
Sejak kejadian semalam Tania tidak bisa memejamkan matanya,bayangan Elios menciumnya terus menari-nari dipikirannya.Sofi yang menyadari sesuatu,mengerutkan dahinya ketika menatap mata Tania,yang seperti panda.
“Ada apa denganmu,kau tidak tidur semalam?”
“Aku tidak bisa tidur,kasurnya kurang empuk!”
Dasar gadis manja,kasurnya begitu empuk bahkan aku tidur dengan nyenyak,,
Sofi menatap mata Tania,mencari kebohongan dimata itu,mendapat tatapan penuh selidik dari sofi,Tania salah tingkah dan memalingkan wajahnya.semakin membuat Sofi tertarik ingin mengerjainya.
“Pasti ada sesuatu yang kau sembunyikan,apa yang terjadi semalam,apa yang membuatmu tidak bisa tidur hhm!”
“Sudah aku katakan padamu,kalau kasurnya kurang empuk.sudahlah aku mau mandi minggir!”
Tania mendorong tubuh Sofi yang menghalangi jalannya,dengan penuh curiga Sofi terus menatap tubuh Tania,hingga tubuh itu hilang di balik pintu kamar mandi.
Sangat mencurigakan,tapi apa yang terjadi?sepertinya aku harus mencari tau,,
Sofi meninggalkan kamarnya,dan membantu Bibi menyiapkan sarapan.Jeni dan Nathan masih menikmati tidurnya,selama masa kehamilan baik dirinya dan Nathan sedikit malas bangun pagi.beberpa hidangan telah tertata di meja,Sofi melangkah menuju kamar Jeni dan mencoba membangunkan pemilik kamar.di meja makan telah menunggu Tuan sanjaya dan Elios,yang sedikit berbincang-bincang.
Setelah menunggu beberapa menit Jeni dan Nathan datang dan langsung duduk di meja makan,melihat anggota keluarga yang telah menunggu membuat Jeni sedikit malu.
“Selamat pagi,maaf membuat kalian menunggu!”
“Selamat Pagi Nona dan Tuan Muda!”
“Selamat pagi Jeni,bagaimana tidurmu?”
“Aku masih sedikit mengantuk Ayah,entahlah aku merasa ingin tidur terus!”
“Itu bawaan bayi Jeni,jangan terlalu lelah.hari ini cukup istirahat di rumah saja!”
“Kami akan kembali sore Ayah,hari ini kami akan menikmati akhir pekan disini!”
“Ayah merasa senang,jika itu yang kau inginkan!”
Jeni mengangguk dan melirik Nathan,yang membalas senyumnya serta mengelus lembut kepala Jeni.perlakuan lembut Nathan membuat Elios teringat akan Tania,diam-diam Elios melirik pintu kamar Tania,yang tidak jauh dari ruang makan.Nathan melihat keberadaan Tania,dengan sedikit heran Nathan melirik pintu kamar dan dapur.tidak melihat keberadaan Tania membuat Nathan bertanya-tanya dalam hati,Jeni pun tidak menyadari keberadaan Tania.
“Sofi,kemana perginya Tania?”
__ADS_1
“Nona Tania masih dikamar Nona,tadi sewaktu saya tinggal,dia masih mandi!”
“Oh,,baiklah!”
Jeni bangun dari duduknya,menuju kamar Tania.jantung Elios mulai berdegup,dirinya merasa malu bertemu dengan Tania.Jeni mengetuk pintu beberapa kali sebelum masuk kedalam kamar,di lihatnya Tania masih duduk di sisi ranjang,dengan ponsel ditangannya.
“Kenapa masih dikamar,kau tidak ingin ikut sarapan?
“kakak ipar lihatlah ini,ternyata apa yang dikatakan Sofi tentang kak Toni benar!”
Jeni mengerutkan dahinya,dan melihat ponsel Tania.beberapa pesan dari Toni yang menanyakan tentang dirinya,Jeni melirik Tania yang terlihat kesal.
“Abaikan saja,toh dia hanya merasa penasaran denganku.dan jika dia mengganggumu di kampus,kau bisa mengatasinya bukan?”
“Hampir semua teman priaku yang melihat kakak ipar,terpesona dan menanyakan kakak ipar!”
“Katakan pada temanmu,jangan pernah berani bertanya tentangku,atau kakakmu itu akan menghajar mereka.sudahlah lupakan mereka,kita sarapan,aku sudah lapar!”
Jeni menarik tangan Tania yang ikut dengan pasrah,pandangan Tania langsung tertuju pada Elios yang balik menantapnya.jantung keduanya berdegup kencang,Tania bahkan terlihat salah tingkah.Nathan yang melihat tingkah serta wajah Tania yang mulai memerah,Nathan mengernyit heran dan membalikkan tubuhnya.kini mereka duduk secara berdampingan,membuat Elios maupun Tania berusaha menenangkan debaran jantungnya,dan bersikap tenang.
Mereka menikmati sarapan dengan tenang,meski beberapa kali terlihat kecanggungan antara Elios dan Tania.membiat Jeni merasakan sesuatu yang salah pada keduanya,Tania yang biasanya akan bersikap galak dan ketus pada Elios,pagi ini hanya diam membisu.
Beberapa kali Nathan melirik Elios memastikan siapa di antara ke Tiga wanita di hadapannya,yang begitu menarik perhatiannya.sudut bibir Nathan terangkat,setelah memastikan siapa wanita yang membuat Elios tersenyum,dan membuatnya sampai harus curi-curi pandang.
