Proposal Cinta Sang Ceo

Proposal Cinta Sang Ceo
124. Kabar Kematian Selena


__ADS_3

Wajah damai sang istri tat kala terlelap dalam tidurnya membuat wajah Nathan melembut,ia melangkah ringan menghampiri ranjang dimana Jeni terlelap,tak jauh dari ranjangnya tampak Box bayi dimana putra mereka di tidurkan.terlihat sang putra tertidur lelap didalam Boxnya,tampaknya sang putra telah kenyang karena itu gerakan yang Nathan buat tak mengganggu tidur lelapnya.Natahn tersenyum lembut menatap sang putra yang sangat tampan perpaduan antara wajahnya dan Jeni,suka cita serta perasaan bahagia bercampur menjadi satu.


Jeni yang sudah terjaga semenit yang lalu terus memperhatikan Nathan yang hanya diam sambil menatap sang putra tanpa ingin menggendongnya.mungkin Nathan tidak ingin mengganggu tidur sang putra karena itu dia lebih memilih diam dan hanya menatap.merasa di awasi Nathan membalikkan tubuhnya,Jeni tersenyum dan mengulurkan tangannya berharap sang suami mendekat dan meraih tangannya.


“Bagaimana keadaanmu?” Nathan berucap lembut,menatap Jeni dan memastikan keadaan  wanita itu,Jeni tersenyum mengulurkan tangannya untuk mengusap pipi Nathan.ada gurat kelelahan yang terlihat jelas di wajahnya yang tampan.


“Aku baik-baik saja,kau sudah melihat wajah putra kita?” Nathan tersenyum dan mengangguk,Nathan meraih tubuh Jeni kedalam pelukannya yang hangat.Nathan melakukannya dengan sangat berhati-hati mengingat luka pasca operasi yang dilakukan oleh sang istri.


“Dia sangat tampan,akhirnya aku memiliki saingan.” Jeni terkekeh pelan mendengar ucapan Nathan yang sangat membanggakan dirinya.


“Iya,putra kita sangat tampan persis seperti dirimu.” Jeni menutup kedua matanya,menikmati aroma khas sang suami yang membuatnya merasa nyaman serta damai.


“Kalian berdua membuatku takut hari ini,berjanjilah kau tidak akan terluka lagi.” Jeni terdiam mendengar ucapan Nathan,suaranya yang sedikit parau membuat Jeni melonggarkan pelukannya dan menatap wajah Nathan.wajah tampan sang suami,yang kini terlihat bersedih.ada perasaan bersalah yang Jeni rasakan seandainya saja dirinya lebih berhati-hati,kejadian seperti yang dialami olehnya tidak akan terjadi.


“Maafkan aku yang kurang hati-hati,jika aku tau di café itu akan benyak pengunjung mungkin aku tidak akan memaksa sofi untuk kesana,aku sungguh minta maaf Nathan.” Nathan menggelengkan kepalanya pelan,dirinya tidak bisa menyalahkan Jeni namun bawahannya lah yang patut disalahkan karena di anggap tidak becus,menjaga keselamatan sang istri dan anaknya.


“Sejak tadi aku belum melihat sofi,dimana dia?” Jeni mulai teringat akan wanita yang senantiasa menjaganya dengan baik,bahkan wanita muda itu menangisinya tadi.setelah sadar dari pengaruh obat bius Jeni belum melihat keberadaan wanita tersebut.Natahn menghela nafas pelan,membawa kembali tubuh Jeni ke pelukannya.

__ADS_1


“Elios masih menghukumnya karena kelalaiannya” Jeni melebarkan kedua matanya,melepas pelukannya secara paksa dan menatap Nathan dengan tatapan sengit.Nathan menghela nafasnya,ia yakin Jeni akan sangat marah jika mendengar apa yang Elios lakukan pada Sofi,namun itu semua adalah bentuk hukuman yang dirinya berikan kepada anak buahnya yang di anggap lalai dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.


“Elios tidak menyakitinya,dia baik-baik saja.Elios hanya sedang memberinya hukuman atas kelalaiannya menjaga kalian berdua,hingga insiden ini terjadi jika saja dia sigap dan tidak meninggalkanmu walau selangkah saja,hal mengerikan hari ini tidak akan terjadi.” Wajah  Nathan berubah keras dan Jeni mulai menyadari kemarahan yang terdapat di hati sang suami,Jeni tidak ingin memperpanjang masalah hari ini dan semakin membuat sofi terpojok.dalam kejadian kali ini dirinya juga bersalah karena tidak bisa melindungi dirinya sendiri dan anaknya.


“Apa kau tau siapa wanita yang mendorongmu?” Nathan menatap Jeni penuh selidik,Jeni mengerutkan dahi dan mencoba mengingat tentang wanita yang membuatnya terjatuh  itu.karena tidak bisa mengenali wanita itu,Jeni menggeleng pelan menghela nafas sesalnya karena tak melihat dengan jelas wajah sang pelaku.berbanding terbalik dengan Nathan yang bernafas lega karena Jeni tak mengenali wajah Selena yang menggunakan penyamaran untuk mengecoh dirinya,Sofi dan anak buahnya.


“Tidurlah kau harus beristirahat dan banyak bergerak,nanti jahitannya terbuka.” Jeni mengangguk pelan,Nathan melepas jas serta sepatunya mulai naik ke atas ranjang dan ikut berbaring memeluk tubuh sang istri.


