
Seminggu telah berlalu ,keadaan Jeni sudah membaik . dia sudah bisa berjalan, dan melakukan sedikit aktifitas di rumah sakit.Nathan dan keluarga,dengan setia menemani dan jangan lupa sang sahabat yang selalu mendukungnya.
Dokter telah mengijinkan Jeni pulang, setelah melakukan pemeriksaan terakhir, yang mengatakan kalau dirinya telah sembuh.
hari itu juga Jeni meminta pulang, dia merasa bosan berada di rumah sakit.ketika dia kembali sambutan hangat dari keluarga,dan para pelayan di rumah membuatnya terharu. dia merasakan sebuah keluarga kali ini,keluarga yang menginginkan keberadaannya.
Didalam kamar,Jeni merebahkan dirinya mengamati setiap gerak gerik sang Tuan Penguasa, yang entah melakukan apa.sekarang Nathan menjadi lebih perhatian, dan sikap posesifnya sedikit keluar, tak seperti Nathan yang pertama kali ditemui oleh Jeni.
“Hei Tuan Penguasa, apa yang sedang kau lakukan”,,Tanya Jeni yang tak sabar, serta penasaran dengan apa yang Nathan lakukan.mendengar nama panggilan yang Jeni sematkan untuknya,membuat Nathan mengerutkan dahi, dia melangkah mendekati Jeni dan duduk disampingnya.
“Kau memanggilku apa”,,Tanya Nathan menatap Jeni yang kini sudah tersenyum,entah keberanian darimana yang Jeni dapatkan. dia sudah berani bicara sebagai Jeni, bukan istri Tuan Muda Nathan.
“Tuan Penguasa”,,ucap Jeni masih dengan senyumannya,bukannya marah Nathan tertawa lepas mendengar nama yang diberikan istrinya untuknya.
"Sejak kapan kau memberiku nama itu”,,Jeni berfikir sejenak,mengingat sejak kapan dia menamai suaminya dengan sebutan Tuan Penguasa.
“Sejak jadi istrimu”,,ucap Jeni asal,Nathan mengerutkan dahinya sejenak. dia melihat sekeliling kamarnya,mencari ponsel Jeni. saat dirinya melihat benda pipih yang ada dimeja rias, dia bangun dari duduknya dan mengambil ponsel tersebut.
Nathan mulai mengutak-atik benda pipih itu,sedangkan Jeni hanya diam ditempatnya, berfikir apa yang Nathan cari di ponselnya.
“Jadi kau menyimpan namaku di ponselmu, dengan panggilan Tuan Penguasa”,,Jeni tersenyum,memperlihatkan deretan gigi putihnya.Nathan kesal kemudian dia mengganti namanya menjadi “Suamiku Sayang”, setelah merubah senyum puas tersungging di bibirnya,Jeni penasaran dengan apa yang dibuat Nathan.
“Apa yang kau lakukan pada ponselku”,,teriak Jeni yang bangun dari tempat tidurnya, dan menerjang Nathan. mencoba merebut ponsel ditangan Nathan,rebut-rebutan terjadi diantara mereka hingga keduanya terjatuh di atas ranjang.dengan posisi Nathan berada diatasnya,detak jantung keduanya berpacu,mata mereka bertemu saling menatap dan saling mengagumi.
“Aku mencintaimu JENITA STEVANIA”,,ucap Nathan lembut tanpa mengalihkan pandangannya,detak jantung Jeni kian menggila mendapat pengakuan cinta dari Nathan.apakah dia tidak bermimpi , Jeni menggelengkan kepalanya dan mencubit pipinya dengan tangannya sendiri. melihat hal itu Nathan menghentikan aksinya, dan membelai lembut pipi yang agak kemerahan karena cubitan.
“Ini bukan mimpi,aku ingin mengakui perasaanku padamu. hari ini,detik ini juga aku tidak ingin terjadi kesalahpahaman lagi,aku mencintaimu istriku!”,,Jeni hanya mengerjakan matanya,mencerna setiap ucapan Nathan yang seperti mimpi baginya.
__ADS_1
“Tapi kau masih mencintai Selena,aku melihat dia mencium mu dan kau menikmatinya”,,ucap Jeni menahan sesak di dadanya, ketika dia mengingat kejadian tersebut.
