
Setelah pertemuannya dengan Rado,membuat Selena merasa tidak nyaman.pikirannya terus tertuju pada Lara,benarkah wanita itu mati ditangan Nathan?jika benar demikian dirinya tidak boleh gegabah dalam mengambil tindakan,serta dirinya harus lebih berahati-hati mulai sekarang.dia tidak ingin kehilangan nyawa,dia masih menyayangi nyawanya.yang dirinya inginkan hanyalah kepastian yang nyata,namun bagaimana caranya?
Selena telah melakukan beberapa cara untuk menemui Nathan,namun pria itu seakan enggan dan tak sudi bertemu dnegannya.Alex pun sebagai temannya,menghilang entah kemana,seolah-olah pria itu sengaja menghindarinya.mengingat semua itu Selena mengeram kesal,apakah dirinya wanita yang begitu tak pantas untuk di temui oleh keduanya?
Selena menggenggam setir mobilnya dengan sangat kuat,mobilnya melaju menuju perumahan elit dimana Lara serta Jeni tingal sebelumnya.Selena berhenti dirumah besar yang gerbangnya tertutup rapat,bahkan seperti tak berpenghuni beberapa saat.Selana melirik kiri dan kanan,mungkin saja ada seorang warga yang lewat yang bisa dia tanyai.keberuntungan sedang berpihak padanya,terlihat seorang warga melewatinya.tanpa membuang kesempatan Selena menahan,dan bertanya dengan sopan.
“Maaf bolehkah saya tau,kemana perginya para penghuni rumah mewah ini?” Selena menujuk rumah mewah yang tertutup rapat serta sepi itu,warga tersebut menatap rumah yang Selena tunjuk.warga tersebut yang sebenarnya kepala RT setempat,mendesah pelan mentapa Selena dengan sendu,membuat perasaan Selena mulai tak tenang.
“Tuan Sanjaya sudah pindah,satu bulan setelah kepergian putri keduanya,dan sang istri yang kini mendekam di penjara!” mata Selena melebar tak percaya mendengar ucapan pak RT tersebut,wajahnya pucat mengingat kembali ucapan Rado mengenai insiden yang Lara alami.
“A..apa yang terjadi pada putri mereka Pak?” pak RT mulai menceritakan apa yang terjadi sebenarnya,semakin membuat Selena pucat pasi.melihat keadaan Selena yang entah sejak kapan berubah,pak RT mengkerutkan dahinya bingung.
“Anda tidak apa-apa Nona?wajah anda terlihat pucat.apakah anda ada hubungan keluarga dengan Tuan sanjaya?” Pak RT bertanya dengan sopan,dan dengan sopan Selena menjelaskan siapa dirinya.setelah mendapatkan informasi yang di inginkannya,Selena masuk kedalam mobilnya.lutunya terasa lemah dan tak mampu menopang berat tubuhnya,keringat dingin membasahi keningnya.
__ADS_1
Apa benar Natahn membunuh Lara,karena Lara mencoba membunuh Jeni,lalu bagaimana dengan ibunya?bahkan sekarang sedang dipenjara,lantas kemana perginya Tuan Sanjaya Ayah Jeni?apakah aku harus mencari tau tentangnya juga?
Selena berdebat dengan pikirannya sendiri,bingung harus mengambil tindakan seperti apa.Selena menyandarkan punggungnya memejamkan kedua matanya ,mencoba menjernihkan pikirannya yang kini sedang kalut.
“Awasi terus pergerakannya,pastikan wanita itu tidak menemukan keberadaan Tuan sanjaya,dan juga Nona sanjaya!” Elios mematikan ponselnya dan menyimpan kembali ponselnya kedalam sakunya.Elios mengetuk pintu ruangan Nathan,sebelum diriny amasuk bersama berkas-berkas yang harus Nathan tandatangani.
“Selena berusaha mencari kebenaran tentang kematian Nona Lara,dan sepertinya sekarang dia sedang mencari keberadaan Tuan sanjaya dan istrinya!” Elios berucap pelan sambil meletakkan setumpuk berkas kemeja Nathan.dengan tatapan tajam yang menusuk,Nathan menatap Elios membuat tubuh pria itu seakan membeku karena tatapan Nathan yang dingin.
