Proposal Cinta Sang Ceo

Proposal Cinta Sang Ceo
80. Rumah Baru


__ADS_3

Meski sedikit ragu,namun Tuan sanjaya berusaha tenang dan percaya kepada keduanya.Elios mengemudikan mobilnya dan membawa keduanya,menyusuri jalan raya.Tuan sanjaya sedikit bingung ketika mobil mereka,mengarah kesebuah kompleks perumahan yang tampak sederhana dan berjejer dengan rapi.mobil mereka berhenti tepat di sebuah rumah,yang memiliki tatanan dan bentuk yang berbeda dari yang lainnya.


Nathan membuka pintu mobil dan turun lebih dulu,terlihat Rado datang menghampirinya dan mengatakan sesuatu kepada Nathan.tanpa mengucapkan sepatah katapun Nathan meninggalkan Rado,Elios serta Tuan sanjaya,yang masih berdiri dengan kebingungan.


“Selamat sore dan selamat datang Tuan Sanjaya!”


“Selamat sore Rado!”


Tuan sanjaya melirik Elios dan Rado secara bergantian,mengerti akan kebingungan Tuan sanjaya,Elios hanya tersenyum ramah.senyuman yang bahkan membuat Tuan sanjaya merinding ngeri,karena selama ini Elios bahkan tidak pernah tersenyum padanya. Rado menghampiri dan menyalami Tuan sanjaya,yang disambut dengan tangan sedikit gemetaran.


“Anda tidak perlu takut Tuan,saya yakin setelah ini anda akan sangat bahagia!”


“Apa maksud kalian ini,situasi ini sangat membuatku bingung!”


“Lihatlah di sana Tuan!”


Rado menggeser tubuhnya,dan menunjuk kearah seseorang yang berdiri di samping Nathan.Jeni putrinya berdiri dengan senyum manisnya,lutut Tuan sanjaya terasa lemas dan hampir terjatuh jika tidak di tangkap oleh Rado.terlihat Jeni mulai berjalan dan menghampiri Ayahnya,Rado tersenyum dan mengangguk kearah Tuan Sanjaya.dengan langkah goyah Tuan sanjaya memaksakan langkahnya,langkah yang tadinya lambat kini semakin dekat,ketika melihat senyum bahagia Jeni.


“Ayah!”


“Jeni putriku!”


Dengan penuh haru,Tuan sanjaya memeluk Jeni.tangis bahagia keduanya tumpah,beberapa orang yang ikut hadir menyaksikan momen haru,ikut meneteskan air mata bahagia.Nathan melangkah dan menyusul sang istri,dirinya tidak ingin melihat air mata Jeni berlama-lama.

__ADS_1


“Ayo kita masuk,jangan menangis lagi,aku tidak suka melihatnya!”


Nathan mengusap kedua pipi Jeni yang basah karena air mata,Jeni tersenyum dan menatap Nathan lembut.cinta di antara keduanya dapat Tuan sanjaya lihat.


“Terimakasih Tuan Muda!”


Nathan melirik Tuan sanjaya yang tersenyum padanya,Nathan hanya berdehem dan mengangguk.Jeni tersenyum bahagia,dia memeluk keduanya,hingga mereka bertiga berjalan beriringan.sambutan selamat datang dari Nyonya Agatha,Tania dan yang lainnya semakin membuat Tuan sanjaya kebingungan.


“Jeni ada apa sebenarnya,Ayah jadi bingung!”


“Lebih baik kita masuk dan makan malam dulu,nanti Jeni ceritakan!”


Mereka masuk ke dalam rumah,serta menikmati makanan yang telah terhidang di atas meja.canda tawa,serta obrolan ringan mewarnai acar makan malam mereka.sikap hangat semuanya,membuat senyum di bibir Tuan sanjaya yang lama tak terlihat kini merekah.Tuan sanjaya begitu bahagia,melihat sang putri berada di tengah-tengah keluarga yang penuh kehangatan.


Hal yang Jeni rasakan juga,dirinya begitu bahagia melihat sang Ayah yang mulai menikmati makan dengan lahap.serta senyum yang terus terpancar dari wajahnya yang sendu,Jeni begitu bahagia bisa mengembalikan senyum yang pernah hilang itu.setelah menikmati makan malam,mereka semua berkumpul di ruang tamu.Nyonya Agatha yang sudah mengetahui tujuan kedatangan mereka ke rumah itu,membawa yang lainnya ke taman belakang.dan menyisakan Nathan,Elios,Jeni dan Tuan sanjaya.


