
Sebulan sudah terlewati,perut buncit Jeni mulai terlihat.Rado dan sofi yang dipercayakan menjaga Jeni,tidak pernah jauh dari sang Nona Muda.apapun kegiatan Jeni keduanya terus ikut dengan setia,Tania yang mulai sibuk dengan kuliahnya hanya bisa menemani sang kakak ipar sepulang kuliah.
Kehamilan Jeni yang bisa dikatakan cukup anteng,membuat Nathan tenang bila meninggalkannya.Jeni yang kini suka menikmati berbagai makanan,membuat kedua pengawalnya harus siap siaga dengan segala permintaan anehnya.
Siang itu Jeni menikmati waktunya di Toko Roti miliknya,beberapa pelanggan terlihat datang menikmati berbagai macam Roti dan Cake yang tersedia di Toko tersebut.dari kejauhan Tania dapat melihat sang kakak ipar,yang sedang duduk sambil mengamati para pelanggannya.
“Hello kakak ipar ku yang cantik,bagaimana keadaanmu hari ini?.lihat apa yang aku bawa?”
Tania meletakkan sebuah paper Bag di atas meja,aroma lezat tercium ketika Jeni mendekatkan penciumannya.senyum bahagia terpancar dari bibir sang kakak ipar,selama masa kehamilan sang kakak telah berpesan padanya,untuk memenuhi segala keinginan sang kakak ipar.untungnya lagi sang kakak ipar,hanya suka makanan selama kehamilannya,membuat Tania dengan mudah membuat Jeni merasa senang dan bahagia.
Ayam goreng dengan bumbu BBQ,yang begitu menggugah selera.Jeni yang merasa tidak sabar ingin segera mencicipinya,terhenti ketika tangannya di hentikan oleh Sofi,yang membuat Tania dan Jeni saling melempar pandangan.
“Ada apa sofi,apa ada yang salah dengan ayam goring yang aku bawa?”
“Tidak Nona,hanya saja ayam goreng yang Nona Tania bawa tidak pedis kan?mengingat nona Muda tidak boleh makan yang pedis!”
“kau tenang saja Sofi,aku sangat mengingat semua makanan, yang tidak boleh dikonsumsi oleh kakak Ipar!”
“Baiklah Nona Tania,meski begitu bolehkah saya mencicipinya terlebih dahulu!”
“Ya,,ya,,ya silahkan Nona Sofi yang baik hati dan tidak sombong!”
“Terimakasih Nona Tania!”
Tanpa menunggu lebih lama Sofi mengambil sepotong ayam goreng,dan mencicipinya.Jeni merasa dag dig dug,ketika menunggu hasil dari tes rasa yang Sofi lakukan.
“Silahkan Nona Muda,Ayam Gorengnya berbumbu pas dan tidak pedas!”
“Terimakasih Sofi,ayo kita nikmati bersama,Rado kemarilah ikut bergabung dengan kami!”
Tanpa sungkan keduanya ikut bergabung di meja yang sama,ke empatnya mengobrol layaknya teman.Jeni tidak memperlakukan Sofi dan Rado layaknya bawahan,tapi sebagai teman,karena itu ketiganya terlihat begitu akrab.Nathan pun tidak mempermasalahkan hal tersebut,yang dirinya utamakan adalah kenyamanan,serta keamanan sang istri.
“Hah,,perutku kenyang sekali,kakak ipar setelah ini kau ada rencana apa?sudah lama kita tidak berkumpul seperti ini,bagaimana kalau kita nonton Bioskop?Aku akan bicara dengan kakak!”
“Benar sudah lama kita tidak pergi,sepertinya akan menyenangkan jika kita nonton bersama,bagaimana menurut kalian?”
Jeni menatap Sofi dan Rado secara bergantian,Rado hanya tersenyum dan mengatakan dirinya hanya ikut saja asal Jeni senang.sementara sofi juga berpikiran sama,yang penting sang Nona tidak merasa lelah.
“Kalian berdua sangat kompak,kenapa kalian tidak pacaran saja,benar kan kakak ipar?”
__ADS_1
“Khuk,,khuukk”
Sofi terbatuk-batuk mendengar ucapan Tania yang begitu jujur,membuat rona merah muncul di wajahnya karena malu,Jeni yang menyadari hal itu hanya tersenyum.sementara Rado berusaha menetralkan detak jantungnya,serta membuang tatapannya entah kemana,membuat Tania kesal.
“Bukankah bagus jika kalian kencan,kalian bisa terus bersama setiap saat.apalagi tugas kalian sama yaitu menjaga kakak ipar,apa percikan cinta belum timbul di hati kalian berdua?”
“Khemm,,maaf Nona Tania,saya tidak bisa menjawab masalah pribadi kami disini,jika Tuan Nathan mengetahuinya kami bisa menerima hukuman!”
“Sekarang kakakku kan tidak bersama kita,jadi apa salahnya kita saling bercerita.aku yakin kakak iparku juga sangat penasaran dengan kalian!”
“Hei,jangan menjual namaku,aku tidak penasaran seperti dirimu,kalaupun aku ingin tau,aku bisa bertanya langsung pada mereka berdua!”
“Nona Muda,ayo kita pergi ke Bioskop!”
“Kau mengalihkan pembicaraan Sofi,tapi ayo kita pergi sebelum kakak ipar ku berubah pikiran!”
