
Aksi kejar-kejaran antara mobil sofi dan mobil penculik terjadi,ternyata para penculik tidak hanya satu orang.beberapa mobil berusaha menghalau Sofi,mobil rekannya ringsek di tabrak oleh sang pelaku.sofi masih berusaha mengimbangi laju mobil,yang membawa sang Nona Muda,dirinya tidak boleh kehilangan jejak. Jika itu terjadi entah apa yang akan terjadi padanya dan sang Nona,karena terlalu fokus pada pengejaran,sofi tidak memperhatikan mobil lainnya.hingga sebuah Bus yang melaju dari persimpangan jalan,menabrak mobil sofi.membuat mobilnya terpental dan ringsek,melihat rekanya dalam bahaya,salah satu rekanya turun dan menyelematkan sofi yang mendapatkan beberapa luka yang cukup serius.
“Cepat kejar mereka,jangan sampai kalian kehilangan jejak.apapun yang terjadi kalian harus menyelamatkan Nona Muda!”
Mendengar teriakan sofi,mau tidak mau mereka mengejar kembali mobil yang membawa Jeni.mobil yang membawa Jeni menuju pinggiran kota,jauh dari pusat kota.
“Ternyata mereka masih mengejar kita,buat mereka berhenti!”
Mobil yang anak buah Elios kemudikan,masih mengejar mobil pajero sport yang membawa istri Tuan mereka.bahkan meraka terus mengirim lokasi kepada Elios,sehingga dengan cepat Elios dan Nathan melakukan pengejaran.namun sialnya tanpa mereka sadari,dua buah mobil memepet mereka dari arah kiri dan kanan.melihat adanya kesempatan,mobil pelaku menabrak mobil anak buah Elios.membuat mobil mereka terbentur pembatas jalan dan ringsek.
Mobil yang membawa Jeni terus melaju,hingga mobil tersebut memasuki sebuah gudang kosong.tempat lara dan sang pria misterius itu menunggu Jeni,sang pria misterius itu tidak ikut campur dalam usaha penangkapan Jeni,bahkan dirinya sangat terkejut ketika Lara menghubunginya.merasa keadaan semakin tidak berpihak padanya,sang pria misterius itu hanya bisa mengikuti rencana Lara.dan akan bertindak jika Lara melakukan sesuatu di luar dugaannya.Tubuh Jeni di ikat di sebuah kursi,wajah Lara sangat puas ketika melihat wajah itu tidak berdaya.
Sementara Lara sedang menikmati acara main-mainya,Tuan Sanjaya dan Nyonya Andita,terkejut ketika melihat kedatangan para pria bertubuh kekar, dengan jas serba hitam mendatangi mereka.dirinya di tangkap dan dibawa pada Nathan. Nyonya Andita pun bertanya-tanya dalam hatinya,apakah mereka sudah melakukan sesuatu yang salah,atau,,Wajah Nyonya Andita pucat pasi,menerka apa yang ada di dalam kepalanya.
Apakah Lara tertangkap,apakah Lara sudah menjalankan rencananya?,tapi anak itu tidak bicara apapun padaku,apakah ini ada hubungannya?
Wajah Nyonya Andita dan Tuan Sanjaya menegang ketika melihat Nathan memasuki ruangan,wajah penuh amarah dan membunuhnya terlihat jelas di wajahnya.membuat tubuh keduanya gemetar karena ketakutan.aura tubuh yang Nathan keluarkan cukup menakutkan,bahkan para anak buahnya berkeringat dingin,mendapat tatapan mematikan itu.Nathan tidak menahan kemarahannya,dia mencekik leher Tuan sanjaya dan memaksanya berdiri sejajar dengannya.
Air maat Nyonya Andita mulai mengalir,melihat perlakuan Nathan terhadap suaminya.tubuhnya bergetar hebat karena ketakutan,belum lagi tatapan Elios yang begitu mengintimidasi,dan ingin mengulitinya hidup-hidup.
