
Dua bulan sudah Jeni menjalani harinya dengan penuh rasa bahagia,mendapat cinta dari suami dan keluarga barunya,membuatnya sedikit demi sedikit melupakan kesedihan dan keluarganya Ayahnya.sementara Jeni yang berusaha mengejar kebahagiaanya,keluarga Sanjaya harus berusaha mempertahankan perusahaan yang di ambang kehancuran.
Emperor Group masih membantunya secara vinancial,namun tidak membuat Sanjaya Group aman.beberapa persen saham miliknya telah dia jual,untuk menambah modal dan membayar gajih para karyawannya.sang istri dan anak yang tidak bisa hidup mewah,dan belanja barang mewah hanya bisa gigit jari.Tuan sanjaya benar-benar membatasi keperluan dan biaya hidup mereka.
Perlakuan Tuan Sanjaya kepada istri dan anakanya,tentu membuat sang istri kesal dan marah,sang suami telah membuatnya malu di hadapan para teman sesama istri pengusaha.
“Mau sampai kapan hidup kita seperti ini,mama sungguh tidak kuat.mau di taruh dimana wajah Mama ini,mereka membicarakan kita di belakang Mama,dan mengatakan kalau sebentar lagi kita mungkin akan bangkrut!”
“Bukan Cuma Mama tapi aku juga,aku bahkan tidak bisa shoping dan jalan dengan teman-temanku.bukankah itu menyebalkan,semua ini kerena putri tiri Mama itu!”
“Jangan menyebut namanya di rumah ini Lara,Mama membencinya.karena dia kita jadi hidup seperti ini,bahkan kita tidak bisa melakukan apapun padanya!”
“Ibu bagaimana kalau kita memberinya pelajaran!”
“Jangan melakukan hal yang tidak akan ada gunanya Lara,kau pikir Tuan Nathan akan membiarkan Jeni terluka.kau masih ingat dengan ancamannya bukan,jadi lupakan!”
“Karena itu kita bayar orang lain untuk melukainya,kita tidak perlu turun tangan ibu,tapi kita gunakan orang bayaran untuk memberinya pelajaran!”
Nyonya Andita terdiam dan memikirkan rencana sang putri,ide yang dikatakan Lara memang cukup bagus menurutnya.
“Kau memang pintar,ayo kita beri pelajaran pada anak sialan itu!”
Bagus ibu setuju dengan rencana ku,aku akan membuatmu menderita dan di buang dari keluarga Agatha.akan aku buat keluarga Agatha merasa jijik padamu Jeni.
Akan aku buat kau mengalami hal yang sama dengan ibumu,yaitu di benci oleh orang yang kau cintai,sehingga kematian adalah pilihan terbaik bagimu.aku tidak akan pernah membiarkanmu bahagia di atas penderitaan ku anak sialan.
Keduanya tersenyum sinis,memikirkan rencana dan pelajaran apa yang akan mereka berikan kepada Jeni.hanya dengan membayangkannya saja membuat Nyonya Andita,dan Lara senang.
***
Hari ini entah kenapa Jeni ingin sekali ke kantor suaminya,dia meminta sofi mengantarnya.tanpa mengabari kedatangannya,Jeni menaiki Lift yang khusus untuk sang pemilik gedung.wajah Jeni tampak pucat,membuat sofi sedikit khawatir dengan keadaan sang Nona Muda.
“Nona,apakah anda baik-baik saja.wajah anda tampak pucat!”
“Aku tidak apa-apa,bisakah kau membelikan ku bakso,tidak pakai mie ya!”
“Baiklah Nona saya akan pergi ,tapi setelah saya mengantarkan anda samapi di ruangan Tuan Muda!”
Jeni hanya mengangguk dan menyandarkan kepalanya di bahu Sofi,membuat sofi mengerutkan dahi,akan tingkah sang Nona yang mulai manja.
Ada apa denganmu Nona,kenapa beberapa minggu ini tingkah anda sangat aneh,bahkan selalu minta makan bakso dan sate.bagaimana jika Tuan Muda tau kalau anda selalu makan di luar.
