Proposal Cinta Sang Ceo

Proposal Cinta Sang Ceo
111. Aku Minta Maaf


__ADS_3

“Apa yang aku lihat barusan?”


Apakah itu benar kakakku,wah,,kakakku yang dingin punya sisi lembut,bak kapas ,,


Tania tertawa pelan,melihat tingkah kakaknya yang bodoh.semnatar Elios diam dan menatap Tania dengan diam,menatap wajah cantik itu diam-diam.menatap wajah cantik,yang terheran-heran melihat sikap sang kakak.Tania menolehkan kepalanya,membuat Elios dengan cepat menolehkan kepalanya agar tak terlihat sedang mencuri pandang.


“Kau lihat tadi,apa kau tau sisi lain dari kakakku yang seperti tadi?


“Aku belum pernah melihatnya Nona,dan tadi adalah yang pertama!”


“Benarkah?apa kau yakin jika dia kakakku yang dingin,dan angkuh itu.kau yakin kakakku tidak tertukar dengan pria lain,yang mencoba mengincar cinta kakak ipar ku?”


Elios menatap Tania dengan sebelah alis yang terangkat tinggi,menatap wajah tak percaya dari Tania.wajah polos,serta bibir yang belum tertutup itu,membuat Elios harus menahan diri dari godaannya.Elios mendesah dan membalikkan tubuhnya,menguasai hati dan pikirannya yang melayang jauh dengan pemikiran anehnya.


“Jangan berpikir yang aneh-aneh Nona Tania,tentu pria yang sedang bersama kakak ipar mu itu,adalah kakak kandungmu!”


“Aku hanya tak menyangka Elios,kakakku bisa berubah seperti itu.bahkan aku yang hidup satu atap dengannya,selama belasan tahun tidak pernah melihat sisi manis dan imutnya itu.tapi kakak ipar ku dalam sekejap mata bisa melihatnya,bukankah itu suatu hal yang perlu kita abadikan,kapan lagi kita bisa melihatnya seperti itu!”


“Mintalah pada kakak ipar anda Nona,dan anda akan melihat sisi lain Tuan Muda untuk kedua kalinya.cinta bisa merubah seseorang Nona,jadi jangan ragukan kekuatan cinta!”


“Iya,aku mengerti Tuan Elios.aku akan mengabadikannya jika melihat Kak Nathan seperti itu lagi,kaka Nathan benar-benar menggemaskan Hihiii,,!”


Tania terkikik pelan membayangkan jika dirinya memiliki rekaman video,yang memperlihatkan sisi lain dari diri sang kakak.tentu saja itu untuk memeras sang kakak,apalagi kalau bukan memeras waktu bersama kakak iparnya yang dirampas paksa oleh sang penguasa.Elios meninggalkan Tania,yang masih larut dalam khayalannya.menyadari ketidakberadaan Elios,dengan langkah lebar dan sedikit berlari Tania mengejar langkah Elios yang lebar.punggung pria tinggi itu mulai terlihat,dengan penuh tekad Tania menyentuh pundak lebar itu,membuat sang pria berhenti melangkah dan membalikkan tubuhnya.


Tania terengah-engah,berusaha mengatur nafasnya yang tak beraturan karena berlari.Elios masih diam,menunggu apa yang akan Tania lakukan padanya.setelah merasa lebih baikan,Tania menegakkan tubuhnya,menatap pria tinggi dengan bahu lebar,yang kapan saja bisa di miliki oleh wanita lain seperti ucapan Jeni.bberapa kali Tania terlihat menelan ludah,berusaha mengumpulkan keberanian untuk meminta maaf pada Elios.nmaun Nyalinya menciut,ketika menatap mata pria tampan itu.bosan menunggu,Elios terlihat melirik jam tangan yang melingkar  ditangannya beberapa kali.


“Jika tidak ada yang ingin anda katakan,saya har,,!”

__ADS_1


“Maafkan aku Elios!”


Belum sempat Elios menyelesaikan kalimatnya,dengan suara lantang Tania meminta maaf padanya.Elios terdiam,menatap Tania dengan kedua mata elangnya.Tania memberanikan diri mengangkat kepala serta menatap mata Elios,hingga tatapan  mata mereka beradu.kesunyian membentang di antara keduanya,tidak ada yang membuka mulut untuk bicara.keduanya terlena, dan saling mengagumi lewat tatapannya.