“Maafkan aku, yang tidak langsung bertindak saat ia mencium ku. waktu itu kami tak sengaja bertemu di butik sialan itu,tapi percayalah tidak ada wanita lain dihati ku selain dirimu! "
"Aku begitu marah pada diriku saat kau terluka, dan menggila saat kau tertidur tanpa kepastian, duniaku hilang Jeni”,,dapat Jeni lihat kejujuran, dimata Nathan yang tak dia buat-buat.
“Aku hanya takut untuk mencintai seseorang, yang tidak mencintaiku. aku takut mencintai seseorang yang hatinya masih terikat dengan orang lain!"
Nathan mengerti arah ucapan Jeni, dia tau ibunya mengalami kisah yang sama bersama sang ayah,Nathan mengusap lembut pipi Jeni.
“Aku tidak sama dengan pria lainnya,dan aku bersumpah akan membahagiakanmu.akan ku jadikan kau ratu dalam hatiku,peganglah kata-kataku ini!”
Tanpa Jeni sadari, butiran bening mengalir begitu saja membasahi pipinya,ternyata cintanya tak bertepuk sebelah tangan,tangan Jeni terulur mengusap rahang Nathan.
”Aku mencintaimu Nathan Stevanio”,,ucap Jeni dengan senyum manisnya,yang membuat tubuh Nathan membeku. ungkapan sayang dan cinta dari Jeni menyiram hatinya, serasa ribuan bunga bertaburan dalam hatinya sekarang. pipi Nathan memerah karena malu,Jeni tersenyum melihat hal yang langka menurutnya,Jeni mendekatkan bibirnya dan mengecup singkat bibir Nathan.
Nathan menikmati sentuhan Jeni ,yang untuk pertama kali berinisiatif menciumnya,sungguh kebahagiaan yang tak bisa Nathan ungkapkan.
Nathan memandang kagum tubuh istrinya, meski baru pulih dari sakitnya, namun tidak membuat tubuh indah itu berubah.Nathan kembali mengecup dan menggigit kecil bagian tubuh Jeni, yang menjadi tempat favoritnya,Nathan menyusuri leher jenjang nan putih meninggalkan bukti cinta yang kemerahan.tangannya meremas Pa**dara Jeni sehingga membuatnya mendesah,ciuman Nathan menurun kebagian tubuh Jeni yang lain,siang itu menjadi hari yang panas untuk mereka berdua,mengarungi nikmatnya cinta .
Setelah sekian lama akhirnya Nathan bisa tidur dengan nyenyak,dia mendekap tubuh Jeni,posesif seakan tidak mengizinkan Jeni jauh darinya.mereka menikmati tidur siang mereka dengan nyenyak,tanpa ada gangguan,baik sang ibu maupun para pelayan uang tidak berani mengganggu waktu Tuan Mudanya bersama Nona Mudanya.
ketika makan malam tiba, Jeni ingin turun menikmati makan malamnya .namun Nathan melarangnya turun,akhirnya Jeni hanya bisa mengalah, dia lelah jika harus berdebat dengan sang suami,yang mulai cerewet menurutnya.Nathan keluar dari kamar dan menemui Pak Mul diruang makan,sang ibu dan adik menatap Nathan yang turun sendirian tanpa sang Kakak Ipar.
”Kak Nathan,kakak ipar mana”,,Tanya sang adik yang dibarengi anggukan oleh sang ibu.
”Kakak tidak mengijinkan, kakak ipar
__ADS_1
mu turun makam malam,kami akan makan malam dikamar”,,ucap Nathan acuh,sang ibu hanya tersenyum.namun berbeda dengan Tania, yang kesal dengan ulah sang kakak.
”kenapa mengurungnya sih,Tania kan ingin cerita tentang kuliahku hari ini”,,pekik Tania tak terima,Nathan hanya mengerutkan dahi mendengar ocehan sang adi. Nathan menyentil kening sang adik, yang terus menggerutu itu.
"Hari ini kakak ipar mu,yang cantik itu milik Kakak, jadi jangan mengganggu”,,ucap Nathan yang mendapat delikan mata tak suka dari sang adik,sang ibu tersenyum dan menengahi.
”Tania kau harus mengalah,kakakmu itu sedang proses membuat keponakan untukmu, dan cucu buat Mama”,,ucap sang ibu,yang membuat Nathan maupun Tania menatap sang ibu,Nathan tersenyum menyeringai sedangkan Tania hanya kebingungan.
