
Selly tidak bisa meredakan amarah yang menguasai dirinya,setiap ucapan yang keluar dari mulut asistennya seperti cambuk baginya.meski apa yang asistennya katakan benar adanya,tentu Selly tidka ingin di salahkan sepenuhnya,dirinya terlalu gengsi untuk mengakui kesalahannya sendiri.
“Bisakah kau berhenti menyalahkan dan menyudutkan ku,setidaknya kau berusaha mencari jalan keluar dari masalahku!”
“Setidaknya tenangkan dirimu untuk saat ini,semua yang terjadi sekarang karena kelalaian kita bersama,tidak ada yang bisa disalahkan dari masalah ini.kita masih memilki proyek yang lain,kau harus bekerja lebih keras lagi untuk meyakinkan kru dan produser terutama Adi!”
“Dia seorang fotografer bertangan dingin,setiap hasil karyanya akan melejit dan dikenal banyak kalangan,kau harus sedikit menekan egomu Selly!”
“Cihh,dia tidak sehebat yang kau pikirkan.masih banyak di luar sana yang memilki kemampuan lebih darinya!”
“Mungkin,tapi untuk sekarang hanya dia pilihanmu.lihatlah hasil karyanya kali ini,kau akan takjub jika melihatnya dari sudut pandang mu sebagai seorang model,bukan pendapatmu secara pribadi!”
Sang asisten meletakkan majalah di atas meja,sebelum akhirnya meninggalkan Selly sendiri.sejenak ia merenung dan memikirkan apa yang asistennya katakan,perlahan jemarinya meraih majalah di atas meja.sambil duduk Selly mengamati tiap gambar yang disuguhkan di depan matanya,tak bisa Selly pungkiri jeni memang memiliki daya Tarik luar biasa.meski hanya memperlihatkan punggung serta bagian samping wajahnya,hasil gambar yang Adi hasilkan memang luar biasa.
Selly mendesah dan melemparkan majalah itu kembali ke meja,rasa dendamnya terhadap Jeni mulai terukir di hatinya,marah dan iri itulah yang hatinya rasakan.semua yang Jeni miliki begitu sempurna di matanya,wajah cantik,suami tampan serta kaya raya,dan seorang penerus yang telah Jeni lahirkan menambah nilai plus bagi kehidupan Jeni.semua itulah yang menjadi alasan kenapa Selly begitu membencinya,andai saja dirinya lebih dulu bertemu dengan Nathan akankah semuanya menjadi terbalik?.
Aku tidak perduli,aku akan membuatmu membayar semua yang penghinaan yang telah kau lakukan padaku Jeni.satu persatu,aku akan merebutnya dari tanganmu.
Hari ini cuaca sedikit pana,Jeni merasakan kerongkongannya kering.melihat penjual kelapa muda di pinggir jalan membuat Jeni memutuskan untuk singgah bersama sofi,Jeni yang sudah terbiasa dengan kehidupan sederhana sebelum menikahi Nathan begitu menikmati segarnya air kelapa muda yang disuguhkan dengan campuran Es serta susu.
“Ahh segarnya!”
“Anda sangat pandai mencari tempat untuk menikmati berbagai makanan Nona!”
“Hahaha,,kau bisa saja,aku memang penikmat jajanan pinggir jalan Sofi!”
Keduanya terlihat menikmati minuman yang mereka pesan,setelah puas dan menghilangkan dahaga keduanya memutuskan kembali kerumah.keduanya berjalan beriringan tanpa menyadari bahaya yang siap mengintai,dari kejauhan sebuah sepeda motor mendekati keduanya.Salah satu dari mereka bahkan membawa sebilah pisau,Jeni yang tidak menyadari bahaya di depannya terluka di bagian lengan kananya.
“Ahkkk,,!”
__ADS_1
“Nona!”
Sofi terkejut melihat kejadian yang begitu cepat terlewat di depan matanya,bahkan sofi tak sempat melihat para pelaku yang sudah melajukan kendaraanya dengan kecepatan tinggi.Sofi panic dengan wajah pucat melihat darah yang keluar dari lengan Jeni,apa yang menimpa Jeni menarik perhatian para pengunjung serta para pedagang yang langsung bertindak cepat.ada yang ,menolong Jeni dan ada yang mencoba mengejar pelaku.