Setelah sampai di depan pintu ruangan Nathan,sofi menundukkan kepala dan meninggalkan Jeni.beberapa staf yang mengetahui kedatangan istri atasannya,menunduk dan memberi salam pada Jeni yang hanya melemparkan senyumannya.dengan perlahan Jeni membuka pintu,berharap tidak mengganggu sang suami.namun keadaan ruangan yang kosong ,membuat Jeni mengerutkan dahi.
Ruangan Nathan begitu sepi,meja kerjanya tampak rapi.Jeni mencari keberadaan sang suami di setiap ruangan,karena tidak menemukan keberadaan sang suami.Jeni keluar dan menanyakan keberadaan sang suami,mendengar sang suami sedang memimpin rapat,Jeni memilih memasuki kamar Nathan dan membaringkan tubuhnya di ranjang.rasa kantuk menyerangnya,perlahan Jeni menutup matanya dan terlelap dalam mimpinya.
__ADS_1
Nathan dan Elios sedang mengikuti rapat bulanan yang setiap awal bulan wajib untuk dilaksanakan,hampir satu jam mereka mengikuti rapat,hingga rapat usai.Nathan menyandarkan punggungnya,dan memijat keningnya.tubuhnya terasa lemas,padahal tadi pagi dia masih baik-baik saja.membuat Elios sedikit cemas melihat keadaan sang Tuan Muda.
“Apa anda baik-baik saja Tuan Muda?”
“Aku merasa lelah,aku ingin istirahat sebentar!”
Nathan bangun dari duduknya,dan menuju ruangannya.melihat kedatangan sang Tuan,beberapa stafnya berdiri dan menunduk hormat.
“Tuan,ada Nona Muda menunggu anda didalam!”
Nathan dan Elios berhenti,dan membalikkan tubuhnya.
“Istriku?”
“Iya Tuan,Nona sudah menunggu sejak satu jam lalu.karena Tuan sedang rapat jadi Nona memilih menunggu anda Tuan!”
Nathan tidak mendengar ucapan sang staf,dia berlari dan masuk ke ruangannya,mencari keberadaan sang istri,yang kini masih terlelap.Nathan tersenyum dan duduk di samping ranjang,menatap wajah cantik istrinya yang masih terlelap.Nathan mengecup keningnya,membuat Jeni menggeliat.Nathan ikut naik ke ranjang dan ikut membaringkan tubuhnya di samping sang istri.keduanya terlelap,dalam mimpi masing-masing.
Elios yang menutup pintu ruangan Nathan,dan mengintruksikan kepda stafnya untuk melarang siapapun yang ingin menemui sang Tuan Muda.Jeni menggeliat dan merasakan tangan kekar memeluk tubuhnya,Jeni membalikkan tubuhnya dan mendapati sang suami yang masih terlelap.Jeni tersenyum dan mengecup beberapa kali bibir manis Nathan.
“Kau senang,karena bisa mencium ku diam-diam?”
“Iya,kau seperti bayi jika sedang tidur,karena itu aku suka menciumnya saat kau terlelap!”
“Jam berapa sekarang,sepertinya aku tidur terlalu lama!”
“Kita hanya tidur 2 jam,apa kau lapar?”
Astaga apa sofi menungguku,aku memintanya membeli bakso.
Jeni bangun dan mencuci wajahnya,Nathan pun menyusul.setelahnya mereka keluar dan duduk di sofa,menunggu kedatangan sofi yang sedang memanaskan Bakso miliknya.Elios datang membawakan beberapa makanan,yang begitu menggugah selera.namun Jeni masih setia menunggu sofi.
“kau tidak ingin mencobanya,ini enak!”
“Aku menunggu sofi!”
Ckleek,sofi datang dengan nampan yang berisikan semangkuk Bakso,wajah Jeni sumringah melihat makananya.hal itu tidak luput dari perhatian Elios dan Nathan.
“Maaf sofi,membuatmu repot!”
