
Setelah melewati berbagai masalah dalam hidupnya,kini kehidupan Jeni terasa lebih membaik.jika ia marasa dibuang oleh keluarganya,sekarang ia mendapatkan keluarga baru yang menerima dan menyayanginya.dan semua itu harus ia dapat dengan susah payah.
Di dalam gedung yang menjulang tinggi ,tepatnya di ruangan Nathan.ia berdiri mengamati gedung-gedung tinggi di sekeliling gedungnya berdiri.
“Bagaimana jadwalku, untuk seminggu ke depan?,,Tanya Nathan pada Elios,tanpa mengalihkan tatapannya.
“Saya sudah mengatur ulang jadwal anda, untuk seminggu ke depan Tuan Muda”,,jawab Elios yang sudah melakukan tugasnya dengan baik.
“Kita berangkat besok,pastikan semuanya beres”,,entah apa yang Nathan pikirkan ,hingga ia tak mengalihkan pandangannya sama sekali.sampai Elios pergi meninggalkan ruangannya.
Sementara di Toko Roti milik Jeni,ia telah kembali memulai aktifitasnya.meski hanya memantau dan mengecek keadaan Toko,namun kehadirannya merupakan hal yang di nanti oleh para karyawan,dan pelanggan setia Jeni.setelah memastikan Tokonya baik-baik saja ,serta pelanggan yang kian hari semakin bertambah membuatnya tenang.Jeni melirik jam tangan yang melingkar cantik di pergelangan tangannya.
“Masih ada waktu,Tuan penguasa akan aku habiskan uangmu”,,ucap Jeni sambil tersenyum.Jeni merogoh ponselnya dan menghubungi seseorang.
“Kita bertemu di tempat biasa,jangan lupa jemput Tania!,,ucap Jeni kepada orang diseberang sana.
Hari ini Jeni mengendarai mobil pemberian Nathan,tanpa sang sopir.Jeni lebih nyaman pergi sendiri,dan tidak ingin di temani seorang sopir.mobil Jeni melaju menuju tempat tujuannya.30 menit berlalu,mobil Jeni memasuki area parker salon terkenal langganannya.tak lama kemudian mobil sang sahabat Renita dan Tania, memasuki area parkir yang sama dengannya.mereka saling berpelukan dan masuk bersama ke dalam salon.melihat kedatangan pelanggan setia,tentu membuat sang manajer salon bersemangat untuk memberikan pelayanan terbaiknya.
“Hai sayang lama tidak datang”,,ucap manajer salon,kepada Jeni yang datang memeluknya.
“Tolong beri kami perawatan extra,yang membuat kami kinclong”,,ucap Jeni,sambil mengerlingkan matanya.
Perawatan pun dimulai,mereka menikmati semua perawatan yang tersedia di salon itu.dari perawatan rambut,kuku,tubuh dan yang lainnya.Jeni benar-benar menggunakan kartu pemberian Nathan.hampir 3 jam lamanya mereka melakukan perawatan,sampai Jeni tertidur karena terlalu menikmati pijatan serta perawatan yang diberikan.setelah mandi dan melakukan perawatan, wajah mereka bertiga terlihat lebih fres.Jeni terlihat lebih bercahaya dan semakin cantik,ia telah menerima perawatan yang begitu baik,dari Nathan dan keluarganya.mereka begitu memperhatikan pola makan Jeni,hingga dalam hitungan minggu tubuh dan penampilannya kembali bahkan lebih berisi.
“Ah aku sayang kak Jeni,sering-sering ya ajak ke salonnya”,,ucap Tania bahagia,sambil memeluk Jeni.Jeni mengerutkan dahi mendengar,panggilan yang ditunjukkan padanya.
“Bukan kakak ipar lagi”,,tanya Jeni polos,menatap Tania.
__ADS_1
“Lebih baik kak Jeni menurutku,kalau kakak ipar kesannya tua”,,ucap Tania,meninggalkan Jeni yang melongo mendengar ucapan Tania.
“Kau…aku belum tua!,,ucap Jeni mengejar Tania yang sudah berlari menuju parkiran. Renita hanya tertawa dan menggelengkan kepala melihat tingkah dua manusia di depannya kini.
Mereka bertiga memasuki sebuah rumah makan yang unik, dengan latar persawahan,yang menyejukkan mata.mereka bertiga bersua foto,tak ada yang mengira jika salah satu di antara mereka telah memiliki suami.pandangan para pria muda tak lepas memandang paras ketiganya,setelah mendapat beberapa foto yang menurut mereka bagus.Renita dan Tania mengunggah caption mereka di sosial media mereka masing-masing.hari ini ketiganya sungguh menikmati waktu bersama.
Bunyi notifikasi masuk ke ponsel Elios,memperlihatkan sejumlah uang yang keluar dari rekening Jeni,yang tertulis nama salon langganan Jeni.Elios tersenyum karena untuk yang kedua kalinya, sang Nona menggunakan lagi kartu pemberian Nathan.dan tak lama sebuah notifikasi di media sosial milik Nona kecil Tania,Elios membukanya dan terpana, akan kecantikan tiga wanita,yang tertampil dilayar ponselnya.Elios sungguh tak berani menatap lama layar ponselnya,ketika melihat senyum bahagia dan wajah cantik Nona Mudanya.dengan sedikit keberanian,setelah menetralkan debaran jantungnya,Elios memberikan ponselnya kepada Nathan.
