
Setelah seminggu mendapatkan perawatan penuh,keadaan Rado dan Sofi mulai mmebaik.bahkan keduanya mendapatkan perhatian lebih dari Jeni,sehingga membuat Nathan kesal.
“Kenapa beberapa hari ini kau cemberut terus sih!”
“Aku tidak merasa begitu,mungkin hanya perasaanmu saja.kau kan sedang hamil jadi kau sedikit sensitive sekarang!”
Aku memang hamil tapi aku sangat tau dirimu,kau cemburu karena aku terlalu fokus pada Rado dan Sofi bukan!.tapi aku sangat menyukai wajah cemberut mu itu,kapan lagi aku bisa mengerjai mu sesuka hatiku,,
Nathan bersandar di kepala ranjangnya dengan sebuah buku di pangkuannya,bahkan dia sama sekali tidak menatap Jeni seperti biasanya.Jeni memasuki kamar mandi,dan melakukan ritualnya sebelum tidur.Jeni keruang ganti mengambil sesuatu di lemari,Jeni sedikit mengintip dan masih melihat suaminya sibuk degan buku di tangannya.
Kita lihat sampai dimana kau akan bertahan dengan amarahmu itu,kau tidak akan tahan dengan godaan ku Tuan Nathan,,Hehehehe
Lihatlah kucing kecil itu,dia bahkan tidak menghiraukanku.bukannya membujuk dia malah meninggalkanku seenaknya seperti ini.apa yang harus akau lakukan agar dia peka dan menyadari kesalahannya?
Karena terlalu fokus memikirkan cara agar Jeni menyadari kesalahannya,Nathan tidak menyadari keberadaan Jeni yang sudah duduk manis di sampingnya.
“Sayang!”
“Hemm!”
“Lihat aku!”
“Ap,,pa!”
Deg,,Deg,,jantung Nathan berdegup kencang melihat penampilan Jeni, yang sungguh cantik dan menggoda malam ini.Jeni mengenakan Lingerie hitam yang memiliki belahan rendah di bagain depan,memperlihatkan benda kenyal nan padat miliknya.Nathan menelan ludahnya,dan memalingkan wajahnya yang mulai memerah.
Jeni tersenyum lucu melihat tingkah sang suami yang menurutnya manis itu,perlahan Jeni mengangkat tubuhnya dan duduk tepat dipangkuan Nathan.membuat Nathan semakin salah tingkah,dengan gerakan menggoda Jeni menyusuri leher,dan dada bidang milik Nathan.
“Apa yang kau lakukan sayang,tidurlah!”
“Aku akan tidur setelah ini,aku masih ingin bermanja pada suamiku yang tampan ini!”
Wajah Nathan semakin memerah mendapat pujian dari Jeni,tak bisa dirinya pungkiri jika Jeni berhasil menguasai hatinya.dengan sedikit pujian dari Jeni,mampu membuat jantungnya berdegup kencang.
__ADS_1
“Sayang kau tidak ingin melihat wajahku?”
Nathan degan cepat mengalihkan pandangannya,dan menatap mata indah Jeni.mata mereka beradu,dengan lembut Jeni mendekatkan bibirnya dan mencium bibir Nathan.sentuhan lembut yang begitu Nathan rindukan,keduanya larut dalam ciuman panas serta malam panjang nan menggairahkan.
Keesokan paginya,Nathan dan Elios sudah bersiap berangkat ke kantor.hari ini adalah hari persidangan ibu dan juga adik tiri Jeni,namun Nathan tidak mengatakan apapun kepada istrinya.Nathan tidak ingin Jeni terbebani,karena itulah dirinya memilih diam dan tidak mengatakan apapun kepada Jeni.
“Apakah anda yakin, tidak memberitahukan persidangan hari ini kepada Nona, Tuan?”
“Aku yakin,aku tidak ingin dia merasa terbebani.masa kehamilannya juga rentan Elios,aku tidak ingin dia stress!”
“Benar yang anda katakan Tuan Muda,bagaimana jika saya pergi bersama Rado saja,anda bisa menunggu kabar dari saya Tuan!”
“Lakukanlah,buat mereka mendapat hukuman yang setimpal dengan perbuatannya!”
“Baik Tuan Muda!”
Elios membawa Nathan menuju gedung Emperor Group,setelah itu dirinya menuju kantor pengadilan untuk menyaksikan proses persidangan.Rado dan anak buah Elios telah berjaga di dalam gedung,terlihat Tuan Sanjaya yang teramat terkejut melihat kedatangan Rado.
“Iya Tuan Sanjaya,bagaimana kabar anda?”
Rado menjulurkan tangannya,dan mendapat sambutan hangat dari Tuan Sanjaya.hal yang sama sekali tidak Rado duga,selama ini yang tersimpan di memorinya adalah sosok pria dingin dan angkuh,bahkan sosok yang begitu semena-mena terhadap putrinya.melihat Rado yang mendapat pengawalan dari anak buah Elios,serta Elios sendiri membuat Tuan Sanjaya mengerutkan dahi.Rado hanya tersenyum,dan meninggalkan Tuan Sanjaya dalam kebingungan.
Apa hubungan anak itu dengan Elios,bahkan selama ini aku atau ibunya tidak mengetahui keberadaannya.lantas kenapa dia bisa hadir disini,,
Tuan Sanjaya tenggelam dalam pikirannya,dirinya tidak mendapatkan jawaban dari pertanyaannya,kecuali menanyakannya langsung.namun acara persidangan yang akan segera dimulai,membuatnya mengurungkan niatnya.
