Proposal Cinta Sang Ceo

Proposal Cinta Sang Ceo
42.Lembaran Baru


__ADS_3

Hari-hari Bahagia kini telah ada didepan mata,Jeni dan Nathan menikmati kebersamaan dan memulai kisah pernikahan mereka,dengan penuh cinta.perhatian demi perhatian Nathan berikan,dirinya sungguh-sungguh mengungkapkan apa yang kini dirasakan oleh hatinya.


Setelah menjalani bulan madu yang mengesankan,keduanya kembali melakukan aktifitasnya.Wajah dingin Nathan sedikit menghangat,membuat semua urusan kantor berjalan dengan baik.Elios telah memastikan semuanya berjalan sesuai harapannya.


Jeni kembali ke toko dengan sang sopir,sekaligus pengawaalnya.kebahagiaan terpancar dari wajahnya yang cantik.membuat beberapa karyawannya menggoda,dan mengerjainya,hidup Jeni kini sedikit berubah.dan diapun ingin dirinya bahagia,seperti wanita yang lain,bahagia dengan pernikahan serta karirnya.


Sementara Jeni,ingin mengubah dan menata hidupnya menjadi lebih baik.Lara yang mengetahui bahwa dirinya,telah kembali bekerja.dengan cepat menghampiri jeni di Tokonya,meski sudah mengetahui bahwa baik dirinya dan keluarganya,tidak boleh menemui Jeni lagi,tanpa ijin dari Tuan Nathan.Lara tetap memaksakan dirinya menemui sang kakak tiri.


“Sepertinya kau baik-baik saja,aku pikir dengan kecelakaan itu kau bisa menghilang selamanya.ternyata kau cukup kuat juga ya!”


Jeni yang sedang mengecek penjualan beberapa minggu ini,mengangkat kepala dan melihat wanita yang teganya mengatakan hal keji terhadapnya.melihat sang adik tiri,yang berdiri dengan tatapan sinis,membuat Jeni melemparkan senyum ramahnya.


“Aku pikir adikku datang kemari untuk menanyakan keadaanku,tapi malah sebaliknya mengharapkan yang terburuk untukku.apakah itu yang dikatakan keluarga!”


“Kau bukan keluargaku,kau hanya anak yang tidak diharapakan kehadirannya di rumah!”


“Kau benar,kita bukan kelurga lagi.dan sekarang aku adalah Nyonya Muda di keluarga Agatha,seharusnya kau sedikit sopan padaku bukan Nona Lara!”


“Cihh,,kau pikir bisa menjadi Nyonya Agatha yang sebenarnya,aku bahkan sangsi pada statusmu itu.apakah Tuan Nathan menyentuhmu,yang begitu tidak sesuai dengan kriterianya!”


“Benarkah,lalu apakah kau tau kriteria wanita idaman suamiku?”


“Kenapa kau tidak tanyakan langsung pada suamimu itu,apakah yang ada di kepalamu hanya cara meluluhkan hatinya!”


“Tidak,yang ada di kepalaku setiap malam,adalah bagaimana cara memuaskan suamiku di ranjang,hingga para pelakor atau para wanita ular menjauh darinya.dan hal itu sangat berguna,suamiku bahkan tidak mau turun dari ranjang,karena pelayanan ku!”


“kau,,dasar wanita gila,dia tidak mencintaimu bodoh dan mencintai wanita lain!”


“Kaulah yang bodoh,kau berusaha mendekati suamiku dan membuatku menjauh darinya bukan.jujurlah pada dirimu sendiri,dan jangan merendahkan dirimu untuk merebut milik dan hak orang lain!”


“Kau,,!”


“Jika tidak ada yang ingin kau katakan,silahkan pergi dari tempatku.aku tidak menerima kehadiranmu disini!”


“Kau tunggu saja pembalasanku,akan aku adukan perbuatan mu ini pada ayah!”


Lara meninggalkan Jeni dengan penuh amarah,dirinya tidak menyangka jika Jeni akan sepintar ini sekarang.

__ADS_1


“Katakan pada Ayahmu,jika perlu bawa ibumu sekalian!”


Lara menghentikan langkahnya,dan menoleh ke arah Jeni yang tersenyum cantik padanya.


Awas kau Jeni,aku akan buat perhitungan dengamu.jika ayah takut karena ada Tuan Nathan di belakangmu,aku memiliki Selena yang ada dipihakku.wanita yang Tuan Nathan cintai.  


Jeni menatap kepergiaan Lara dengan prihatin,meski mereka memiliki ayah yang sama namun ibu mereka berbeda.dan ibunya begitu membenci dirinya,karena anak dari wanita yang dianggap telah merebut kekasihnya.


“Apa Nona tidak apa-apa?”


“Aku tidak apa-apa,jika dia bertindak melampaui batas,maka kau bisa turun tangan!”


“Baik Nona,saya mengerti!”


Jeni meneruskan kegiatannya,tanpa memikirkan keluarga sang Ayah lagi,karena kini dirinya adalah milik keluarga Agatha.dirinya tidak ingin berurusan lagi dengan sang Ayah,Ibu maupun adik tirinya.


****


Di sebuah kafe dipinggiran kota,terlihat Selena sedang menemui sesorang.dia ingin melancarkan aksinya,merebut Nathan dari tangan Jeni.terlihat seorang pria datang menemuinya,ternyata adalah orang yang sama yang bekerja dengan Lara.


