
Setelah menikmati makan siang,serta waktu bersama.Jeni memutuskan kembali ke rumah,dirinya tidak ingin kelelahan mengingat pesan Nathan yang selalu mengkhawatirkannya.
“Aku akan pulang lebih dulu,jika kalian masih ada urusan pergilah dan nikmati waktu kalian!”
“Kami tidak memiliki kegiatan lain,hari ini kami Free,iyakan Tania?”
“Benar yang kak Toni katakan,kelas kami kosong.lagian aku, ingin bersamamu kakak ipar!”
“Bagaimana kalau kita singgah di taman dulu,sudah lama Ayah tidak pergi ke taman!”
“Benar sekali yang paman katakan,di sana pasti banyak jajanan!”
“Otakmu selalu di penuhi oleh makanan!”
“Hahahaha,,itu karena tertular olehmu kakak ipar!”
Mereka akhirnya sepakat pergi ke taman,Toni sangat senang karena masih bisa melihat Jeni.sementara Sofi yang begitu kesal,ingin sekali mengusir Toni.namun dirinya tidak mungkin melakukan hal itu,mengingat Toni adalah teman yang Tania bawa.seperti yang Tania duga,beberapa penjual berjejer rapi di tepi jalan.Jeni berjalan di samping Ayahnya,menggenggam tangan kurus,yang selama ini dia rindukan.ada perasaan haru bagi keduanya,setelah sekian lama,akhirnya Jeni dapat merasakan kasih sayang seorang Ayah,yang begitu dirinya dambakan.
Sang Ayah membawa Jeni menikmati beberapa makanan lokal,yang merupakan makanan kesukaannya.tak lupa Tania yang terus mengambil gambar sang kakak ipar,bersama Ayahnya yang terlihat bahagia.
“Cantik!”
Tania membalikkan tubuhnya ketika mendengar suara Toni disampingnya,Toni tersenyum ketika Tania menatapnya dengan dahi berkerut.
“Kakak ipar mu sangat cantik,baru pertama kali aku melihat wanita secantik dan seanggun dia!”
“Jika tidak cantik,tidak mungkin bisa jadi kakak iparku.selain itu dia sangat baik!”
“Memangnya kakakmu setampan apa,sampai harus menyombongkan dirinya seperti itu!”
“JIka kau bertemu dengannya,aku yakin kau tidak akan berani bicara seperti itu padanya!”
Toni dan Tania larut dalam obrolan mereka seputar Jeni dan Nathan,segala pujian dia berikan kepada Jeni.membuat Sofi yang mendengarnya semakin kesal,sementara Tania masih terus membela sang kakak,yang dijatuhkan oleh Toni.
“Bisakah anda berhenti memuji Nona Muda kami,karena jika Tuan Muda mengetahuinya,yakinlah besok mungkin anda tidak akan bisa bicara lagi!”
“Apa maksudmu?”
“Maksud saya adalah,mungkin anda bisa berakhir di rumah sakit,karena mendapat pukulan yang menyakitkan dari Tuan Muda kami.karena sudah sangat lancang menggoda istrinya!”
“Hei,,aku tidak menggodanya,kapan kau melihatku menggodanya!”
__ADS_1
“Bisa saya lihat dari cara anda menatap Nona Muda,ada kekaguman dan rasa senang di wajah anda!”
Sofi mengatakan apa yang ada di kepalanya,membuat Toni tidak bisa mengatakan apa-apa.setelah Sofi pergi,Tania melirik wajah Toni yang kini memerah karena malu.Tania hanya bisa menertawakan Toni,yang menerima ucapan pedas dari sofi yang terkenal tegas jika menyangkut kakak iparnya.
“Apa yang dikatakan sofi itu benar?”
“Sofi?”
“Iya,wanita tadi namanya sofi,apakah yang dia katakan benar?kau diam-diam memperhatikan kakak ipar ku?”
