Proposal Cinta Sang Ceo

Proposal Cinta Sang Ceo
63.Menikahlah Denganku!


__ADS_3

Disaat semua mata hanya tertuju pada Jeni dan Sofi,pria misterius yang tidak pernah memperlihatkan wajahnya,mencoba mendekati dan mencari celah agar bisa melepaskan Jeni dari todongan senjata Lara.karena sedikit kesalahan saja,peluru itu akan menembus kepala Jeni.Nathan dan Elios,yang mengetahui gerakan sang pria,memilih memecah konsentrasi Lara.


“Apa yang kau inginkan dari Nathan Stevanio,Lara Sanjaya!”


Mendengar ucapan Nathan yang bagaikan angin segar di telinganya,membuat Lara tersenyum dan mengendorkan tarikan rambut dari kepala Jeni.senyum cerah terukir di wajahnya,Tuan Sanjaya dan sang ibu saling melempar pandangan,tidak bisa menebak rencana dari Nathan untuk putrinya Lara.


“Aku ingin kau menceraikan Jeni,dan menikah denganku!”


“Lara,jangan bertindak bodoh.Tuan Nathan suami kakakmu!”


“Baiklah,lepaskan dia terlebih dahulu.jika kau masih melukainya jangan berharap lebih dariku!”


Lara menjadi bimbang akan ucapan Nathan,namun disisi lain dia ingin melenyapkan Jeni dengan begitu,hidupnya dan Nathan nantinya tidak akan terganggu karena kehadiran Jeni.melihat adanya celah,sang pria misterius dengan langkah cepat merebut tubuh Jeni dari Lara.


Lara yang tidak siap akan tindakan sang pria,kehilangan keseimbangannya dan terjatuh.hal itu di gunakan dengan sebaik-baiknya oleh sang pria untuk melindungi Jeni.Nathan yang ingin menangkap Lara,membeku di tempatnya ketika Lara mengarahkan senjatanya  ke arah Jeni.


“Dhorr,,Dhor”


“Jeni!”


“Lara!”


Lara melepaskan dua tembakan yang dia arahkan ke Jeni,sebelum dirinya melarikan diri.dengan penuh amarah Nathan melesatkan tembakan ke arah Lara,hal yang tidak Lara duga,Nathan menghujaninya dengan tembakan. Tembakan Nathan mengenai kakinya,membuat Lara yang ingin menuruni tangga,jatuh dan tersungkur.


“Lara putriku!”


“Bunuh wanita itu Elios!”

__ADS_1


“Jangan aku mohon,jangan bunuh putriku!”


Lara yang masih sadarkan diri dan berusaha bangun untuk melarikan diri,menjadi sia-sia.Elios memberikan timah panas pada salah satu kakinya,membuat Lara harus menerima rasa sakit yang luar biasa di kedua kakinya.Lara terjatuh menggelinding di tangga,tubuhnya tergeletak bersimbah darah,ketika tubuhnya berhenti menggelinding.Tuan Sanjaya dan sang istri begitu terkejut dengan kejadian yang terjadi di depan matanya,tubuh keduanya membeku dengan wajah pucatnya.Tuan Sanjaya bahkan tidak bisa berdiri,dan berlari ke arah putrinya Lara,hanya sang istri yang berlari menghampiri putrinya yang sudah tak sadarkan diri itu.


Nathan berlari menghampiri Jeni yang terbaring,di bawah tubuh seorang pria yang sejak dia tersadar dari pingsannya,pria tersebut terlihat ingin melindunginya.Nathan mengangkat tubuh sang pria,dan memeriksa tubuh Jeni dengan sekasama.tidak ada luka pada tubuh Jeni,hanya memar dan sedikit goresan.wajah cantiknya berubah pucat dengan tubuh yang gemetar,Jeni menangis di pelukan Nathan.


“Tolong selamatkan dia,selamatkan pria itu!”


Jeni pingsan di pelukan Nathan,membuat Nathan seketika cemas,dan langsung membopong tubuh Jeni yang terkulai lemas.3 Ambulans membawa Jeni dan dua orang lainnya,pihak kepolisian menahan dan mengamankan beberapa orang yang terlibat.Terlihat jelas tatapan kosong Tuan Sanjaya,meratapi nasib keluarganya sekarang,sementara sang istri tidak hentinya menangis.


Jeni di bawa keruang UGD untuk mendapatkan perawatan,sementara ke dua korban lainnya,langsung di bawa ke ruang operasi.ketika Nathan melihat Lara,dengan gerak cepat dia menahan bangkar Lara dan menatap sang Dokter yang berdiri di hadapnnya.membuat Tuan Sanjaya dan sang Istri,bingung akan sikap Nathan.


“Selamatkan pria itu apapun yang terjadi,aku ingin dia hidup.dan untuk wanita ini,,!!”


Nathan menatap rendah wajah pucat Lara,kemudian mengarahkan tatapan kebenciannya kepada Tuan sanjaya dan istrinya,yang tertunduk dengan isak pilunya.


“Lebih bagus jika kau biarkan dia mati!”


Nathan meninggalkan mereka yang masih berdiri dengan ketidakpercayaan,tubuh Tuan Sanjaya ambruk dilantai.tidak ada yang bisa dirinya lakukan sekarang,meski dirinya memohon perlindungan dari pihak kepolisian,putrinya bersalah dalam kasus ini.