”Mama memang yang paling mengerti”,,ucap Nathan yang kemudian meninggalkan ruang makan.
“Pak Mul tolong buatkan Jeni, makanan yang sehat untuk tubuh dan kandungannya mulai sekarang,dan jangan lupa susu sebelum dia tidur jika dia bertanya, katakan saja susu untuk kesehatannya!"
Pak Mul hanya mengangguk,mereka menikmati makan malam tanpa Nathan dan Jeni.sedangkan dikamar Nathan dan Jeni,menikmati makan malam mereka di atas balkon,sambil melihat indahnya bintang –bintang.
Malam yang begitu indah untuk dua insan, yang saling memadu kasih .yang mencurahkan semua rasa cinta, yang tanpa keraguan dan paksaan, teryata lebih nikmat dan memuaskan, itulah yang Nathan dan Jeni rasakan.kini semua kembali normal seperti biasa,Nathan menjadi lebih posesif. dia tak mengijinkan Jeni mengendarai motor lagi,Nathan menyiapkan satu mobil dan seorang sopir wanita untuknya sehingga membuat Tania kesal.pasalnya dia tak bisa menikmati jalan-jalannya yang menyenangkan, seperti dulu dengan sang kakak ipar.
keluarga yang hangat, itulah yang sekarang sang Mertua dan Jeni rasakan. Jeni mengira kehadirannya di keluarga Agatha, hanya diterima oleh Tania,namun kini baik suami dan ibu mertua sangat menyayanginya. dia begitu bersyukur dengan apa yang dia dapat,setelah melewati banyak kesulitan, dan pada akhirnya dia mendapat cinta dari keluarga sang suami dan suaminya sendiri.
Dikediaman Sanjaya,semenjak Jeni masuk rumah sakit,Tuan Sanjaya tidak bisa bertemu Tuan Nathan maupun Elios.perusahaannya mengalami krisis keuangan,gajih para karyawan belum dia bayarkan setengahnya.pengeluarannya membengkak, tidak bisa menutupi pengeluaran yang lainnya,belum lagi sang istri dan sang anak yang selalu minta uang lebih untuk diri mereka sendiri.
Mereka tak mau tau tentang keadaan perusahaan,Tuan Sanjaya memijat pelipisnya, dia pusing dan kebingungan harus meminta bantuan kemana. meskipun dia dikenal sebagai besan dari keluarga Agatha, namun dia masih ingat dengan ucapan Nathan, yang meminta dia tidak mencampur adukan masalah pekerjaan dengan masalah keluarga.meski belum sepenuhnya membatalkan kontrak kerja, namun efeknya sangat besar bagi Sanjaya Group,beberapa investor perlahan mundur dari kerjasama yang mulanya telah disepakati.
“Aku harus bertemu dengan Tuan Muda Nathan,aku akan memohon bantuannya lagi,dia tak mungkin menolak ku. biar bagaimanapun aku adalah ayah mertuanya!"
Hari ini Nathan kembali ke kantor,setelah sebulan lebih menemani sang istri.hari ini dia begitu gagah dengan setelan jas mahalnya,senyum tak lepas dari wajahnya membuat para karyawan wanita terpesona.karena untuk yang pertama kalinya, mereka melihat sang Bos sekaligus penguasa kerajaan bisnis negeri ini tersenyum.Elios ikut merasakan kebahagian yang sang Tuan rasakan,dia selalu berharap dan berdoa, agar sang Tuan selalu bahagia,apalagi ada Nona Muda di samping Tuan Muda itulah harapan Elios sang sekertaris.
Sore harinya ketika Nathan menandatangani beberapa berkas,Elios datang dan mengatakan kedatangan Tuan Sanjaya.Nathan mengeraskan rahangnya ketika mengingat perlakuan sang ayah mertua kepada istrinya,Nathan menghentikan aktifitasnya, dia bangun dan berdiri sambil memasukkan kedua tangannya di saku celana.tatapannya jauh memandangi gedung-gedung tinggi,yang menjulang dari ruangannya.
__ADS_1
“Bawa dia masuk,aku akan bicara dengannya”,,ucap Nathan yang di angguki oleh Elios,sementara Tuan Sanjaya harap cemas, dirinya takut tujuannya datang kekantor Nathan akan mendapat penolakan.