Selena memberikan selembar foto Jeni,dan pria misterius yang tidak pernah membuka topi dan maskernya itu,menerima foto Jeni.cukup lama pria itu memandang wajah cantik Jeni dalam foto tersebut,membuat Selena kesal.


“Aku tau dia cantik,aku tidak memintamu melukainya hanya menjebaknya tidak lebih.jebak dia agar tidur dengan laki-laki lain dan ambil fotonya,hanya itu tidak lebih!”


“Kau ingin wanita ini ditiduri atau hanya mengambil fotonya saja,kau tau resikonya akan sangat berat jika pria tersebut diluar kendali. Kau tau maksudku bukan!”


Benar,aku hanya ingin mengambil fotonya yang seperti tidur dengan pria lain.bukan meminta pria itu memperkosanya,aku tidak sejahat itu,aku juga wanita.


Seperti mengerti akan keraguan Selena,sang pria memberi ide lain untuk masalah Selana.dirinya tidak ingin menjadi pria bejat yang menjebak seorang wanita baik-baik.


“Aku punya saran,kenapa kau tidak menjebak pria yang kau cintai saja.bukankah jika kau bisa tidur dengannya,akan mempermudah jalanmu.dari pada menjebak seorang wanita baik-baik, untuk pria hidung belang!”


“kau benar,dan aku juga tidak sejahat itu untuk melukainya!”


Aku tau,terlihat dari keraguan diwajahmu.dan kenapa kau serta wanita bernama Lara sangat membenci wanita ini,apakah karena 1 pria?


“Bolehkah aku tau,kenapa kau begitu membenci wanita ini,apakah dia telah melukaimu?”

__ADS_1


Selena menatap sekilas pria yang ada dihadapannya,kemudian mengalihkan tatapannya dari mata sang pria,yang cukup mengintimidasinya.


“Kesalahannya hanya berada di sisi pria, yang begitu aku cintai.bahkan sekarang aku tidak bisa mendekati pria itu,karena ada dirinya!”


“Salahkan pria karena memilih wanita ini,bukan wanita yang berada difoto ini. Jika kau yang berada di posisi wanita ini,apakah kau siap disalahkan.pikirkanlah baik-baik Nona,apa yang kau lakukan ini salah.hubungi aku jika kau berubah pikiran!”


Pria misterius itu meninggalkan Selena yang terdiam di kursinya,apa yang dikatakan sang pria memang benar adanya.yang salah disini adalah dirinya,dialah yang meninggalkan Nathan.dan Jeni adalah korban dari kepergiannya, dan keserakahan ayah dari Jeni sendiri.


Selena berperang dengan hati dan pikirannya,dirinya dilema akan keputusan yang akan dia ambil.butiran bening mengalir di pipinya,dia menyadari kesalahan terbesarnya.namun ego masih menguasai dirinya.


Aku tidak ingin kehilangan dirimu Nathan,apapun itu akan aku lakukan.meski harus menyakiti Jeni yang memang tidak bersalah dalam hal ini. 


Selena menghapus air matanya,dia bangun dari duduknya dan meninggalkan kafe tersebut.sementara didalam mobil lain,sang pria misterius menatap foto Jeni yang tersenyum cantik.


Anda wanita yang baik,bahkan rela berkorban banyak untuk kelurga anda.tetapi kenapa begitu banyak wanita yang membenci anda.mungkin seharusnya anda tidak bertemu dengan Tuan Nathan,dengan begitu hidup anda akan tenang Nona. 


Sang pria misterius menyimpan foto Jeni,dia menghidupkan mesin mobil dan meninggalkan kafe itu.meski dia adalah orang yang di bayar untuk memata-matai,dia tidak pernah melakukan kejahatan ataupun menyakiti korbannya.dia hanya akan memberi informasi,sesuai permintaan kliennya.seperti yang Lara minta padanya.


Di gedung Sanjaya Group,terlihat Tuan sanjaya begitu kelelahan.keuangannya benar-benar kacau,tidak seperti dulu saat Nathan membantunya.meski beberapa investor kembali menjalin kerjasama dengannya,tetap saja perusahaannya belum stabil.


Suara pintu diketuk,Lara muncul dibalik pintu.Lara mengerutkan dahi, melihat keadaan sang ayah yang terlihat kacau.Lara mendekat dan duduk tepat dihadapan sang Ayah,yang terhalang oleh meja kerjanya.


“Apa yang terjadi,kenapa Ayah terlihat kacau?”


“Keadaan perusahaan sedang tidak baik Lara,jadi Ayah harap kurangi pengeluaran mu dan ibumu bulan ini,jika tidak ingin hidup melarat maka berhematlah!”


“Apa maksud Ayah,jika Ayah kekurangan modal kenapa tidak menemui Jeni,dan minta padanya untuk membantu kita.apa gunanya dia berada di keluarga Agatha,jika tidak bisa membantu keuangan kita!”


“Jangan banyak bicara Lara,lakukan saja apa yang Ayah minta.jika kau keras kepala ,kartu kredit dan kartumu yang lain akan Ayah blokir!”


“Ayah tidak bisa begitu padaku dan ibu,kami butuh perawatan dan biaya lainnya!”


“Karena itu Ayah minta kau berhemat,dan jika perlu bekerjalah yang benar Lara!”


“Ayah keterlaluan!”


Lara meninggalkan ruangan sang Ayah dengan kesal,sementara Tuan Sanjaya memijat keningnya.kepalanya terasa sakit,pikirannya buntu karena tidak menemukan jalan keluar untuk masalahnya.

__ADS_1


__ADS_2