Proposal Cinta Sang Ceo

Proposal Cinta Sang Ceo
155. Kembali Ke Rumah


__ADS_3

Jeni menatap bangunan megah di hadapannya,sudah satu minggu dirinya tidak pulang dan bertemu sang buah hati.Rindu,tentu saja dirinya rasakan sebagai seorang ibu.Senyum di wajahnya menghiasai wajahnya yang cantik,Nathan merangkul sang istri dan membawanya  masuk kedalam rumah.Terlihat Tania serta sang Ibu mertua telah menunggu kedatangan keduanya,Tania yang melihat kedatangan sang kakak ipar berlari dan memeluk tubuh Jeni.Tangisnya pecah melihat keadaan Jeni yang sudah membaik,begitu juga dengan sang ibu mertua yang memeluk Jeni dengan penuh sayang.


“Kami merindukanmu sayang,selamat datang di rumah!”


“Terimakasih Bu,aku sangat merindukan kalian!”


Jeni menatap sang putra yang begitu senang melihat kedatangannya,Jeni meraih tubuh gembul sang putra yang begitu sehat.Nathan tersenyum bahagia melihat keadaan sang istri yang mulai membaik,namun sebagai seorang suami Nathan masih sedikit takut Jeni akan mengingat kejadian yang menimpanya beberapa hari lalu.


Sehari telah dilewati dengan baik oleh Jeni yang lebih banyak menghabiskan waktunya bersama sang buah hati,Nathan sesekali ikut menemani keduanya dan akan melakukan pekerjaannya di ruang kerja pribadinya.


“Kakak ipar?”


Tania memanggil nama Jeni dengan lembut,berharap sang kakak ipar tidka terkejut dengan kedatangannya.Tania beberapa kali mengetuk pintu namun Jeni yang terlihat begitu asyik bermain dengan putranya,seolah mengabaikan keberadaan Tania.


Jeni menolehkan kepala melihat Tania yang berdiri di ambang pintu dengan senyum lembutnya,Jeni tersenyum dan mengulurkan tangannya seolah meminta Tania mendekat.Tania menghampiri keduanya dan duduk tepat disebelah Jeni,menatap wanita yang telah menjadi bagian dalam hidupnya.


“Bagaimana perasaanmu kak?”


“Aku lebih baik sekarang,kakakmu tidak pernah meninggalkanku sendiri dan terus memberiku support.karena itu aku bisa menjadi wanita yang lebih kuat,terimakasih karena telah mengkhawatirkan ku Tania!”


Tania memeluk tubuh Jeni,menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Jeni.membuat Jeni terkekeh pelan melihat tingkah Tania yang manja,dan memiliki hobi yang sama dengan sang kakak yaitu menempelkan kepalanya di ceruk lehernya.


“Aku sangat takut,aku berpikir kau akan terluka.tapi setelah mendapat kabar dari Elios aku menjadi tenang,terimakasih Kak telah kembali dengan selamat!”


“Terima Kasih karena telah menyayangiku dan mengkhawatirkan ku!”


“Tentu saja aku khawatir,kau adalah wanita yang begitu di cintai oleh kakakku dan kakak perempuan yang begitu berharga untukku!”


Jeni tertawa pelan memeluk tubuh Tania dengan lembut,mendapat begitu banyak cinta dari keluarganya membuatnya bahagia.


Hidup bersama kalian membuatku merasakan dicintai,bahkan di kehidupan selanjutnya aku tetap ingin menjadi keluarga kalian.


“ Radit sudah tidur?”


Jeni mengangguk,mengambil handuk yang berada di tangan Nathan dan membantunya mengeringkan rambutnya yang basah.Nathan menutup kedua matanya menikmati pijatan ringan yang Jeni berikan di kepalanya,pijatan yang membuatnya lebih rilex.Jeni mengalungkan kedua tangannya di dileher Nathan,dengan menyandarkan dagunya di bahu lebar Nathan.