Tania langsung menggandeng tangan Jeni,mereka segera bergegas meninggalkan Toko Roti.Sofi bisa bernafas lega,ketika terbebas dari topik pembicaraan kedua Nonanya.Rado yang melihat reaksi Sofi yang begitu menggemaskan dimatanya,tersenyum senang.
“Kau terlihat cantik dan menggemaskan,dengan wajah yang memerah Sofi!”
Tubuh Sofi menegang ketika rado berbisik di telinganya,nafas Rado yang mengenai tengkuknya membuatnya terdiam.Rado tersenyum lucu meninggalkan Sofi,sementara sofi berusaha menepuk-nepuk kedua pipinya,serta menenangkan debaran jantungnya.
Melihat Rado keluar tanpa Sofi,membuat Jeni dan Tania bertanya-tanya,kemana perginya sang pengawal setia yang tidak akan membiarkan sang Nona sendirian.
“Mana Sofi?”
“Sedang ke kamar kecil Nona!”
“Oh,,baiklah kita tunggu sebentar!”
Jeni dan Tania sudah menunggu di dalam mobil,beberapa menit kemudian Sofi muncul,dengan wajah datarnya,dia masuk ke dalam mobil.
“Kau membuat Nona Muda mu menunggu Sofi,baru dirimu lho yang membuat kakak ipar ku ini menunggu!”
“Maafkan saya Nona Tania!”
“Hentikan Tania,kenapa kau terus menggodanya!”
“Hahahaha,,Aku senang melihat wajahnya yang memerah kak,dia jadi manis!”
__ADS_1
“Maafkan Tania ya Sofi,jangan di ambil hati!”
“Tidak apa-apa Nona Muda!”
“Maafkan aku ya Sofi,tapi bersama kalian aku jadi hidup.duniaku jadi berwarna,semenjak kak Nathan mengambil alih kakak ipar,waktu kami jadi berkurang.bahkan keseruan kami hilang,dimusnahkan oleh kebucinan kak Nathan!”
“Hei kau pikir aku apaan?”
“Bukankah benar,setelah kak Nathan cinta mati pada kakak ipar,waktu kita jadi hilang,bahkan kesenangan yang biasa kita lakukan juga hilang.semua karena kakakku bucin pada kak ipar!”
“Itu karena Tuan Muda sangat mencintai Nona Muda,jadi sekarang kebahagiaan Nona menjadi prioritas utama tuan Muda!”
“Tapi aku sangat kesal,kalian tau bahkan untuk curhat saja,aku harus minta ijin dulu pada kakakku yang dingin itu!”
Mereka bertiga tertawa mendengar keluh kesah Tania,Jeni dengan sabar menenangkan sang adik ipar yang mulai meradang karena ulah sang kakak akhir-akhir ini.apa yang Tania ucapkan tidak ada yang salah,semuanya benar.Nathan sangat berubah,bahkan Tania yang dulunya sangat manja terhadapnya,harus gigit jari karena semua larangan tak masuk akal sang Nathan.yang tidak memperbolehkannya bermanja-manja lagi,apalagi membawa kakak iparnya tanpa ijin dari Nathan.
Meski sangat kesal,Tania harus mengikuti perintah sang kakak.semua yang dilakukan sang kakak pada kakak iparnya,semata-mata karena cinta dan kasih sayangnya.sang kakak tidak ingin melihat air mata istrinya mengalir lagi,karena itu Tania harus memaklumi apa yang sang kakak lakukan.
Beberapa puluh menit dalam perjalanan akhirnya mereka sampai di gedung Bioskop,Rado yang merupakan pria satu-satunya di antara mereka,bertugas membeli semua keperluan dari tiket,snack serta minumannya.setelah semuanya siap di tangan mereka,tak lupa Tania mengambil gambar mereka berempat,sebagai bukti bahwa mereka memang benar berada di gedung Bioskop.
“Ting”pesan terkirim,gambar mereka berempat dengan caption”pria tertampan kami”.Tania mengirim serta mengetikkan kata-kata yang diyakininya,akan membuat sang kakak kebakaran jenggot.bukan Tania namanya jika dirinya tidak bisa membuat Nathan kesal,pesan yang masuk tentu saja Elios ketahui.dengan hati-hati dirinya membuka dan membaca pesan yang Tania kirim,sudut bibir Elios melengkung.Nathan yang diam-diam memperhatikannya,mengangkat sebelah alisnya.
“Apa yang kau baca Elios,dan bukankah itu ponselku?”
“Maaf Tuan Muda,Nona Tania mengirim pesan!”
Nathan mengadahkan tangannya, dengan sopan Elios memberikan ponsel tersebut ketangannya.Nathan terdiam dengan wajah kesal,ketika melihat dan membaca pesan dari Tania.
Adik durhaka,beraninya dia mengatakan Rado adalah laki-laki tertampan mereka.dan kenapa juga Rado harus ikut berfoto,dan coba lihat wajah cantik istriku yang tersenyum,awas kau Tania kakak akan menghukum mu,,
“Di bioskop mana mereka Elios?”
“Di gedung XX Tuan Muda,apakah anda akan menyusul Nona Muda?”
“Tentu saja,aku tidak ingin Rado menjadi pria tertampan di tengah mereka.kita pergi siapkan mobil!”
“Baik Tuan Muda!”
Nona Tania,anda sungguh pencari masalah.tapi aku sangat menikmati wajah Tuan Muda yang kesal,suatu hiburan bagiku dan aku sangat berterimakasih pada anda Nona.kapan lagi aku bisa melihat Tuan Muda yang terlihat bodoh di hadapan Nona Muda,,
__ADS_1