Proposal Cinta Sang Ceo

Proposal Cinta Sang Ceo
60.Beraksi


__ADS_3

“Aku ingin kau melancarkan aksimu hari ini,aku harap kau berhasil!”


Lara meletakan Ponselnya,senyum sinis terukir di wajahnya.dirinya berharap usahanya untuk menyakiti dan  menyingkirkan Jeni kali ini berhasil,kehidupannya yang damai dan penuh dengan kemewahan,sedikit demi sedikit hancur karena Jeni yang tidak ingin membantu mereka.


Lara berangkat ke kantor Ayahnya seperti biasa,mencoba bekerja selayaknya seorang karyawan.namun sebenarnya dirinya sedang mengawasi keadaan Kantor dan sang Ayah,yang semakin hari semakin memprihatinkan.


Tuan Sanjaya dan beberapa orang kepercayaannya,berusaha mencari pinjaman serta mengajukan kerjasama dengan beberapa pengusaha,namun belum membuahkan hasil yang cukup memuaskan.melihat usaha sang Ayah,Lara yang sebenarnya sedikit prihatin semakin membenci Jeni.orang yang sebenarnya bisa membantu keluarganya dari masalah,malah sebaliknya memberi keluarganya dengan berbagai masalah.


“Apakah Ayah belum mendapatkan bantuan atau kontrak kerja?”


“Hah,,Ayah masih berusaha,cobalah kau ikut dan terjun langsung,siapa tau kau bisa membantu!”


“Kenapa kita tidak meminta bantuan pada Jeni Ayah,tapi sebelum itu kita meminta maaf dulu padanya.dia keluarga kita dan putri ayah,aku yakin sekali dia pasti mau membantu kita!”


“Lupakan niatmu untuk menemui Jeni,Ayah sudah mengeluarkan namanya dari keluarga kita,jadi dia tidak mempunyai urusan lagi dengan keluarga kita!”


“Perjanjian itu Ayah buat bersama Tuan Nathan,bukan dengan Jeni.kita bisa menemuinya diam-diam tanpa sepengetahuan Tuan Nathan,bagaimanapun dia ikut bertanggung jawab dengan apa yang terjadi,di perusahaan dan keluarga kita!”


“Sudahlah Lara,ikuti aturan yang sudah Ayah sepakati,jangan pernah menemui Jeni lagi,lupakan semua niatmu itu!”


“Tapi Ayah..!!”


“Keluarlah,biarkan Ayah sendiri!”


Lara menghentakkan kakinya dan meninggalkan ruangan sang Ayah,yang terlihat menyibukkan diri,dengan berkas-berkas yang berserakan di mejanya.melihat tubuh Lara telah hilang dibalik pintu,Tuan sanjaya menghela nafasnya,dan menyandarkan dirinya di kursi sambil memijat keningnya.berbagai hal telah dia coba lakukan,menemui beberapa pengusaha dan mengajukan kontrak kerjasama.namun belum ada satupun yang berhasil,sementara keadaan perusahan semakin menghawatirkan.


Ayah tidak ingin menyulitkan mu lagi Jeni,Ayah telah berdosa terhadapmu dan tidak akan membuatmu terseret dalam masalah Ayah lagi.ini semua bukan kesalahanmu,tapi kesalahan Ayah yang tidak bisa mengelola perusahaan.Ayah kini berdoa dan berharap,kau bisa hidup bahagia bersama Tuan Nathan.itulah doa tulus Ayah untukmu. 


Tuan Sanjaya menutup matanya,mengistirahatkan sejenak kepenatan dan sakit kepala yang dia rasakan.beberapa bulan ini dirinya tidak bisa tidur nyenyak,karena harus memikirkan nasib perusahaannya serta istri dan anaknya.yang masih belum bisa lepas dari kehidupan mewah,serta pergaulannya dengan beberapa orang-orang besar.salahnya sebagai seorang suami dan Ayah,yang tidak bisa mengimbangi pengeluaran serta keinginan,istri dan anaknya.


Tuan sanjaya hanya bisa menutup mata dan telinganya,ketika dirinya harus mendengar ocehan serta keluhan sang istri,yang terus menuntut uang belanjanya harus sama seperti sebelumnya.sementara dirinya sudah tidak mampu memberikan apa yang istrinya inginkan.


