
Tania duduk di depan meja riasnya,melihat pantulan dirinya di cermin.bayangan dirinya memberanikan diri mencium Elios terus terbayang-bayang,entah apa yang merasukinya,sehingga dengan berani dirinya melakukan hal tak terduga seperti itu.Tania menutup wajahnya dengan kedua tangannya,ia malu pada dirinya sendiri.
Tania apa kau sudah gila,kenapa kau main cium segala.bahkan kau yang memulai,bagaimana aku akan menghadapinya nanti.apakah aku harus pura-pura tidak melihatnya,atau mengacuhkannya.tapi aku sudah mengutarakan isi hatiku,ahhhkk,,
Tania mulai frustasi,ia mengacak rambut indahnya yang telah ia sisir rapi.entah apa yang harus dirinya perbuat,semua yang dirinya lakukan semalam atas dorongan hatinya.dirinya mencintai Elios,dan ingin mendapat pengakuan dari pria itu.bukannya mendapat jawaban,Elios malah meminta kembali dan tidur.jawaban menggantung yang membuat Tania kesal,serta bertanya-tanya akan nasib cintanya.Tania mendesah pelan,menyemangati diri agar tidak larut dalam kegelisahan hati.
Aku harus semangat,jika pria itu tidak memberiku jawaban sekarang,besok atau nanti aku akan meminta jawaban atas peryataan cintaku.yang harus aku siapkan adalah hatiku,apapun nanti jawaban pria itu aku harus menerimanya dan berlapang dada,untuk segala kemungkinannya.semangat Tania kau pasti bisa,,
Tania menyemangati dirinya,ia menyisir kembali rambut halusnya,sedikit memoles wajahnya dengan make up yang senatural mungkin.mmebuat wajahnya semakin cantik,dengan penuh percaya diri Tania mengambil tas kuliahnya,keluar dari kamar menuju ruang makan.denagn wajah ceria,ia semua orang yang berada di meja makan,termasuk Elios.diam-diam Elios melirik Tania,menatap wajah cantik yang menyatakan cinta padanya semalam.mengingat hal yang mereka lakukan semalam,membuat pipi Elios merona,dan dengan cepat pula Elios menghilangkan bayangan semalam yang begitu membuatnya bahagia.
“Kau sakit?" Nathan bertanya dengan wajah seriusnya,pasalnya wajah Elios memerah.shingga Nathan mengira jika Elios demam.
”Saya tidak apa-apa Tuan Muda!" Nathan mengangkat sebelah alisnya,dan hanya menganggukkan kepala mendengar jawaban Elios.
Tania melirik Elios dengan perasaan khawatir,pikirannya sama dengan Nathan,takut jika Elios demam.sarapan pagi itu berjalan dengan tenang,seperti biasa.pagi ini Nathan mengijinkan Jeni berkunjung ke Toko,namun tetap pada prosedur pengaman yang telah di atur oleh Elios.setelah mengantar keberangkatan Nathan,Jeni pun bersiap-siap untuk pergi sesuai rencananya.
“Apa kau mau ikut denganku?" melihat Tania yang tidak menjawab pertanyaannya,dan berdiri dengan tatapan kosong,membuat Jeni mengerutkan dahi.
”Tania,Tania...!"mendengar suara Jeni yang keras memanggil namanya,membuat Tania melonjak kaget,dan sadar dari lamunannya.
“Iya,,kakak ipar memanggilku?" Tania menatap Jeni dengan bingung,Jeni mendesah pelan melihat sang adik ipar,yang pikirannya entah berkelana kemana.
”Apa yang kau pikirkan Tania,apa ada sesuatu yang terjadi?" Jeni menatap Tania dengan hati-hati,menatap dalam ke mata sang adik ipar.Tania tersenyum kaku dan menggelengkan kepalanya dengan pelan.
“Elios tidak demam,sepertinya dia hanya malu!” Tania melebarkan matanya mendengar ucapan Jeni,yang berlalu begitu saja meninggalkannya sendiri.
”Kakak ipar tunggu! ” Tania mulai mengejar Jeni yang sudah duduk manis di dalam mobil.Tania duduk di sebelahnya,dan menatap Jeni dengan tatapan tak percaya serta rasa penasaran yang mulai menderanya.kenapa sang kakak ipar,mengetahui apa yang sedang ia pikirkan sejak tadi.
Jen mengerutkan dahi,melihat tatapan Tania.
