
Di sebuah aula,dimana tempat seluruh karyawan biasanya berkumpul,untuk menerima serta mendengar wejangan dari pemimpin perusahaan.atau menerima pemberitahuan penting,disinilah mereka,para staf Elios serta para petugas keamanan berada.Tatapan marah,serta dingin dari Elios membuat ruangan serasa panas.
Tidak ada satupun dari mereka yang berani membuka suara,kesalahan mereka begitu fatal kali ini,sehingga tidak ada yang berani membela diri.wanita yang seharusnya mereka tahan dengan nyawa mereka,mereka biarkan masuk begitu saja,bahkan membiarkan wanita itu melukai salah satu rekannya.
Seharusnya mereka menyeret wanita itu keluar dari gedung Empror Group,atau melarangnya masuk ketika melihat kedatanagnnya.tatapan Elios menelisik satu persatu karyawan yang menundukkan kepala dengan penuh penyesalan.
“Kalian tau apa kesalahan kalian,hingga kalian berakhir di tempat ini bersamaku?”
Suara Elios yang tegas dan berat mulai menggema,tak ada satupun dari mereka yang berani menjawab pertanyaan Elios.meraka diam dan semakin menundukkan kepala lebih dalam,menyesali kesalahan fatal mereka hari ini.
“Aku sudah pernah memerintahkan kalian untuk melarang wanita itu masuk kedalam gedung,bahkan menerobos pertahanan kalian dan membuat kekacauan disini.apa kalian sudah tidak berniat bekerja?”
Ucapan demi ucapan terlontar dari mulut Elios,hingga salah satu dari mereka memberanikan diri untuk bicara,mewakili mereka yang sedang berdiri menerima hukuman.
“Maafkan kami sekertaris Elios,kejadian kali ini tidak akan terulang lagi.kami akan mengawal ketat gedung,dan jika kami melihat wanita itu lagi kami akan segera menyeretnya keluar!”
“AKu tidak ingin janji kalian,aku minta kalian membuktikannya.jika masalah ini sampai terulang lagi,kalian semua akan menerima konsekuensinya!”
“Baik Sekertaris Elios!”
Tanpa basa-basi Elios meninggalkan aula dengan wajah kesal,belum lagi dirinya sekarang harus menghadapi kemarahan Nathan.Elios mengusap pelan wajahnya,sungguh hari yang berat baginya.Elios berdiri sejenak tepat di depan pintu ruangan Nathan,sebelum memasuki ruangan yang di anggapnya keramat,Elios menyiapkan dirinya sebaik mungkin.dengan hati-hati Elios membuka pintu,,”Bhukkk”.Lemparan bantal tepat mengenai tubuhnya,Elios sudah menduga hal ini.Nathan tidak akan melepaskannya dengan mudah,Elios menunduk tanpa mengeluarkan sepatah katapun,siap-siap menerima segala umpatan yang akan Nathan berikan padanya.
“Apa kau sudah mengajari bawahanmu dengan benar,aku tidak ingin kejadian ini terulang untuk yang kesekian kali Elios.jika sampai terjadi lagi,pecat mereka semua.kau lihat wajah wanita itu,dia bukan lagi selena.melainkan seorang wanita yang berwajah dua,dia akan berubah menjadi seekor ular dan akan siap mengigit!”
“Lenyapkan dia jika hal itu perlu untuk kau lakukan Elios, aku tidak ingin debu sepertinya menghancurkan kebahagiaan keluargaku!”
“Baik Tuan Muda!”
Suasana hati Nathan benar-benar kacau,tak satupun pekerjaan yang dirinya lakukan berjalan dengan baik.Elios tak bisa melakukan apapun selain mencoba menenangkannya,dengan cara yang biasa dia lakukan.
**** Dipusat perbelanjaan Tania bersama Toni,terlihat bersama memilih beberapa buah segar untuk sang kakak ipar.Toni telah merelakan cintanya,dirinya hanya kagum dengan sosok Jeni.wanita cantik yang menjadi kakak ipar Tania.
“Buah Mangga ini terlihat enak Tania,aromanya juga begitu wangi,kakak ipar mu pasti menyukainya!”