“Kemana kau membawa istriku Hah,,jangan kau pikir karena kau mertuaku aku tidak bisa menghabisi mu pak Tua!”
Mendengar nama istri,Nyonya Andita membeku,tubuhnya tidak bisa bergerak sama sekali.dirinya yakin sang putri pasti telah melakukan sesuatu,yang menyebabkan dirinya dan sang suami berada dalam maslah sekarang.
“Saya tidak mengerti maksud anda tuan Muda,saya tidak melakukan apapun!”
Tua Sanjaya hanya bisa menjawab pertanyaan Nathan dengan suara terbata,cekikan Nathan pada lehernya,sungguh membuatnya kesakitan bahkan tak bisa bernapas.Melihat tidak ada kebohongan dimata Tuan Sanjaya,tatapan mata Nathan teralih pada Nyonya Andita.Nathan menghempas tubuh Tuan sanjaya,membuat Tuan Sanjaya terbatuk-batuk.karena cekikan Nathan yang cukup kuat.
Nathan menghampiri Nyonya Andita,dia berjongkok dan menjambak rambutnya dengan sangat keras,membuat Nyonya Andita berteriak karena kesakitan.air mata telah membasahi pipinya,dia tidak menyangka jika kemarahan Tuan Nathan akan semengerikan ini.
“Kau pasti tau bukan,apa yang terjadi!”
“Saya tidak tau apa-apa Tuan Muda!”
“Kalau begitu dimana putrimu Lara?”
Deg,wajah Nyonya Andita pias,apa yang harus dirinya jawab,bahkan dirinya sendiri tidak tau keberadaan sang Putri.Tuan Sanjaya pun tidak bisa melakukan apa-apa,melihat sang istri diperlakukan seperti itu.
__ADS_1
“Aku akan membunuh putrimu,jika dia berani menyakiti istriku.akan aku pastikan kalian hanya akan menerima mayatnya saja!”
“Tidak ,Tuan Muda,jangan lakukan itu.Lara sedang bersama teman-temannya!”
“Benar yang dikatakan istriku Tuan Muda,mungkin sekarang Lara sedang bersama teman-temannya!”
Nathan menghempaskan tubuh Nyonya Andita,dengan cepat Tuan Sanjaya memeluk istrinya,yang sudah ketakutan.
“Kalian pikir aku percaya dengan ucapan kalian,jika putrimu terlibat dalam penculikan Jeni.akan aku pastikan Lara putrimu menerima bayaran yang setimpal,karena yang dia coba sakiti adalah istri dari Nathan Stavanio,dan ibu dari calon penerus keluarga Agatha!”
“A..apa?”
Tubuh Tuan dan Nyonya Sanjaya menegang,mendengar ucapan Nathan.wajah Tuan Sanjaya terlihat khawatir,tapi berbanding terbalik dengan wajah sang istri yang terlihat pucat pasi dengan tangan yang gemetar.hal itu tidak luput dari pengamatan Nathan dan Elios,Nathan melirik Elios dan memberinya perintah melalui tatapannya.
“Kurung mereka!”
“Baik Tuan!”
“Tidak Tuan Muda,jangan lakukan ini pada kami,kami tidak bersalah!”
Nyonya Andita berteriak histeris,sementara Tuan Sanjaya hanya diam dan mengikuti langkah anak buah Nathan,yang mengurung dirinya bersama sang istri di sebuah ruangan kosong.
“Mereka membawa Nona Muda ke pinggiran Kota,di sebuah gedung kosong Tuan Muda!”
“Kerahkan semua anak buah mu Elios,kini akan menghabisi mereka!”
“Baik Tuan!”
Nathan dan Elios memimpin,mereka meluncur menuju tempat sang istri di sekap.meski di kuasai oleh amarah,Nathan berusaha tenang agar dirinya tidak gegabah dalam misi penyelamatan.
Tuan Sanjaya menatap lekat sang istri,yang terlihat pucat dan berusaha mengalihkan wajahnya dari tatapan sang suami.membuat Tuan sanjaya menyadari akan sesuatu,yang aneh akan sikap sang istri.
