
Elios memasuki mobil,terlihat Nathan sedang menyandarkan tubuhnya,sambil memejamkan matanya.Nathan mencoba menguasai dirinya,agr tidak lepas control,amarah masih terpendam di dalam dirinya,bila mengingat kembali apa yang hari ini dirinya lihat.
Seorang putri dari keluarga terpandang,dan cucu dari orang terpandang juga,ternyata menjalani hidup bagai seorang pembantu dirumah sendiri.seorang anak yang bahkan tidak bisa menikmati masa kanak-kanak dan remajanya dengan benar,karena tuntutan hidup dan biaya sekolah.
“Kau sudah memberi mereka pelajaran?”
“Sudah Tuan,tapi saya belum puas memberi mereka pelajaran,saya ingin mereka mendapatkan pelajaran yang setimpal!”
“Beli saham di perusahaan Sanjaya Group atas nama Jeni,tapi lakukan dengan cara halus agar mereka tidak curiga,aku ingin Jeni mendapatkan haknya sebagai pewaris di keluarga Sanjaya.sekarang ini mereka pasti sedang membutuhkan modal besar,dan kau harus menangkapnya!”
“Baik Tuan Muda!”
Setelah kepergian Nathan dan Elios,Tuan sanjaya terduduk lemah,sang istri dan Lara hanya bisa diam dan tidak berani bicara.tatapan Tuan Sanjaya kosong,selama ini dirinya begitu buta dengan cinta,sehingga tidak mengenali watak istrinya dengan baik.Tuan Sanjaya menatap istri dan putrinya,yang tertunduk dengan penuh ketakutan.
“Kenapa kalian berani membohongiku,kenapa kalian menemui Jeni dan dengan berani meminta uang padanya.bahkan kalian membuatku menemuinya,dan menyalahkannya!”
“Dan kau Andita,sebesar itukah kebencianmu pada Jeni,padahal selama ini aku membiarkanmu melakukan apapun sesukamu pada Jeni.bahkan ketika kau memintanya pindah dari kamar atas,dan pindah ke kamar belakang,aku masih diam!”
“Apa kurang pengertianku selama ini,dan kenapa kalian berani berbohong padaku!”
“Maafkan aku Pa,aku hanya tidak terima dengan nasib Jeni yang lebih baik dari Lara putri kita,aku juga ingin Lara mendapatkan keluarga seperti Agatha!”
“Mama menemuinya dan meminta uang padanya,semata-mata untuk membantumu,karena Papa bilang keuangan perusahaan sedang kacau,jadi Mama memutuskan menemui Jeni!”
“Bohong,,Mama hanya ingin berfoya-foya dan belanja barang yang tidak berguna bukan,selama ini aku terlalu memanjakan hidup kalian.Papa sebagai suami begitu berusaha melindungi kalian, agar kita bisa terap hidup nyaman dalma rumah besar ini,sampai harus mengorbankan Jeni.tapi sepertinya semua usaha Papa sia-sia!”
“Papa,semua ini terjadi karena kak Jeni,jika bukan karena dia Lara yakin semuanya masih aman terkendali,begitu juga dengan perusahaan!”
“Diam,,kau masih bisa menyalahkan Jeni lagi,ini semua bukan karena dia,tapi karena keegoisan kita.Papa ingatkan lagi,jangan pernah menemui Jeni tanpa ijin dari Tuan Nathan,jika kalian berdua tidak mau mendengarkan ku,ucapkan selamat tinggal pada kemewahan ini!”
Tuan Sanjaya meninggalkan sang istri dan putrinya yang hanya bisa diam dan menahan amarahnya,Lara mengepalkan tangannya dan mengumpat,sementara sang ibu masih terisak.untuk pertama kalinya selama mereka menikah,ini kali pertama Tuan Sanjaya memarahi dan membentak dirinya.
Mobil yang Elios kemudikan memasuki halaman rumah keluarga Agatha, Nathan turun dari mobil dan melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kamarnya,dia masih melihat sang istri yang asyik dengan majalah di tangnanya.Jeni yang mengetahui kedatangan sang suami,tersenyum lembut dan turun dari ranjang untuk menyambut sang suami.
“Kenapa tidak memberitahuku, kepulangan mu,aku kan bisa menyambut mu dibawah!
