
Sidang putusan percobaan pembunuhan yang dilakukan Lara akhirnya di bacakan,Lara di vonis 25tahun penjara ,sedangkan sang ibu lebih ringan 5 tahun dari sang putri yaitu 20tahun.Tuan sanjaya menerima dengan hati lapang kedua putusan, yang telah dibacakan oleh hakim pengadilan.Lara yang meronta dan berteriak histeris di kursi rodanya,karena tidak terima dengan hasil putusannya.
Sang ibu yang bersedih karena melihat putrinya,berusaha menenangkan,namun amukan yang sang ibu dapat.Lara mencaci orang tuanya karena tidak bisa berbuat apa,bahkan tidak bisa membantunya meringankan hukumannya.karena merasa Lara membuat onar,para petugas membawa Lara secara terpisah dengan sang ibu.
Kursi roda Lara di dorong oleh salah satu petugas wanita,sesampainya di luar gedung salah satu petugas lalai,dan tidak memperhatikan Lara yang secara diam-diam mendorong kursinya dengan kedua tangannya,Lara membawa kursi rodanya menuju jalan raya.
Lebih baik aku mati,dari pada harus hidup di dalam penjara.toh aku juga sudah cacat,tidak akan ada yang mau denganku lagi.aku benci hidupku,aku benci kalian yang membuatku menjadi seperti ini,,
Laju kendaraan tidak membuat Lara takut,dia terus mendorong kursi rodanya dengan kedua tangannya.salah satu petugas menyadari ketidak beradaan Lara,dengan cemas dia pun segera mencari keberadaan Lara.tubuh sang petugas membeku, ketika melihat Lara mendorong kursinya ke arah jalan.
“Nona Lara berhenti!”
Mendengar teriakan petugas wanita tersebut,kedua orang tua Lara dan petugas lainnya menoleh ke asal suara.mereka terkejut melihat Lara yang bersusah payah mendorong kursi rodanya,Tuan sanjaya dan beberapa petugas bergegas,dan berlari secepat yang mereka bisa untuk mencegah Lara melakukan sesuatu hal yang buruk.namun mereka terlambat,sebuah mobil truk bermuatan melaju kencang dari arah berlawanan.kesempatan itu digunakan oleh Lara,dia mendorong kursi rodanya dan,,
“Brukkk”,,tabrakan tidak bisa di hindari lagi,tubuh Lara tertabrak dan terpental jauh.darah mengalir dari tubuhnya,membasahi jalan aspal yang mengering karena paparan sinar matahari.Lara terluka parah di bagian kepala dan tubuh bagian lainnya,beberapa orang yang menyaksikan kejadian itu bergidik ngeri.
“Lara!”
Nyonya Andita dan Tuan sanjaya berteriak histeris,dan menghampiri sang putri yang terkulai lemas bersimbah darah itu.Nyonya Andita meraup tubuh Lara,dan membawanya ke pelukannya.teriakan minta tolong juga keluar dari mulut Tuan Sanjaya,yang tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
“Lara putriku,bertahanlah Mama mohon!”
Lara yang masih sadar,berusaha meraih tangan sang ibu yang menangis sedih.
Darah keluar dari hidung dan mulut Lara,luka yang di deritanya cukup parah.para petugas kepolisian dengan sigap mengangkat tubuh Lara dan membawanya ke mobil,Tuan Sanjaya memeluk istrinya yang semakin meraung meratapi putrinya.mobil ambulance membawa Lara,mereka memberikan pertolongan kepada Lara.sesampainya di rumah sakit Dokter langsung menanganinya,Nyonya andita beberapa kali pingsan,sehingga membuatnya harus menerima perawatan.
Kabar tentang kecelakaan Lara sampai ke telinga Nathan,membuatnya sedikit terkejut. Dirinya tidak menyangka jika Lara akan senekat itu untuk mengakhiri hidupnya,Elios masih berdiri di hadapannya,menunggu perintah selanjutnya dari sang Tuan Muda.
“Apakah anda akan memberitahu Nona tentang kejadian ini?”
“Hah,,dia baru saja menata hatinya setelah bertemu dengan Ayahnya,apakah sekarang aku juga harus memberitahu berita buruk padanya?”
“Mungkin akan lebih baik jika Nona tau,karena bagaimanapun mereka adalah saudari satu Ayah!”
Nathan memijat keningnya yang terasa berdenyut,baru saja Jeni merasakan perasaan yang semakin membaik,kini dirinya harus berhadapan dengan kenyataan pahit lagi.
__ADS_1
“Sebaiknya kita tunggu kabar dari pihak kepolisian,kau juga bisa memantaunya!”
“Baik Tuan Muda!”
Hah,,kapan masalah ini akan berakhir,kenapa cobaan demi cobaan engkau berikan pada istriku Tuhan.berikanlah dia kekuatan untuk menjalaninya Tuhan,,
Nathan menyelesaikan semua pekerjaan dengan cepat,dia ingin segera pulang dan melihat istri kecilnya.istri yang kini menempati hatinya,hampi 4 jam lamanya,Nathan tenggelam dengan berkas-berkas di mejanya,setelah menyelesaikan semuanya dia pun memutuskan pulang.