Akhirnya kau bisa tersenyum juga karena seorang wanita,apa kau bisa mengahadapi sifatnya yang menyebalkan itu?,aku jadi penasaran bagaimana kau akan memulai hubungan ini Elios,,
Terbesit ide jahil di kepalanya,dirinya ingin melihat reaksi Tania,dan memastikan bagaimana perasaannya kepada Elios.
“Sayang kemarilah,kalian juga bergabunglah kemari!”
Jeni menolehkan kepalanya,dan mengikuti perintah sang suami,begitu juga dengan yang lain.dengan malas Tania mengikuti Jeni sambil membawa jus di tangannya.Tania masih malu dan tidak berani menatap wajah Elios.kejadian semalam masih membekas di benaknya,membuat dirinya tidak bisa bersikap seperti biasa pada Elios.
“Bukankah ini akhir pekan,seharusnya kalian liburan.Sofi pergilah bersama Elios,kencan sana!”
“Khuk,,khukk”,,Tania tersedak jus yang dia minum,Jeni dengan cepat menepuk pelan pundakanya.Ntahn tersenyum tipis,Elios langsung merasakan khawatir di hatinya.sofi mengerutkan keningnya,mendengar perintah Tuan Mudanya yang aneh.
“Saya tidak suka keramaian Tuan Muda,dan lebih senang menemani Nona Muda.mungkin sebaiknya yang pergi itu Nona Tania!”
Tania menatap Sofi dengan tatapan horornya,dirinya berusaha mati-matian menghindari Elios,dengan entengnya sofi meminta dirinya yang pergi.
__ADS_1
“Aku hanya suka pergi ke tempat ramai bersama kakak ipar,yang lainnya tidak seru!”
“Kalian kan bisa pergi dengan tenang sekarang,mungkin waktu itu Elios kelelahan,jadi dia tidak bisa mengimbangi semangatmu itu Tania!”
“Benar yang kakak ipar mu katakan,Elios apa kau tidak ingin pergi jalan-jalan keluar?”
Tania menatap Elios dengan tatapan memohon serta gelengan kecil,Tania terlihat begitu menggemaskan dimatanya,hingga menggunakan kesempatan ini untuk mendekati Tania.
“Saya tidak keberatan Tuan,jika Tuan muda mengijinkannya.lagipula saya butuh liburan!”
“Bagus,pergilah menonton atau apa.aku mengijinkan kalian pergi,dan langsung pulang ke rumah setelahnya!”
“Baik dan Terimakasih Tuan Muda!”
Tania menunduk lesu,dalam hati dirinya mengumpat kesal akan ulah sang kakak.ingin sekali rasanya Tania menyumpal mulut sang kakak,namun apalah daya,dirinya hanya seorang adik,yang tidak mungkin melakukan semua itu.Dengan sedikit terpaksa Tania menaiki mobil Elios,keduanya pergi meninggalkan rumah Tuan sanjaya.Setelah kepergian keduanya,Nathan memutuskan beristirahat dikamar.sesampainya di dalam kamar,Natahn tertawa terbahak-bahak,membuat Jeni bingung.
“Ada apa sayang,kenapa kau tertawa seperti itu?”
“Kau tidak melihat wajah kesal Tania,dan wajah senang Elios?”
“Jika di perhatikan Elios memang terlihat senang,tapi ada apa dengan mereka?”
“Ternyata istriku ini sangat tidak peka dengan keadaan ya,aku tebak Elios itu menyukai Tania!”
“Benarkah?”
“Hmm,,aku sudah pastikan,aku yakin akan ada kabar baik untuk mereka!”
Nathan menceritakan gerak-gerik keduanya,sehingga dirinya bisa yakin jika Elios memiliki rasa pada Tania.tentu kabar itu sangat menggembirakan bagi Jeni,yang sudah lama ingin menjodohkan mereka berdua.Jeni pun dengan semangat menceritakan hal-hal kecil saat mereka bersama,semakin membuat Nathan tertawa senang.
Mobil yang membawa keduanya melaju tanpa arah,Elios bahkan tidak bisa mengucapkan sepatah katapun.pikirannya kosong,dan tidak tau harus berbuat apa.Tania mencoba melirik Elios beberapa kali,namun wajah pria di sebelahnya cukup datar tanpa ekspresi,membuat Tania semakin kesal.hampir 30 menit keduanya habiskan dengan berputar-putar,membuat Tania tak bisa menahan rasa kesalnya lagi.
“Berhenti,mau sampai kapan kita akan berputar-putar disini terus.aku tau kau tidak akan kehabisan uang, untuk membeli bahan bakar untuk mobilmu. Tapi aku merasa sangat bosan,kau tau itu!”
Tania menatap Elios dengan tatapan kesalnya,perlahan Elios menepikan mobilnya,di tempat yang sedikit sepi.Elios membalikkan tubuhnya dan menatap Tania dengan lembut,mendapat tatapan nan lembut dari Elios,membuat jantung Tania berdegup lagi.Tania sungguh tidak bisa membalas serta menatap mata bening itu lebih lama,Tania membalikkan tubuhnya ke depan,sambil mengatur debaran jantungnya.
Sepertinya aku harus pergi ke Dokter untuk memeriksa jantungku,bisa-bisa aku kena serangan jantung jika seperti ini.kenapa aku baru sadar,ternyata matanya sangat indah.tidak,,tidak,,aku harus ke Dokter setelah ini,,
Kenapa anda sangat manis Nona,aku sungguh tidak bisa mengendalikan diriku bila berada di sampingmu.jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya,bibirmu sungguh menggoda Nona.aku bisa gila,sungguh,,
__ADS_1