__ADS_1
”Jangan menatapku seperti itu Tania,kau membuatku takut”.Jeni mengerucutkan bibirnya,membuat Tania membuang nafas kasarnya.
”Bagaimana kakak ipar bisa tau,apa yang aku pikirkan? ”Jeni melirik Tania dan tersenyum.
“Sangat terlihat di wajahmu,kalau kau sangat menghawatirkan dia Tania,aku tidak bodoh”.Tania mengerucutkan Bibirnya,membuat Jeni tertawa pelan.Tania mulai menyandarkan punggungnya,menatap keluar melihat pohon-pohon yang mereka lewati.
“Aku sudah mengutarakan perasaanku kak,tapi dia belum memberiku jawaban,membuatku frustasi”.Jeni memutar tubuhnya,menatap Tania yang masih melempar pandangannya jauh keluar.Jeni seperti tak percaya dengan apa yang telinganya dengar,seberani itukah Tania,hingga dengan mudah dirinya mengungkapkan perasaannya kepada Elios.
“Kau sudah mengungkapkan perasaanmu padanya”,Tania mengangguk lemah dan menutup wajahnya dnegan kedua tangannya,wajahnya memerah Karena menahan malu.sementara Jeni menutup mulutnya dengan salah satu tangannya,meski penasaran dengan pria yang di maksud keduanya,sofi hanya diam dan menjadi pendengar setia.
“Bagaimana responnya,dia langsung memberimu jawaban”.Tania menatap Jeni,dan menggeleng lemah.membuat Jeni ikut merasakan kegalauan yang Tania rasakan saat ini,Tania mendekatkan dirinya dan membisikkan sesuatu di telinga Jeni.Jeni melongo dan menatap Tania tidak percaya,Tania memperlihatkan wajah menyedihkannya.Tania mengangguk pelan,membuat Jeni semakin tak percaya.
Jeni mendesah pelan,jika kejadiannya sudah seperti yang Tania ceritakan,tentu Elios juga mencintai Tania.hanya saja yang membuat Jeni masih bingung,kenapa Elios tak langsung memberikan jawabannya dan malah menggantung Tania.apakah Elios memiliki rencana lain,atau apa?
Jeni diam dan masih berpikir dengan sangat serius,membuat dahinya mengkerut dalam.namun tak ada jawaban yang dirinya dapatkan,kecuali bertanya langsung pada yang bersangakutan.Jeni mendesah,namun tiba-tiba otaknya yang bekerja sejak tadi,menangkap satu hal yang mungkin menjadi alasan kuat Elios.Nathan suaminya,mungkin hal inilah yang membuat Elios tak menjawab perasaan Tania,meski sebenarnya dirinya juga mencintai Tania.
“Apa yang harus aku lakukan kakak ipar,haruskah aku mengejar cintanya.”Jeni melirik Tania sejenak,lalu menganggukkan kepalanya.menyetujui apa yang Tania katakan.
”Kejar cintanya,dan buktikan padanya bahwa kau tidak main-main”.
Aku akan membantu kalian mendapatkan restu Nathan,jadi berusahalah meyakinkan Elios,aku mendukung cinta kalian berdua Tania.
Jeni tersenyum dan menyemangati Tania dengan mengelus pelan tangannya,mendapatkan dukungan dari Jeni,semakin menyakinkan Tania untuk mendapatkan cinta Elios.pria dingin,yang kini mengisi separuh hatinya tanpa dirinya sadari.setelah mengantar Tania ke kampus,mobil yang Membawa jeni melaju menuju Toko Roti miliknya.
Kedatangannya tentu membuat para karyawannya senang,hampir seminggu lebih Jeni tidak berkunjung keToko.semua urusan Toko telah ia limpahkan kepada salah satu karyawan,yang Elios tunjuk menjadi pimpinan di toko Roti miliknya.
“Kak Jeni,kami sangat merindukanmu.”ucap salah seorang karyawan,yang telah lama ikut dengan diirnya.bebrapa karyawan Jeni ada baru,dan beberapa lainnya adalah karyawan terlamanya.mereka berkumpul dan menanyakan keadaan Jeni,itulah yang mereka lakukan jika pemilik sebenarnya datang berkunjung.
****
__ADS_1
Seorang wanita cantik duduk sambil menikmati secangkir kopi,menatap pria yang ia sewa beberapa waktu lalu.keduanya bertemu lagi setelah beberapa bulan lamanya,Selena menghubunginya lagi,dan memberinya pekerjaan yang sama.
