
Lara meronta dan menangis histeris ketika dirinya di bawa paksa,oleh pihak kepolisian.tidak ada yang bisa dirinya lakukan selain menangis dan memaki para petugas,sang Ayah yang menjadi tumpuan terakhirnya memilih menyerah dan pergi meninggalkannya.rasa kecewa dan marah menguasai hati Lara,dirinya hanya bisa menangis dan meratapi nasibnya kini.
Setibanya di kantor kepolisian,Lara yang sudah berganti pakaian dengan baju tahanan ,dibawa kesebuah sel yang di tempati oleh seorang wanita.Lara mengerutkan dahinya,seperti mengenali postur tubuh itu.dengan bantuan pihak kepolisian,Lara memasuki sel,Lara tidak bisa berkata apa,wanita dengan tubuh yang mulai kurus itu adalah ibunya.
“Mama!”
Suara Lara mengalihkan perhatian Nyonya Andita sang Mama,air mata tumpah melihat keadaan sang putri yang kini harus duduk di atas kursi roda.perlahan Nyonya Andita menghampiri Lara,dan memeluknya.tangisan keduanya pecah,beberapa petugas hanya melihat dan membiarkan mereka ,melepas rindu.karena pihak kepolisian telah mengetahui status keduanya,yang merupakan ibu dan anak itu.
“Apa kau baik-baik saja,bagaimana perasan mu sekarang apa masih ada yang sakit!”
“Bagaimana Mama bisa berakhir disini,apa yang mereka lakukan padamu Ma!”
“Mereka tidak menyakiti Mama,Mama disini karena dosa-dosa Mama Lara!”
“Tidak,semua ini karena wanita sialan itu.semua ini karena Jeni pembawa sial itu,karena dia kehidupan keluarga kita hancur Ma!”
“Tidak Lara,sadarlah semua ini karena dosa dan kesalahan kita,Jeni tidak pernah menyakiti kita Lara!”
“Tidak,,lihatlah yang dia lakukan padaku Ma,aku sekarang lumpuh dan harus duduk di kursi sialan ini.semua karena dia,karena dia Ma!”
Nyonya andita memeluk Lara,mencoba menenangkan dan memberinya ketenangan,kebencian sudah menguasai dirinya.air mata penyesalan membasahi pipi sang ibu,semua ini mungkin karena dirinya yang terlalu memanjakan Lara,dan mengikuti semua keinginannya.hingga apa yang tidak dia dapatkan menjadi boomerang,bagi dirinya dan Lara.
Maafkan Ibumu ini,yang membuatmu harus terjerumus dalam lingkaran kehidupan penuh dosa.seharusnya ibu tidak memperlihatkan kebencian ibu pada Jeni di hadapanmu,sehingga kalian bisa menjadi saudari yang baik dan saling melindungi,bukan saling menyakiti.
Setelah dua hari mendekam di tahanan,dan dimintai keterangan perihal rencana dan perbuatannya,yang hampir melenyapkan nyawa Jeni.prilaku Lara berubah,dia lebih banyak diam,terkadang tertawa dan menangis histeris.membuat sang ibu dan pihak kepolisian memutuskan membawanya ke Dokter,sang Ayah yang mendengar kondisi Lara,dengan segera datang ke rumah sakit begitu juga dengan Elios.setelah melewati beberapa pemeriksaan Dokter mengatakan keadaannya baik-baik saja,dan hanya sedikit tergunjang.mendengar penjelasan Dokter,Elios dan Pihak kepolisian sepakat membawa mereka ke persidangan.
Elios mendekati kursi roda tempat Lara duduk,dia berjongkok dan menatap Lara dengan intens.membuat Lara berusaha mengalihkan tatapannya,sebuah senyum sinis muncul dibibir tipis Elios,seringai mengerikan muncul di wajah tampannya.
“Apa kau pikir dengan berpura-pura sakit,kau bisa mengelabuhi kami.kau salah,meskipun kau gila kami akan tetap memenjarakan mu,atau lebih tepatnya membuatmu mati secara perlahan-lahan!”
__ADS_1
“Kenapa kau tidak menikmati hari-harimu dengan baik,tanpa ada drama Nona Lara,dengan begitu kau tidak akan membuat ibu dan Ayahmu lebih menderita lagi!”
Tubuh Lara membeku mendengar ucapan Elios yang dia bisikan di telinganya,wajahnya pucat pasi.dirirnya telah berusaha mengalihkan perhatian pihak kepolisian agar penyelidikannya di tangguhkan,namun siapa sangka Elios bisa membaca rencananya.
Lara berusaha menampilkan wajahnya yang tanpa rasa takut sedikitpun dihadapan Elios,bahkan terkesan menantang,Elios ingin melihat sampai dimana keberanian Lara padanya.
“Aku tidak mengerti maksud anda Tuan Elios,bukankah anda sudah mendengar penjelasan Dokter,aku hanya sedikit terguncang.lihatlah keadaanku sekarang,bagaimana bisa aku tidak terguncang dengan keadaanku ini!”
“Aku turut prihatin dengan keadaanmu sekarang,dan alangkah baiknya jika waktu itu anda langsung meregang nyawa,dengan demikian anda tidak akan kesakitan dan menahan malu seperti ini,benar kan Nona Lara!”
Lara meremas pakaiannya,dirinya tidak bisa membalas ucapan Elios yang begitu menyinggung perasaannya.meski marah dan sakit hati,tidak ada yang bisa dirinya lakukan dengan keadaannya sekarang ini.