Berita kematian Selena menghebohkan jagat maya,penemuan mayatnya yang bunuh diri membuat beberapa pihak terkejut begitu juga agensi yang manaunginya.kematian Selena yang cukup tragis membuat sebagian orang menyayangkan keputusannya untuk mengakhiri hidupnya,factor malu depresi menjadi topik hangat alasan Selena untuk mengakhiri hidupnya.


Kematiannya menjadi topik serta pembahasan utama di media cetak,serta online.Elios tersenyum puas menerima hasil laporan dari para anak buahnya kalau pagi ini mayat Selena telah di temukan oleh warga sekitar yang kebetulan lewat.dengan kekuasaan serta kepintarannya Elios membuat alibi yang begitu apik,hingga tim keamanan yang melakukan pemeriksaan menyimpulkan kematian Selena murni bunuh diri.bagaiamana Elios dan serta anak buahnya bisa melakukan itu semua?jawabannya hanya pada Elios,sedangkan Rado hanya melakukan apa yang Elios perintahkan.


Video yang tersebar tidak bisa di hentikan hingga pihak keluarga meminta bantuan para ahli serta pihak keamanan,untuk menghapus dan memblokir semua Video sang putri yang memalukan.Nathan melempar kasar Koran yang hari ini di bacanya ke atas meja,ada kepuasan yang terlihat di wajah dinginnya.


“Katakan pada semua anak buahmu untuk menutup mulut,jangan sampai Jeni mengetahuinya.jika ada yang berani membuka suara singkirkan secepatnya.” Nathan menatap Elios dengan tajam,dengan patuh Elios hanya menganggukkan kepala.masalah kali ini terselesaikan dengan baik dan Elios berharap tidak aka nada lagi Selena lain, yang  lebih bodoh lagi.


Jeni menatap  sang putra yang kini tertidur lelap di pelukannya setelah menyusu untuk beberapa lama,Tania dan sang ibu mertua datang membawakan bubur buatan koki mereka khusus untuk Jeni.Tania berlari dan langsung duduk disamping Jeni,menatap dan sesekali mencolek pipi sang keponakan yang terlelap dan tidak terpengaruh oleh gangguan di sekitarnya.melihat hal itu Tania semakin gemas,dan mencuri ciuman kecil di pipi sang keponakan yang tampan.

__ADS_1


“Jauhkan bibirmu dari pipi putraku Tania,kau membawa kuman.” Mendengar suara lantang sang kakak yang cukup khas,Tania menolehkan kepalanya menatap sang kakak dengan sengit.ia berpikir jika sang kakak berada dikantor jadi dirinya bisa sepuasnya menggendong dan menjahili sang keponakan.namun tebakannya salah,sang kakak masih berada di rumah sakit dengan sang asisten kaku yang sellau setia berada di sampingnya.


Nathan melirik Tania dan mengusir sang adik dengan tatapannya,namun Tania bermasa bodoh.ia mendekatkan dirinya di samping kakak iparnya dan memainkan jemarinya di pipi lembut sang keponakan,yang membuat Nathan  tambah kesal.tanpa aba-aba Nathan menjewer pipi Tania,apa yang Nathan lakukan tentu saja membuat pipi Tania kesakitan hingga gadis itu memilih bangun dan berdiri sambil mengusap pipinya dengan kesal.


“Dasar kakak menyebalkan,pelit.” Tania menggerutu kesal,namun Nathan hanya cuek dan mengangkat bahunya acuh.diraihnya sang putra yang untuk pertama kali ia gendong,dengan hati-hati Nathan memindahkan tubuh sang putra ke pelukannya yang hangat.


“Kenapa Baby boy harus mirip denganmu sih kak,dia akan lebih tampan jika mirip kakak ipar.” Nathan mengangkat alisnya mendengar ucapan Tania,adiknya ini sungguh dendam dan membencinya,hingga dengan berani dia mengutarakan pendapatnya.


“Jika dia mirip kakak iparmu,tentunya akan cantik Tania.” Tania yang mendengar ucapan ketus sang kakak menatapnya dengan kesal sambil memutar bola matanya dengan malas.


“Akan lebih baik lagi jika mirip kakak ipar,jika mirip dirimu kak bagaimana dingin serta angkuhnya bocah kecil ini.ayahnya saja dingin,kaku serta angkuh,bisakah kak Nathan membayangkannya?” perkataan Tania sungguh menguji kesabarannya,Jeni dan sang ibu hanya terkekeh pelan melihat pertengkaran kecil  antara keduanya.


“Sudah jangan bertengkar,Tania jangan ganggu kakakmu.biarkan kakakmu menggendong putranya untuk yang pertama kali,seharusnya kau memberikan selamat pada kakakmu karena sudah menjadi seorang Ayah,bukan mengatainya.” Nathan terkekeh pelan mendengar ucapan sang ibu,mereka menikmati kebersamaan menyambut keluarga baru di kediaman Agatha.melihat kesibukan keluarganya,Tania yang merasa bosan meraih repot Tv dan menyalakannya.


Berita tentang kematian Selena ada dimana-mana,Tania yang memang penasaran memutuskan untuk menontonnya.Jeni yang mulai mendengar dan menyimak terkejut luar biasa,apakah Selena yang dimaksudkan di TV itu adalah Selena yang dirinya kenal?


“Nathan? Jeni memanggil nama Nathan dengan suara serak,Nathan menghentikan gerakan tubuhnya yang berayun pelan, membalikkan tubuhnya dan menatap Jeni sang istri yang menatapnya dengan wajah pucat.Nathan berjalan dan mendekat,berdiri tepat di samping sang istri yang menatapnya dengan menengadahkan kepala.

__ADS_1


“Ada apa? 


__ADS_2