__ADS_1
Tania melirik Toni yang menggenggam satu buah Mangga besar,sambil mendekatkan buah itu kehidunganya.Tania tersenyum,ketika mengingat ucapan Toni yang benar-benar mengagumi kecantikan Jeni.meski dirinya mengagumi Jeni,namun tak ada niat jahat dari diirnya.sehingga Tania masih berteman,bahkan mengajaknya membeli buah untuk sang kakak ipar.keduanya terlihat begitu antusias membelikan beberapa buah yang menjadi kesukaan sang kakak ipar,rasa lelah serta lapar menyerang tubuh keduanya,hingga keduanya memutuskan untuk makan siang di kantin terdekat.ketika memilih-milih menu,tatapan Tania tertuju pada seorang pria tinggi putih yang begitu familiar baginya.kening Tania mengkerut semakin dalam,melihat Alex duduk seorang diri,dengan tatapan kosong.tanpa berpamitan dengan Toni,Tania melangkah menuju meja dimana Alex duduk.
“kak Alex,,kak Alex!”
Beberapa kali Tania mencoba memanggil nama Alex namun sang pria seakan tak mendengarnya,membuat Tania kesal hingga menggebrak meja dengan sangat keras.Alex terkejut dan langsung menatap Tania,yang tersenyum tanpa rasa bersalah,dengan memperlihatkan sederetan gigi putihnya.tanpa di persilahkan Tania duduk di depan Alex,menyanggah dagunya dengan kedua tangannya.
“Apa yang sedang kau pikirkan kak Alex,kau terlihat sangat murung?”
Tania menatap Alex dengan tatapan penasaran,Alex melirik Tania yang menatapnya dengan mata lebarnya.terbesit rasa keingintahuan di hati Alex, untuk mengorek informasi tentang Jeni di masa lalu.melihat kedekatannya dengan Jeni,tentu semua cerita tentang Jeni,Tania ketahui.
“Ikut kak Alex sebentar!”
Tania tertegun mendengar ucapan Alex,tanpa permisi Alex menarik tangan Tania dan membawanya keluar Mall.Tania dengan terpaksa mengikuti Alex yang lebih dulu menarik pergelangan tangannya.
“Tapi Tania sedang bersama teman Kak!”
“Hubungi temanmu dan katakan padanya,kalau kau sedang ada urusan mendadak!”
Alex tak menghiraukan ucapan Tania,dengan langkah lebar Alex berjalan mendahului Tania,hingga gadis itu harus menyesuaikan langkahnya dengan langkah lebar milik Alex.Toni yang sedari tadi mencari keberadaan Tania,berdiri dengan beberapa kantong belanjaannya.bberapa kali Toni berusaha menghubungi Tania,hingga di panggilan berikutnya terdengar suara Tania yang tersengal-sengal.Toni mengerutkan dahi mendengar suara Tania yang sedikit aneh menurutnya,sambil mengedarkan pandangannya Toni mengumpat kesal kepada Tania.
“Kau dimana dan ada apa dengan suaramu itu,aku membawa belanjaan mu serta makan siang kita!”
“Toni maafkan aku,ada urusan mendadak yang harus aku selesaikan.untuk belanjaanku aku titip padamu dulu,nanti aku akan mengambilnya!”
“Hei apa yang terjadi,,Tania!”
Tania memutuskan panggilannya,dan melirik Alex yang masih diam dengan tenang sambil menyetir mobilnya.Tania mendesah pelan,dan menunggu dengan sabar kemana Alex akan membawanya.beberapa menit kemudian mobil yang membawa dirinya memasuki sebuah taman,Tania melirik Alex sejenak,dan menatap ke depan lagi memastikan jika ada penghuni atau pengunjung lainnya di sana.
“jangan berpikiran aneh tentangku Tania,aku tidak berminat padamu!”
“kak Alex!”
Alex tersenyum mendengar Tania meneriakinya,Alex keluar dari mobil menuju sebuah pohon rindang dan duduk dibawahnya.merasakan sepoian angin yang menerpa wajah tampannya,Tania masih menggerutu kesal,bisa-bisanya Alex menebak apa yang dirinya pikirkan tadi.denagn kesal Tania menyusul Alex dan duduk tepat di sebelahnya.kesunyian menyelimuti keduanya,Tania tidak bertanya ataupun membuka mulutnya meski rasa penasaran di hatinya telah menggerogotinya,hingga suara Alex yang berat mengganggu pendengarannya.
__ADS_1
“Kau sangat dekat dengan Jeni,aku jadi penasaran bagaimana hubungan kalian sebelumnya?”