“Ada beberapa hal yang harus aku selesaikan!”
“Kau ingin mandi biar aku siapkan air hangat!”
Jeni meninggalkan Nathan,dan mengisi bak mandi dengan air hangat serta aroma terapi,tanpa Jeni sadari Nathan telah berdiri dibelakangnya tanpa sehelai benang pun.Wajah Jeni merona,Karena malu melihat tubuh suaminya yang polos.
Kenapa kau seenaknya telanjang di depanku,aku bisa jantungan jika kau berbuat sembarangan seperti itu.oh jantungku yang sehat.
“Kenapa wajahmu memerah,kau demam?
__ADS_1
“Tidak,kau membuatku malu!”
“Kenapa malu,aku bahkan sudah melihat semuanya!
Wajah Jeni semakin merona,suaminya benar-benar pandai bicara sekarang.Jeni membantu suaminya keramas,sambil memberi pijatan lembut dikepala Nathan. Hampir 30 menit waktu yang Nathan gunakan untuk membersihkan diri,wajah tampannya terlihat segar.
Nathan menaiki ranjang,dan menarik Jeni kedalam pelukannya,Jeni mengikuti gerakan Nathan dan mendekatkan tubuhnya.
“Bagaimana keadaan toko?”
“Hari ini cukup ramai,kami menerima beberapa pesanan!”
“Baguslah,kau tidak ingin membuka cabang?”
“Tidak cukup 1 toko saja,nanti kita lihat kedepannya!”
Kau memang wanita berbeda,jika wanita lain tidak akan melewatkan tawaran yang diberikan oleh suaminya.kau memang yang terbaik Jeni.
Nathan memeluk erat tubuh Jeni,memberi tubuh mungil itu kehangatan,hingga pagi menjelang.suara kicauan burung mengganggu tidur lelap Jeni,dia membuka mata dan melihat sinar matahari telah memasuki kamarnya.di tatapnya wajah tampan,yang masih terlelap di sampingnya.wajah pria yang dulu begitu di bencinya,pria yang selalu melakukan apapun kemauannya dengan paksa.dan sekarang pria itulah yang mencintainya dengan penuh ketulusan.
“Cup”
Jeni memberikan kecupan ringan di pipi Nathan,membuatnya membuka matanya,membuat Jeni malu karena telah mencium Nathan.senyum indah terukir di wajah Nathan,dia menarik tangan Jeni hingga membuat Jeni terjatuh dalam dekapannya.
“Kita mandi sama-sama!”
Nathan langsung menggendong tubuh Jeni dan membawanya ke kamar mandi,mereka melakukan ritual mandi bersama,dan yang lainnya tentunya.setelah 1 jam berlalu,keduanya tampak lebih segar,senyum puas tidak lepas dari sudut bibir Nathan,membuat Jeni sedikit kesal.
Kenapa sekarang dia jadi mesum sekali,tubuhku seperti remuk oleh perbuatannya,suamiku ini sungguh perkasa.lihatlah senyum puas di wajahnya itu,aku ingin sekali mencubit pipinya itu.
Nathan telah siap dengan penampilannya begitu juga Jeni,keduanya menuruni tangga dan menemui sang ibu dan adik yang telah menunggu mereka untuk sarapan.seperti biasa acara sarapan mereka berjalan dengan baik sambil di selingi obrolan-obrolan ringan.
“Jeni apa kau punya waktu sebentar sore,Mama ingin mengajakmu ke salon!”
“Tentu saja Ma!”
“Aku ikut ya Ma,sudah lama juga tidak nyalon sama kakak ipar!”
Jeni tersenyum menatap ibu mertua dan adik iparnya,hubungan mereka kini semakin baik,dan Jeni sangat mensyukurinya.Jeni melirik Nathan yang masih menikmati makanannya.
“Sayang,apa aku boleh pergi?”
“Pergilah,bersenang-senanglah bersama ibu dan Tania,nikmati harimu!”
“Terimakasih sayang!”
__ADS_1
Setelah menyelesaikan sarapannya,Nathan pamit dan meninggalkan kediamannya,ciuman di kening dan di pipi oleh Nathan dan Jeni, menjadi rutinitas pagi,dan kewajiban setiap pagi sebelum berangkat kerja.adegan manis yang selalu di pertontonkan oleh Tuan Mudanya,membuat yang melihat adegan itu menjadi malu sendiri.
