Proposal Cinta Sang Ceo

Proposal Cinta Sang Ceo
64.Kau Menghancurkan Putrimu Sendiri!


__ADS_3

Suasana ruang rawat inap Jeni sudah sepi,sang sahabat,ipar dan sang mertua telah pulang.hanya tertinggal Nathan yang masih setia menjaga Jeni,perlahan mata yang tertutup itu terbuka.Jeni membuka matanya,dan melihat Nathan berada di sampingnya.


“Bagaimana perasaanmu?”


“Bagaimana pria itu,apa dia selamat?”


“Yang harus kau khawatirkan adalah keadaanmu,dan bayimu sayang!”


Deg,Jeni bahkan melupakan keadaannya serta bayi dalam kandungannya,yang ada dipikirannya setelah sadar adalah sang pria yang menyelamatkannya.


“Maafkan aku,Aku melupakan hal yang begitu penting untuk keluarga kita!”


Nathan bangun dan duduk disisi ranjang,Nathan meraih tubuh Jeni dan membawanya ke dalam pelukannya.Jeni membalas pelukan sang suami,mencari perlindungan pada tubuh kekar itu.


“Taukah kau,aku hampir gila melihat Lara menembakkan peluru beberapa kali ke arahmu,dan sangat berterimakasih pada pria itu.karena dia bersedia menjadi tameng, untuk tubuhmu!” 


“Lalu bagaimana keadaannya?”


“Operasinya berjalan,hanya saja dia belum sadar karena luka tembak,yang dia derita di punggung!”


“Apa kau sudah melihat wajahnya,atau kau mengenalinya?”


Nathan melepaskan pelukannya,dan menatap Jeni.


“Kau tidak mengenal pria itu?”


“Aku tidak yakin,pria itu terus memakai masker dan topi,tapi aku seperti pernah melihat matanya!”


“Besok pagi kau bisa melihat pria itu!”


“Bagaimana dengan Lara?”


Mendengar nama Lara,raut wajah Nathan berubah.membuat Jeni mengurungkan niatnya,untuk menanyakan keadaan saudara tirinya.


“Ayo kita tidur,kau pasti butuh istirahat!”


Jeni mengelus rahang Nathan,membuat ekspresi wajahnya menghangat.Natahn merebahkan dirinya di ranjang yang sama,dia menarik tubuh Jeni ke dalam pelukannya,membawa Jeni ke alam mimpi yang sama.


Pagi menjelang beberapa perawat terlihat sibuk,membantu Jeni menganti pakaiannya.Jeni terlihat segar,setelah membersihkan diri.sementara Nathan berada di ruangan sang pria misterius yang sampai saat ini belum sadarkan diri.Lara yang hanya di temani oleh sang Ayah,masih dalam keadaan kritis,dua peluru mengenai kakinya. Lara belum bisa dipastikan, apakah bisa berjalan setelah operasi atau tidak. 


Pintu ruangan terbuka,Nathan serta Elios masuk dengan tatapan dingin.tubuh Tuan sanjaya bergetar karena ketakutan,dirinya takut Nathan dan Elios akan menyakiti putrinya yang bahkan belum sadarkan diri itu.sesaat Tuan Sanjaya teringat akan Jeni,dengan mata sayu Tuan Sanjaya memberanikan diri menatap Nathan.


“Bagaimana kondisi Jeni?”


Raut wajah Nathan seketika berubah,mendengar pertanyaan Tuan sanjaya.Nathan mendekat dan menatap Tuan sanjaya,dengan tatapan menghujam.


“Apa kau pikir dirimu masih mempunyai hak,untuk menanyakan keadaan istriku.setelah apa yang istri dan putrimu lakukan padanya!”

__ADS_1


“Maafkan saya Tuan Nathan,maaf!”


“Jangan biarkan dia keluar dari kamar ini,jika ada orang yang mencurigakan,tangkap dan periksa mereka!”


“Baik Tuan Muda!”


Nathan meninggalkan ruang rawat Lara,Tuan Sanjaya duduk dengan lemas.meratapi nasib kedua putrinya,dan keluarganya.hanya tangis penyesalan,yang terus mengalir dipipinya.bahkan sampai pagi ini dirinya,belum mengetahui keadaan sang istri yang di tahan di kantor polisi,bersama beberapa tersangka lainnya.


