
Senyum puas terus terukir dibibir Nathan,membuat wajahnya terlihat semakin tampan.Elios yang sesekali melirik sang Tuan dari kaca mobilnya,merasa lucu akan tingkah sang Tuan.seorang pria yang begitu puas karena berhasil membelikan Bakso sang istri,dengan kedua tangannya.bahkan Nathan rela mengantri dan ikut berdiri,demi mendapatkan seporsi Bakso besar untuk sang istri tercinta.
Serasa menang dalam berperang,itulah yang kini dirasakan oleh pria yang terkenal arogan,dan tidak ingin repot itu.Elios hanya menggeleng kecil,melihat sang Tuan senyum-senyum sendiri.entah apa yang sang Tuan pikirkan sekarang,hingga senyum terus terukir indah di bibirnya.
“Apakah anda sebahagia itu Tuan Muda?”
“Tentu saja,ini pertama kali aku membeli sesuatu dengan tanganku sendiri!”
“Seharusnya tadi anda duduk manis di mobil,dan biarkan saya yang turun membelinya.jadi anda tidak perlu ikut berpanas-panasan Tuan!”
“Ini permintaan istri dan anakku Elios,kau ingin merebut kesempatan itu dariku.kau ingin mendapatkan ucapan terimakasih dari istriku bukan!”
“Hal sekecil apapun yang saya lakukan,Nona selalu mengucapkan terimakasih Tuan,itu karena Nona sangat rendah hati!”
“Karena itu jangan mencari perhatiannya,Bakso ini khusus untuknya.jadi percepat laju mobilmu,agar kita sampai lebih cepat jangan biarkan istriku menunggu terlalu lama!”
“Baik Tuan Muda!”
Elios melajukan mobilnya seperti permintaan Nathan,dan dalam beberapa menit mobil mewah tersebut,memasuki halaman rumah kediaman Agatha.Nathan membuka pintu mobilnya tanpa menunggu Elios,yang ada dipikirannya sekarang adalah bertemu sang istri,dan mengatakan dengan bangga bahwa dirinyalah yang mengantri dan membeli bakso itu untuknya.
Pak Mul menyambut kedatangan Nathan,dengan sigap dirinya mengambil Jas yang berada di salah satu tangan Nathan.pandanagn pria paruh baya itu tertuju pada salah satu tangan Nathan,yang menenteng sesuatu,dan Pak Mul bisa mencium aroma dari bungkusan tersebut.Pak Mul tersenyum,karena untuk pertama kalinya sang Tuan mau direpotkan dengan hal seperti ini.
“Apakah perlu saya ambilkan mangkuk Tuan Muda?”
“Benar,tolong ambilkan satu buah mangkuk besar,dan jangan lupa segelas jus strawberry dan tolong hantarkan ke kamarku!”
“Baik Tuan Muda!”
Nathan melangkahkan kaki menaiki tangga menuju kamarnya,dilihatnya sang istri yang duduk bersandar di ranjang,sambil membaca sebuah buku.Nathan tersenyum melihat sang istri,yang begitu fokus hingga kehadirannya tidak disadari oleh Jeni.
“Apakah buku itu lebih menarik dibandingkan suamimu yang tampan ini,aku jadi kecewa!”
Jeni mengangkat kepalanya,dan mengalihkan tatapannya kearah sang suami,yang memperlihatkan wajah masamnya.Jeni tersenyum melihat Nathan yang mulai merajuk,tentu saja dirinya tidak ingin membiarkan sang suami seperti itu.jika Nathan sudah mulai berwajah masam akan sulit untuk membujuknya,Jeni menyimpan bukunya dan merentangkan tangannya sambil tersenyum.Nathan melangkah,dan memeluk sang istri seraya memberinya kecupan di bibir manisnya.
Jeni menenggelamkan kepalanya di pelukan sang suami,menghirup aroma tubuh yang begitu dirindukannya seharian ini.Jeni melabuhkan kecupan ringan di bibir Nathan,membuat Nathan tak bisa menahan hasratnya.