“Tuan Muda,Nona Tania memposting kebersamaannya bersama Nona Muda”,,ucap Elios sambil mengulurkan ponsel ditangannya.mendengar nama Nona Muda,dengan cepat Nathan mengambil ponsel ditangan Elios,dan melihatnya.senyum Nathan mengembang,ketika menatap gambar sang istri yang begitu bahagia,dan menikmati harinya bersama sang adik dan sahabatnya.
“Sepertinya Nona Muda dari salon kecantikan Tuan”,,ucap Elios lagi,namun Nathan tak meliriknya sama sekali,hanya anggukan kepala yang menjadi jawabanya.namun di menit kemudian wajah Nathan berubah,Nathan berdiri dari duduknya.
“Kurang ajar,beraninya pria ini menggoda istriku”,,ucap Nathan dengan suara menggema.Elios yang tak mengerti, tentu menghampiri sang Tuan Muda,dan mendekatkan dirinya ke layar ponsel ,yang masih ada di tangan Nathan.Elios terkejut dengan banyaknya komentar,yang menanyakan Nona Mudanya.bahkan ada yang secara gamblang, memuji kecantikan Jeni,dan meminta nomor ponsel serta akun media sosialnya.tentu hal itu membuat Nathan,kebakaran janggut rasa cemburu langsung menyeruak begitu saja.
“Cepat hapus gambar istriku,dari media sosial Elios”,,perintah Nathan,yang langsung di angguki oleh Elios.
“Kau memang yang terbaik Elios”,,ucap Nathan,sambil menepuk pundak Nathan.tentu Elios merasa bahagia,karena selama bersama Nathan tak sekalipun ia mendapat pujian.
Sementara itu di rumah makan,3 wanita cantik sedang menikmati makanan dengan lahap,di barengi dengan suasana persawahan yang menyejukkan mata.di tengah obrolan mereka,suara denting ponsel Tania berbunyi,ia melirik ponselnya dan membuka pesan dari sang kakak.
Jangan pernah memasang wajah kakak ipar mu,di media sosialmu Tania. atau uang jajan mu, kakak kurangi setengah,dan kakak akan memblok semua akun media sosialmu.
Isi pesan yang sungguh mengancam bagi Tania,dengan cepat Tania membuka akun media sosialnya,dan melihat kembali foto yang dia unggah,tak ada satupun Foto sang kakak ipar,hanya fotonya dan Renita.serta komentar-komentar yang menanyakan Jeni,Tania lemas pantas saja sang kakak murka.habislah aku,ucapnya dalam hati sambil melirik sang Kakak ipar yang begitu manis hari ini.
Setelah puas dengan perawatan dan menikmati makan enaknya, Jeni dan Tania memilih pulang ke rumah,dan berpisah dengan Renita.sesampainya di rumah Jeni dan Tania memasuki rumah,betapa terkejutnya mereka melihat sang kakak sudah duduk manis di sofa ruang tamu.Tania menelan ludahnya,ia begitu takut akan tatapan sang kakak yang begitu mematikan.Jeni tersenyum lembut ke arah Nathan,Jeni menghampirinya memberikan hadiah berupa kecupan selamat datang,yang membuat Nathan membeku dengan telinga yang memerah karena malu.Tania menggunakan kesempatan itu untuk kabur dan lari dari amukan sang kakak yang pencemburu.
“Kau sudah berani mencium ku?”
__ADS_1
Jeni menatap heran Nathan,dengan tatapan kesal Jeni melangkahkan kakinya meninggalkan Nathan.
“Sayang kau mau kemana?”
“Aku tarik lagi ciumanku,mulai hari ini tidak ada ciuman apapun lagi!”,,ucap Jeni sambil menjulurkan lidahnya ke arah Nathan, dan berlari menaiki tangga menuju kamarnya.Nathan tak tinggal diam ia bangun dan menyusul Jeni,sambil memanggil nama Jeni yang sudah hilang dibalik pintu kamarnya.kelakuan mereka berdua tak luput dari perhatian Elios yang tersenyum bahagia,melihat hubungan sang Nona dan Tuan Mudanya yang semakin membaik.
“Tok…Tok..Nona Tania,bisa bicara sebentar!”
Elios kini berdiri di depan pintu kamar Tania,dengan sedikit mengintip Tania membuka pintunya.
“Ada apa sekertaris Elios?”
“Nona Tania,saya berharap mulai hari ini, tidak ada lagi postingan atau foto Nona Muda di sosial media anda!”
“I..ya!”
“Terimakasih untuk tidak membuat masalah kedepannya!”,,Elios menunduk hormat,dan meninggalkan Tania yang megerutu kesal.
kak Nathan pencemburu,bucin deh tuh sekarang.hah,,kak ipar hilang sudah masa kebebasan mu.
Tania kembali masuk kedalam kamarnya,merebahkan tubuhnya yang begitu kelelahan hari ini.sedangkan didalam kamar sang kakak,sedang terjadi drama bujuk membujuk antara Jeni dan Nathan.
“Berikan ciuman selamat datang untukku!”
“Tidak,aku tidak berani lagi!”
“Aaa,,,Hei turunkan aku!
__ADS_1
Nathan membopong Jeni ,memasuki kamar mandi.Nathan mendudukkan Jeni di atas wastafel,Nathan menatap mata Jeni dalam.membuat jantung Jeni berdegup kencang,Nathan mencium lembut bibir Jeni dan menikmati rasa manis bibir tersebut.Nathan melepaskan satu persatu pakaian yang melekat ditubuh mereka,Nathan mengangkat tubuh Jeni membawanya di bawah guyuran air hangat yang keluar dari shower.mereka menikmati dan mengarungi indah dan nikmatnya cinta yang mereka rasakan.