Elios sellau setia menemani sang Tuan,Elios membawa mobil dengan kecepatan sedang.hingga 45 menit berlalu,mereka telah sampai di kediaman Agatha.dengan langkah ringan Nathan memasuki rumah,terlihat pak Mun datang menyambut kepulangannya.
“Dimana istriku Pak Mul?”
“Nona sedang berada di kamar Tuan!”
“Baiklah,aku ingin mandi dulu!”
“Perlu saya bantu Tuan Muda,menyiapkan air hangatnya?”
“Tidak perlu Pak Mul,kerjakanlah yang lain!”
“Baik Tuan Muda!”
“Apa yang membuat Pak Mul tersenyum seperti itu?”
“Tuan Muda sudah berubah menjadi pribadi yang lebih hangat,dan itulah kenapa say tersenyum sekertaris Elios!”
“Benarkah Tuan Muda sudah berubah,tapi menurutku dia masih tetap dingin!”
“Mungkin hanya pada sekertaris Elios saja beliau seperi itu,menurut saya Tuan Muda sudah sangat berubah!”
Elios menganggukkan kepala pelan selah mengerti akan ucapan Pak Mul,pria yang telah berumur setengah abad itu.dengan santai Elios merangkul Pak Mul,dan membawanya menuju ruang tengah.Nathan perlahan membuka pintu,dan melihat sang istri yang sedang menikmati sekotak strawberry,sambil menikmati acara TV.Jeni kini lebih banyak makan dari biasanya,terlihat dari pipi yang semakin chubby membuat Nathan semakin gemas karenanya.
“Kau tidak ingin menyambut kedatanganku!”
Jeni menghentikan kegiatannya dan menolehkan kepalanya,terlihat Nathan sudah berdiri di samping ranjang.Jeni tersenyum hangat dan menyimpan strawberry,dia memeluk dan mencium pipi Nathan.membuat Nathan senang dan memeluknya,Jeni memeluk tubuh Nathan dengan manja.
__ADS_1
“Apa yang kau lakukan seharian ini hem,,?”
“Menikmati waktu liburanku,sebelum aku kembali bekerja ke Toko!”
“Serahkan Toko mu pada anak buah mu,kau bisa melihat dan memeriksanya sesekali.aku tidak ingin kau kelelahan!”
“Iya,aku mengerti.tapi lihatlah aku yang sekarang?sepertinya berat badanku bertambah,lihatlah pipiku?”
Nathan menjadi gemas melihat tingkah istrinya,dengan gemas Nathan menarik kedua pipi Jeni.membuat Jeni kesal,dan mengusap pipinya yang kemerahan karena ulah Nathan.dengan penuh sayang Nathan membawa Jeni duduk dalam pangkuannya,dan mengelus perut Jeni yang mulai terlihat itu.
“Makanlah apa yang kau inginkan,karena di dalam sini ada buah cinta kita.kau selalu cantik dimata ku Jeni,bahkan pipimu yang Chuby ini semakin membuatku gemas!”
Nathan mencium pipi Jeni secara bergantian,membuat Jeni tertawa karena ulah sang suami.keduanya menikmati waktu mereka di sore itu,hingga waktu makan malam tiba.Natahn membawa Jeni menikmati makan malam yang sudah di sediakan oleh koki,terlihat sang mertua serta Tania sudah duduk di meja makan.
“Bagaimana kabarmu hari ini kakak ipar?”
“Aku baik-baik saja, adik ipar ku yang cantik!”
“Akhir pekan kita shoping,iyakan Ma!”
“Tidak,Kakak tidak mengijinkannya.nanti kakak ipar mu lelah mengikuti langkahmu,yang tidak jelas itu.akhir pekan adalah waktu untuk kakak bersama kakak iparmu Tania!”
“Cih,,Dasar pelit!”
“Tapi lain kali kita boleh pergi bersama, iya kan sayang!”
Jeni menatap Nathan dengan tatapan memohonnya,membuat wajahnya semakin manis di mata Nathan.dengan cepat Nathan mengalihkan pandangannya,karena kini telinganya mulai memerah karena malu.sang ibu dan Tania tentu terkejut,akan ekspresi mengejutkan yang di perlihatkan Nathan.karena selama ini yang mereka tau Nathan tidak pernah memperlihatkan,sikap malu-malunya.
“Sayang!”
Nathan mengatur nafasnya,dan tersenyum ke arah Jeni sambil mengusap sayang kepalanya.
“Kita akan pergi nanti,aku akan menemanimu!”
Jeni tersenyum bahagia,sedangkan sang ibu dan Tania melongo melihat kelakuan keduanya,yang seperti ABG.bahkan sang ibu tidak menyangka jika sang putra bisa bereaksi seperti itu,sungguh Jeni membuat putranya yang sedingin es itu menghangat.
__ADS_1
Kakak ipar kau sungguh hebat,kau bahkan bisa membuat kakakku malu-malu begitu.tidak salah kau menjadi kakak iparku,kau membuat kak Nathan luluh di hadapanmu,aku bangga padamu kakak ipar,,
Apa aku tidak salah lihat,wajah putraku memerah karena malu? Jeni kau sungguh luar biasa,aku yang melahirkan dan membesarkannya tidak pernah melihat sikapnya yang malu-malu seperti ini.apakah aku harus belajar darimu,untuk membuat hati putraku yang sedingin e situ mencair?