
Alex melempar amplop Cokelat yang di berikan Rudy padanya,beberapa jam lalu.Alex menuju lemari pendingin mengeluarkan sebotol air mineral, dan meneguknya hingga habis.ingatannya tentang apa yang di bacanya sore tadi,masih terlintas di pikirannya.Alex menuju meja kerjanya,mengeluarkan laptop dan berusaha mencari sesuatu.tatapannya cukup serius,mencari tau tentang Jeni lewat media sosial yang dirinya miliki.namun nihil,tidak ada akun media sosial yang bernama Jeni yang bisa dirinya dapatkan.
Segala macam cara Alex lakukan dari di laptopnya untuk mencari tau tentang Jeni,bahkan dirinya meminta bantuan salah satu sahabatnya,yang merupakan seorang hacker.foto dan data yang dimilikinya,dirinya berikan malam itu juga.berharapa ada sebuah titik terang,tentang kehidupan Jeni dan siapa sebarnya suaminya.
Alex menyandarkan punggungnya di kursi kerjanya,meraih ponsel dan menatap wajah cantik Jeni yang memenuhi layar ponselnya.
Apakah kau hidup bahagia dengan suamimu itu,atau sebaliknya kau tersenyum hanya untuk mengalihkan rasa sakit yang selama ini kau tanggung.kehidupan seperti apa yang kau jalani Jeni,tolong beri aku satu petunjuk tentang kehidupan pribadimu.bahkan orang suruhan ku tidak bisa mencari informasi lebih tentangmu,,
Siapa sebenarnya orang hebat yang berada di belakangmu Jeni,apakah dia seorang penguasa di Negara ini,pejabat atau pengusaha kaya raya,yang bisa melakukan apapun,,
Alex mendesah,dan melempar ponselnya.memikirkan Jeni, semakin membuatnya tidak bisa tidur dengan tenang.bayang-bayang Jeni terus menghantuinya,bahkan Alex sampai membawanya kedalam mimpinya.demi menenangkan pikirannya,Alex menuju kamar mandi untuk merendam tubuhnya yang terasa lelah.malam ini Alex sudah tinggal disebuah apartemen,yang anak buahnya carikan untuknya.dia tidak ingin berurusan dengan Selena,karena sebenarnya sejak dulu dia tidak menyukai sifat Selenan.namun karena Nathan mencintainya,dia hanya bersikap sopan dan menghargai pilihan sabatnya.setelah mengetahui jika Nathan tidak jadi menikahi Selena,sebenarnya dirinya merasa sedikit senang dan kaget.seorang Nathan yang begitu cinta mati kepada wanita angkuh itu,kini bisa berpaling darinya.
Diruang keluarga Jeni menemani Tania mengerjakan tugas kuliahnya,meski sudah lama tidak berkutat dengan mata kuliah,Jeni masih mengingat sedikit tentang pelajaran yang pernah diterimanaya.didampingi Nathan yang terus lengket,seperti lintah darat.Jeni membantu Tania.meski dongkol dengan kelakukan sang kakak yang tidak ingin menjauh dari sang istri,Tania harus menerimanya,yang penting tugasnya selesai.
__ADS_1
Dengan sabar Jeni membantu Tania menyelesaikan tugasnya,Tania bisa bernafas lega akhirnya tugasnya selesai dengan sempurna.senyum puas mengembang di bibirnya,betapa beruntungnya dirinya mempunyai kakak ipar yang pintar dan cantik,satu paket sempurna menurutnya.
Tania memutar otaknya,bagaimana caranya memisahkan sang kakak dari kakak iparnya,untuk mala mini.ada banyak hal yang ingin Tania katakan,terutama kegundahan hatinya karena sudah beberapa minggu ini dirinya seperti kehilangan.
“Kak Nathan tidak punya pekerjaan yang ingin diselesaikan?”
“Tidak ada,pekerjaanku sekarang adalah menemani kakak ipar mu,agar dia tidak bosan!”
“Cihh,pasti kakak ipar merasa bosan karena Kak Nathan,terus menempel seperti lintah!”
Tania dan Jeni saling melempar pandangan mendengar ucapan Natahn,apakah suaminya tidak tau jenis hewan yang bernama lintah?
“Lintah hewan yang hidup di air,dan menempel di kulit kita!”
__ADS_1
Tania menjelaskan dengan penuh semangat,bahakan mencarikan bentuk hewan tersebut di media sosial.Tania sungguh heran dengan sang kakak,apa sewaktu ia sekolah dirinya tidak pernah belajar,mengenal hewan air.Jeni hanya diam dan tersenyum menyaksikan keduanya,yang mulai berdebat.tidak ingin keduanya bertengkar,Jeni meminta ijin pada Nathan untuk mengobrol dan curhat bersama Tania.
Tentu saja permintaan Jeni tidak bisa dirinya tolak,apalagi hanya mengobrol bersama sang adik.setelah mengijinkannya mengobrol bersama Tania,Nathan meninggalkan keduanya menuju ruang kerjanya.Tania melongo dan menatap Jeni dengan rasa tak percaya,mendapat tatapan aneh dari Tania membuat Jeni mengerutkan dahi bingung.
“Kenapa kau menatapku begitu?”
“Aku sungguh tidak menyangka jika kak Nathan,sangat patuh padamu kakak ipar.bahkan kakakku yang terkenal kaku dan acuh itu,lengket seperti perangko padamu!”
“Tadi Lintah,dan sekarang perangko?istilah mana yang ingin kau gunakan pada kakakmu itu!”
“Yang terlintas di pikiranku tentunya!”
“Hahahaha,,,!”
__ADS_1
Keduanya tertawa secara bersamaan,jika membicarakan sang kakak tidak akan pernah ada habisnya.bahkan Tania sering menceritakan kebodohan kakaknya kepada Jeni,tanpa sepengetahuan Natahan.hiburan tersendiri bagi keduanya jika sedang suntuk,keduanya akan terlihat heboh dan bersemangat jika menceritakan tingkah Nathan yang tidak seperti biasanya.