Proposal Cinta Sang Ceo

Proposal Cinta Sang Ceo
91. Bertemu Lagi


__ADS_3

Mendung mulai menyelimuti bumi,hujan mulai turun membasahi bumi,Jeni duduk di sebuah meja dengan sebuah buku di tangannya.Di temani secangkir jus tomat serta cake kesukaannya,Jeni menikmati siang itu dengan santai.semenatar Rado dan Sofi,masih seperti biasanya duduk di seberang meja sedikit menjauh dari sang Nona.semua itu adalah permintaan Jeni,agar dirinya tidak terlihat mencolok.


Pelanggan mulai berdatangan,ada yang awalnya hanya ingin singgah berteduh,namun ketika mencium aroma beraneka ragam cake,dan didukung dengan cuaca yang dingin,mereka akhirnya memilih memesan beberapa cake menikmatinya sambil duduk,dan menunggu hujan reda.


Seorang pria dengan mantel yang sedikit basah,memasuki toko.sang pria melepas mantelnya,dan menggosok sedikit rambutnya yang basah.pandangannya menyapu ke segala arah,berharap bertemu seseorang yang beberapa hari ini mengganggu pikirannya.raut kecewa terlihat jelas pada wajahnya yang tampan,beberapa pelanggan wanita mulai melirik sang pria yang berjalan mendekati kasir.


“Aku pesan secangkir kopi ,dan cake rasa vanilla!”


Setelah menunggu beberapa menit pesanannya selesai,sang pria menerima nampannya,sambil mengedarkan tatapan mencari meja kosong.sebuah kebahagiaan bagi Alex,pria itu kembali berkunjung ke toko Roti milik Jeni,berharap bisa bertemu dengannya.namun dirinya harus menelan kekecewaan beberapa kali karena tidak bertemu dengan Jeni,namun kali ini senyum bahagia menghiasai wajahnya yang tampan.


Alex melihat Jeni duduk di sudut ruangan dekat jendela,tatapannya fokus pada buku yang ada di tangnnya.dengan langkah ringan Alex menghampiri meja Jeni,meletakkan nampannya yang berisi Secangkir kopi dan Cake.Jeni mengangkat kepalanya,menatap siapa gerangan yang berada di hadapannya.Alex tersenyum ramah,memperlihatkan deretan giginya yang putih.Jeni menutup bukunya,sambil tersenyum membalas apa yang Alex lakukan.


“Senang bisa bertemu lagi denganmu Jeni!


“Apa kabar Tuan Alex!”


“Aku baik sekali sekarang,dan bolehkah kau memanggilku Alex saja,tanpa embel-embel Tuan,itu sangat menggangguku Jeni!”


“Baiklah Alex!”


Mereka berdua mulai larut dalam obrolan ringan,Alex sangat menikmati kopi dan cakenya.serta menikmati waktu bersama Jeni,sejenak Alex terpaku melihat perut Jeni.Alex menatap Jeni dengan penuh pertanyaan di benaknya,hatinya mulai kacau,apakah Jeni sedang hamil atau hanya dress yang dia gunakan kebesaran.


“Jeni bolehkah aku bertanya sesuatu,tapi aku minta maaf sebelumnya,jika mungkin pertanyaan ku sedikit ke hal pribadi!”


Jeni mengerutkan keningnya sekilas,sedikit penasaran akan apa yang Alex tanyakan. 


“Katakanlah Alex,apa yang ingin kau tanyakan?”


“Apa kau sedang mengandung?”


Jeni tersenyum dan menganggukkan kepalanya,mengiyakan apa yang Alex tanyakan.jantung Alex berdegup kencang mendengar jawaban jujur Jeni,yang sungguh mengecewakan untuknya.


“Aku sedang mengandung anak pertamaku Alex!”


“Jadi kau sudah menikah?

__ADS_1


“Iya,kau juga tidak bertanya.jadi aku tidak mengatakan apapun!”


Alex memaksakan senyum indahnya,meski dirinya merasa begitu kecewa.mengapa harus jatuh cinta,pada seorang wanita yang telah memilki seorang suami dan dalam keadaan hamil.Alex mengesampingkan kenyataan yang dirinya ketahui hari ini,yang dirinya rasakan sekarang adalah kenyamanan ketika bersama Jeni,itulah yang penting untuknya.


“Kau sangat suka membaca ya,aku memiliki beberapa koleksi buku menarik,jika kau mau aku bisa meminjamkannya padamu!”


“Benarkah,kalau kau tidak keberatan ,bolehkah aku meminjamnya!”


“Tentu saja,aku akan membawakannyakan besok!”


“Aku tidak datang setiap hari kemari,Tiga hari lagi aku datang,kau bisa membawakannya saat itu!”


“Baiklah!”


Keduanya kembali dalam obrolan,hingga sore menjelang.hujanpun mulai reda,Alex yang begitu menikmati kebersamaannya,sampai lupa waktu.Jeni melirik jam tangannya,sudah waktunya dirinya kembali ke rumah,sebelum Nathan pulang.Jeni merapikan tas serta bukunya,berpamitan pada Alex yang dengan terpaksa mengiyakan kepergiannya.ada rasa kehilangan yang Alex rasakan,entah rasa apa itu.untuk pertama kali dirinya merasakan hal tersebut.banyak wanita yang mencoba mendekatinya,namun tak ada satupun dari mereka yang menggetarkan hatinya,seperti saat pertemuan pertamanya dengan Jeni.