“Khem,,aku hanya memperhatikan wanita cantik,apa itu salah?”
“No,tapi salah jika itu kakak iparku.kau tau kakak laki-lakiku akan sangat marah,jika mengetahui istrinya di puji oleh pria lain!”
“Kakakmu terlalu berlebihan Tania!”
“Bukan berlebihan,itu karena cinta bodoh.kakaku mencintai istrinya,jadi tutup matamu jangan meliriknya lagi!”
Tania meninggalkan Toni yang terlihat kesal.
Setampan dan sehebat apakah suaminya,aku jadi penasaran.aku yakin kedua wanita itu hanya membual,setampan-tampannya seorang pria,dia pasti memiliki kekurangan.aku harus mencari tau lebih banyak lagi,dia wanita cantik yang pertama yang membuatku seperti ini,,
Mereka berlima kembali menikmati waktu di sore itu,menikmati jajanan yang beraneka ragam rasa.Jeni sangat menikmatinya waktunya bersama sang ayah,senyum dan tawanya terus menghiasi wajah cantiknya.mmebuat Toni selalu salah tingkah,akan senyum menawan Jeni.apalagi jika Jeni mengajaknya bicara,tak lupa Tania mengirim foto kebersamaan Jeni bersama sang Ayah yang tampak bahagia.
Berbahagialah sayang,karena kau pantas mendapatkan kebahagiaan itu.aku ikut senang untuk hubungan kalian yang semakin membaik,semoga kedepannya ikatan antara kalian semakin erat,,
Setelah melihat senyum cantik sang istri,Nathan semakin bersemangat.dirinya ingin segera menyelesaikan pekerjaannya,dan menemui sang istri.setelah puas dengan berbagai jajanan,serta Jeni yang mulai merasa lelah,Tuan sanjaya memutuskan pulang ke rumah. Sofi sangat senang dengan keputusan Tuan sanjaya,dia tidak ingin Toni terus mencari kesempatan untuk dekat dengan sang Nona Muda.
Toni harus gigit jari karena di tinggalkan sendirian,sementara Tania lebih memilih ikut dengan mobil Jeni.Sofi tidak memberi kesempatan kepada Toni,untuk ikut serta dengan alasan mobil penuh.Tania heran dengan sikap ketus sofi terhadap Toni,sementara Tuan sanjaya mengerti kenapa Sofi tidak menyukai Toni.
“Kenapa kau ketus sekali pada temanku sofi?”
“Maaf Nona Tania,saya hanya tidak menyukai teman pria anda.lain kali jika anda ingin ikut bergabung bersama kami,pastikan teman yang anda bawa adalah wanita dan bukan pria!”
“Memangnya kenapa jika teman pria,apa dia mengganggumu?”
“Dia mengganggu kenyamanan Nona Muda,dan saya yakin setelah ini teman pria anda akan terus mengikuti anda,karena memiliki maksud tersembunyi!”
“kau jangan menuduh orang sembarangan sofi,nanti kau kena pasal tentang pencemaran nama baik!”
“Ini filing saya sebagai seorang wanita Nona Tania!”
__ADS_1
Perdebatan keduanya hanya di dengar dengan seksama oleh Jeni dan Tuan sanjaya,sesekali Jeni akan tertawa mendengar pertengkaran kecil mereka.siapa sangka kini mereka semakin dekat,meski harus beradu komentar dan penilaian masing-masing namun mereka bisa dikatakan cukup dekat.melihat keduanya yang masih betah dengan adu argument yang tidak ada mau mengalah,Tuan sanjaya akhirnya turun tangan untuk menengahi keduanya.
“Sofi hanya menjalankan tugas,sesuai perintah dari kakakmu Nathan.dan benar yang dikatakan sofi,bagaimana jika teman pria mu menyukai kakak ipar mu?kau ingin melihat kakakmu mengamuk?”