***

__ADS_1


“Ini kabar terbaru tentang perusahaan Sanjaya Group Tuan Muda!”


Nathan menerima dan membaca laporan yang telah Elios susun,senyum sinis terukir di wajah tampannya.tampaknya perusahaan sang mertua benar-benar di ujung tanduk,Nathan tersenyum puas membaca laporan yang Elios berikan.


“Mereka masih memaksa Tuan sanjaya ,untuk menemui istriku?”


“Iya Tuan Muda,tapi sepertinya Tuan Sanjaya menepati janjinya untuk tidak menemui Nona Muda,bahkan dia memperingatkan putrinya,untuk tidak mencoba menemui Nona Muda!”


“Inilah kesempatan kita untuk memiliki Sanjaya Group,tawarkan kerja sama pada mereka,buatlah serapi mungkin agar mereka tidak curiga!”


“Baik Tuan Muda!”


Aku ingin melihat kehancuran kalian,meski Jeni tidak menginginkan hal ini,tapi aku ingin kalian merasakan penderitaan dan hidup dalam kesusahan.


Nathan menatap jauh pemandangan di luar gedungnya,dirinya ingin membalaskan kekejaman dan kejahatan keluarga Sanjaya pada istrinya,terutama pada istri dan putri Tuan Sanjaya,yang mengambil andil besar pada penderitaan Jeni selama ini. Sementara Tuan Sanjaya hanya menjadi penonton,dan tidak ingin tau tentang apa yang dilakukan sang istri,pada putri pertamanya.   


Elios menyusun rencana pengajuan kontrak kerjasama,dengan mengunakan salah satu anak cabang perusahaan Emperor Group.yang telah di atas namakan oleh sang istri,Elios dan beberapa orang kepercayaannya,menyusun rencana pengajuan kontrak dengan cukup detail.


Lara yang tidak menerima ucapan sang Ayah,mulai bergerak.dia menghubungi orang suruhannya,dan meminta mereka segera melancarkan aksinya.Lara sudah bisa menunggu lebih lama lagi,semakin cepat dirinya bertindak,maka semakin cepat rasa dendamnya terbalas.


Lara tersenyum sinis,dia mengambil tasnya dan keluar dari gedung sang Ayah.berada di gedung itu membuatnya muak,tidak ada sesuatu yang bisa dirinya kerjakan.isi kepalanya hanya bagaimana caranya melenyapkan Jeni. Lara melajukan mobilnya,menuju sebuah bangunan kosong,yang menjadi tempat pertemuannya nanti dengan orang-orang suruhannya.


***


Jeni berada di sebuah Mall bersama sofi dan beberapa pengawal, yang berada di jarak aman.beberapa orang suruhan Lara juga terlihat berbaur dengan beberapa pengunjung,sambil mengamati Jeni dan Sofi.sebelum mereka melakukan aksinya,beberapa hari sebelumnya mereka terus mengintai Jeni.sehingga mereka  memastikan sofi adalah pengawal untuknya,untuk melancarkan aksinya merekapun menyewa seorang wanita.


“Sofi aku ingin ke toilet sebentar!”


“Baiklah Nona,saya akan menunggu diluar!”


Jeni berjalan mendahului sofi,sesampainya di pintu toilet wanita,Jeni berpapasan dengan seorang wanita yang duduk di atas kursi roda,dia mengenakan masker dan hoddy .melihat hal itu Jeni berinisiatif membantunya,sofi bahkan terus mengamati gerak-geriknya.


“Temanku ada di dalam Nona,jadi bisakah anda membantu saya mendorong kursi rodaku?”

__ADS_1


“Tentu saja!”


“Biarkan saya yang melakukannya Nona Muda!”


Tanpa basa-basi Sofi mendorong kursi roda yang di duduki sang wanita,setelah sampai di dalam ruangan,sofi menunduk dan keluar lagi menunggu Jeni di pintu masuk.meskipun itu adalah toilet wanita,tidak sopan bagi sofi untuk mengikuti Jeni, sampai di depan pintu toilet yang di gunakan sang Nona. Karena hal itu bisa membuat sang Nona tidak nyaman.