“Tuan Elios,saya mohon jangan memberinya ucapan seperti itu.ucapan anda bukan hanya menyakiti hatinya,tapi merendahkan keadaannya yang sekarang ini.saya tau putriku sungguh berdosa,bagi keluarga Agatha,melalui ini saya sebagai Ayahnya memohon maaf!”
“Jika kau pikir kata Maaf bisa menyelesaikan semuanya,untuk apa ada hukum di Negara ini.aku hanya ingin keadilan yang sempurna untuk Nona Muda kami!”
“Sepakan dirimu Nona Lara,karena sebentar lagi kau akan menikmati masa indah,masa yang tidak akan pernah kau lupakan sepanjang hidupmu!”
“Ayah,tolong bantu kami keluar dari masalah ini,tolong carikan pengacara handal yang bisa mengeluarkan kami dari penjara Ayah!”
“Ayah akan berusaha membantu kalian,tapi apapun keputusannya nanti,Ayah harap kalian menerimanya dan menjalaninya sebagai bentuk hukuman atas apa yang kalian perbuat!”
“Tidak,aku dan ibu tidak bersalah dalam hal ini, merekalah yang membuatku seperti ini terutama Jeni ayah!”
“Cukup Lara,Ayah pikir setelah beberapa hari mendekam di penjara,kau akan sadar dengan kesalahanmu,tapi kau masih bersikap sama dan penuh dengan kedengkian pada Jeni!”
“Mau sampai kapan kau akan menyalahkan dirinya,dengan apa yang menimpamu,semua ini terjadi karena keangkuhan dan keegoisan mu sendiri,tidakkah kau menyadari akan hal itu!”
“Ayah sungguh lelah menghadapi mu,dengan tragedy ini semakin membuka mata Ayah lebar-lebar,siapa sebenarnya yang pantas Ayah bela dan Ayah kasihani disini.jika waktu bisa di ulang kembali,Ayah tidak akan memperlakukan Jeni sebagai orang lain di keluarga kita!”
__ADS_1
“Jadi Ayah menyesal?”
“Iya,Ayah sangat menyesalinya.bahkan jika Ayah masih di beri kepercayaan,di kehidupan selanjutnya Ayah ingin menjadi seorang Ayah yang membanggakan untuk Jeni!”
“Ayah tidak bisa melakukan itu,kau hanya Ayahku seoarang.tidak ada yang bisa merebut mu dariku Ayah,termasuk Jeni!”
Tuan Sanjaya tidak mendengarkan teriakan dan makian yang keluar dari mulut Lara,Tuan Sanjaya menutup mata dan telinganya.beberapa minggu ini membuatnya membuka mata,dan menyesali semua perbuatannya.dirinya pasrah jika harus kehilangan perusahaan yang selama ini dirinya pertahankan,bahkan dirinya menjual putrinya hanya untuk melindungi istri dan putrinya Lara,dari kemiskinan tanpa memperdulikan perasaan Jeni.
Lara menangis dan berteriak histeris,mencoba menghentikan sang Ayah.karena merasa Lara tidak akan diam,petugas terpaksa memberinya suntikan penenang.Setelah Lara tertidur,para petugas kepolisian membawa Lara kembali ke Sel.namun kali ini mereka memutuskan memisahkan sel antara Lara dan sang ibu.
Melihat keadaan Lara yang mulai tidak stabil,membuat pihak berwajib mengambil keputusan itu,mereka takut Lara akan melukai sang ibu.melihat sang putri di tempatkan di sel yang berbeda dengannya,tentu Nyonya Andita tidak menyetujui keputusan itu.bahkan sang ibu mulai menangis dan memohon kepada beberapa petugas penjaga.
“Jangan habiskan tenaga mu untuk berteriak Andita,apa yang dilakukan oleh pihak kepolisian semata-mata hanya untuk melindungi mu!”
Nyonya Andita menoleh dan mencari asal suara,yang begitu dia kenali.sang suami datang mengunjunginya,dan dengan ijin petugas.Tuan Sanjaya dan Nyonya Andita bisa bicara di sebuah ruangan,dan tentu saja dengan pengawalan yang ketat.
“Kenapa mereka memisahkan sel kami,Lara butuh bantuanku.dan apa maksudmu dengan untuk melindungi ku!”
“Sikap Lara sekarang berubah menjadi sedikit agresif,karena itu ikuti saja keputusan pihak kepolisian.meski kau adalah ibunya yang melahirkannya,bisa jadi dia akan melukaimu!”
“Apakah Lara mengalami gangguan kejiwaan?”
“Dokter belum bisa memastikan,karena semuanya masih normal dan dia hanya mengalami sedikit guncangan,namun belum menyerang kejiwaannya!”
“Aku benar-benar seorang ibu yang tidak berguna!”
“Jangan menyalahkan dirimu,kita semua disini bersalah,karena kita berdua belum pantas disebut sebagai orang tua!”
“Aku telah menjerumuskan anakku dalam neraka,andai saja waktu bisa di ulang,aku ingin menjadi seorang ibu yang baik untuk Jeni dan Lara!”
__ADS_1
“Jangan menyesali yang sudah terjadi,mari kita perbaiki semuanya,cobalah menyadarkan Lara.dengan demikian kita baru pantas di sebut sebagai orang tua!”
Tuan Sanjaya memeluk istrinya yang sudah menumpahkan air mata penyesalannya,selama berada di tahanan,Nyonya Andita telah merenungi dan mengakui Sagala kesalahannya di masa lalu.