“Paman sungguh baik hati,kenapa kalian berdua tidak langsung mengatakannya padaku?”
“Karena anda sangat lambat memahami keadaan Nona!”
“Kau sungguh menyebalkan sofi,aku kesal padamu!”
“Saya juga Nona!”
“Hahaha,,kalian seperti anjing dan kucing,meski begitu,tapi aku sangat menyukai kalian berdua!”
Mendengar ucapan Jeni yang menyenangkan di telinganya,Tania langsung tersenyum dan memeluk leher Jeni dari belakang,sera mencium pipinya.
“Kau memang kakak ipar terbaikku!”
Dasar bocah,bagaimana mungkin anda tidak memahami ekspresi serta tatapan pria sialan itu,ketika melihat Nona Muda.anda tidak ingin masa bebas anda bersama Nona Muda, di rebut oleh Tuan Muda bukan?hah,,melelahkan,,
Sofi terkejut ketika Tania memeluknya dengan erat,bahkan menghujaninya dengan ciuman yang bertubi-tubi di pipinya.membuat Jeni menggelengkan kepalanya karena tingkah Tania,yang seperti anak kecil.
“Terimakasih Sofi kau telah menolongku,tapi berjanjilah apa yang terjadi hari ini tidak akan kau katakan pada kak Nathan!”
“Berjanjilah untuk tidak membawa teman pria lagi,selain kekasih Nona sendiri!”
“Apaan sih kau mengejekku,aku belum memiliki kekasih!”
“Hanya seandainya saja Nona Tania,dan sekarang bisakah saya melihat ponsel anda!”
Tania mengangguk dan menyerahkan ponselnya,Sofi menerima dan memeriksa galeri ponsel Tania.Sofi terlihat serius dan menghapus beberapa foto yang Tania ambil,setelah memastikan semua aman,sofi menyerahkan kembali ponsel Tania.dengan rasa penasaran Tania melihat isi ponselnya,dahinya mengkerut,ketika melihat kejanggalan di ponselnya.
“Kau menghapus semua foto,yang ada kak Toni di dalamnya?”
“Benar Nona,jika ingin aman maka ikuti saran saya.karena yakinlah setelah Tuan Muda kembali beliau akan memeriksa ponsel anda!”
“Ikuti apa kata sofi Tania,dia lebih tau tentang kakakmu!”
Tania bergidik ngeri memikirkan kemarahan kakaknya, jika mengetahui dirinya membawa seorang pria.Tania baru ingat jika kakaknya sekarang teramat pencemburu.
Kenapa aku bisa sebodoh ini,dan tidak memikirkan masalah yang akan aku dapatkan.bagaiamana jika masa bebas ku di rebut oleh kakakku yang bucin itu,aku tidak akan memiliki masa-masa indah bersama kakak ipar dan sofi lagi.Ya tuhan tolonglah hamba mu ini,,
__ADS_1
Tania menundukkan kepalanya,dan menyandarkan tubuhnya dengan lesu.Jeni dan Sofi yang meliriknya hanya tersenyum.beberapa puluh menit berlalu,mobil yang dikemudikan Tuan sanjaya,memasuki halaman rumah yang sederhana dan cantik itu.suara klakson mobil membuat sang Bibi berlari keluar,dan menyambut kedatangan mereka.berbagai bahan makanan serta perlengkapan sang Ayah,yang memenuhi bagasi mobil satu-persatu di bawa masuk kedalam rumah.tak lupa Jeni membelikan satu set pakaian serta tas kepada sang Bibi,yang begitu senang menerima hadiah dari Jeni.mereka memasuki rumah,sementara Jeni memilih masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat sejenak.Tania lebih memilih ikut dengan sofi ke kamarnya,karena dirinya tau jika sang kakak ipar pasti sangat kelelahan.keduanya pun membaringkan tubuh mereka yang terasa remuk,perlahan keduanya terlelap,karena saking lelahnya.