***


Jeni menatap lekat wajah pria misterius ,yang kini terbaring dengan beberapa alat medis yang terpasang  di tubuhnya.Jeni menghampiri ranjang,agar dirinya semakin jelas melihat wajahnya.Jeni terdiam,air mata mulai membasahi pipinya.


“Apa kau mengenalnya?”


“Sayang,dia putra Bibi!”


“Bibi?”


“Dia Rado,putra Bibi Sari pelayan di rumah Ayah!”


Apa motifnya melindungi Jeni,apakah ada sesuatu yang dia inginkan dari istriku.


Jeni mendekat dan menyentuh tangan Rado yang dingin,Nathan hanya memperhatikan tingkah Jeni,tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


Kau kemana saja selama ini,aku sendirian tanpa ada dirimu.bahkan setelah kau pergi,hidupku semakin menderita di rumah itu.Bibi bahkan tidak tau keberadaan mu,sebenarnya kau pergi kemana Rado.


Sentuhan tangan Jeni yang hangat membuat Rado membuka matanya,melihat Rado membuka matanya,Jeni menatap Nathan seraya  tersenyum.Nathan mendekat dan berdiri tepat di belakang Jeni,Rado mengedarkan pandangannya,dan merasakan tangan hangat dan lembut menggenggam tangannya.Rado menatap Jeni yang sudah menangis di hadapannya.


“Rado!”


Pertemuan yang setelah sekian tahun tercipta di antara keduanya,tangis bahagia keduanya pecah.Nathan berusaha menenangkan Jeni,dan mengingatkannya kembali akan kondisinya yang sedikit terguncang setelah insiden kemarin.


“Maaf,aku tidak mengetahui Lara telah membayar beberapa orang untuk menculik mu,aku tau ketika Lara menghubungiku!”


“Apa hubunganmu dengan wanita busuk itu?”


Rado menatap Nathan,meski sedikit ragu namun dirinya harus berterus terang,agar semua masalah yang di timbulkan Lara cepat terselesaikan.setelah mendengar semua cerita Rado,Nathan tentu saja harus berterimakasih,karena secara tidak langsung Rado menjaga Jeni selama ini.


“Istirahatlah,aku akan menghubungi Bibi dan mengatakan padanya kalau kau berada disini!”


“Nona,,Bisakah kau mengatakannya setelah aku sembuh,aku tidak ingin ibuku melihatku,dalam keadaan seperti ini!” 


Jeni menatap Nathan,dengan cepat Nathan menyetujui permintaan Rado.setelah acara pertemuan keduanya,Nathan membawa Jeni kembali ke kamarnya.Jeni menyandarkan tubuhnya,dan diam,membuat Nathan mengerutkan dahinya.


“Apa lagi yang kau pikirkan?”


“Sayang,apakah ibuku dan Lara akan di hukum?”

__ADS_1


“Tentu saja mereka harus dihukum atas perbuatannya,apa kau pikir aku akan melepaskan keluargamu,setelah apa yang mereka lakukan pada istri Nathan stevanio!”


“Dia bukan hanya mencoba melukai istriku,tapi keturunanku juga.mereka bahkan sudah merencanakan kejahatan ini jauh hari sebelumnya,apa kau pikir aku akan memaafkan mereka!”


Jeni menunduk dan terdiam,air matanya menetas.sungguh kejam ibu dan saudari tirinya,mereka bahakan sudah merencanakan pembunuhan untuknya.


Kenapa kalian begitu membenciku,padahal apa yang kalian mau selalu aku turuti.aku selalu mengalah pada kalian,tapi kenapa kalian masih membenciku.


Nathan menggenggam tangan Jeni,di tatapnya mata indah sang istri yang telah basah karena air mata.Nathan tau bagaimana perasaan sang istri sekarang,keluarga yang dia sayangi,merencanakan sesuatu yang mengerikan untuknya.meski dirinya telah banyak berkorban,namun semua itu belum cukup bagi mereka.


“Jangan kau tangisi mereka yang ingin merenggut nyawamu,mereka tidak pantas di sebut sebagai keluarga.seharusnya kalian saling melindungi,bukan saling menyakiti!”