“Maafkan aku Elios,maafkan semua sikap kurang ajarku.maafkan semua ucapan ku yang melukai hatimu!”


Elios mengangkat alisnya seraya menatap Tania dengan bingung.


“Anda tidak pernah menyakitiku Nona,begitu juga dengan hati dan persaanku.anda tidak pernah melakukannya sama sekali!”


“Tapi waktu itu aku menyakitimu dengan ucapan ku yang berlebihan,mengatakan kalau aku tidak menyukaimu dan membenci keberadaanmu.maafkan semua itu!”


“Anda tidak salah Nona,seharusnya aku yang meminta maaf,atas sikap kurang ajarku tempo hari.anda sudah mengatakan berkali-kali jika nada tidak menyukaiku,namun tanpa rasa tau malu,aku masih mendekatimu Nona.jadi yang seharusnya meminta maaf adalah aku sendiri,jadi melalui hal ini,aku meminta maaf yang  sebesar-besarnya padamu.tolong maafkan kelancanganku,dan mulai sekarang aku kaan menjaga sikapku dengan baik tanpa mengganggu dan membuat Nona risih!”


“Bukan begitu Elios!”


“Maaf Nona Tania,ini sudah malam sebaiknya anda tidur dan beristirahat!”


Aku ingin meminta maaf dengan tulus padamu,serta memintamu untuk tidak menjauhiku Elios.bukan kau yang seharusnya meminta maaf tapi aku,kenapa rasanya sesakit ini,,apa benar aku jatuh cinta padanya,,


Tania menyentuh dadanya yang terasa sesak,perasaannya kacau.rasa sedih serta penyesalan semakin besar dihatinya,kini pria yang dirinya suka akan semakin menjauh darinya.dengan langkah lesu Tania membalikkan tubuhnya,melangkah memasuki kediaman utama.Elios yang sebenarnya belum meninggalkan tempat itu,hanya bisa menatap punggung Tania dengan tatapan sendu.meski tak bisa  dirinya pungkiri,jika rasa cinta itu mulai membesar dihatinya.Elios harus bersikap egois kali ini,yang dirinya utamakan sekarang adalah kebahagiaan sang Tuan Muda.meski Nathan sering kali memintanya untuk berkencan,namun permintaan itu hanya bagai angin lalu untuknya.Natahn tak pernah membatasi atau melarang Elios dekat dengan wanita manapun,justru Nathan ingin Elios merasakan kebahagiaan seperti yang dirinya rasakan kali ini.Elios sudah terbiasa berada di samping Nathan,menemani pria itu kemanapun.hingga kesendirian itu lebih baik baginya.


Maafkan aku,harus bersikap egois untuk saat ini.biarkan waktu yang menjawab semuanya,jika kau adalah jodoh serta cinta yang tuhan kirim untukku,aku yakin kita akan berasama.untuk sekarang yang harus aku utamakan adalah kebahagiaan kakakmu,,


****


Dikamar yang diterangi oleh lampu temaram,membuat nuansa menjadi romantic.Natahn membawa Jeni dalam pelukannya,diikuti dengan lantunan music clasik.mereka berdansa mengikuti irama,senyum serta tawa menghiasi bibir mereka.Jeni meraba dada kokoh Nathan dengan lembut,membuat bentuk-bentuk abstrak membuat aliran darah Nathan berdesir.

__ADS_1


“Kenapa kau semakin nakal hmm?”


“Aku nakal pada suamiku sendiri,apa aku tidak boleh begitu padamu?”


“Aku sangat senang jika kau agresif sayang,membuatku ingin terus melahap mu!”


Jeni mendekatkan bibir manisnya,mencium Nathan dengan lembut.ciumannya disambut dan dibalas tak kalah lembut oleh Natahan.ciuman yang mulanya biasa saja ,kini berubah menjadi ciuman yang sangat menuntut.gairah keduanya terbakar,sentuhan-sentuhan Jeni di tubuh Nathan,membuat pria itu melenguh nikmat.keduanya mulai terlena dengan panasnya api cinta di antara mereka,percintaan yang penuh hasrat terlaksana dimalam itu.


“Aku mencintaimu istriku!”


“Aku mencintaimu  suamiku!”