“Awasi terus,jangan sampai wanita itu menemui Jeni.katakan pada Rado untuk selalu waspada,jika dia berani menyentuhkan tangannya ke tubuh istriku,aku yang akan membereskannya secara langsung!”
Selena menghempaskan tubuhnya di ranjangnya yang besar,seharian ini diirnya berusaha menemukan keberadaan Tuan sanjaya,namun belum membuahkan hasil.jika saja diirnya bisa bertemu dan mengetahui apa yang terjadi,mungkin dirinya tidak akan berpikir seribu kali sebelum melakukan rencanya.Selena bahkan sudah merasakan ketakutan luar biasa,bahkan sebelum dirinya berperang .
Jika benar anak yang Jeni kandung adalah anak Nathan,maka akan sangat sulit memisahkan keduanya mengingat kehadiran seorang anak di tengah mereka membuat keduanya terikat secara batin.
__ADS_1
Sebaiknya aku menemui Nathan lagi,sebelum menemui Jeni.aku ingin melihat reaksi pria itu secara langsung,ketika mengatakan keinginanku untuk menemui Jeni.yah,,aku harus bertindak secepat mungkin.
****
“Maaf Tuan Elios,ada Nona Selena di ruang tunggu.kedatangannya kali ini sanagt sopan,sehingga kami tidak bisa bertindak kurang ajar padanya!” ucapan salah satu stafnya membuat Elios mendesah pelan,kenapa wanita itu tidak pernah jera setelah mendapatkan penolakkan beberapa kali.Elios menatap Nathan yang diam tak bersuara,Elios bahkan tak berani mengungakapkna niatnya.
“Aku akan menemuinya,bawa wanita itu keruanganku!” Elios mengerutkan kening menatap Nathan dengan bingung,bukankah selain Nona Mudanya tidak ada wanita yang boleh masuk ke ruangannya.apakah? Elios mulai menyadari maksud Nathan membiarkan wanita itu masuk keruang kerja pribadinya,Nathan ingin mengatakan dengan jelas bahwa hatinya telah di tempati sepenuhnya oleh istrinya.
“Baik Tuan Muda,saya akan membawa Nona selena keruangan anda!” tanpa berucap Natahn meninggalkan Elios dan stafnya,pintu terbuka Selena menolehkan kepalanya melihat kedatangan Elios.pria tinggi yang menjadi kaki tangan Nathan ,pria yang bisa melakukan apa saja untuk melindungi Tuannya.Selena menatap wajah pria dengan gaya elegannya,pria dengan kaca mata yang selalu bertengger di hidung mancungnya.Elios melangkah pelan menundukkan sedikit kepalanya dengan sopan,membuat Selena salah tingkah.karena setelah kejadian bebrapa waktu lalu,kini Elios terlihat sedikit lebih ramah.
“Tuan Muda menunggu anda diruangannya,mari ikuti saya!” dengan patuh serta jantung yang berdebar-debar,Selena mengikuti langkah Elios menuju ruangan kerja Nathan .ketika pintu terbuka,aroma parfum yang maskulin tercium,selena tersenyum bahagia akhirnya Nathan mengijinkannya masuk ke ruang kerjanya.namun senyum yang tadinya menghiasi bibir Selena perlahan meredup,ketika pandangannya tertuju pada pigura besar yang terpampang jelas ketika siapapun masuk kedalam ruangan tersebut.pigura besar yang terpasang tepat di belakang kursi kerja Nathan,Selena terpaku dengan senyum keduanya,senyum bahagia yang tampak terlihat jelas tanpa unsur sandiwara seperti yang diirnya yakini.
Senyum Nathan tersungging ,melihat kebodohan Selena yang terus berpikir bahwa pernikahannya dengan Jeni ,tetaplah sandiwara dan tidak pernah merasakan kebahagiaan.Nathan terus memperhatikan wajah itu,wajah pucat bak kapas .
__ADS_1
“Silahkan duduk Nona Selena!”