Proposal Cinta Sang Ceo

Proposal Cinta Sang Ceo
109. Merasa Bersalah


__ADS_3

Dengan wajah lesu Nathan memasuki kamarnya,dimana sang istri Jeni sedang duduk di dekat jendela,dengan buku ditangannya.menyadari kedatangan seseorang,Jeni menolehkan wajahnya,menatap kehadiran sang suami dengan wajah yang sedikit berbeda.Nathan melangkah menghampiri Jeni,duduk tepat di sebelahnya,merebahkan kepala di pundak Jeni.secara alamiah Jeni mengangkat tangannya,dan mengelus lembut kepala Nathan.


“Apa ada sesuatu yang terjadi,kenapa wajahmu cemberut seperti itu!”


“Sayang,mulai sekarang kurangi aktifitas mu diluar.jika ada yang ingin kau kerjakan,atau kau pastikan,kau bisa menyuruh Sofi atau Rado!”


Jeni mengeryit bingung,dengan ultimatum Nathan yang menurutnya berlebihan.Jeni langsung menegakkan tubuhnya membuat Nathan mengangkat kepalanaya.Natahn tidak akan pernah membatasi geraknya jika bukan karena suatu alasan.


“Katakan padaku,ada apa?”


Nathan mendesah dan menatap Jeni dengan lembut,menatap wanita yang begitu berarti untukknya.wanita yang kini sedang mengandung cintanya,wanita yang begitu ingin dia bahagiakan.


“Wanita itu kembali,dan kali ini aku yakin dia akan merencanakan sesuatu yang besar pada kita.aku tidak ingin kalian terluka,karena itu aku meminta Elios menambahkan beberapa orang,untuk berjaga-jaga!”


Jeni semakin mengerutkan keningnya mendengar ucapan Nathan,biasanya suaminya akan tenang,bahakan tidak pernah takut akan ancaman bahaya apapun.tapi sekarang tersirat rasa khawatir dimata dingin itu.


“Selena,,yang kau maksud dengan wanita itu,adalah Selena?”


“Iya,hari ini dia bahkan datang kekantor dan mengacau.Elios segera membereskannya,aku yakin kali ini dia kembali dengan niatan berbeda!”


Nathan kembali mendesah,mengulurkan salah satu tangannya menyentuh pipi Jeni,membelainya dengan lembut seolah mengungkapkan rasa sayang dirinya.


“Maafkan aku,membuatmu berada dalam posisi ini!”


“Kau tidak salah sayang,dia hanya bagian dari masa lalumu.bahakan setelah kedatanganku, wanita itu adalah masa lalu bagimu. Kini kami adalah masa depanmu,jadi akau akan mempertahankan suamiku disisiku.apapun keputusanmu demi keselamatan ku dan bayiku,aku akan menurut !”


Nathan menarik tubuh Jeni,membawanya dalam dekapannya.menghujani Jeni dengan beberapa kali kecupan lembut di kepalanya,nuansa romantis tercipta di antara mereka.sementara itu Tania baru saja tiba di rumah,hal pertama yang dia lihat adalah sosok pria tampan,dengan kaca mata putih yang bertengger di hidung mancungnya.Elios duduk di sofa dengan tablet di tangannya,tatapannya cukup serius  membuat Tania diam-diam menggunakan kesempatan itu,untuk mencuri pandang ke arahnya.


Dia sangat tampan,apalagi jika sedang fokus seperti itu.lihatlah bibir seksinya,kapan aku bisa menyentuhnya lagi.tapi tunggu,,apa yang kau pikirkan Tania,kenapa otakmu menjadi rusak jika berurusan dengannnya.kalian telah saling mengacuhkan,dan bukankah pria itu sudah menjaga jarak denganmu?.benar,jaga harga dirimu Tania,jangan terpesona oleh ketampanannya,diluar sana masih banyak yang lebih tampan darinya,,


“Sudah puas menatapku?”


Deg,Tania tersadar dari lamunannya,menatap Elios dengan tatapan jengah.dengan acuh Tania melangkahkan kakinya,melewati Elios yang masih fokus dengan tabletnya.


“Oh sudah tidak punya mulut untuk bicara ya?”