“Aku sebagai suamimu tidak ingin melihatmu menderita lagi,kau sudah menjadi bagian keluarga Agatha,jadi buatlah hidupmu bahagia mulai sekarang!”


“Terimakasih!”


“Ssttt,,Aku yang seharusnya berterimakasih padamu,karena kau mau bertahan di sisiku sampai saat ini,terimakasih telah menjadi bagian dari hidupku dan keluarga ku!”


Jeni menumpahkan air mata bahagianya di pelukan Nathan,siapa sangka pria yang dulunya tidak menatapnya,kini sangat mencintai dan menjaganya.semua ucapan terimakasih dia ucapkan pada Tuhan,dan sang ibu yang telah memintanya untuk kembali.


Tiga hari berlalu Rado semakin membaik,sementara Lara masih belum sadarkan diri.Tuan Sanjaya masih setia menjaga putrinya,dan sesekali menjenguk sang istri yang masih berada di tahanan.Mereka semua akan mengikuti sidang,dan menunggu Lara sadarkan diri.


“Apa putriku belum sadar?”


“Hah,,Berdoa saja,semoga dia cepat sadar.dengan begitu kalian bisa secepatnya di proses secara hukum!”


“Apa maksud ucapan mu,seharusnya kau melindungi kami Pa!”


“Apa yang harus aku lindungi,kenyataannya adalah kalian telah melakukan tindakan kejahatan.dan meski aku berusaha melindungi kalian,dengan menyewa pengacara handal sekalipun,kau pikir Tuan Nathan akan diam begitu saja!”


“Seharusnya sebelum kau memberikan putrimu ide gila itu,kau memikirkan dampak dan resiko yang akan kalian terima.apakah kau tidak memikirkan suami dan anakmu,kau sendiri yang membawa anakmu dalam masalah,tidakkah kau berpikir tentang hal itu!”


“maaf Mama hanya ingin menyingkirkan Jeni,dan membuat putri kita bahagia.ketika Mama menyampaikan ide-ide Mama,Lara sangat antusias,tapi sungguh Mama tidak tau kalau dia akan senekat itu!”


“Mama pikir dia tidak akan memiliki keberanian,untuk melakukan kejahatan seperti itu.Mama sungguh bodoh,tolong maafkan kebodohan ku hikss,,hikss!”


“Hah,,Menangis darah pun sudah tidak ada gunanya,Lara bermain dengan nyawa.meski dirimu dan dan putri kita membenci Jeni,tidak seharusnya kalian mencoba menghilangkan nyawanya.karena bukan hanya Tuan Nathan yang murka,aku sebagai seorang suami dan seorang Ayah,akan sangat murka pada kalian berdua!”


“Jika aku tidak mengingat Lara,yang belum sadarkan diri sampai saat ini.apa kau pikir aku akan datang setelah apa yang kalian lakukan?tidak,aku tidak akan pernah mengunjungi kalian!”


“Maafkan Mama!”


“Aku harus kembali,jaga diri dan kesehatanmu disini!”


“Tolong keluarkan Mama dari sini Pa,tolong!”


Tuan sanjaya tidak menghiraukan teriakan dan tangisan sang istri,baginya hukumannya kali ini belum sebebrapa.bahkan pengadilan belum menjatuhkan hukumannya.sakit hati,kecewa,itulah yang dirinya rasakan terhadap wanita yang sangat dirinya cintai.bahkan karena dialah,dirinya dengan tega menyakiti istri pertamanya,ibu dari Jeni.

__ADS_1


Perlakuannya yang keji serta selalu bersikap tidak adil,membuat ibu Jeni sakit hati.dan akhirnya meninggal dunia,dengan sakit hati yang harus dia bawa ke liang kubur.bukan hanya kepada sang istri pertama dirinya bersikap demikian,bahkan kepada sang putri yang bahkan masih membutuhkan kasih sayang darinya,dan ibunya.


Dengan keji dirinya bahkan tidak menganggap keberadaan Jeni,dan membiarkan istri keduanya,bertindak semaunya pada Jeni kecil hingga dewasa.air mata penyesalan tumpah ruah,membasahi pipi yang mulai mengkerut itu.


__ADS_2