Jeni menatap kepergian mobil yang membawa sang suami,sebelum akhirnya kembali masuk kedalam rumah,untuk mengambil Tas dan Ponselnya.sang sopir sofi telah menunggunya sejak pagi.
“Kakak Ipar,Tania ikut nebeng sampai kampus ya!”
“Boleh,ayo!”
Mobil Jeni melaju membelah jalan menuju kampus Tania,melihat suasana kampus membuat Jeni teringat masa-masa sulitnya ketika mengejar mimpinya di bangku kuliah.
“Apa anda ingin turun untuk berkeliling Nona?”
“Tidak Sofi,aku takut bertemu dengan teman-temannya Tania!”
“Apa mereka mengganggu Nona?”
“Tidak bahkan mereka sangat lucu dan manis,kau tidak mengerti maksudku?”
Sofi terdiam mencerna ucapan Jeni,yang masih menunggu jawabannya.sofi tersenyum dan mengangguk,menandakan dirinya mengerti arti ucapan Jeni.
Tuan Muda bisa marah dan mengamuk jika ada anak muda yang berani menggoda,ataupun mendekati Nona.bisa jadi Nona Tania pindah kampus,Hahaha,,Tuan Muda kalau di pikir-pikir anda lucu sekali.
Sofi kembali melajukan mobilnya menuju Toko Roti,hari ini rencananya Jeni hanya akan kerja sampai siang,dan siangnya dia ingin mengunjungi sang suami,sebelum pergi ke salon dengan mertua dan adik iparnya.beberapa pelanggan terlihat mulai berdatangan,para pelayan dengan sigap dan ramah menyapa,dan melayani beberapa pelanggan yang mencari cake,untuk acara maupun untuk orang-orang terdekat mereka.
Jeni tidak tinggal diam dia ikut melayani beberapa pengunjung,yang memnag sangat menyukai cara Jeni menyambut mereka,anak-anak bisa leluasa bermain di halaman samping sambil menikmati cake aneka rasa yang telah disediakan di toko Jeni.
Toko Jeni memiliki kelebihan tersendiri di banding toko Roti lainnya,toko yang mungil dan sederhana,lengkap dengan tempat nongkrong bagi anak muda,dan bermain bagi anak-anak.hingga tidak sedikit pelanggan yang datang sambil membawa anak mereka.
Setelah melakukan rutinitasnya,tanpa terasa waktu makan siang telah tiba.Jeni membawa beberapa rasa cake dan makan siang untuk dirinya,Nathan dan Elios.Sofi yang selalu siap siaga mengantar sang Nona,ke Gedung Emperor Group.selama menjadi istri dari seorang penguasa kerajaan bisnis,ini kali pertama Jeni menginjakan kaki di kantor sang suami.
Jeni berdecak kagum melihat bangunan tinggi nan menjulang di hadapannya,mengalahkan gedung milik keluarga sanjaya,yang bisa di bilang perusahaan besar.
“Ada apa Nona,kenapa tidak masuk?”
“Sofi,ini kali pertama aku kemari,apa menurutmu kita bisa langsung bertemu,karena yang aku tau kita harus membuat janji dulu.seperti aku yang pernah ingin menemui Ayahku,harus membuat janji temu dulu!”
“Nona adalah istri drai pemilik gedung ini,tidak perlu melakukan janji atau ijin Nona,kita bisa langsung menemui Tuan Muda.percayalah pada saya!”
Jeni tersenyum mendengar ucapan sofi yang menyemangatinya,dengan senyum dan rasa percaya diri,Jeni melangkahkan kakinya masuk kedalam gedung Emperor Group.bangunan mewah dengan interior yang menakjubkan,Jeni dan sofi langsung menemui resepsionis yang bertugas di siang itu.melihat seorang wanita cantik dan anggun,membuat sang resepsionis terpesona akan kecantikan dan aura Jeni.
Wanita yang sungguh cantik dan mempesona,baru pertama kali ini aku melihat ada seorang dewi yang mengunjungi kantor Emperor Group.jika aku jadi seorang pria aku akan meminta No ponselnya.
“Selamat siang!”
__ADS_1