__ADS_1


Langkah Tania terhenti ketika mendengar ucapan Elios yang menyebalkan,Tania melangkahkan kakinya berdiri tepat dihadapan Elios,dengan kedua tangan yang ia silangkan di dadanya.Tania menatap pria yang menurutnya menyebalkan,serta  bicara seenaknya.


“Aku masih punya mulut,tapi mulutku ini tidak di gunakan untuk bicara dengan pria menyebalkan sepertimu!”


Elios tersenyum tipis,mematikan tabletnya dan menatap Tania dengan tatapan dalam,membuat Tania salah tingkah.


“Jangan menatapku seperti itu,tatapan mu sungguh menakutkan!”


“Apa jantungmu berdegup kencang karena tatapan dariku?”


Tania mendelik kesal dengan ucapan Elios,meski dirinya akui jantungnya memang berdegup kencang tiap kali tatapan mata mereka beradu.Tania tentu tak ingin mengakuinya,ia harus menjaga harga dirinya di hadapan pria,yang dengan berani mencuri ciuman pertamanya.


“Kau jangan terlalu percaya diri ya Tuan sekertaris,masih banyak pria di luaran sana yang lebih tampan,seksi dan menggoda darimu!”


“Benarkah?”


Elios menatap intens mata Tania,melangkah perlahan mendekati Tania ,yang menatapnya dengan tatapan tak suka.jantung Tania semakin tak terkendali,menatap wajah tampan Elios dari dekat.Tania memundurkan langkahnya berusaha mengalihkan tatapan mata mereka,Elios tersenyum tipis nyaris tak terlihat,melihat tingkah Tania yang gugup.Elios mendekatkan kepalanya di samping pipi Tania,hingga wangi tubuh Elios tercium membuat tubuh Tania membeku.aroma maskulin yang menjadi cirri khas Elios,menyeruak di indera penciumannya,membuat aliran darahnya berdesir aneh.Tania berusaha menahan nafasnya,agar Elios tak menyadari kegugupannya.


“Aku tau kau begitu gugup,bahkan detak jantungmu terdengar cukup jelas Tania.tapi tenanglah,seperti katamu masih banyak pria di luaran sana,maka seperti itulah aku.masih banyak wanita di luar sana yang mau denganku,dan tentunya lebih menggairahkan dibandingkan denganmu!”


Tubuh Tania mematung mendengar ucapan Elios,Tania mengepalkan kedua tangannya,sebelum dirinya sempat membalas ucapan Elios.pria tampan itu melenggang pergi dengan senyum tipisnya,meninggalkan Tania yang mengumpat kesal dan memakinya.tidak bisa mendekati Tania mungkin adalah ketidakberuntungannya,namun jika menganggu Tania adalah hobi barunya.


Tania terus menggerutu kesal,mengumpat dan mengeluarkan semua sumpah sarapahnya.membuat Jeni mengerutkan dahi melihat tingkah adik iparnya,yang bicara sendiri serta memaki tanpa ada kehadiran satu  orang  pun di ruangan tersebut.


“Siapa yang kau maki Tania?”


Tania terkejut mendengar suara Jeni,yang kini berdiri tepat di belakangnya dengan tatapan aneh.terlihat dengan sangat jelas tatapan kesal seta marah dimata Tania,Jeni semakin mengerutkan dahinya,dan mendesah pelan.sifat Tania tidak berbeda jauh dengan Nathan,jika dihadapi dengan sikap kasar maka sikapnya akan semakin keras.Jeni melangkah mendekati Tania,dan mengusap pipi gadis muda itu dengan pelan.senyum teduh Jeni,berhasil memadamkan kobaran kemarahan dimata Tania sebelumnya.


“Siapa yang kau maki seperti itu,suaramu sangat kencang,sampai terdengar dengan jelas!”


Tania mendesah,memeluk Jeni untuk menghilangkan rasa kesal dihatinya.Jeni hanya tersenyum dan menepuk pelan punggung gadis manja itu.


“AKu kesal dengan Elios,dia mengatakan jika aku bukan wanita cantik,yang sesuai dengan tipenya.bahkan katanya dia tidak berminat pada tubuhku yang tidak menggoda,lalu kenapa dia mencuri ciuman pertamaku.aku ingin menjambak rambutnya kakak ipar!”


