
Dengan tergesa-gesa Tania meninggalkan kediaman Agatha,setelah membersihkan diri terlebih dulu.dengan petunjuk yang Jeni berikan kepadanya,Tania melajukan mobilnya berharap kencan antara Elios dengan seorang wanita misterius belum terjadi.
Tania menggenggam erat setir mobilnya,membayangkan sang pujaan hati duduk dan tertawa bersama wanita lain,Tania menggelengkan kepalanya melenyapkan pikiran buruk yang menari-nari di pikirannya.
Malam mulai menyapa hampir 30 menit lamanya Tania mencari keberadaan Elios,bahkan GPS ponsel pria tersebut tidak aktif sehingga sulit bagi Tania untuk menemukan keberadaannya.putus asa,rasa khawatir serta berbagai perasaannya campur aduk menjadi satu.Tania berusaha menghubungi sang kakak,berharap dirinya bisa mengetahui keberadaan sang kekasih.Nathan yang sudah puas mengerjai sang adik dengan mengabaikan panggilannya beberapa kali,akhirnya menyerah dan mengatakan tempat dimana Elios akan berkencan.
Tania melajukan laju kendaraanya marahnya benar-benar memuncak,ketika mobil telah terparkir dengan langkah tergesa-gesa Tania mencari keberadaan Elios.Tania menyusuri tiap lorong,serta berusaha mengenali setiap pengunjung pria yang datang dan pergi,namun bayangan Elios tak di temukannya.
Apakah dia sudah pergi bersama teman kencannya,tapi kemana? Dia bahkan mematikan ponselnya,siapa wanita itu sebenarnya dan kenapa Elios melakukan hal ini kepadaku?.
Jika dia ingin berkencan dengan wanita lain seharusnya dia mengatakannya lebih dulu kepadaku,atau memberiku alasan kenapa dia ingin berkencan dengan yang lainnya.
Dengan langkah gontai Tania menyusuri lorong Restaurant,langkahnya terhenti dengan suara beberapa pelayan di belakangnya.sayup-sayup ia mendengar cerita keduanya,Tania membalikan tubuhnya menatap dengan wajah penasaran.kedua pelayan di hadapannya hanya bisa terdiam dan heran mendapat tatapan aneh dari Tania,merasa Tania aneh keduanya berusaha menjauhi Tania,namun langkah mereka terhenti ketika suara Tania mengudara.
“Aku mendengar kalian bercerita tentang seorang pemuda yang sedang menyiapkan lamaran,apa itu benar?”
Tania bertanya dengan hati-hati,kedua pelayan itu serentak menganggukkan kepalanya.
“Pemudanya sangat tampan Nona,tinggi dengan kaca mata bening yang bertengger di hidung mancungnya,wanitanya juga sepertinya sangat cantik!”
Deg,perasaan Tania mulai berkecamuk mendengar ciri-ciri pria yang mereka bicarakan.semunya menuju pada sosok Elios,tubuh Tania lemas namun dirinya tidka akan mempercayai semua cerita pelayan tersebut,jika dirinya belum melihat dengan kedua matanya.
“Tolong katakan,di ruangan mana acara lamaran tersebut?”
Tania berlari menaiki lift dan memencet tombol menuju lantai yang di beritahukan oleh kedua pelayan sebelumnya,jantungnya berdegup kencang berharap semua yang terlintas di kepalanya serta cerita para pelayan itu tidaklah benar adanya.Tania berdiam diri tepat di depan pintu ruangan,menyiapkan hati serta mentalnya.beberapa kali ia menarik dan menghembuskan nafasnya secara perlahan,dengan penuh rasa percaya diri ia mendorong pintu besar itu dengan sekuat tenaga.
Tatapannya terpaku pada dua sosok pria dan wanita yang berdiri di hadapannya,Elios yang berdiri menghadap dirinya sementara yang wanita membelakanginya.nafas Tania tercekat melihat kejadian nyata di hadapannya,dimana Elios menggenggam erat tangan sang wanita dengan lembut dan penuh perasaan.tanpa di sadari oleh Tania air matanya lolos begitu saja membasahi pipinya yang mulus,Elios yang melihat air mata Tania sebenarnya tidak tega dan ingin berlari memeluk sang kekasih,namun ia harus menahan diri agar rencanannya berhasil dengan sempurna.
“Elios,,!”
Suara Tania tercekat ia bahkan tidak bisa melanjutkan ucapannya yang tertahan di tenggorokannya,tak ada yang bisa ia ucapkan hati serta perasaannya hancur berkeping-keping.Tania bahkan tidak melihat sekelilingnya,kedua matanya hanya terpaku pada Elios serta wanita yang masih berdiri membelakanginya.Tania bahkan bisa menilai jika wanita yang berdiri bersama Elios pastilah cantik,melihat penampilan serta postur tubuhnya yang tinggi semampai.
__ADS_1
“Aku berharap kau akan melamar ku dengan cara indah seperti ini,tapi sepertinya aku hanya terlalu beharap padamu.setidaknya kau harus mengakhiri hubunganmu denganku terlebih dulu Elios,sebelum kau melamar wanita lain!”
“Kau bahkan tidak menghargai perasaanku sama sekali,aku sangat mencintaimu dan kau tau itu.lantas kenapa kau hancurkan hati serta perasaanku dengan cara yang begitu kejam,dimana hatimu Elios!”
“Maafkan aku Tania!”
