
Tania terdiam sambil menatap langit-langit kamarnya,kata demi kata yang Elios ucapkan masih terngiang-ngiang di telinganya.bagaiamana sang kakak ipar mendapatkan ancaman berupa penyerangan serta ancaman dalam bentuk paket,yang terimanya.sungguh Tania tidak bisa membayangkan bagaimana ketakutan kakak iparnya tersebut,namun anehnya Jeni bahkan tidak terlihat tertekan,takut ataupun semacamnya sehingga baik dirinya maupun sang ibu tidak mengetahui,apa yang sebenarnya sedang menimpanya.
“Kau harus bersikap biasa seolah tidak mengetahui apa yang terjadi,dan bersikap waspadalah terhadap orang-orang yang baru kau temui.kita tidak tau apa yang sebenarnya mereka incar jadi kau,dan ibumu tidka boleh lengah!”
“Kau harus menjaga keponakanmu dengan baik,jangan biarkan ibumu membawa Raditya ke tempat umum yang bisa mengundang bahaya!”
Haah,,Tania mendesah mengingat semua pesan yang Elios sampaikan kepadanya,bahkan tanpa dia minta sang kakak telah memasang benteng pertahanan yang kuat bagi keselamatan sang keponakan dan sang ibu.
“Selamat pagi semuanya!”
Nathan turun bersama sang putra dalam gendongannya serta Jeni di sampingnya,keluarga bahagia yang membuat seisi rumah ikut merasakan kebahagiaan keduanya.baik Tania maupun sang ibu turut ikut merasakan kebahagiaan sang kakak,yang selalu menjadi panutan baginya.Mereka menikmati sarapan di pagi hari dengan damai,Nathan menyimpan alat makannya dan menatap sang Ibu serta adik perempuannya.
“Apa kegiatan kalian hari ini?”
Tania dan sang Ibu saling melempar tatapan mendengar pertanyaan Nathan,Tania menjawab dengan tenang kalau dirinya akan berangkat ke kampus,sedangkan sang Ibu tidak akan pergi kemanapun.
“Bagaimana denganmu Sayang?”
“Hari ini aku harus ke Toko,ada beberapa bahan kue yang akan datang dan aku harus memastikan sendiri kwalitasnya!”
Nathan menganggukkan kepalanya,setelah berpamitan dengan sang ibu baik Nathan dan Jeni berangkat ke tempat kerja dengan kendaraan masing-masing.
“Jangan lengah sedikitpun Elios,aku tidak ingin sesuatu terjadi pada istriku.jika terbukti wanita itu mencoba menyakiti istriku,aku akan turun tangan untuk menghabisinya seperti yang aku lakukan kepada Selena!”
“Tuan,kali ini jangan turun tangan sendiri.baiarkan kami yang menyelesaikannya.jangan kotori tangan anda untuk yang kedua kalinya!”
Nathan mendengus gusar mendengar ucapan Elios yang melarangnya memberi pelajaran,bagi mereka yang mencoba menyakiti sang istri.
Semua tampak biasa saja,Jeni melakukan pekerjaannya dengan tenang,dibantu beberapa anak buah serta Sofi yang sellau setia mendampinginya.fokusnya teralihkan oleh suara dering ponsel yang terus berbunyi,Jeni menghentikan segala kegiatannya dan meraih ponselnya.Jeni sedikit mengerutkan keningnya melihat nomer baru yang tertera di layar ponselnya,dengan sedikit keraguan di hatinya Jeni menerima panggilan tersebut.
Wajah yang tadinya tenang berubah marah,dan sedikit panic.Jeni mengepalkan tangganya,menahan amarah.
“Jangan pernah menyentuh tubuh putraku sedikitpun,jika kau berani menyakitinya aku akan membunuhmu!”
__ADS_1
Teriakan Jeni tentu membuat bawahan serta Sofi terkejut,apalagi Jeni terlihat begitu panik dan ketakutan.Jeni berlari keluar Toko dengan begitu tergesa-gesa, bahkan teriakan Sofi dan karyawan yang mencoba mengejarnya tidak lagi ia hiraukan.
Jeni mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, beberapa saat lalu ia menerima telepon dari seseorang yang tidak ia kenal, dan mengancam dirinya.
"Jika kau ingin putra kesayangan mu selamat makan datang temui kami, di gudang tua pinggir kota, kami akan menuntun mu. Tapi ingat datanglah sendiri, jangan menghubungi polisi dan terutama suamimu! "
Semula Jeni tidak percaya dengan apa yang ia dengar, namun suara tangisan serta tawa mengerikan beberapa orang terdengar begitu meyakinkan. Sehingga tanpa pikir panjang, Jeni mengikuti apa yang mereka katakan.
Sebagai seorang ibu tentu keselamatan anaknya adalah yang utama, apapun yang terjadi seorang ibu akan melakukan apapun demi keselamatan sang putra.
Sofi berusaha mengejar mobil yang kian menjauh, dengan panik Sofi menghubungi Danu, serta Elios. Danu yang menerima kabar dengan cepat melacak GPS yang terpasang di mobil Jeni.