Nathan mengecup kening Jeni,membawanya dalam pelukan hangat.setelah melewati kegiatan panas,keduanya tertidur pulas .berbeda dengan Tania,yang bahkan tak bisa memejamkan kedua matanya.semua ucapan Elios terngiang-ngiang di telinganya,Tania melilit tubuhnya dengan selimut berputar ke sana sini,membentuk dadar gulung.berharap semua pikiran tentang Elios menghilang dari pikirannya.namun pria itu sudah menguasai setengah hati dan pikirannya,Tania melepas selimutnya dan melemparnya begitu saja.


“Aku tidak bisa diam lagi,aku tidak tahan lagi,aku bosa gila jika memendam rasa ini.baiklah Tania beranikan dirimu,ungkapkan perasaanmu.diterima ataupun ditolak itu urusan nanti,aku juga sudah siap jika harus sakit hati,,”


Dengan penuh tekad yang kuat,Tania keluar dari kamarnya menuju rumah belakang,satu rumah yang terpisah antara rumah utama dan rumah untuk Elios.Natahn melarangnya tinggal di apartemen dan memberi rumah mungil yang cantik,yang terletak tepat dibelakang rumah utama.malam semakin larut hingga tak terlihat satupun pelayan yang berkeliaran,karena di jam itu semua pelayan di wajibkan untuk beristirahat.Tania melangkahkan kakinya dengan tergesa-gesa,setelah sampai di depan pintu rumah Elios,Tania beberapa kali mengatur nafasnya yang sedikit tersengal-sengal.Tania mengangkat satu tangannya,dan mengetuk pintu rumah Elios dengan pelan.


Mendengar suara ketukan pintu,Elios yang baru saja selesai mandi dan masih dengan rambut setengah basah.Elios melirik jam didinding,dan mengerutkan dahinya melihat jam yang menunjukkan jam 1 malam ,siapa yang bertamu malam-malam begini kerumahnya.Elios dengan tenang melangkah ke depan pintu dan membukanya,tubuhnya membeku melihat keberadaan Tania yang menggunakan gaun tidur sutra,serta celana pendek.Elios menelan ludahnya dengan kasar,dan berpikir keras kenapa Tania menemuinya larut malam dengan pakaian tidur.


Elios berusaha menenangkan debaran jantungnya,dan menatap Tania dengan tatapan dingin yang ia sengaja.seolah telah kebal dengan tatapan itu,Tania tetap tenang dan tidak merasa takut lagi.Tania masuk kedalam rumah tanpa permisi,membuat Elios  sedikit terkejut.Elios mendesah dan menutup pintu dengan pelan,dan membalikkan tubuhnya menatap Tania kembali.


“Apa yang kau lakukan larut malam begini Tania,tidak baik bagi seorang wanita,mengunjungi rumah seorang pria di mala,,Umm,,ummm”


Mulut Elios berhenti bicara, ketika bibir manis serta lidah Tania, bermain di dalam mulutnya.tubuh Elios membeku mendapat serangan mendadak dari Tania,perlahan menutup kedua matanya dan menikmati ciuman lembut yang Tania berikan.Tania melepas tautan bibirnya,menghirup oksigen sebanyak-banyaknya,sebelum bibirnya berlabuh kembali di bibir Elios.


DEngan satu kali gerakan,Elios mengangkat tubuh Tania,mendudukkannya di atas meja .ciuman keduanya mulai intens,Tania yang baru pertama kali melakukannya,terlihat sedikit kaku namun ia mengikuti nalurinya begitu juga dengan Elios.ciuman panjang nan menggairahkan di nikmati oleh keduanya,Elios melepas pungutannya.menepelkan keningnya di kening Tania,mengusap lembut bibir yang sedikit membengkak karena ulahnya.Tania membuka kedua matanya,dan menatap mata sayu Elios.

__ADS_1


“Aku menyukaimu Elios,aku mencintaimu.aku tidak perduli jika kau menolak ku,dan mengatakan jika aku bukanlah wanita idamanmu.aku akan membuktikannya padamu,bahwa aku wanita yang layak untukmu Elios!”


Elios terdiam,pikirannya kosong.diirnya tak mampu memikirkan hal apapun,bahkan tak mendengar dengan jelas apa yang Tania katakan.dirinya terlalu bahagia,karena mendengar pernyataan cinta Tania.bukannya menjawab Elios melabuhkan bibirnya kembali,meresapi dan menikmati rasa manis bibir Tania.secara naluriah Tania mengalungkan kedua tangannya di leher Elios,semakin membuat Elios leluasa mendekap tubuh gadis itu dalam pelukannya.


__ADS_2