Nathan tersenyum dengan tingkah Jeni yang semakin manja beberapa hari ini,Nathan mengecup pipi Jeni dari samping menatap mata indah milik sang istri.Jeni mencium bibir Nathan tanpa aba-aba,membuat Nathan membelakkan mata tak percaya dengan sikap Jeni yang mulai agresif.


Jeni tak memberi kesempatan bagi Nathan,Jeni mendominasi dan berusaha memimpin.Nathan tersenyum senang melihat sang istri yang aktif malam itu,malam dingin yang berbalut panas dengan percintaan mereka.


Di tempat lain dua sejoli duduk menikmati malam yang dingin dengan secangkir coklat panas,Tania merebahkan bahunya di pundak Elios.menemani sang kekasih yang dalam beberapa hari ini terlihat sibuk,bahkan dirinya tidak sempat menanyakan kabar serta keadaannya.

__ADS_1


“Apakah semuanya baik-baik saja?”


Tania mengangkat kepala menatap wajah tampan Elios di bawah sinar rembulan,kaca mata bening yang sellau bertengger di hidung mancungnya semakin membuat pria itu terlihat mempesona.Elios mendesah dan tersenyum kearah Tania,setelah semua yang terjadi serta kesulitan yang dihadapi sang Nona Muda,sepertinya Elios bisa bernafas dengan lega.


“Semuanya sudah kembali ketempat yang seharusnya,Nona Jeni wanita yang sangat kuat.Dia telah melewati begitu banyak rintangan serta masalah setelah menikah dengan Tuan Muda!”


“Tapi lihatlah,semakin Nona Jeni kuat semakin erat ikatan diantara kakakmu dan dia.mereka merupakan pasangan yang patut kita contoh!”


Tania tersenyum dan mengangguk,merebahkan kembali kepalanya di bahu Elios.mengenggam erat tangan hangat Elios,bisa merasakan kembali kehangatan pria yang berada di sampingnya membuat Tania bahagia.


*****


Setelah melewati kejadian demi kejadian di hidupnya Jeni kini menjadi wanita yang lebih kuat,tegas dan tentunya sangat berwibawa.Jeni kembali memulai segala aktifitasnya di Toko Roti miliknya,dan berada di rumah untuk menjaga dan merawat sang jagoan yang mulai tumbuh dengan aktif.Jeni kini lebih banyak berdiam diri di rumah,melihat tumbuh kembang Raditya yang mulai bisa berjalan.


Sesekali dirinya akan mengunjungi sang Ayah,yang telah menjadi Manajer di Toko Furniture milik Nathan.kehiduapn sang Ayah yang telah normal,membuat Jeni  sangat bahagia melihat orang-orang yang dicintainya hidup dengan bahagia.


Makan malam telah tiba,Jeni yang mulai suka memasak membuat beberapa menu masakan rumahan yang lezat.Nathan bahkan terlihat begitu menikmati masakan sang istri,Nyonya Agatha yang biasanya menjaga pola makannya kini makan diluar kebiasaanya.


“Masakanmu enak sayang,jika seperti ini berat badanku bisa naik!”


“Gombal,pasti kak Nathan ada maunya!”


Nathan mendelik sang adik,bukannya ikut menyanjung Tania malah mengolok-olok dirinya.tawa membahana diruang tamu,dimana mereka berkumpul setelah menikmati makan malam.suara derap langkah yang seseorang membuat Nathan mengalihkan pandangannya,Elios terlihat tampan dengan balutan kemeja putihnya.Nathan tersenyum melihat kehadiran sahabat,asisten serta orang kepercayaannya.


Tania menatap Elios dengan jantung yang berdegup kencang,menatap sang pria yang tersenyum lembut kearahnya.Nathan yang mengerti serta mengetahui tujuan kedatangan Elios berpura-pura tidak tau,dan mmenatapElios dengan kening berkerut.


“Ada apa Elios,apa ada sesuatu yang ingin kau sampaikan kepadaku?”


Nathan menatap pria di hadapannya dengan wajah bingung,Elios mengatur debaran jantungnya yang sebenarnya menggila.


“Ikut aku keruangan ku!”


“Tidak Tuan Muda,ada yang ingin saya sampaikan kepada anda serta Nyonya besar!”