Tania menoleh dan menatap Alex yang masih menutup kedua matanya,tak ada perasaan aneh yang terlintas di benak Tania.kenapa secara tiba-tiba Alex menanyakan Jeni,Tania tersenyum kecut dan tersenyum bahagia kemuadian.Alex melihat senyum Tania yang begitu tulus,dapat dirinya rasakan hubungan keduanya memang cukup baik.
“Dia kakak ipar terhebat bagiku,pertama kali Kak Jeni masuk kedalam rumah kami,kami tidak pernah bertegur sapa.kami seperti orang asing,tapi kak jeni tidak pernah melepas senyum cantiknya padaku.lambat laun entah kenapa aku merasa nyaman dengannya,apalagi ketika mengetahui hobi kami sama,membuat kami semakin sering keluar bersama dan dekat!”
“Kakak ipar wanita yang baik,ibu bahkan tidak menyukainya saat itu.aku marah dan kesal dengan semua upaya yang pernah ibu lakukan agar kakak ipar pergi,namun semua upaya ibu sia-sia.bahkan sekarang ibu sangat menyukai kakak ipar,dan kakak!”
“Bahkan kakakku yang terkenal kaku,dingin dan angkuh itu harus jatuh pada pesona kak Jeni.Kka Nathan jatuh dan terpuruk,ketika melihat dunianya tertidur dalam waktu yang lama.saat itu aku sangat membenci kakakku,bahkan aku pernah mengancamnya,jika sampai kakak ipar tidak sadar bahkan tidak bangun dari tidurnya,aku bersumpah tidak akan pernah memaafkannya!”
Tania menatap Alex dengan mata yang berkaca-kaca,tersirat kesedihan yang dalam dimata lebar itu.kesdihan mendalam ketika mengingat masa lalu.Alex diam ,serta mengamati Tania secara lebih mendalam.
“Dia wanita lembut dan hangat,karena dialah aku merasakan arti kehadiran seorang kakak!”
“Apa yang terjadi padanya waktu itu?”
Tania menundukkan kepalanya,dan mulai menceritakan kisah Jeni yang dirinya ketahui.sampai dimana kecelakaan itu terjadi,kecelakaan yang hampir saja merenggut nyawa Jeni.merenggut kebahagian dirinya dan Natahan.kecelakaan akibat perbuatan Ayah Jeni,serta kebodohan Nathan yang gengsi mengutarakan rasa cinta serta perhatiannya.
“Tapi sekarang aku sangat bahagia melihat keduanya,kau lihat kak Nathan kan.dia bahkan lengket seperti perangko,aku hanya boleh mengobrol dengan kakak ipar ku dimalam minggu.kakakku membuat peraturan konyol itu untukku,dan aku ingin sekali menjambak rambutnya itu!”
“Kau tau satu rahasia tentang kakak ipar ku,yang begitu aku kagumi!”
“Apa?”
“Kakak ipar ku pembalap liar,kalau dia beraksi semua mata tertuju padanya,belum lagi para pria muda yang mencari pasangan.mereka saling mengeluarkan kemampuan serta kekayaan untuk menarik perhatian kak Jeni!”
Tania bercerita dengan mata yang sangat berbinar,menceritakan bagaimana kedekatannya serta hobi mereka,sebelum Nathan menguasai sang kakak ipar.tserbesit rasa bahagia di hati Alex,mendapati sahabatnya itu,di luluhkan oleh wanita yang begitu menarik.wanita yang bisa membuat semua keluarganya merasa kehilangan akan sosoknya,Alex tertawa serta tersenyum mendengar cerita Tania,yang begitu bersemangat.hampir dua jam mereka berbicara,Tania mengatakan jika menceritakan sang kakak ipar tidak akan pernah ada habisnya.
Alex melirik jam tangannya,sudah waktunya bagi mereka untuk kembali.
“Untuk hari ini,bisakah menjadi rahasia kita berdua!.jangan katakan kepada siapapun tentang pertemuan kita,terutama Nathan.bisakah kau menjaganya?”
Tania diam dan meresapi apa yang Alex katakan,dengan patuh Tania menganggukkan kepalanya .hari itu Alex mengetahui sisi lain dari Jeni lagi,semakin membuat rasa cintanya semakin besar.Alex mendesah pelan,mencoba menerima kenyataan pahit yang harus dirinya terima.
__ADS_1