Jeni tertegun mendengar ucapan Tania,dengan cepat Jeni melepas pelukan mereka dan menatap Tania dengan tatapan tak percaya.Tania menganggukkan kepalanya,seperti mengerti arti dari tatapan Jeni.dengan perasaan sedikit gugup,Jeni mengedarkan tatapannya,memastikan bahwa tidak ada seorangpun selain mereka berdua di sana,memastikan tidak ada yang mendengar pengakuan polos Tanai.dengan langkah berhati-hati keduanya menuju kamar Tania,Jeni mendudukkan dirinya di samping Tania yang masih menunduk kesal.

__ADS_1


“Katakan  padaku apa yang terjadi sebenarnya?”


Tania menautkan kedua jari serta memainkannya,merasa  bodoh karena membuka mulutnya,hingga sang kakak ipar harus mengetahui rahasia kecilnya.


“Tania!”


“Kami pernah berciuman,bahkan ciuamannya sangat manis kakak ipar!”


Tania mengangkat kepalanya,sambil tersenyum cengengesan di samping Jeni.sungguh Jeni tak menyangka jika keduanya sudah sampai sejauh itu,Jeni menutup mulutnya menahan senyum serta tawanya.melihat reaksi Jeni,Tania semakin mengerucutkan bibirnya.


“Jadi hubungan kalian sudah sampai sejauh itu,,wah Tania,aku sangat salut padamu,bisa meluluhkan pria dingin selain kakakmu itu!”


“Hubungan apanya,kami tidak memiliki hubungan seperti yang kakak ipar pikir!”


Jeni mengernyit bingung,lantas kalau hubungan mereka tidak spesial,hubungan seperti apa yang keduanya jalani.


“Lantas hubungan kalian seperti apa?”


“Pria angkuh itu kini mengacuhkan ku,seolah-olah ciuman kami itu tidak berate.dia bahkan dia bicara tentang tipe idealnya,yang katanya aku tidak masuk dalam kriteria wanita idamnnya.ucapannya membuatku kesal,dan ingin menjambak rambutnya itu kak!”


Jeni terdiam menyimak semua cerita Tania,Elios bukan pria kurang ajar.pria itu sangat bertanggung jawab,pasti Tania mengatakan  sesuatu atau melukai persaannya.hingga Elios memilih mengacuhkan dan menjauhi Tania,yang jelas-jelas dirinya sukai.Jeni menatap Tania dengan intens,membuat gadis muda itu takut.tatapan Jeni kali ini tak biasa,Jeni menatap Tania dengan tatapan rumit ,seperti  mencari sesuatu yang Tania sembunyikan.


“Jangan menatapku seperti itu Kakak ipar,aku merinding dengan tatapan mu!”


“Apa kau pernah melukai hati dan perasaannya?”


“Hati siapa?”


“Hati Elios,pernahkah kau bicara kasar,dan ucapan mu itu melukai hati,perasaan atau harga dirinya sebagai seorang  pria?.Elios pria baik dan bertanggung jawab Tania,dia tidak akan bertindak di luar akal sehatnya.aku yakin Elios menyimpan rasa padamu!”


Tania terdiam mendengar pertanyaan serta penjelasan panjang lebar dari Jeni,Tania menunduk dan mulai mengingat semua peristiwa,serta ucapannya kepada Elios.beberapa menit Tania terdiam,raut wajahnya mulai pucat,ada rasa bersalah yang terlihat nyata di wajah cantik itu.Jeni mendesah dan tidak bertanya lagi,Jeni mengusap pelan punggung Tania.hingga gadis itu mengangkat kepalanya,memperlihatkan wajah sendu penuh penyesalan.


“Apapun yang pernah kau ucapkan pada Elios,yang kini membuatnya memilih menjauhimu.kau harus meminta maaf padanya,tak semua hati pria itu sama Tania.pria dingin serta angkuh cenderung menyimpan perasaannya,namun ketika perasaannya tersambut,mereka tidak bisa untuk menahan rasa itu.contohnya kakakmu,minta maaflah!”


“Apa kau menyukai Elios?”

__ADS_1


Tania mengangkat kembali kepalanya,menatap mata teduh Jeni.melihat respon Tania yang  masih bingung dengan perasaannya,Jeni hanya bisa mendesah pelan serta tersenyum hangat.


“Jika berada disamping pria yang kau suka,apakah  jantungmu berdetak lebih cepat dari biasanya?”


__ADS_2