Persidangan berjalan cukup alot,semua bukti kejahatan Lara serta sang ibu begitu jelas di persidangan.bahkan pengacara yang Tuan Sanjaya bayar,tidak mampu mengalahkan pengacara dari keluarga Nathan.bukti-bukti kuat yang mengarah pada pembunuhan berencana,semakin menyudutkan Lara dan sang ibu.meski dirinya terluka karena tembakan Nathan,tidak mampu membuat Lara dan sang ibu lepas dari jerat hukum.
Adu argument antara kedua pengacara tidak mampu menyelematkan keduanya,apalagi ketika Rado memberikan kesaksian demi kesaksian,yang semakin memberatkan Lara dan sang ibu.Tuan Sanjaya hanya bisa menundukkan kepala,sedangkan Lara berteriak histeris dan memaki semua orang yang berada dalam persidangan.
Hingga persidangan berakhir,kini mereka sisa menunggu hasil keputusan hakim.Tuan Sanjaya yang terduduk lemas,terlihat menyedihkan.apalagi teriakan dan tangisan Lara,semakin membuat Tuan sanjaya terpuruk.melihat Elios dan Rado,Tuan Sanjaya segera berdiri dan menghampiri keduanya.
“Tuan Elios,tolong sampaikan kepada Tuan Nathan kalau aku ingin bertemu Jeni!”
__ADS_1
Melihat tatapan Elios yang teramat dingin, membuat Tuan Sanjaya menyadari kesalahan keluarganya.
“Saya mohon,saya bersumpah tidak akan melakukan apapun kepada Jeni!”
“Saya akan menyampaikannya kepada Tuan Muda,namun jangan banyak berharap.karena Tuan muda tidak ingin masalah keluarga kalian,membuat keadaan Nona Kami terganggu!”
Apa yang di ucapkan Elios tentu begitu di pahami oleh Tuan Sanjaya,keadaan Jeni yang kini sedang hamil,tentu tidak boleh mendapat tekanan yang membuatnya terguncang.namun dirinya ingin sekali meminta pengampunan pada putrinya tersebut,pria yang kini begitu rapuh itu membuat Rado iba.
“Biarkan saya yang meminta ijin pada Tuan Nathan,dan akan menemani Nona Muda menemui Ayahnya!”
Elios hanya mengangkat sebelah alisnya mendengar ucapan berani Rado,namun semua keputusan berada di tangan sang Tuan Muda.meskipun Rado adalah bagian dalam hidup Jeni,kini Jeni merupakan istri dari seorang Nathan,tentu semua kuasa berada di tangannya.
“Aku akan menghubungimu,jika Tuan Muda kami menyetujui permintaanmu!”
“Terimakasih Tuan Elios!”
Elios meninggalkan Tuan Sanjaya yang masih menundukkan kepala,Rado pun mengikuti langkah Elios.namun ucapan Tuan sanjaya membuatnya menghentikan langkahnya.
“Tolong jaga putriku,aku mempercayakannya pada kalian.aku yakin putriku akan bahagia berada di keluarga Agatha,dan kalian berdua pasti akan menjamin keselamatannya!”
“Anda tidak perlu khawatir Tuan Sanjaya,kami akan menjaga Nona Muda dengan nyawa kami!”
Rado menundukkan sedikit kepalanya,dan meninggalkan Tuan Sanjaya.yang duduk dengan linangan air mata penyesalan.
Lihatlah kini putrimu di kelilingi oleh orang-orang yang menyayangi dan mencintainya,bahkan aku sebagai ayahnya tidak bisa membahagiakannya dan hanya bisa menyakitinya.apa kau bahagia sekarang? Kau pasti menertawakan ku di sana,karena kini hukuman demi hukuman menghampiriku, dan orang-orang yang aku cintai.maafkan aku,,ampuni aku,,
Tuan sanjaya terduduk lemas,wajahnya yang berlinang air mata dia tutup dengan kedua tangannya.tangis penyesalan membasahi pipinya yang mulai tirus,dalam beberapa hari ini hidupnya benar-benar berantakan.setelah puas menumpahkan kesedihannya,Tuan Sanjaya bangun dari duduknya dan memilih kembali kerumah.persidangan siang itu benar-benar menguras emosinya,kebenaran demi kebenaran terungkap membuatnya semakin merasa bersalah kepada Jeni.
Nyonya Andita duduk disudut Selnya,merenungi nasib yang sebentar lagi akan dia jalani,bahkan dirinya belum tau hukuman seperti apa yang akan hakim berikan padanya.mengingat itu semua membuatnya meneteskan air mata,jika saja dirinya tidak memberi ide gila kepada putrinya,mungkin saja dirinya masih merasakan makanan enak,tidur di kasur empuk bahkan bisa membersihkan dirinya dengan berbagai wewangian.
Keserakahan menguasai dirinya,bahkan rasa benci yang tidak mendasar membuatnya buta.jauh di lubuk hatinya dirinya tidak membenci Jeni,hanya saja kecantikan dan kebaikan Jeni mengingatkannya,pada sosok ibu Jeni yang pernah merampas kebahagiaannya.belum lagi sang putri yang selalu mengadu kalau dirinya selalu dikalahkan oleh Jeni dalam hal apapun,itu membuatnya kesal dan iri.
Sementara Lara terus berteriak dan meminta di keluarkan dari selnya,meski sudah cacat namun perilaku dan sifatnya masih saja tetap sama.para petugas yang sudah bosan,membiarkannya berteriak sesuka hati,jika lelah dia akan berhenti berteriak.slogan itulah yang selalu di terapkan oleh para petugas,yang menjaga Lara.
__ADS_1