Proposal Cinta Sang Ceo

Proposal Cinta Sang Ceo
139. Minuman Perangsang


__ADS_3

Wajah Nathan mulai memerah,tubuhnya terasa panas sentuhan di paha kirinya membuat tubuhnya berteriak.Nathan menatap wajah Selly dengan dingin,wajah memuakkan yang tersenyum puas dibalik penderiataannya malam ini.


Dengan geram Nathan bangkit dari duduknya meninggalkan pesta yang cukup membosankan,dirinya harus segera sampai dirumah dan menemui sang istri,melepaskan hasrat yang semakin meronta di dalam dirinya.Selly yang ia pikir tidak akan mengikutinya ternyata mengikutinya keluar ruangan,seolah tidak ingin kehilangan Nathan mala mini.


“Nathan pestanya belum selesai kau mau kemana?Biarkan aku menemanimu jika kau merasa bosan,aku juga merasa bosan di dalam sana.bagaiamana kalau kita jalan-jalan!”


Selly berucap dengan nada manja sambil menggesekkan dadanya yang ia perlihatkan dengan sengaja,semua ia lakukan agar Nathan tergiur dan membawanya ke salah satu kamar yang tersedia di Klub tersebut.namun bukan perlakukan lembut yang Nathan berikan,Nathan menatap Selly dengan wajah dingin yang memerah karena ledakan emosi serta hasrat yang harus dirinya tuntaskan.


“Enyah dari pandanganku!”


Nathan berucap dengan wajah menakutkan,membuat tubuh selly gemetar.namun rasa takut yang ia rasakan telah di butakan oleh obsesi dirinya,yang ingin memeilki Natahn malam ini dalam pelukannya.


“Nathan!”


“Jika kau berani menyentuhku lagi,amak aku pastikan tangan lentik nan berharga itu akan patah dan remuk!”


Nathan meninggalkan Selly begitu saja disusul Elios yang mencoba mensejajarkan langkahnya dengan langkah lebar Nathan,Elios mulai menyadari jika sesuatu yang salah telah terjadi pada Nathan.


“Tuan Muda!”


Nathan bahkan tak mendengar ucapan Elios,Nathan sibuk mencari ponselnya dan menghubungi seseorang.


“Datanglah ke Hotel Permadani sekarang ,titipkan Raditya pada Ibu.cepatlah datang aku menunggumu!”


Natahn menutup kedua matanya,mencoba menahan sesak serta rasa tak nyaman pada diirnya.


“Tuan apa anda baik-baik saja?”


“Lajukan mobilnya Elios,kita pergi ke Hotel cepat lakukan perintahku!”


“Baik Tuan!”


Tanpa banyak tanya Elios mengendarai mobilnya dengan tenang,beberapa klai dirinya ,melirik Natahn lewat kaca.keringat dingin mulai terlihat di kening Nathan.


Pasti sesuatu telah di campur ke minuman Tuan Muda,jika tidak dia tidak akan seperti ini,,


Selly menegendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi berharap dirinya tidak kehilangan jejek Nathan,ia sangat yakin Nathan tidak akan bertahan jika harus kembali kerumahnya.sementara Jeni menggunakan motor kesayanagnnya,meski Nathan telah melarangnya mengendarai Motor besarnya yang ada di kepalanya sekarang adalah suaminya.mendengar suara Natahn yang serak seperti  menahan sakit,tanpa pikir panjang Jeni mengendarai motornya karena ia berpikir menggunakan motor akan memepermudah serta menghindari macet.


Setelah sampai di Hotel Permadani yang merupakan slaah satu Hotelnya,Nathan langsung menuju kamarnya.sebelum datang Elios telah memberi intruksi kepada salah satu manajer Hotel tentang kedatangan Natahns serta sang istri,Elios tetap berada di lobi menunggu kedatangan sang Nona dan tak berselang lama Elios melihat kedatangan Jeni yang mengendarai Motor besarnya.


“Nona!”

__ADS_1


Elios menyambut kedatangan Jeni dengan wajah sedikit panik,membuat perasaan Jeni campur aduk.


“Ada apa Elios?”


“Cepatlah naik dan menuju kamar Nona,ini kartu masuk ke kamar Tuan,kamar VVIP cempaka!”


Jeni meraih kartu di tangan Elios,dan berlari memasuki Hotel,menaiki Lift dan menuju kamar yang Elios tujukan.tak butuh waktu lama Jeni menemukan kamar yang Elios maksud,tanpa pikir panjang Jeni menempelkan kartu yang Elios berikan hingga terdengar suara ‘Klik’ dan pintu terbuka.


“Sayang!”


