Proposal Cinta Sang Ceo

Proposal Cinta Sang Ceo
86. Sangat Cocok Denganmu!


__ADS_3

Tania menatap pantulan dirinya di cermin,sungguh dirinya tidak menyangka jika kaos sederhana itu begitu pas ditubuhnya.sudut bibir Tania melengkung,senang akan pilihan Elios.Tania melangkahkan kakinya dan menemui Elios dan menepuk punggungnya,yang sedang memebelakanginya.senyum yang tadinya menghiasi wajahnya,kini hilang sudah,Tania berpura-pura kesal dan menampilkan wajah datarnya.


Elios membalikkan tubuhnya dan melihat penampilan Tania yang cantik dan sederhana,Elios tersenyum dan merasa puas akan pilihannya,yang begitu pas di tubuh Tania.


“Bagaimana penampilanku?”


“Cantik,kau sangat cantik dan aku menyukainya!”


“Tapi aku tidak menyukainya,pilihanmu terlalu sederhana!”


“Tapi kau terlihat cantik Tania,daripada memilih gaun bukankah ini lebih cocok untukmu?”


“Kaos untuk di kenakan di rumah,bukan jalan-jalan seperti ini!”


“Biasanya juga kau mengenakan kaos jika keluar atau pergi ke kampus,jujur saja kau tidak menyukai pilihanku?”


“Itu kau tau!”


“Baiklah kalau begitu,gantilah dan pilih yang kau sukai!”


“Itu baru benar!”


Elios memaksakan senyumannya meski hatinya sedikit kecewa,Elios menatap sendu Tania yang pergi meninggalkannya begitu saja.Elios menunggu Tania beberapa saat,Tania keluar dengan baju pilihannya.yang menurut Elios biasa saja,namun demikian dirinya hanya bisa diam tanpa bisa melakukan apapun.Tania menyerahkan baju yang tadi dirinya pilih,dengan berat hati Elios menerimannya dan membawanya ke kasir.Tania mengerutkan dahi,dan tersenyum.


Tania sebenarnya menyukai baju yang dipilih Elios,hanya saja dirinya tidak ingin mengakuinya.karena itu Tania berpura-pura kesal,dan berharap Elios akan memaksanya mengenakan baju tersebut.namun berbeda dari harapan,Elios memintanya mengganti dengan baju pilihannya sendiri.beberapa pasang baju telah terpilih dan Elios bayar dengan senang hati,Tania membawa paper Bag bajunya,sementara Elios membawa baju yang Tania tolak tadi.


Setelah kejadian tadi Elios hanya diam,dan mengikuti kemanapun Tania pergi tanpa protes,membuat Tania tidak enak hati.namun gengsi masih menguasai hatinya,puas menonton,makan dan berbelanja Tania memutuskan pulang.Elios yang hanya mengangguk dan menuruti kemauan Tania,hingga Tania merasa tak enak hati.


Apa dia marah karena baju yang dia pilih aku tolak,seharusnya tadi aku mengambilnya saja.kenapa mesti sok jual mahal sih,,


Elios berjalan lebih dulu,ketika pandangannya tertuju pada seorang wanita yang duduk sambil melamun,Elios menghampirinya.hal itu membuat Tania mengerutkan dahi,tentang wanita tersebut.Elios meletakkan Paper Bag itu di pangkuan sang wanita,membuat wanita yang tadinya melamun menatap Elios dan Paper Bag bergantian.Tania hanya bisa melongo melihat apa yang Elios katakan,Tania ingin berteriak dan berlari merebut Paper Bag itu,namun kerongkongannya terasa kering serta kakinya yang tidak bisa di gerakkan.


“Aku mendapatkan bonus karena membeli beberapa barang,dan aku tidak menggunakannya.dari pada aku membuangnya,akan lebih baik ku berikan pada orang lain saja.dan menurutku mungkin anda bisa mengenakannya bersama pasangan anda!”


“A,,apa!”

__ADS_1


Suara lembut yang tercekat,membuat Elios sedikit menatap dalam sang wanita.tidak bisa Elios pungkiri jika wanita tersebut memiliki wajah yang cantik,serta tatapan yang teduh.sejenak Elios berpikir,tentang sang wanita,namun buru-buru dirinya menghapus keinginan tahuan itu.Elios meninggalkan sang wanita yang masih terpaku begitu saja.


“Hei,,Terimakasih atas pemberianmu!”


Elios bahkan tak membalas ucapan terimakasih dari sang wanita,Tania mengepalkan tangannya,dirinya merasa begitu kesal pada Elios.bagaimana bisa Elios memberikan sesuatu, kepada orang yang tidak dikenalnya begitu saja.  Tania menghentakkan kakinya,dan berlari menyusul Elios yang sudah mulai menjauh,sekilas Tania melirik kearah wanita tersebut.yang tersenyum dan menatap Elios,dengan tatapan yang tidak bisa dirinya baca.


Elios duduk di bangku kemudi bersiap menyalakan mesin mobil,dan kembali ke rumah seperti perintah Nathan.Tania membuka dan menutup pintu mobil dengan kasar,membuat Elios terkejut dan menatap aneh Tania.bukannya meminta maaf,Tania malah menatap Elios dengan tatapan dingin,semakin membuat Elios bingung dengan apa kesalahan yang telah dirinya lakukan.


“Kenapa kau sembarangan memberikan sesuatu kepada orang yang tidak dikenal!”