“Nona,ayo kita pergi dari sini!”
Sofi segera meraih tubuh Jeni dan memapahnya masuk kedalam mobil,Sofi tidak ingin keadaan semakin rumit.
“Maaf kami tidak bisa mengejar pelakunya!”
Ucap salah satu pemuda yang berusaha mengejar pelaku bersama kawannya,terlihat kekecewaan di wajah keduanya yang tidak bisa menolong Sofi.
“Terimakasih atas pertolongan anda,saya akan membawa Nona saya ke rumah sakit!”
Sofi melajukan mobilnya,menuju rumah sakit terdekat.Beberapa menit berlalu luka di tangan jeni telah di obati,meski lukanya tidak parah namun kejadian hari ini sungguh membuat Jeni dan Sofi sedikit Syok.Bebebrapa minggu ini Jeni merasakan kejadian aneh terus menimpanya,bahkan membahayakan dirinya.
“Nona sebaiknya kita kembali!”
“Apa yang anda pikirkan sama halnya dengan saya Nona,sebaiknya untuk beberapa saat anda berada di rumah!”
“Tidak,jika aku berdiam diri di rumah itu bertanda aku kalah.aku akan tetap pada kegiatanku seperti biasa,hanya saja aku akan sedikit lebih waspada.aku ingin tau siapa orang yang ingin menyakiti ku!”
“Tapi Nona!”
“Tenanglah Sofi,aku tidak akan gegabah.aku akan melibatkan suamiku dalam hal ini!”
Sofi menunduk lesu dan menganggukkan kepalanya,bagaimanapun kali ini dirinya telah lengah lagi dalam menjaga keselamatan sang Nona.
Sesampainya di kediaman Agatha, Jeni menuju kamarnya untuk membersihkan diri. Jeni merendam tubuhnya dengan air hangat, mencoba mencari jawaban atas pertanyaan yang memenuhi pikirannya.
__ADS_1
Siapa yang mencoba menyakitiku, apakah ada seseorang yang menginginkan nyawaku, tapi siapa?
Deg, firasat Jeni hanya tertuju pada satu wanita yang sering adu mulut dengannya, apakah wanita itu pelakunya?.
Jeni menenggelamkan kepalanya, mencoba mendinginkan kepalanya yang terasa berat. setelah beberapa menit mendinginkan pikirannya, Jeni duduk sambil menyisir rambutnya.
Rasa lelah terbayarkan ketika Nathan melihat senyum sang putra tercinta, setelah menemui sang putra, Nathan menuju kamarnya mencari keberadaan Jeni.
"kau sudah pulang? "
Jeni tersenyum hangat, menyambut sang suami dengan pelukan hangat. Nathan tersenyum melihat tingkah manja sang istri yang teramat ia sukai, Nathan membalas pelukan Jeni dengan tak kalah hangat, namun gerakan Nathan menimbulkan rasa sakit di bagian tangan Jeni sehingga pekikan keluar begitu saja dari mulut Jeni.
"Ada apa? "
Nathan menatap tajam sang istri, sambil memeriksa tubuh Jeni. dengan lembut Nathan menuntun Jeni untuk duduk di sofa, tatapan tajamnya begitu menusuk bagi Jeni.
"Katakan? "
“Hari ini ada yang menyerang ku lagi,beberapa pemuda berusaha mengejarnya tapi mereka berhasil kabur!”
Rahang Nathan mengeras mendengar ucapan Jeni serta penjelasannya,sungguh Nathan tak habis pikir siap ayang mencoba menyakiti sang istri.apakah lawan bisnisnya berusaha mengacaukan kehidupannya lewat keluarganya,atau ada seseorang yang memang sedang mengincar nyawa sang istri.
“Siapa yang kau curigai?”
Jeni menatap kedua mata tajam sang suami,meski ini hanya firasatnya namun dugaannya mengatakan dengan sangat kuat,tentang rasa curiganya terhadap satu orang.
“Aku hanya memilki masalah dengan Selly,apakah menurutmu dia menyewa seseorang untuk menyakitiku?”
“Bisa saja,segala kemungkinan bisa saja terjadi Jeni.apalagi jika orang tersebut memilki niat lain dan niat terselubung,dia akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan!”
__ADS_1
“Termasuk berusaha memilikimu dengan cara melenyapkan ku?”