Beberapa kepolisian dan anak buah Nathan berjaga diruang operasi,semakin membuat ciut nyali Tuan sanjaya.Nathan menemani sang istri yang langsung mendapatkan prioritas utama,setelah sang istri mendapat perawatan,dan dipindahkan ke ruang inap VVIP.Nathan masih menatap wajah cantik sang istri,yang pucat karena kejadian hari ini.


“Kondisi Nona sudah stabil Tuan Muda,Nona mengalami syok.dan kandungan Nona baik-baik saja!”


Rahang Nathan mengeras,dia mengepalkan tangannya,membuat urat-urat ditangannya terlihat dengan jelas.Elios yang berada di ruangan yang sama,tentu memahami perasaan sang Tuan Muda,yang begitu mengkhawatirkan keadaan sang Nona,dan Bayinya.


Nathan tak meninggalkan ruang rawat Jeni,Elios telang mengurus semuanya.bahkan beberapa orang yang terlibat dan yang merencanakan kejahatan untuk sang Nona telah di tangkap.Tuan Sanjaya duduk sendiri menunggu nasib putri kesayangannya,sementara sang istri telah dibawa untuk dimintai keterangan.

__ADS_1


Hampir 2 jam Elios menunggu di depan pintu operasi,sang pria misterius yang menolong sang Nona,masih terlihat lemah.dia mendapat dua tembakan di punggungnya,jika bukan karena dirinya,Elios yakin sang Tuan akan kehilangan kendali jika sang Nona Muda yang terluka.


Sementara Lara telah keluar dari ruang operasi 15menit sebelum sang pria,dengan penjagaan ketat,Lara dijaga oleh pihak kepolisian dan anak buah Nathan.Tuan Sanjaya merasa nyawa sang putri benar-benar berakhir sudah,dengan beraninya putrinya mengganggu ketenangan keluarga Agatha.


Suara derap langkah terdengar berlarian,Tuan Sanjaya melihat 3 wanita berbeda generasi berlarian di lorong rumah sakit,Tuan Sanjaya sangat mengenali ketiganya.mereka adalah Renita,Ibu serta adik Nathan.dapat Tuan Sanjaya lihat kecemasan dimata mereka,ternyata putri yang begitu dia benci,dan selalu dia jauhkan dari keluarganya,mendapatkan tempat dan kasih sayang di keluarga Agatha.dan seharusnya keluarganya mengingat ancaman yang Nathan dan Elios berikan berulang kali.


Renita yang menyadari keberadaan Tuan Sanjaya,dengan tatapan membenci mendekati Tuan Sanjaya,dan meraih kerah bajunya.pria yang sudah tidak bisa berbuat lebih itu hanya diam,menerima perilaku dari sahabat putrinya.bagaiamanapun dirinya membela diri,Renita yang paling tau,bagaimana dirinya memperlakukan Jeni di rumah Keluarga Sanjaya.


“Apa lagi yang anda lakukan pada Jeni,tidak puaskah perlakuan anda selama ini padanya.Ayah macam apa anda ini,dimana hati nurani mu Tuan Sanjaya yang terhormat.bahkan kau membiarkan putrimu tersayang,mencoba membunuh putrimu Jeni!”


“Jeni juga adalah putrimu,darah dagingmu.tegannya anda melakukan hal ini padanya,kau Ayah yang tidak bermoral!”


Nyonya Agatha dan Tania menatap Tuan Sanjaya yang hanya diam,menerima perlakuan dan caci maki Renita.Nyonya Agatha memegang pundak Renita yang bergetar,karena marah dan kesedihannya,yang selalu menyaksikan perlakuan tak adil pada Jeni dari keluarganya.Reneta melepaskan cengkeramannya dan menghempaskan kerah baju Tuan Sanjaya,Renita dan Tania meninggalkan Tuan Sanjaya,yang masih berdiri dengan tatapan kosong.


“Aku pernah membenci Jeni,bahkan pernah tidak menerimanya sebagai menantuku,tapi aku tidak akan melakukan hal yang begitu mengerikan seperti yang kalian lakukan.anda sungguh Ayah yang menyedihkan!”


Nyonya Agatha meninggalkan Tuan Sanjaya,yang mulai menangisi dirinya.dia seorang Ayah yang tidak bisa mendidik putrinya dengan baik,kebenciannya pada Jeni membuat istri dan Anaknya mengikuti sikapnya.


Maafkan Ayah Jeni,tolong maafkan Ayahmu yang bodoh ini,,


Tuan Sanjaya hanya bisa menangis,dan menyalahkan dirinya dengan yang terjadi kepada kedua putrinya.rasa penyesalan tida bisa mengubah apapun,kini yang tertinggal adalah bagaimana dirinya bisa merubah sifat dan keegoisan sang putri.


Jeni masih terbaring lemah,dengan infus yang terpasang di pergelangan tangannya.Renita dan Tania sudah menangis,sementara sang ibu duduk di tepi ranjang sambil menatap wajah cantik menantunya,yang kini pucat pasi.


“Bagaimana keadaannya Nathan,apakah mereka baik-baik saja?”


“Ibu pikir jika sesuatu terjadi pada istri dan anakku,aku akan membiarkan keluarga Sanjaya hidup? bahkan aku telah meminta kepada dokter untuk membiarkan wanita Ja**ng  itu mati!”

__ADS_1


“Kenapa dia begitu tega,pada Jeniku.Jeniku gadis baik bahkan dia selalu mengalah pada kedua wanita gila itu!”


Nathan hanya diam dan tak menanggapi apa yang dibicarakan ketiga wanita di dalam ruangan itu,tatapannya kini hanya tertuju pada sang istri,yang masih terlelap dalam tidurnya.


__ADS_2