Sial aku lupa meminta Nomor ponselnya, kenapa bisa melupakan hal yang sepenting itu Alex,,


Alex melirik arloji mahal di tangan kirinya,sudah waktunya dirinya bertemu dengan teman lamanya,yang sempat tertunda beberapa kali,karena kesibukan masing-masing. Alex bangun dari duduknya,menuju mobilnya,menuju gedung Emperor Group.


 “Tok,,Tok,,Tok,Suara pintu ruangan Nathan diketuk,muncul salah satu stafnya,yang mengatakan jika tamunya sudah menunggunya di ruang tamu.Nathan kemudian mengintruksikan kepada stafnya,untuk menyuguhkan minuman serta cemilan kepada sang tamu.setelah memastikan pekerjaannya selesai,Nathan yang di temani Elios menuju ruang tunggu.


Pintu ruangan di buka,menampakan kedatangan sang pemilik gedung,yang terkenal dingin dan tak tersentuh itu.Alex tersenyum melihat sahabat lamanya itu,Nathan memberikan pelukan hangat kepada sang sahabat,yang sudah beberapa tahun tak di temuinya.Alex merupakan sahabat lama Nathan,sewaktu menempuh ilmu di perguruan tinggi.


“Kau semakin tampan dan gagah Nathan,aku pikir Selena akan semakin tergila-gila padamu!”


Nathan mengerutkan alisnya,menatap sahabatnya tak suka.Alex melirik keberadaan Eios,yang berdiri tegak dan tak berekspresi di belakang Nathan.mengetahui arah pandang Alex,Nathan mengatakan jika Elios adalah sekretarisnya. mereka berdua duduk sambil menikmati cemilan, yang telah di hidangkan stafnya.mereka saling menanyakan kabar,dan saling bertukar pengalaman selama beberapa tahun tidak bertemu.


“Bagaimana kabar Selena,apakah dia ada di kota ini?”


Nathan mengangkat sebelah alisnya,menatap Alex tak suka,karena membawa nama Selena,dalam percakapan mereka.


“Aku sudah menikah,aku hanya tidak mengabari mu waktu itu!”


“Apa?kalian sudah menikah?”

__ADS_1


“Aku yang sudah menikah,tapi bukan dengan wanita itu,aku bahkan tidak tau bagaimana kabarnya!”


Alex tertegun mendengar pengakuan Nathan,yang dirinya ketahui dulu mereka adalah sepasang kekasih yang tak terpisahkan,bahkan Nathan tak segan-segan berkorban,hanya untuk Selena.


“Jadi maksudmu kau menikah dengan wanita lain?”


“Iya,aku menikah dengan wanita lain,dan bukan wanita itu.dan aku minta jangan membawa nama wanita itu dalam obrolan kita!”


“Apa yang terjadi Nathan?”


Nathan menghela nafasnya,terlihat dirinya begitu berat menceritakan kisahnya.Nathan tak menceritakan apapun tentang yang terjadi,intinya dirinya tidak ingin menikahi selena,setelah tau jika wanita tersebut menghianatinya.Alex pun merasa tidak percaya dengan apa yang dia dengar,namun Alex sangat mengetahui sifat Nathan,yang begitu setia terhadap satu pasangan. Nathan terkenal tidak mudah dekat dengan wanita,namun bersama Selena,dirinya bisa membuka diri secara perlahan.sehingga mereka menjalin sebuah hubungan asmara,Nathan selalu mengutamakan selena,apapun yang Selena inginkan Nathan selalu berusaha memenuhinya.siapa sangka jika Selena berani mengkhianati Nathan,yang begitu mencintainya.


“Aku sudah hidup bahagia dengan istriku,bahkan aku tidak bisa jauh darinya sekarang.dan sebentar lagi kami akan memiliki seorang bayi,dan itu membuat cinta kami semakin besar!”


Alex terkesan mendengar ucapan Nathan,yang begitu membanggakan dan memuji sang istri.sekilas Alex merasa penasaran akan wanita,yang bisa membuat Nathan sang pria es  luluh oleh pesonanya.


“Aku jadi penasaran dengan istrimu,bisakah aku mengenalnya,siapa tau suatu saat kami berpapasan dijalan!”


“Kau playboy gila,aku tak mau kau merayu istriku!”


“Hahaha,,apa kau takut,jika istrimu tergila-gila padaku?”


“Kau bukan tipenya,akulah pria yang dicintainya!”


“Ahh,,baiklah Tuan pemaksa,aku mengakui pesona mu,yang tidak terkalahkan itu!”


Alex mendadak diam setelah tertawa,entah kenapa bayangan serta senyum cantik Jeni terlintas di benaknya.membuat Nathan mengerutkan kening,tidak biasanya Alex diam dan melamun jika bersamanya,jika bukan karena sesuatu.


“Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu,tidak seperti biasanya, kau terlihat memikirkan sesuatu!”


“Apa kau percaya jika aku jatuh cinta pada pandangan pertama!”


Alex menatap Nathan dengan serius,membuat Nathan mengangkat sebelah alisnya,akan pengakuan Alex.wanita seperti apa yang bisa membuat Alex resah seperti saat ini,Nathan telah lama mengenal Alex,jadi kurang lebih dirinya mengetahui sikap Alex yang memiliki sifat yang hampir serupa dengannya.


“Kau menemukannya?”

__ADS_1


Alex mengangguk lemah,dan menyandarkan tubuhnya di sofa.menutup matanya dengan kedua tangannya.pikirannya kacau,dirinya seharusnya tidak seperti ini,apalagi mengetahui jika wanita tersebut sedang hamil.namun hatinya berkata lain,hatinya terus tergerak akan pesona sang wanita. 


__ADS_2