Nathan menarik tubuh Jeni kedalam pelukannya,mencium bibirnya tanpa peringatan.kedua mata Jeni melebar melihat perlakuan Nathan yang kasar,Jeni berusaha memberontak memukul dada Nathan beberapa kali.hingga ciuman mereka terlepas,Jeni menangkup kedua pipi Nathan menatap wajahnya yang memerah.


“Tolong aku!”


Jeni tersenyum lembut mendengar suara Nathan yang serak,Jeni menempelkan bibirnya yang hangat membantu sang suami melepaskan hasratnya.Nathan membawa tubuh Jeni ke ranjang besar,membuka satu persatu pakaian yang membungkus tubuh sang istri. Dengan lembut Jeni mengambil inisiatif untuk membimbing Nathan jika tidka dirinya  akan tersakiti karena hasrat Nathan yang menggila karena pengaruh obat perangsang.Jeni pun tidak bodoh,dirinya bisa menyadari jika sang suami sedang berada dalam pengaruh obat,Nathan yang dirinya kenal tidak akan berbuat kasar kepada tubuhnya.


Nathan menerima setiap perlakuan lembut Jeni,menikmati sentuhan-sentuhan lembut yang memabukkan hingga pergulatan panas malam itu terjadi,mereka melakukannya beberapa kali hingga pengaruh obat yang ada di tubuh Nathan menghilang.tubuh Nathan ambruk di samping tubuh sang istri dengan nafas tersengal-sengal,Jeni menatap wajah Nathan yang kini meninggalkan Rona merah karena bahagia.


“Terimakasih karena telah bertahan dan menungguku hingga datang!” 


“Terimakasih,aku bahagia malam ini dan sangat puas!”


Jeni terkekeh pelan mendengar ucapan sang suami yang begitu vulgar,Jeni mendekatkan dirinya memeluk tubuh Nathan yang masih menyisakan jejak percintaan mereka.dengkuran halus mulai terdengar,Jeni mendongakkan kepalanya menatap wajah Nathan yang terlelap.dengan hati-hati Jeni melepaskan pelukannya,meraih pakaiannya yang tergeletak begitu saja di lantai dan mengenakannya.Jeni meraih ponselnya dan meletakan benda pipih itu di telinga kananya.


Jeni terdiam dengan raut wajah yang tidak terbaca,tatapannya dingin.Jeni menggenggam erat ponsel di tangannya,giginya menggeretak kesal setelah mendengar penjelasan dari seseorang yang berada di seberang sana.


Setelah kepergian Jeni menuju kamar Nathan,Elios langsung menghubungi pihak keamanan Hotel dan meminta salinan rekaman CCTV beberapa jam lalu.kebenaranpun  terlihat dengan jelas,Selly menaburkan sesuatu ke minuman Nathan,yang sangat di yakini Elios adalah obat perangsang.


Elios kini bisa bernafas lega,setelah 2 jam berlalu semenjak sang Nona Muda datang dan masuk ke kamar,sang Nona menghubunginya itu tandanya sang Tuan baik-baik saja.


Dasar wanita licik,aku tidak akan membiarkanmu lolos kali ini,,


Hampir dua jam Selly berada di tempat parkiran,dirinya pun terlihat memasuki lobi Hotel mencari keberadaan Nathan yang dirinya yakini berada di Hotel ini.Mobil yang di tumpangi Nathan tidak terparkir di parkiran umum,namun mobil mereka memliki parkiran khusus bagi pemilik Hotel sendiri,karena itu Selly tidak menemukan keberadaan mobil Natahn.namun Selly melihat dengan jelas jika mobil yang membawa Nathan memasuki Hotel tersebut.


Karena tidak melihat keberadaan Nathan,Selly meninggalkan Hotel dengan perasaan kecewa dan kesal,kesempatan di depan matanya terlewat begitu saja.dengan wajah ke ceewa Selly kembali ke apartemennya,mencari cara yang lebih baik lagi untuk menaklukan hati Nathan.


Jeni terduduk diam di pinggir ranjangnya,menatap Nathan yang tertidur lelap.bagaiamana jika dirinya tidak datang tepat waktu,apakah sesuatu yang mengerikan akan terjadi pada suaminya? Apakah Nathan akan melampiaskan nafsunya pada wanita lain yang ia temui? Memikirkannya saja membuat Jeni marah serta kesal.


Beraninya  kau memberikan suamiku obat perangsang,kali aku tidak akan tinggal diam,aku akan membalas mu wanita jelek.Aku akan membuatmu menangis darah kali ini,,


 Jeni mengepalkan kedua tangannya,kali ini drinya tidak akan tinggal diam dan memaafkan perbuatan Selly yang menurutnya di luar batas.Jeni merangkak dan menaiki ranjang menindih tubuh Nathan,mulai melancarkan aksinya mulai mencium serta memberi gigitan kecil di setiap lekuk leher Nathan,hingga meninggalkan bekas merah  kebiruan.Nathan melenguh merasakan sentuhan yang membuat hasratnya kembali membara,dengan kedua mata yang mulai berkabut dan setengah sadar Nathan membuka kedua matanya  melihat Jeni yang tersenyum lembut di atas tubuhnya.pergulatan panas dimalam yang dingin kembali berlangsung hingga menjelang pagi,seakan tubuh mereka tidak merasakan lelah.