__ADS_1
“kau membelikan pesanan ku?”
“Tentu sayang,aku membelikan mu bakso cinta!”
Jeni mengerutkan kening menatap Nathan dengan bingung,setahunya bakso memnag memiliki berbagai nama,untuk memikat dan membuat penasaran para pembeli.namun dirinya belum pernah mendengar nama bakso cinta,seperti yang Nathan katakan.
“Ini bakso cinta,karena aku membelinya dengan sepenuh hati serta dengan seluruh cinta, yang aku miliki sayang.aku rela berpanas-panasan dan mengantri hanya untuk bakso ini!”
Nathan menaikturunkan alisnya,merasa bangga akan pencapaian yang dirinya lakukan.Jeni tersenyum dan tidak ingin mengecewakan sang suami,yang sebenarnya mengantri itu adalah hal yang wajar,dan sering kita temukan di manapun.namun karena Nathan hidup dengan berkecukupan,serta selalu mengandalkan para pelayan,tentu hal seperti mengantri adalah hal yang begitu membanggakan baginya.
“Apa kau kelelahan berdiri,dan berapa lama kau mengantri sayang!”
“sekitar 20 menit,pelanggannya cukup banyak.tapi demi kalian aku rela melakukannya!”
Aku penasaran bagaimana raut wajahnya ketika mengantri,apakah dia kesal karena harus menunggu,,pasti lucu jika aku bisa melihatnya langsung,,
“Kenapa kau tersenyum,apa kau bangga padaku?”
“Iya aku sangat bangga padamu suamiku,terimakasih karena telah rela mengantri demi membelikan ku semangkuk bakso!”
“Jika kau membutuhkan yang lain,atau ingin makan sesuatu,katakan saja padaku.aku akan mencari dan membelinya untuk kalian berdua!”
Nathan mengelus lembut perut Jeni,ketukan pintu membuat Nathan menolehkan kepalanya kearah pintu.Nathan beranjak,dan membuka pintu kamarnya.terlihat Pak Mul dengan nampannya yang terisi dengan mangkuk kosong serta jus strawberry kesukaan Jeni.Nathan menerima nampan dari tangan pak Mul,dan menganggukkan kepalanya.dengan sopan Pak Mul menunduk,dan meninggalkan kamar Nathan.
Nathan membuka bungkusan bakso dan memindahkannya ke mangkuk,aroma khas dari kuahnya mulai tercium,membuat Jeni tidak sabar ingin segera mencicipinya.dengan hati-hati Nathan meletakkan nampan yang berisi semangkuk bakso ke pengakuan Jeni,setelah mengucapkan terimakasih kepada Nathan,Jeni menikmati bakso cinta dar sang suami dengan lahap.Nathan hanya menyaksikan sang istri menikmati baksonya, tanpa mengganggu sedikitpun.puas itulah yang dirinya rasakan ketika melihat sang istri,begitu lahapnya menikmati bakso.
“Pelan-pelan sayang,aku tidak akan merebut makananmu!”
Nathan menghapus sisa makanan disudut bibir Jeni dengan lembut,membuat Jeni malu akan perlakuan manis Nathan.setelah menyelesaikan makannya,Jeni meminum jus trrawberynya.rasa puas terlihat di wajah cantiknya.
“Terimakasih suamiku,atas bakso cintanya!”
Nathan bersemu merah,karena sejak tadi Jeni terus memujinya dengan panggilan suami.semakin membuat Jeni tidak ingin berhenti menggodanya,Jeni terus melontarkan kata-kata pujian yang membuat si tuan penguasa,semakin tersipu malu.
***
__ADS_1
Makan malam tiba,Nathan membantu sera memapah Jeni menuruni tangga,Tania yang sudah menunggu di meja makan tersenyum senang.Tania bangun dari duduknya,dan langsung memeluk sang kakak ipar.membuat sang ibu tersenyum senang,melihat sang putri yang kini beranjak dewasa.