“Kenapa Papa menatapku seperti itu,tatapan papa membuat Mama tidak nyaman!”
“Katakan yang sejujurnya!”
“Apa yang harus Mama katakan,Mama tidak tau apa-apa!”
__ADS_1
Nyonya Andita mengelak,namun tingkahnya yang aneh serta tangan yang terus saling meremas,membuat Sang suami meyakini sesuatu telah di sembunyikan oleh sang istri.
“Katakan padaku apa yang kau dan putrimu rencanakan?,apakah penculikan Jeni merupakan rencana kalian?”
“Apa maksudmu,Papa pikir kami berani melakukan hal itu.kami tidak akan seberani itu.siapa tau orang lain yang menculiknya,karena memiliki dendam dengan Tuan Muda atau Jeni!”
“Jeni tidak memiliki musuh,dia anak yang baik aku yakin itu!”
“Lalu Papa menuduh Lara yang melakukannya?,apakah itu tanggapan mu dan penilaian mu pada putrimu Lara?”
“Aku mengenal Lara,dia sama sekali tidak menyukai Jeni termasuk dirimu.bisa saja kalian menyewa orang untuk melakukan tindakan keji itu!”
Deg,wajah Nyonya Andita semakin pias,wajahnya pucat tangannya mulai gemetar.bahkan reaksinya bisa dikatakan berlebihan,semakin membuat Tuan Sanjaya yakin akan sesuatu yang salah disini.dengan geram Tuan sanjaya meremas kedua bahu istrinya,yang tampak ketakutan.
“Katakan yang sebenarnya,sebelum hal yang buruk terjadi pada kedua putriku?,kau ingin mereka berakhir seperti apa Hah,,!!”
Nyonya Andita ketakutan mendengar teriakan suaminya yang memekakkan telinga, suara Nyonya Andita bergetar.dirinya juga takut sesuatu akan menimpa putrinya,namun dirinya masih ragu apakah kejadian hari ini ulah putrinya atau orang lain.
“ Mama tidak yakin Pa!”
Tuan Sanjaya semakin meremas kedua bahu istrinya,membuat Nyonya Andita meringis kesakitan.mata Tuan Sanjaya memerah.
“Katakan dengan jujur,apa yang kalian rencanakan.tidakkah kau dengar Jeni sekarang sedang mengandung calon pewaris Emperor Group,jika sesuatu terjadi padanya kau pikir putri kita Lara akan selamat hah,, !”
“I,,itu Lara!”
Dengan suara gemetar serta ketakutan yang luar biasa,membayangkan jika benar putrinya lah yang melakukan penculikan terhadap Jeni.dengan lelehan air mata sang istri menceritakan rencananya bersama sang putri.tubuh Tuan Sanjaya ambruk ke lantai,kakinya lemas sehingga tidak mampu menopang berat tubuhnya.
Tidak,aku mohon jangan lakukan itu Lara.jika kau melakukan hal keji itu ,Ayahmu ini tidak akan mampu menolong mu, dari kemarahan Tuan Nathan.
Tuan Sanjaya bangun dan berlari ke arah pintu, berusaha mendobrak dan berteriak, agar seseorang bisa mendengarnya. pintu dibuka dan memperlihatkan seorang pria brewok, dengan tatapan mengerikan telah berdiri di hadapan Tuan Sanjaya.
"Ikut denganku, Tuan Muda berubah pikiran. beliau ingin kalian melihat akhir hidup, dari putri kalian Lara! "
"Seret mereka keluar, dan bawa ke mobil! "
Tanpa bisa berkata apa-apa, Tuan Sanjaya dan sang istri,hanya bisa menurut. meski mereka dilanda ketakutan yang luar bisa, akan lebih baik bagi mereka mengetahui apa yang terjadi, dari pada hanya duduk menunggu kabar dengan hati yang gelisah.
__ADS_1