Melihat adanya kesempatan,wanita yang tadinya duduk di kursi roda,mengeluarkan sebuah sapu tangan yang telah dia basahi dengan obat bius.melihat Jeni yang keluar dari pintu,dengan cepat sang wanita beraksi.dia membekap hidung Jeni hingga tak sadarkan diri,dengan cepat dia mengganti pakaiannya dan Jeni.dengan tenang sang wanita mendorong kursi roda,dan keluar melewati Sofi.


Sofi yang berdiri di pintu Toilet sejenak melirik wanita yang mendorong kursi roda tersebut,sang wanita hanya tersenyum.dan meninggalkan sofi begitu saja,tanpa sofi sadari wanita yang duduk di atas kursi roda adalah Jeni.wajah Jeni di tutupi masker,serta pakaiannya sudah diganti dengan Hoddy,yang dikenakan oleh sang pelaku.sedangkan sang pelaku mengganti pakaiannya,dengan pakaian formal,semua barang Jeni dia masukkan kedalam tasnya.hingga membuat sofi tidak curiga sama seklai.hampir 10menit sofi menunggu Jeni namun belum ada tanda-tanda Jeni akan keluar,membuat perasaan Sofi tidak tenang.hingga akhirnya dia memutuskan untuk masuk dan mencari sang Nona Muda.


Wajah sofi pucat pasi,setelah mengetahui kenyataan sang Nona telah diculik.tidak ada tanda-tanda keberadaan sang Nona di dalam Toilet,dengan panik sofi menghubungi semua anak buah yang berjaga dari jarak aman.semua anak buah berpencar,mencari orang yang mungkin mencurigakan.tatapan sofi terpaku pada seorang wanita yang membuang sebuah kursi roda,pikiran sofi langsung tertuju pada sang Nona. Terlihat sang Nona yang berada di dalam mobil dengan beberapa orang di dalamnya.dengan gerak cepat sofi berlari dan mengejar, mobil yang telah melaju meninggalkannya.


Sofi tidak tinggal diam,dia mengerahkan semua anak buahnya untuk mengejar mobil tersangka.tak lupa dirinya menghubungi Elios,tubuh Elios membeku,seketika amarah menguasai dirinya.anacaman pun dia berikan kepada sofi,serta anak buah yang telah dirinya tugaskan untuk menjaga sang Nona.Elios berlari keruangan Nathan,dengan wajah pucat pasinya.Nathan yang melihat keadaannya,hanya mengangkat sebelah alisny.,karena selama mengenal Elios, belum pernah sekalipun dirinya melihat wajah Elios, yang pucat seperti hari ini.


“Tuan, Nona Muda di culik!”


Tatapan yang tadinya biasa saja,berubah menjadi tatapan mengerikan.Nathan meremas berkas di tangannya hingga tak berbentuk,ucapan Elios membuat dadanya sesak.Nathan bangun dan langsung menghampiri Elios,yang masih berdiri  di temapatnya.dirinya telah siap menerima amukan sang Tuan Muda, karena kelalaiannya serta kesalahan  anak buahnya.


“Apa yang barusan kau katakan,ulangi sekali lagi!”


“Nona Muda di culik Tuan Muda!”


Wajah Nathan merah padam,matanya merah menyiratkan kemarahan yang luar biasa.Nathan menarik kerah baju Elios,dan menyudutkannya ke dinding.


“Apa yang kau dan anak buah mu lakukan hah,jika sesuatu terjadi pada istriku,akan aku bunuh kalian semua!”


“Sofi dan yang lainnya sedang berusaha mengejar mereka Tuan Muda!”


Nathan menghempas tubuh Elios,hingga Elios tersungkur.kamarahan Nathan kali ini benar-benar,tidak bisa dirinya hentikan.


“Amankan keluarga sanjaya,aku yakin ini perbuatan mereka.aku tidak akan mengampuni mereka,jika benar mereka adalah pelakunya!”


“Baik Tuan Muda!”

__ADS_1


Aku akan menghancurkan kalian, sampai kalian memohon lebih baik mati daripada hidup,,


__ADS_2