“Apa kabar Rado,lama tak jumpa,apa kau masih melakukan pekerjaan yang sama?.Selena menatap Rado,dengan sedikit penasaran.pasalnya penampilan Rado sedikit berubah,Rado tersenyum sinis menanggapi pertanyaan Selena.
“Pekerjaanku masih sama,dan masih tetap pada prinsipku.aku hanya mengintai dan mencari informasi ,tanpa menyakiti”.Selena tersenyum kecut mendengar ucapan Rado yang sama,seperti beberapa waktu lalu.damana dirinya memutuskan menyewa Rado,untuk menyelidiki Jeni.
“Aku hanya ingin kau mencari informasi tentang hubungan keduanya,aku ingin tau semuanya tanpa ada yang terlewat”.Rado menatap tajam Selena,yang membuang pandangannya jauh kesamping.karena tak tahan dengan tatapan Rado yang cukup menghunjamnya,membuatnya tak nyaman.Selena tau betul apa yang dirinya lakukan bukan hal benar,untuk apa lagi dirinya mencari tau hubungan Jeni dan Natahn.hanya saja rasa penasaran serta obsesi,mulai menguasai hatinya.
Rado mencondongkan tubuhnya ,meletakkan kedua tangannya dimeja sambil menyangga dagunya.
”Boleh aku tau,kenapa kau sangat penasaran dengan kehidupan dua orang ini.bukankah keduanya adalah sepasang suami istri”.pertanyaan Rado benar-benar mengusik hatinya,dengan kesal Selena menatap Rado yang masih menatapnya dengan tajam.
“Aku membayar mu untuk melakukan pekerjaanmu,bukan untuk mencari tau apa alasanku”.Selena menjawab dengan sangat ketus,membuat Rado tersenyum tipis.
”Aku hanya bingung,wanita cantik sepertimu,sibuk mengurusi rumah tangga orang.seperti seorang pelakor”. Selena melebarkan kedua matanya,mendengar ucapan Rado yang di tunjukkan padanya.
“Aku hanya ingin memastikan apakah keduanya hidup dengan bahagia atau tidak,karena itu aku membayar mu untuk mencari informasi tentang mereka”.tanpa Selena sadari,Rado tersenyum sinis dan menatap Selena dengan penuh rasa marah.bukannya melupakan sang Tuan Muda,dan mengejar kebahagiaanya sendiri,wanita di depannya ini kembali dengan niat lain.
“Aku yakin mereka sudah bahagia Nona,untuk apa kau mencari tau tentang kehidupan mereka lagi.akan lebih baik jika anda lepas dari masa lalu,dan mengejar kebahagiaan anda sendiri.” Selena tersenyum kecut,kebahagiaannya yang sesungguhnya adalah berada disisi Nathan.karena kebodohannya dirinya harus kehilangan pria tersebut,inilah penyesalan terbesar dalam hidupnya.kali ini dia kembali ingin memastikan kehidupan keduanya,jika Nathan tidak bahagia dengan pernikahannya,Selena berencana merebut hati pria itu lagi.
Hati Selena yang telah di tutupi oleh obsesi, tidak mengingat bagaimana perlakuan Nathan padanya beberapa hari lalu.tatapan tak suka bahkan terkesan jijik akan kehadirannya,Selena tak menyadari hal itu,yang ada di kepalanya hanyalah bagaimana caranya merebut hati pujaan hatinya kembali.
“Aku yakin mereka tidak bahagia”,Rado mengangkat alisnya,heran dengan pikiran Selena yang memutuskan secara sepihak,bagaimana kehidupan Tuan Mudanya.
”Bagaimana Nona bisa seyakin itu,dan bagaimana jika mereka ternyata hidup dengan bahagia.apakah anda akan mundur setelah mengetahuinya?”
Selena diam dan memikirkan ucapan Rado,akankah dirinya mundur lagi seperti dulu,ketika Nathan mengatakan jika dirinya mencintai istrinya.
”Itu urusanku,lakukan saja pekerjaanmu dengan baik.aku menunggu hasilnya.” Selena meninggalkan Rado begitu saja,meninggalkan pria yang kini diliputi oleh rasa amarah yang luar biasa.semua rekaman percakapannya dengan Selena,ia kirimkan kepada Elios.diirnya tinggal menunggu perintah selanjutnya,dari kaki tangan Tuan Mudanya.
__ADS_1