Proposal Cinta Sang Ceo

Proposal Cinta Sang Ceo
134.Tamu Tak Di Undang


__ADS_3

Cuaca pagi itu begitu cerah namun tak secerah hati Elios yang mendung,sejak kedatangan sampai keberangkatan mereka ke kantor Elios tampak diam dan tidak mengatakan sepatah katapun,dirinya hanya akan membuka mulutnya ketika Nathan bertanya.sikap Elios yang tidak seperti biasanya tentu memancing keinginan tahuan Nathan,namun sebelum Nathan bertanya dirinya ingat akan sesuatu yang dikatakan Jeni semalam kalau hubungan Tania dan Elios telah berakhir.apakah hal itu menjadi penyebab Elios terlihat murung?


Nathan menghela nafasnya,melempar tatapan matanya keluar jendela mobilnya.dia tidak ingin ikut campur dalam urusan pribadi keduanya,selama Elios masih bersikap professional dalam urusan pribadi dan cintanya,Nathan tidak akan ikut campur.


Jeni membawa  sang putra bermain di ruang keluarga,Radit yang aktif sering membuat Jeni kewalahan,hari ini dirinya di temani sang ibu mertua menemani Raditya bermain.


“Kenapa jam segini Tania belum bangun? APakah adikmu itu tidak pergi kuliah?” Nyonya Agatha menatap Jeni yang sibuk menyuapi sang putra,terbesit di benaknya tentang pertemuan putrinya kemarin dengan putra sahabatnya,apakah semuanya berjalan lancar?


“Mungkin Tania lelah Bu,biarkan saja nanti juga bangun!”


“Apa Tania bercerita tentang pertemuannya dengan anak sahabat ibu itu,biasanya anak itu selalu bercerita kepadamu,apa semalam dia bercerita?” Jeni tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan,tidak mungkin dirinya mengatakan keadaan Tania yang kembali dengan basah kuyup serta mata sembab,bisa kacau urusannya nanti.


“Ibu,bagaimana jika ada pria biasa yang mencintai Tania dengan tulus,apakah Ibu akan memberinya restu?” Nyonya Agatha menatap Jeni dengan kening mengkerut,ditutupnya majalah yang ada di tangannya.Nyonya Agatha diam seolah mencari jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan Jeni menantunya.


“Sepenuhnya Ibu akan memberikan semua keputusan di tangan Tania,kebahagiaannya adalah yang utama.ibu tidak ingin menjodohkannya dengan pria yang tidak dia cintai,apa yang ibu lakukan kemarin hanyalah salah satu upaya ibu agar Tania bergaul dan memiliki pacar seperti gadis seumurannya.ibu tidak ingin mengulang kejadian yang pernah ibu lakukan kepadamu dan Nathan!”


Jeni tersenyum mendengar ucapan sang ibu mertua yang begitu bijak menurutnya,tak ada lagi ibu mertua yang dulu begitu menjatuhkan mental dan harga diirnya.perlakuan ibu mertuanya berubah drastis,mereka kini seperti sepasang ibu dan anak yang sering menghabiskan waktu bersama.di sela kebersamaan mereka,keduanya di alihkan oleh sura bel pintu.seorang pelayan berlari menuju pintu dan membukanya mempersilahkan sang tamu untuk masuk kedalam rumah.


“Siapa Bi?” Jeni mengerutkan keningnya menatap wanita cantik yang berdiri di depannya dengan senyum merekah,Nyonya Agatha pun menatap wanita yang berdiri di hadapan Jeni.


“Anda siapa dan ada keperluan apa?” Jeni berucap dengan lembut dan sopan,beberapa saat Jeni merasa familiar dengan wajah wanita di hadapannya,tapi siapa?


“Apa yang kau lakukan disini?” Suara dingin serta tak suka yang berasal dari tangga membuat ketiganya menolehkan kepala,Tania menuruni tangga dengan langkah lebar,dia tidak ingin keluarganya berurusan dengan wanita yang merupakan adik dari mantan kekasih kakaknya dulu.


“Kau mengenalnya Tania?” Jeni bertanya dengan nada heran,namun melihat wajah Tania yang tidak bersahabat Jeni mulai merasakan sesuatu yang aneh dengan kehadiran wanita tersebut.


“Dia Selly,adik kak Selena!” Tania menatap Selly dengan wajah yang di tekuk,Jeni dan sang ibu mertua sedikit terkejut akan kedatangan adik dari wanita yang merupakan bagian dari masa lalu Nathan.


“Kau masih mengingatku meski sudah lama kita tidak bertemu,bagaimana kabarmu Tania?” Selly berucap selembut mungkin,menyembunyikan rasa kesalnya di balik senyuman indahnya.hubungannya dengan Tania memang kurang baik,semasa Selena menjalin hubungan dengan Nathan.mereka pernah bertemu sekali dan pertemuan itu meninggalkan kesan kurang baik di antara keduanya.