__ADS_1


“Selamat pagi!”


Jeni menyapa Nathan dengan lembut,ketika dirinya membuka kedua matanya.Nathan membalas senyum hangat Jeni,meraih tubuh sang istri dan membawanya ke dalam pelukannya.


“Bagun,dan bersihkan dirimu kau harus berangkat ke kantor!”


“Bolehkah aku libur sehari saja?”


“Tidak boleh,Elios bilang hari ini kau ada pertemuan penting ,datanglah ke kantor!”


“Bagaimana denganmu?”


“Jangan pikirkan aku,hari ini aku ingin menikmati hariku di Hotel mewah ini!”


Nathan tertawa renyah,memberi kecupan kecil di pucuk kepala Jeni,sebelum akhirnya ia beranjak bangun menuju kamar mandi.pakaian baru pun telah di sediakan Jeni,bahkan sebelum  Nathan bangun.Jeni menghubungi Elios dan memintanya membelikan sepasang Jas,serta gaun untuknya. Jeni juga menghubungi Sofi dan memintanya untuk menjemputnya di Hotel.


Setelah sarapan bersama di dalam kamar Hotel,Nathan meninggalkan Jeni di kamar dan menuju kantor.wajahnya mengeras mengingat kejadian semalam,dirinya yakin seseorang telah mencampuri minumannya dengan obat perangsang.Elios melirik Nathan dari kaca,dan membaca wajah Nathan yang dingin dan keras.


“Tuan Muda!”


“Kau tau siapa orangnya?”


“Selly,dialah yang mencampurkan obat ke minuman anda!”


“Sial,,dasar wanita rubah!”


Aku tidak akan pernah memaafkan perbuatanmu malam ini kepadaku,aku akan membuat hal yang sama terjadi padamu,tunggu dan lihatlah kau akan menyesal karena telah mengusikku,,


Nathan melakukan pekerjaannya dengan begitu tenang,meski hatinya masih merasa kesal dengan yang terjadi.namun ada satu hal yang membuatnya merasa beruntung karena minuman itu,sang istri menjadi agresif dan selalu ingin menjadi pemimpin dalam percintaan mereka hingga tubuhnya merasakan kepuasan luar biasa setelah bercinta dengan sang istri.


Ketukan pintu membuat Nathan mengerutkan alisnya,pintu terbuka bahkan sebelum dirinya memberi ijin untuk masuk. Kedua mata Nathan melebar melihat kedatangan Jeni yang tampil begitu cantik dengan gaun sedikit terbuka di bagian atas hingga memperlihatkan pundaknya yang begitu mulus,Nathan menelan ludahnya melihat penampilan sang istri yang begitu berbeda dari biasanya. 


“Apa kau akan membiarkan wanitamu yang cantik ini berdiri terus di depan pintu?”


Nathan terkekeh melangkah mendekati Jeni,yang menutup pintu dan melangkahkan kakinya yang jenjang mendekati Nathan.tanga cantiknya dengan segera menggantung manja di leher Nathan,Jeni mendekatkan dirinya dan mengecup bibir Nathan dengan lembut.


“Aku akan makan siang disini,tapi aku ingin ke kamar mandi sebentar!”


Nathan menganggukkan kepala,menunjukan kamar mandi yang berada di ruangannya kepada sang istri.tak berselang lama pintu kembali di ketuk,Elios terlihat berdiri membuka pintu dengan seorang wanita yang berdiri di belakangnya dengan senyum manisnya.


Elios tersenyum tipis dan menganggukkan kepala kearah Nathan,Elios mempersilahkan Selly memasuki ruangan Nathan yang keramat.bangga itulah yang dirinya rasakan karena telah berhasil memasuki ruangan pribadi Nathan,dengan pakaian serba terbuka memperlihatkan bagian tubuhnya yang molek berharap Nathan akan terpancing karena kemolekan tubuhnya.Selly duduk manis di sofa,dengan menatap Nathan penuh damba.beberapa kali Selly mencoba mencairkan suasana dengan mengajak Nathan bicara yang hanya di jawab seadanya.suara pintu terbuka membuat Selly menolehkan kepalanya,betapa terkejutnya dirinya melihat seorang wanita cantik berparas anggun keluar dari kamar pribadi Nathan.

__ADS_1


“Rupanya ada tamu ya!”


__ADS_2