Oh jadi ini karena baju itu,tapi apa masalahnya dengannya,bukannya tadi dia mengatakan tidak menyukainya,dasar wanita aneh,,


“Apa masalah untukmu?”


“Hei Elios,kau bahkan belum mengenalnya,bagaimana bisa kau melakukan itu!”


“Aku hanya memberinya sesuatu yang tidak akan aku gunakan,bukankah lebih baik memberikannya,pada orang lain.mungkin saja dia bisa memberikannya kepada adik atau sahabatnya nanti!”


“Memberikan sesuatu itu,tidak selalu pada orang yang kita kenal.lagipula dia menerimanya bukan,lantas masalahnya dimana?”


Masalahnya ada pada diriku bodoh,kau membelinya untukku bukan kenapa malah memberikannya kepada orang lain,,


“Iya benar,dan kau tidak menyukainya bukan,karena pilihanku bukan selera mu!”


“Kau!”


Tania bahkan tidak bisa menjawab ucapan Elios,karena apa yang Elios katakan benar.bodohnya Tania,kenapa harus marah dan merasa kesal,jika barang yang tadinya dirinya tolak di berikan kepada orang lain.bahkan yang menerima baju itu adalah wanita yang cukup cantik,semakin membuat Tania kesal.


Selama perjalan kembali rumah Agatha,tidak ada pembicaraan antara keduanya.Elios memilih diam,dan menata hatinya.beberapa kali Tania melirik Elios,yang kembali bersikap dingin dan datar padanya.karena tidak tahan akan suasana di dalam mobil,Tania menatap Elios dan memberanikan diri untuk bicara.


“Kenapa kau diam saja,tidak adakah yang ingin kau bicarakan padaku?”


“Tidak ada Nona!”


“Nona?”

__ADS_1


“Iya Nona,bukannya saya memang biasa memanggil anda dengan sebutan Nona!”


Apa-apaan dia,sekarang memanggilku dengan sebutan Nona,lalu bagaimana dengan panggilan nama yang dia ucapkan kemarin dan tadi.ada apa dengannya,,


“Kemarin,dan tadi kau masih memanggilku dengan panggilan Tania,lantas kenapa sekarang memanggilku dengan Nona lagi.apa kepalamu terbentur!”


“Maafkan atas ketidaksopanan saya kemarin dan hari ini Nona,saya tidak akan mengulangi kekurangajaran saya lagi.dan selanjutnya saya akan bersikap lebih sopan kepada anda!”


“Hei kau!”


Tanpa terasa mobil yang mereka tumpangi telah memasuki halaman rumah keluarga Agatha,Tania sungguh tidak bisa menahan rasa kesalnya,emosi mulai menguasai hatinya.entah kenapa ucapan Elios membuatnya merasa kesal,dan tidak terima.alih-alih merasa senang karena Elios tidak akan lagi mengganggunya,kini rasa kesal yang dirinya rasakan.


Tania mengambil semua barangnya,dan keluar dari mobil Elios dengan kesal.Elios hanya bisa menatap kepergian Tania dengan perasaan sendu.dirinya yang mulai jatuh hati kepada Tania,harus bisa menghilangkan rasa itu mulai sekarang,karena Tania tidak pernah menyukainya.bahkan ciuman mereka dapat Elios artikan sebagai rasa penasaran dari seorang gadis remaja.


Elios menyandarkan tubuhnya,dan melepas nafas beratnya beberapa kali,sebelum kembali menghidupkan mesin mobilnya,dan kembali ke apertemennya.Tania melihat mobil Elios yang mulai menghilang,dengan kesal Tania melemparkan tas serta barang yang dia beli.


Dasar pria bodoh dan tidak peka,kau memberikan barang pilihanmu kepada wanita lain,di hadapanku,,tidakkah kau melihat rasa kesal di wajahku ini? Lagi pula kenapa kau bodoh Tania,jika kau menyukai baju pilihannya seharusnya kau mengatakannya.tidak usah sok jadi orang,lihatlah akhirnya,,kakak ipar aku butuh dirimu,,Hikss,,Hikss


Tania membaringkan tubuhnya di ranjang,sambil menendang-nendang batalnya,dirinya ingin menyalurkan rasa marah dan kesal di hatinya,Tania meraih ponselnya dan mencari nomer kakak iparnya.


“Hello,,kakak ipar dimana,aku butuh kakak ipar sekarang!”


“Baiklah aku akan menunggumu di rumah,hati-hati dijalan!”


Tania menatap layar ponselnya dengan sendu,entah perasaan apa yang dirinya rasakan saat ini.yang dirinya butuhkan sekarang adalah kehadiran kakak iparnya,yang bisa mendengar dan memberinya nasehat,tentang bagaimana sebenarnya perasaannya saat ini.


Jeni menatap layar ponselnya,berfikir keras tentang apa yang terjadi pada Tania,mendengar suara Tania yang berbeda dari biasanya.Jeni yakin sesuatu telah terjadi,tapi apa?


“Siapa sayang!”


“Tania,dia bertanya kapan pulang,dia membelikan ku cemilan!”


“Anak itu sangat ingat padamu ya,bahkan dia tidak seperti itu kepadaku!”


“Itu karena dulu kalian tidak terlalu dekat,tapi lihatlah sekarang,kalian semakin dekat bukan!”

__ADS_1


“Semua itu karena dirimu sayang!”


Jeni tersenyum lembut,dan mengusap bahu Nathan dengan lembut.mereka kembali ke kediaman Agatha setelah dua hari,menginap di rumah Tuan sanjaya. 


__ADS_2