“Jadi kau adik Selena,ada urusan apa kau datang kemari?” kini Nyonya Agatha yang bicara,sang Nyonya mulai merasakan ketidak harmonisan di dalam tatapan Tania,sementara dirinya memang tidak mengenal baik keluarga Selena.sejak sang putra menjalin hubungan bersama Selena,dirinya hanya mengenal Selena seorang.


“Aku datang untuk bersilahturahmi Nyonya,aku kembali beberapa bulan lalu dan ini ada sedikit oleh-oleh dariku untuk kalian,semoga kalian menyukainya!”

__ADS_1


“Terimakasih kau tidak perlu repot-repot!” Nyonya Agatha meminta salah satu pelayannya untuk membawa hadiah pemberian Selly ke dapur.


“Aku membelikan makanan kesukaan tante,kakak pernah bercerita kepadaku tentang makanan kesukaan tante!” Selly terlihat begitu berusaha mengalihkan perhatian Nyonya Agatha kepadanya,dan usahanya berhasil Nyonya Agatha terlihat akrab dengannya.


“Kakak ipar,kau harus berhati-hati pada wanita ini,aku yakin dia memiliki sebuah rencana.dia tidak jauh berbeda dengan kak Selena!” Tania berucap dingin tanpa mengalihkan perhatiannya dari Selly yang kini telah duduk di sofa bersama sang ibu.Tania melangkah meraih tubuh Baby Raditya ke dalam gendongannya.


“Ayo sayang bermain bersama Aunty,disini tercium bau Sesuatu,Aunty takut kau keracunan!”


“Ibu tidak mencium sesuatu yang busuk Tania,ruangannya harum sudah di semprot dengan pengharum ruangan!”


“Baunya belum tercium sekarang ibu,tapi nanti!” Tania menatap jengah Selly yang menatapnya dengan penuh amarah,Tania tersenyum sinis dan meniggalkan ruang tamu membawa keponakannya pergi bersamanya.Jeni mencoba memahami tujuan kedatangan Selly dengan ikut duduk di sofa,sementara sang ibu mertua menuju dapur meminta pelayannya untuk menghidangkan Cake yang Selly bawa.


“Jadi kau istri Nathan?”


“Iya!”


“Wah beruntung sekali kau bisa menjadi istri dari pengusaha kaya raya,hidupmu pasti sangat terjamin,dan bukan hanya itu kau pasti sangat menikmati kemewahan yang di berikan Nathan!” Jeni tersenyum tipis mendengar ucapan Selly,Jeni mulai paham kemana arah ucapan Selly.


“Setiap wanita pasti ingin memiliki seorang pasangan yang bisa menghidupi dan menjamin hidupnya bukan? Menikahi Nathan adalah keberuntungan bagiku,dan tentu saja aku menggunakan kemewahan yang di berikan oleh suamiku,bukankah itu kewajibannya sebagai suami? Membuat istri dan anaknya hidup nyaman,dan menikmati apa yang telah suamiku siapkan untuk kami!” 


sepertinya kau datang kemari hanya ingin mengetahui sampai diaman Nathan memperlakukanku sebagai istrinya bukan,akan aku tunjukan padamu Nona,,


“Sepertinya kau sangat penasaran?”


“Bisa di bilang seperti itu,aku sangat ingin tau gaya hidup mewah dari seorang istri milyader seperti Nathan!”


Jeni mengangkat jemarinya,memperlihatkan cincin berlian yang sederhana namun bernilai cukup fantastis.dilihat sekilas saja Selly sudah menyadari jika cincin itu di buat khusus  dan tidak di jual belikan di pasaran pada umumnya.


“Ini hanya salah satu hadiah yang di berikan suamiku untukku,beberapa waktu lalu suamiku memberiku kapal pesiar mewah sebagai kado ulang tahunku.sudahlah jangan membicarakan gaya hidupku,aku malu!” Jeni tersenyum cantik,membuat hati Selly semakin panas.andai saja kakaknya tidak bodoh dan meninggalkan pria sekaya Nathan,tentu dirinya juga bisa menikmati segala kemewahan yang di berikan suami kakaknya itu.


Aku akan merebut semua yang menjadi milikmu secara perlahan,kau bisa sombong dan bangga hari ini,tapi lihatlah suatu hari nanti aku akan membuatmu menangis darah Jenita,,


“Apa yang kalian bicarakan,kalian terlihat sangat akrab!” Nyonya Agatha kembali dengan nampan yang berisikan Cake yang di bawa oleh Selly.