Satu kata yang keluar dari mulut Elios mampu memporak-porandakan hati Tania,wanita muda itu menggeleng tak percaya,mendengar ucapan pria yang begitu ia cintai dengan sepenuh hati itu.bukan penjelasan yang Elios berikan melainkan permintaan maaf,yang semakin membuat Tania sakit hati.
“Siapa wanita itu Elios,kita bahkan telah melewati masa sulit bersama.aku bahkan berusaha mendapatkan restu keluargaku terutama kakakku,lantas setelah kita mendapatkan semuanya kau menelantarkan ku begitu saja?”
“Maafkan aku!”
“Bukan kata maafmu yang aku inginkan brengsek!”
Wanita di hadapan Elios melebarkan kedua matanya mendengar suara Tania yang melengking penuh amarah,Elios memberi kode gelengan kepala pelan agar sang wanita tidak membalikkan tubuhnya.Elios melangkah menutupi tubuh sang wanita dari tatapan mengerikan yang Tania berikan,melihat Elios seakan melindungi sang wanita Tania tersenyum getir.sepenting itukah wanita itu bagi Elios,sehingga ia takut jika dirinya akan melukai wanita itu.
“Kau bahkan melindunginya,apa kau takut jika aku melukainya?.tapi tenanglah aku tidak akan melakukan apapun pada wanita itu,tapi kepadamu!”
“Makilah aku sesuka hatimu Tania,tapi inilah keputusanku maafkan aku!”
“Jadi ini keputusanmu,mencampakkan ku dan lebih memilih wanita itu?”
Elios mengangguk lemah dan menundukkan kepalanya dengan penuh rasa bersalah,Tania mulai terisak tak percaya dengan apa yang ia dengar dan ia lihat dengan kedua matanya.air matanya tumpah membasahi kedua pipinya,bahkan kedua matanya mulai sembab.Elios mengepalkan kedua tangannya,menahan gejolak dihatinya untuk tidak meraih tubuh wanita yang dicintainya ke dalam pelukannya.melihat Tania yang begitu menderita karena ulahnya,membuatnya merasa bersalah.
Tania mengusap air matanya,menatap Elios dengan lembut dengan kedua mata yang masih berkaca-kaca.meski pria di hadapannya memberinya luka yang begitu menyakitkan,dirinya harus menerima takdirnya.
“Selamat Elios,,!”
Setelah mengatakan dua kalimat menyakitkan,yang ia coba katakan Tania membalikkan tubuhnya mencoba melangkah meninggalkan ruangan yang begitu menyesakan dadanya.Tania menekan dadanya yang terasa sesak,bahkan ia merasa sulit untuk bernafas di ruangan itu.
“Tania,,maukah kau menikah denganku?”
__ADS_1
Langkah Tania terhenti ketika telinganya mendengar suara halus Elios,namun segera ia tepis.ucapan yang telinganya dengar bukanlah untuknya,tapi untuk wanita lain yang berada di ruangan ini selain dirinya.menyadari Tania yang mulai melangkah dan tidak memperdulikan ucapannya,Elios semakin meninggikan suaranya dan menyebut nama Tania dengan lantang.
“Tania,, Will You Marry Me?”
Suara Elios yang menggelegar di ruangan membuat tubuh Tania membeku,dengan perlahan dan rasa tidak percaya Tania membalikkan tubuhnya.kenapa Elios malah melamarnya bukan wanita di belakangnya itu,apakah Elios merubah keputusannya?ataukah Elios hanya ingin mem[permainkan perasaannya?.
Elios melangkah maju mendekati Tania yang menatapnya dengan seribu pertanyaan,Tania menatap dalam kedua mata Elios mencari kebohongan di kedua mata itu.namun ia tidak menemukan kebohongan yang tersembunyi,namun tatapan penuh kerinduan serta cinta yang dirinya lihat.
“Wil You Marry Me?”
Elios mengulang lagi ucapannya,berharap Tania menyadari sesuatu.namun Tania masih kebingungan bahkan ia mencoba melepaskan genggaman tangan Elios,yang di cengkram kuat oleh Elios.menyadari Tania yang tidak merespon wanita yang telah berdiri bersama mereka untuk beberapa menit,akhirnya membalikkan tubuhnya.
“Jika kau tidka menjawabnya,biar aku yang menjawabnya!”
Mata Tania melebar ketika melihat wanita di hadapannya yang begitu ia kenal,wanita yang merupakan sahabatnya serta sahabat sang kakak ipar berdiri dihadapannya dengan gaun yang sangat cantik.
“Renita?”
“Selamat Ulang Tahun!”
Tania terkejut mendengar lagu ulang tahun yang dengan serempak di nyanyikan,bahkan di ruangan itu bukan hanya mereka bertiga,bahkan seluruh keluarga besarnya ikut hadir.Tania kebingungan melihat kehadiran mereka,ia bahkan menatap Elios dengan kebingungan.
“Selamat ulang Tahun gadis manja,kau sudah dewasa sekarang.maaf kami mengerjai mu!”
Nathan meraih tubuh Tania,memeluknya dengan penuh kasih.Tania mulai menyadari apa yang terjadi,dirinya telah masuk jebakan sang kekasih dan keluarganya.Tania menangis sejadi-jadinya,bukan tangisan marah melainkan tangis kebahagiaan.
“Kalian mengerjai ku,kalian keterlaluan!”
Nathan tersenyum,mengecup kening Tania dan mengusap kepalanya.mendorong tubuh Tania ke hadapan Elios,membuat keduanya saling berhadapan.
“Tania,,aku!”
__ADS_1
Tania menutup mulut Elios dengan jemarinya,menatap Elios dengan sedikit marah.
“Kali ini biarkan aku bicara!”