“Oh,,katakanlah!”


Terlihat Elios menarik nafasnya beberapa kali,meski terbiasa bicara dengan Nathan namun mala mini lidah Elios terasa kelu.melihat Elios yang diam,Nathan memutuskan membawa Elios keruangannya.ketika hendak bangkit dari duduknya,ia terdiam melihat Tania yang berlari dan langsung menggenggam tangan Elios dengan erat.


Nathan kembali duduk,diam dan memandangi keduanya satu persatu.sementara sang ibu menutup mulutnya dengan kedua tangannya,terkejut melihat aksi Tania yang tiba-tiba serta tangan keduanya yang saling bertautan.


“Kalian berdua?”

__ADS_1


“Kami saling mencintai Bu,dan kami sudah menjalin hubungan.tolong restui hubungan kami Kak,Ibu Tania mohon!”


“Apa,,!”


Berbeda dengan Nathan dan Jeni yang telah mengetahui hubungan keduanya,sang ibu begitu terkejut  dengan kabar yang di denagrnya.Nyonya Agatha melirik Nathan serta Jeni yang terlihat tenang,dengan wajah kebingungan Nyonya Agatha hanya bisa terdiam.


“Sejak kapan?”


Suara Nathan mulai menggelegar,membuat Tania ketakutan.demi restu keluarganya Tania memberanikan diri menatap sang kakak,dan Ibunya yang terlihat syok.


“Sudah lama kak,tolong jangan usir Elios dan jangan pisahkan kami!”


“Tania!”


Suara Nathan yang begitu tinggi membuat Tania terkejut begitu juga sang ibu, yang tidak menyangka dengan respon Nathan yang berlebihan.


“Nathan,jangan berteriak seperti itu.kau bisa bertanya kepada mereka dengan baik-baik,kau membuat adikmu ketakutan!”


“Mereka berdua pacaran di belakangku,dan mereka tidak takut sama sekali,kenapa hanya mendengar suaraku yang tinggi mereka berdua harus takut!”


“Dan Kau,seharusnya kau jujur pada kakakmu ini.inilah yang kakak tunggu-tunggu,sikap jujurmu Tania!”


Tania membelakkan kedua matanya mendengar ucapan sang kakak,dengan wajah bingung Tania menatap wajah sang kakak yang terlihat kesal.begitu juga dengan sang ibu yang sama bingungnya dengan Tania,Jeni dan Elios hanya diam dan menjadi penonton.


“Kakak sudah tau tentang hubungan kami?”


“Cihh,,bahkan kakak sudah tau jauh sebelum kekasihmu itu berterus terang tentang hubungan kalian!”


Tania menatap Elios dan Nathan bergantian,senyum lembut di wajah Elios membuat Tania menyadari satu hal,dia terlalu bodoh dan penakut hingga tidak berani berterus terang kepada keluarganya.


“Jadi,kakak merestui hubungan kami?”


“Tunggu!”


Nyonya Agatha menyela pertanyaan Tania,ia menatap Elios serta Nathan bergantian.melihat sikap Nyonya Agatha,Elios sudah menyiapkan hatinya untuk hal terburuk yang akan terjadi.


“Kau sudah tau hubungan adikmu dan Elios,tapi kau diam seolah tidak tau apa-apa,dan tidka memberitahukannya kepada ibumu ini!”


“Hmm,,Nathan hanya ingin kejujuran Tania Bu,tapi lihatlah putrimu itu,dai bahkan tidak punya nyali.dia bahkan memutuskan Elios karena dia pikir Elios tidak berani bicara kepadaku,dasar anak manja!”


“Jadi kau sudah pacaran dengan Elios,waktu ibu menjodohkan mu dengan anak dari sahabat ibu itu?”

__ADS_1


Dengan sedikit rasa bersalah kepada Elios serta sang ibu,Tania menganggukkan kepalanya pelan.Nyonya Agatha melangkah meraih serta menjewer telinga Tania,memukul pundak putrinya dengan gemas.


“Dasar anak nakal!”


__ADS_2