeni memilih bertemu di rumah Tuan Nathan.
Aku yakin Tuan Nathan melakukan semua ini demi keselamatanmu Jeni,Ayah tidak menyalahkan suamimu dengan semua perlakuannya pada ayahmu ini.karena Ayah sadar akan semua kesalahan Ayah,ibu tiri serta adikmu Lara,,
Tuan Sanjaya menghela nafasnya,tubuhnya mulai lemah karena kurangnya asupan gisi membuatnya begitu cepat merasakan lelah.pelayan yang masih bekerja dirumahnya,sudah menyiapkan makanan yang mungkin Tuannya bisa nikmati.karena masalah yang datang silih berganti membuat selera makannya hilang,apalagi kini rumah terasa sepi karena hanya ada dirinya dan beberapa pelayan.
Rumah yang dulunya ramai karena teriakan dan makian sang istri,teriakan Lara yang,serta sikap acuh Jeni masih terekam jelas di memorinya.bagaimana dirinya hanay melihat dan mengacuhkan sikap istrinya,yang terus menyalahkan Jeni.Tuan Sanjaya tersenyum kecut mengingat semua itu,ternyata dirinya tidak jauh berbeda dengan sang istri,mereka sama kejamnya.namun kenapa hanya sang istri yang harus mendekam di penjara,sementara dirinya masih bisa menikmati udara bebas,makan dengan layak serta tidur di atas ranjang yang empuk.
Seharusnya dirinya berada di dalam sel yang sama dengan sang istri,karena perlakuan jahatnya pada putrinya sendiri.namun siapa sangka istrinya sampai memikirkan ide untuk melenyapkan nyawa Jeni,yang bahkan di luar pikirannya sendiri.itulah yang Tuan Sanjaya sesali,kenapa sang istri sampai memikirkan hal gila seperti itu.kini tinggallah dirinya dalam penyesalan di rumah besar,yang memiliki begitu banyak kenangan itu.
Kenangan dirinya menyakiti dan mengacuhkan istri pertamanya,kenangan kebahagiaannya bersama istri kedua yang dia cintai serta putri kesayangannya,penderitaan Jeni yang berkepanjangan tanpa bisa dirinya sadari.semua itu menari-nari indah di kepalanya,tubuh serta pikirannya kini sudah tidak mampu berpikir secara baik.pikirannya kosong seperti tubuhnya yang kini kehilangan semangat.
****
Nathan menyandarkan punggungnya di ranjang,menunggu sang istri menyelesaikan ritualnya sebelum tidur.Jeni tersenyum hangat,dan naik ke ranjang.memeluk dan mencium Nathan yang membalas pelukan hangatnya.
__ADS_1
“Bagaimana harimu sayang!”
“Setiap jam aku sangat merindukanmu!”
“Kenapa Tuan penguasa kini suka bicara manis padaku!”
“karena aku memang sangat merindukanmu!”
“Aku juga merindukanmu!”
Nathan tersenyum dan mencium pucuk kepala Jeni,Nathan mengangkat dagu Jeni dan mencium bibir manis itu,Jeni membalasnya dengan lembut.setelah ciuman mereka terhenti,Nathan menatap mata indah sang istri.
“Besok temui Ayahmu,katakan apa yang ingin kau katakan!”
Jeni menegakkan tubuhnya dan menatap Nathan dengan kening mengkerut,Nathan menghela nafasnya dan memegang kedua bahu sang istri.
“Ayahmu meminta ijinku untuk menemui mu,tadinya aku tidak ingin mengijinkan orang itu bertemu atau sekedar bicara lagi denganmu.tapi aku berubah pikiran,meskipun aku sangat membencinya!”
“Bagaimanapun dia adalah Ayahmu,tuntaskan semua penderitaan mu agar tidak ada penyesalan suatu hari nanti.keputusan ada di tanganmu,kau ingin menemuinya atau tidak.aku tidak akan memaksamu!”
Jeni terdiam dan menundukkan kepala,bagaimanapun setiap kali dirinya bertemu sang ayah semuanya akan menjadi rumit.sang Ayah akan menyalahkannya lagi tentang kejadian ini,melihat Jeni yang hanya diam,Nathan membawa tubuh Jeni dalam pelukannya.
“Aku tau perasaanmu,karena itu aku putuskan dia boleh menemui mu dirumah.kau tidak perlu takut Rado dan Elios,sudah menyiapkan keamanan bagimu.jika ayahmu bertindak kurang ajar lagi,mereka tidak akan segan-segan lagi melukai Ayahmu!”
Jeni semakin memeluk tubuh Nathan,tubuh Jeni bergetar dalam pelukan suaminya.Nathan tau jika sang istri sedang menangis sekarang,inilah yang dirinya ingin hindari.Jeni sekarang sedang hamil,dan tentu saja dia tidak boleh merasakan stress dan tertekan.namun melihat sisi baik dari tujuan Tuan Sanjaya,Nathan ingin istrinya bisa menyelesaikan masalahnya dengan sang Ayah.
“Bagaimana kalau aku tidak sanggup menemuinya?”
“Jangan paksakan dirimu sayang,jika memang kau tidak ingin bertemu dengannya,katakan saja pada Rado besok!
Jeni menganggukkan kepalanya,namun masih dalam pelukan Nathan.isakan kecil masih terdengar oleh telinga Nathan,dia membiarkan sang istri menumpahkan perasaannya.
Apa yang Ayah inginkan lagi dariku,istri dan putrimu bahkan ingin membunuhku.apakah kau juga akan meminta aku lenyap dari muka bumi ini,seperti keinginan putri tersayangmu,,Ibu apa yang harus aku katakan jika bertemu Ayah,,
__ADS_1