“Jeni,, Ayah!”


Jeni menggenggam tangan sang ayah yang kurus itu,dengan tatapan lembut,di tatapnya mata yang kini sudah mulai berkaca-kaca itu.


“Tinggallah disini agar nanti aku dan anak-anakku bisa menemui dan menemanimu ayah,tunggulah ibu disini dan habiskan sisa umur kalian di rumah ini juga!”


“Jika Nathan mau,dia bisa membeli rumah Ayah yang dulu.namun aku ingin Ayah memulai kehidupan yang baru,dengan suasana yang baru juga.tolong terima niat baik kami Ayah!”

__ADS_1


“Bukannya Ayah menolak Jeni,tapi Ayah malu padamu!”


“Jangan berkata demikian Ayah,mari kita lupakan apa yang pernah terjadi,mari kita hidup menjadi satu keluarga bahagia!”


“Jeni benar,lupakan yang pernah terjadi.aku juga akan melupakan apa yang pernah terjadi Ayah mertua,jadi mari kita hidup dan membuka lembaran baru lagi!”


“Bagaimana kalian bisa tau keadaanku?”


Nathan melirik Elios dan memintanya untuk menjelaskan,dengan patuh Elios menjelaskan semua kejadian awal.setelah rumah mewah serta perusahaan disita dan di alihkan,Elios terus memantau Tuan Sanjaya.hingga dirinya mencari pekerjaan serta kontrakan,Elios diam-diam membantu Tuan sanjaya,menerimanya bekerja sebagai manajer di Toko Furniture milik Nathan.tentu semuanya dilakukan dengan rapi agar Tuan sanjaya tidak merasa curiga,air mata bahagia dan haru menetes membasahi pipinya yang tirus.bagaiamana bisa sang menantu yang dirinya yakini sangat membencinya masih sangat perduli padanya.


Dengan penuh rasa haru dan terimakasih,Tuan sanjaya menyetujui permintaan putrinya.Nathan juga memberikan sebuh mobil kepada Tuan sanjaya,untuk mempermudah segala urusan serta pekerjaannya.meski merasa semuanya berlebihan,namun karena permohonan Jeni,akhirnya Tuan sanjaya menerima semua pemberian Nathan dengan rasa terimakasih.


Malam itu Jeni memutuskan untuk menginap,dan menemani sang Ayah.sementara Tania beserta sang ibu kembali kerumah.hanya Elios yang menetap bersama sang Bibi pelayan,Rado dan sofi kembali sesuai perintah Nathan.malam semakin larut,satu persatu memasuki kamar untuk beristirahat.rumah sederhana nan cantik itu memiliki 5 kamar,rumah yang dilihat dari luar kecil namun jika masuk kedalam,mata kita akan dimanjakan oleh tatanan perabotan yang rapi.


Setelah mengganti pakaiannya dengan baju tidur,Jeni merebahkan tubuhnya di ranjang disusul Nathan.Jeni meringkuk dan mencari kehangatan pada tubuh Nathan seperti biasa,Nathan membeli dengan lembut rambut Jeni yang halus.


“Kau bahagia?”


“Hmm,,sangat bahagia,terimakasih!”


“Apapun untukmu,dan mulai sekarang jangan meneteskan air mata kesedihan lagi.aku tidak suka,hanya air mata bahagia yang boleh kau teteskan!”


“Aku akan hidup bahagia mulai sekarang,bersamamu dan anak-anak kita nanti.menualah bersamaku Nathan!”

__ADS_1


Deg,,Deg,,jantung Nathan berdegup kencang mendengar ucapan tulus Jeni,Nathan menatap mata indah yang selalu mengganggu pikirannya.Nathan mengecup lama bibir indah sang istri,Jeni menutup mata dan menikmati sentuhan lembut tangan Nathan.keduanya larut dalam ciuman panas dan menggoda,keduanya pun larut dalam gelora cinta.Nathan begitu lembut memperlakukan tubuh Jeni,hingga Jeni tak bisa menolak setiap sentuhan yang dirinya terima.malam panjang bagi keduanya di mulai.



__ADS_2