Elios yang sedang mengikuti rapat, langsung menghentikan rapat dan memberi tahukan apa yang terjadi pada sang Tuan. Keduanya berlari dengan langkah seribu menuju parkiran, pikiran keduanya langsung tertuju pada Jeni.
Elios memastikan apa yang sebenarnya terjadi pada sofi, dan dari cerita sofi, Elios yakin seseorang telah menjebak sang Nona dengan kebohongan yang besar, menjebak Jeni dengan keselamatan sang putra.
"Kali ini jangan menghentikan ku Elios, jika sesuatu terjadi pada istriku aku akan membunuhmu!"
Elios hanya terdiam mendengar ancaman sang Tuan, andai saja dirinya saat itu dirinya diam mungkin sang Tuan tidak akan menyalahkannya saat ini.
" Tuan muda Raditya sedang bersama Nyonya di rumah Tuan, saat kejadian memang Nyonya sedang diluar, tapi Tuan Raditya bersama para pelayanan dan di jaga ketat oleh anak buah Danu!"
"Dan Danu telah memastikan keselamatan Tuan Muda Raditya!"
" Bajingan, jika mereka tertangkap aku akan memberikan tubuh mereka pada Lion! "
Nathan mengeratkan rahangnya, pikirannya kacau. Segala doa untuk keselamatan sang istri terus ia ucapkan dalam hati, begitu juga dengan Elios yang berharap tidak terjadi sesuatu yang mengerikan pada sang Nona Muda.
Jeni melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, hingga perjalanan yang seharusnya ia tempuh sekitar 1 jam, hanya menghabiskan waktu selama 45menit lamanya. Jeni tak menghiraukan keselamatannya lagi, yang ada dipikirannya adalah sang putra.
Rumah tua dimana sang putra di tahan begitu sepi dan jauh dari pemukiman, tanpa rasa takut Jeni melangkahkan kaki jenjangnya ke dalam rumah Tua tersebut. Suara tangisan bayi kian terdengar jelas, membuat Jeni semakin ketakutan.
"Raditya, sayang ini Mommy!"
__ADS_1
Jeni berteriak memanggil serta mencari keberadaan sang putra, hingga tangisan itu semakin jelas di telinganya. Jeni membuka dengan paksa pintu besar, dimana ia mendengar dengan jelas tangisan seorang bayi. Kedua matanya melebar ketika melihat beberapa preman tersenyum mengerikan, dengan salah seorang dari mereka yang menggendong seorang bayi yang seumuran dengan Raditya putranya.
" Lepaskan putraku!"
" Tentu saja kami akan melepaskannya, lagi pula urusan kami bukan pada bayi ini tapi kau Nona cantik! "
Jeni mengerutkan dahinya, namun masih terlihat panik, seorang wanita muda yang berada di antara mereka maju dan meraih tubuh mungil yang berada di gendongan sang pria. Melihat hal tersebut jeni semakin panik, dan ingin merebut putranya, namun langkahnya terhenti ketika menyadari bayi tersebut bukanlah putranya.
Jeni menatap lekat sang bayi serta wanita muda yang menundukkan kepalanya, setelah diberi bayaran oleh salah satu preman, wanita muda tersebut meninggalkan rumah Tua tersebut.
" Jadi kalian menipuku, berusaha menjebak ku dengan berbohong dan mengatakan putraku ada bersama kalian? "
" Hahaha,, maafkan kami Nona cantik, hanya itu yang bisa kami lakukan untuk menarik perhatianmu. salahmu juga langsung percaya pada kami!"
" Apa anda tau Nona, setelah melihat foto anda kami langsung setuju menerima pekerjaan menyenangkan ini. ternyata anda lebih cantik dari foto yang kami lihat! "
" Jadi seseorang telah membayar kalian untuk menjebak ku, katakan padaku siapa dia?"
" Apakah itu penting,bukankah yang terpenting saat ini adalah memulai kesenangan kita!"
Jeni mulai waspada, menyadari dirinya dalam bahaya. berteriak pun tidak ada artinya, tidak akan ada yang mendengarnya. Jeni memundurkan langkahnya bersiap berlari, namun para preman tersebut telah mengepungnya.
"kau tidak akan bisa lari Nona manis, terimalah takdir mu hari ini, takdir untuk memuaskan kami! "
"Hahaha,,! "
Para preman itu tertawa, membuat Jeni ketakutan. bagaimanapun dirinya hanya seorang wanita, dan tidak mungkin baginya bis mengalahkan kelima preman berwajah mengerikan tersebut.
" Jangan bermimpi, aku tidak akan membiarkan kalian menyentuh ku!"
Elios melajukan mobilnya, sementara Danu serta anak buah lainnya telah menemukan lokasi dimana sang Nona Muda berada. setelah mengetahui lokasinya, Elios bahkan mengeluarkan semua kemampuannya dalam mengemudikan mobilnya.
Tujuannya hanya satu, sampai secepat mungkin dan menyelamatkan istri dari Bosnya. Nathan terlihat gusar, menunggu dengan tidak sabar.
__ADS_1
" Apa kau tidak bisa mengemudikan mobil dengan baik, lebih cepat Elios!"