“Sudah kewajiban saya Nona,anda tidak perlu berterimakasih!”
Nathan melirik sofi,sementara sofi yang merasa di tatap hanya menundukkan kepala.jeni melahap habis baksonya hingga tidak tersisa,sofi tersenyum senang melihat sang Nona yang merasa puas akan makanannya.
“Apa kau menikmatinya sayang!”Nathan membelai pelan rambut Jeni,yang tersenyum dan menganggukkan kepalanya.Elios melirik sofi,yang masih berdiri di depannya.setelah menikmati makan bersama,Nathan memutuskan membawa Jeni pulang kembali ke rumah.
__ADS_1
Sesampainya di rumah Elios meminta sofi menunggu Nathan diruang kerjanya.
“Bersihkan dirimu,ada sesuatu yang harus aku urus!”
Nathan mengecup kepala Jeni dan meninggalkannya,menuju ruang kerjanya.tampak Elios dan Sofi sudah menunggunya.Nathan duduk di sofa dan menatap sofi.
Apakah aku melakukan sebuah kesalahan,hingga Tuan Muda memanggilku ke ruangan ini?
“Apa kau merasakan perubahan pada istriku?”
Sofi mengerutkan dahi mendengar pertanyaan sang Tuan Muda,beberapa minggu ini sang Nona biasa saja,hanya cara makan dan dan jenis makanan yang dia konsumsi yang berubah sisanya masih tetap sama.
“Nona Muda sekarang suka makan jajanan di pinggir jalan Tuan,seperti makan Bakso dan Sate.terkadang sehari itu Nona akan memakan 2 jenis makanan ini,tetapi dalam waktu dan jam berbeda!”
Dia memang suka makan di pinggir jalan,karena sebelum menikah denganku dia sudah terbiasa dengan makanan itu,tapi kenapa aku merasakan sesuatu berubah padanya tapi apa.
Melihat kebingungan dari wajah Tuan Mudanya,Elios yang juga merasa penasaran akhirnya tidak bisa menyimpan rasa penasarannya.
“Apa Nona Muda pernah memintamu,membelikan suatu makanan yang aneh-aneh,selain bakso dan sate?”
“Tidak Tuan!”
Mungkin hanya firasat ku saja,melihat keadaan Nona yang biasa saja,mungkin dugaan ku salah.
“Baiklah,terus temani istriku jangan meninggalkannya,tetaplah berada disisinya!”
“Saya mengerti Tuan Muda!”
Aku hanya ingin memastikan keselamatanmu,menjaga setiap kemungkinan,ibu dan saudari tiri mu akan melukaimu.melihat keadaan mereka yang semakin kesulitan,aku yakin mereka masih melemparkan kesalahan padamu.
Jeni telah selesai dengan ritual mandinya,kepalanya terasa sakit dan pusing.beberapa hari ini dia begitu merasakan kelelahan,yang luar biasa.wajahnya pucat,pandangannya berkabut.Jeni berusaha menggapai pinggir ranjangnya,sebelum semuanya menjadi gelap.
Nathan bangun dari duduknya,dan meninggalkan sofi serta Elios.perlahan Nathan menaiki tangga,perasaannya menjadi tidak tenang,pikiran sellau tertuju pada sang istri.ketika Nathan membuka pintu kamar,dirinya begitu terkejut mendapati Jeni yang terbaring di lantai.Nathan berlari dan meraih tubuh Jeni yang sedikit menghangat.
“Sayang!sayang!”
Jantung Nathan berdegup kencang,ingatan tentang Jeni yang tertidur lama di ranjang rumah sakit menari-nari di kepalanya.
“Elios!Elios!”
Mendengar teriakan sang Tuan,Elios dan Sofi yang baru saja keluar dari ruang kerja,lari berhamburan menaiki tangga mencari keberadaan sang Tuan.Tubuh Nathan bergetar,dengan sigap dia membopong tubuh Jeni,melihat sang Nona berada di dalam pelukan sang Tuan membuta Elios dan Sofi terkejut.
“Cepat siapkan mobil”
__ADS_1