“Apa yang kakak ipar lakukan seharian ini?”
“Aku ke toko roti seperti biasanya,dan kembali sebelum suamiku pulang!”
“Dan kakakmu ini membelikan kakak ipar mu Bakso cinta,benar kan sayang!”
Mulai lagi,,jangan mengatakan hal yang tentang mengantri sayang,aku tidak ingin Tania menertawakanmu.ku mohon jangan bahas bakso cinta itu lagi,,
Jeni menahan senyumnya,dan memberi gelengan kepala pelan kearah Tania,yang hanya di tatap Tania dengan kening berlipat.Tania yang penasaran akan apa yang sang kakak lakukan,tentu saja memulai aksinya,untuk mengorek informasi tentang apa yang dilakukan oleh Tuan pengusaha tersebut.
“Bakso cinta?”
“Iya,kakak membelikan kakak ipar mu seporsi besar bakso cinta.kakak rela berpanas-panasan,serta mengantri hanya untuk mendapatkan semangkuk bakso,untuk kakak ipar mu ini.bagaimana kakakmu ini hebat bukan,bahkan kakak ipar mu memuji apa yang kakak lakukan!”
“kak Nathan ikut mengantri?”
Tania dan sang ibu seperti tidak percaya dengan apa yang mereka dengar,bahkan dengan bangganya sang kakak membusungkan dada,serta membanggakan diri karena berhasil mengantri.
“kakak ipar mu mengakui kehebatan kakak,bagaimana denganmu,apa kau mengakui kehebatan kakakmu ini!”
“Cihh,,hanya mengantri saja sudah bangga seperti itu,apalagi kalau kakak bisa menemani kakak ipar ke wahana permainan,seperti yang kami lakukan itu baru hebat namanya!”
“Apa kau bilang, hanya mengantri?hei,,kakak ipar mu mengatakan apa yang kakak lakukan sangat hebat,kenapa kau malah menertawakan ku!”
“kakakku yang polos,mengantri itu hal biasa,kakak saja yang tidak pernah melakukannya,makanya sering-seringlah bersosialisasi di masyarakat.jadi kak Nathan akan tau kebiasaan rakyat biasa!”
Sang ibu tertawa mendengar ucapan Tania,tanpa di tutup-tutupi membuat Nathan terdiam,sementara Jeni hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal itu.dan tertawa didalam hati,menertawakan sikap bodoh sang suami.
Apakah benar yang Tania katakan,jika mengantri itu adalah hal yang wajar.aku akan mencari taunya besok,bila perlu aku akan bertanya pada Elios.karena manusia itu sering berbaur dengan masyarakat,diluar sana,,
Tania menahan tawanya,melihat kebodohan sang kakak.yang sama sekali tidak tau budaya mengantri,tentu saja dirinya tidak mengetahui apapun.karena selama ini,yang melakukan berbagai macam hal adalah Elios.Jeni menjadi tidak enak melihat ekspresi Nathan,dengan lembut Jeni menggenggam tangan Nathan.hingga pria yang berada di sampingnya menolehkan kepalanya.
“Aku sangat senang karena suamiku,mau repot-repot mengantri utukku.dia pasti merasa bingung dengan apa yang dia lakukan,namun dia dengan penuh ketulusan.hingga rasa bakso yang suamiku belikan,memiliki rasa nikmat yang luar biasa.seperti cintanya padaku,karena itu suamiku menamai bakso yang dia beli,dengan sebutan bakso cinta!”
__ADS_1
Nathan tersenyum lebar,mendengar ucapan Jeni yang bagaikan air menyirami hatinya yang tandus.Tania hanya memutar bola matanya,melihat sang kakak.namun sungguh Tania ingin menertawakan sang kakak yang memang terlihat bodoh.makan malam pun mereka lanjutkan dengan tenang,meski sesekali Tania terlihat tersenyum,jika mengingat kebodohan kakaknya.