__ADS_1


“Kami tidak akrab Bu,hanya mencoba mengakrabkan diri!” ucapan dingin Jeni,membuat sang ibu mertua merasakan suasana tegang di antara mereka.diirnya pernah berada di situasi ini dimana Selena pernah menghina Jeni,namun suasana itu tidak Setegang sekarang apakah Selly telah mengatakan sesuatu yang membuat Keni menantunya bersikap dingin?


Untuk mencairkan suasa Nyonya Agatha mengajak keduanya menikmati Teh Mint serta Cake ,obrolan berjalan dengan santai tanpa ada ketegangan lagi.pintu terbuka Memperlihatkan sosok Nathan dan Elios yang melangkah lebar menuju kearah mereka,Nyonya Agatha dan Jeni melempar senyum lembutnya,berbeda dengan Selly yang menatap Nathan dengan kedua mata berbinar.Nyonya Agatha yang menyadari hal itu mulai merasakan sesuatu yang tidak baik pada diri Selly,diam dan mengamati adalah pilihan terakhirnya.


Jeni berdiri menyambut Nathan dengan kecupan lembut di kedua pipinya,adegan romantis yang mereka berdua pertontonkan membuat hati Selly panas.


“Jangan hiraukan mereka berdua Selly,mereka memang seperti itu tak mengenal tempat bahkan mereka sering bermesraan di hadapan kami tanpa tau malu!” Nyonya Agatha berucap dengan kekehan ringan,seolah mengatakan dengan nyata bagaimana hubungan sang putra dan istrinya yang sangat harmonis.Nathan mendudukkan bokongnya di sofa,menarik tangan Jeni agar duduk di sampingnya,merangkul pinggang Jeni dengan begitu posesif.


“Aku tidak percaya kau sebegitu beraninya bertamu ke rumahku,apa yang membawamu kemari?”


Selly tersenyum canggung,dirinya telah memilih waktu yang tepat untuk berkunjung,tapi kenapa Nathan secara tiba-tiba kembali ke rumah sebelum waktunya,apakah Tania memberitahukan keberadaannya?


Sial semua ini pasti ulah gadis busuk itu,awas saja kau Tania aku kaan memberimu pelajaran yang tidak akan pernah kau lupakan.beraninya kau mencari masalah denganku,, 


“Maaf aku datang berkunjung tapa meminta ijin darimu,aku hanya ingin bersilaturahmi dengan ibumu dan Tania,meski bagaimanpun kita hampir menjadi sebuah keluarga!”


“Hahaha,,bahkan tidak pernah ada di dalam benakku menjadi keluarga kalian!”


Deg,Selly begitu tersinggung dengan ucapan Nathan,tidakkah pria itu menyaring ucapannya sebelum di ucapkan,Selly berusaha tersenyum dan bersikap tenang meski sebenarnya hatinya telah meradang karena emosi yang siap meledak kapanpun.


“Aku ingin istirahat,jamu lah tamu kita dengan baik Bu!” Nathan meraih tangan Jeni,merangkul pinggangnya dna meninggalkan raung tamu yang penuh dengan sikap sandiwara dari Selly.


“Sudah,jangan dimasukan kedalam hati ucapan Nathan,dia memang seperti itu!” Selly mengangguk dan kembali mengobrol bersama Nyonya Agatha,rencana hati ingin mengorek kehidupan pribadi Jeni harus gagal total,Nyonya Agatha seperti menghindari setiap pertanyaan yang menyangkut menantunya itu.


“Kau harus menghindari wanita itu sebisa mungkin,dia layaknya seekor ular yang siap mematuk.kedatangannya kesini pasti memiliki niat tersembunyi,kau harus behati-hati Jeni!”


“Hal inikah yang membuatmu pulang lebih awal dari biasanya?”


“Iya,Tania memberitahukan keberadaan Selly sehingga aku bergegas pulang dan membatalkan rapat hari ini.dan satu hal yang perlu kau ketahui,kami telah menjalin kontrak dengan agensinya karena itu aku akan sering bertemu dengannya!”


“Nathan!”


“Ini hanya firasatku sebagai seorang suami,namun firasatku tidak pernah meleset Jeni,wanita ini memliki maksud lain.aku akan tetap menempatkan beberapa pengawal untukmu,dan mereka akan memantau mu dari jarak aman.sofi dan Rado juga akan terus bersamamu!”

__ADS_1


Jeni tersenyum dan menganggukkan kepalanya,dirinya sadar keberadaannya di sisi Nathan sangat berharga,Jeni tidak akan memaafkan dirinya bila sesuatu terjadi pada dirinya dan sang putra.kejadian di masa lalu yang beberapa kali hampir merenggut nyawanya,membuat Jeni belajar dan semakin waspada akan keberadaan orang asing yang mendekatinya.Nathan meraih tubuh Jeni membawanya dalam pelukan hangatnya,entah apa yang akan terjadi padanya jika sesuatu terjadi kepada istri dan anaknya.


__ADS_2