
Selena menatap pintu apartemen Alex,setelah beberapa waktu lamanya akhirnya dirinya berhasil menemukan keberadaan Alex.Selena ingin meyakinkan Alex bahwa Nathan tidak bahagia bersama sang istri,Alex yang dirinya tau cukup perhatian dengan sahabatnya itu pasti akan membantunya memisahkan keduanya.namun jika Selena tidak berhasil membujuk Alex,jalan satu-satunya yang harus dirinya lakukan adalah menculik Jeni.menjauhkannya atau bahkan melenyapkan Jeni dari dunia ini.dan untuk anak yang Jeni kandung Selena memliki rencana lain,dirinya akan menjadi ibu sambung bagi anak Nathan,dengan begitu langkahnya akan semakin mudah untuk berada di sisi Nathan.
Selena memencet tombol yang berada di samping pintu,namun tak ada jawaban dari dalam,Selena tidak menyerah berulang kali dirinya melakukan hal yang sama,bahkan sampai menggedor pintu apartemen Alex.suara berisik yang Selena timbulkan tentu saja mengganggu kenyamanan penghuni lainnya,dengan wajah sinis salah satu tetangga Alex menegur Selena yang tak memiliki sopan santun.
“Apa kau tidak tau cara bertamu,kau ingin membuat keributan disini?” salah satu penghuni apartemen Alex yang seorang pria muncul dengan wajah menakutkan,membuat Selena menelan ludahnya kasar dan sedikit menundukkan kepala dengan sopan.
“Maaf Tuan,saya ingin mencari pria yang tinggal di apartemen ini.saya sudah menekan bel dan mengetuk pintunya,namun tidak ada jawaban darinya.” Selena berucap pelan,sang pria tersenyum sinis kearah Selena,ingin sekali Selena mencakar wajah pria menyebalkan tersebut,namun Selena tentunya tak berani melakukannya dilihat dari fisik sang pria yang memiliki postur tinggi besar.
“Pria itu sudah pergi beberapa hari lalu,untuk apa kau menggedor pintunya,pergi sana jangan membuat kekacauan disini.” Pria berwajah kaku itu menutup pintu apartemen nya dengan sangat keras,membuat tubuh Selena terlonjak kaget.Selena menatap bingung pintu apartemen yang tertutup rapat,Alex telah pergi beberapa hari lalu? Kenapa dia begitu sial,semua yang dirinya rencanakan tidak ada yang berjalan dengan baik.dengan kesal Selena meninggalkan apartemen Alex dengan mata memerah karena marah.
Argghhh,,sial,,sial kenapa aku selalu terlambat,apa pria itu telah kembali ke negaranya?apakah Alex tau rencanaku karena itu dia lebih memilih pergi lebih dulu?
“Kau sudah kembali?” Jeni menatap Nathan yang masih berdiri di ambang pintu,Nathan tersenyum lembut melangkahkan kakinya menghampiri Jeni yang duduk bersandar diranjang dengan buku di pangkuannya.Nathan mengecup kening dan bibir Jeni sekilas,tatapannya beralih pada buku yang berada di pangkuan Jeni.semenjak kehamilannya Jeni sangat suka membaca,apalagi yang dibacanya adalah buku bisnis.
“Kenapa buku bacaanmu tentang dunia bisnis,apa kau akan mengajari putraku seputar bisnis selama dalam kandungan?” Nathan berucap sambil menggoda,membuat Jeni terkekeh pelan.Jeni mengusap lembut perutnya, usapan lembutnya memancing ketenangan sang putra yang kini bergerak dan memberikan sedikit tendangan di perut Jeni.Nathan sangat takjub akan respon yang di berikan sang putra,bukan hanya sehat tapi sang putra begitu aktif di dalam kandungan ibunya.yang terkadang membuat Jeni harus meringis dan menahan sakit akibat tendangan kuat sang putra yang mungkin sedang berputar-putar di Rahim sang ibu.
“Sejak hamil entah kenapa aku sangat suka membaca,baik cerita fiksi,sejarah dan buku tentang dunia bisnis.dan buku ini adalah salah satu buku pemberian Alex,mungkin putra kita senang belajar tentang dunia bisnis.” Jeni berucap pelan sambil terkekeh bahagia,ucapan Jeni mengundang gelak tawa Nathan.siapa tau jika pada nantinya sang putra akan menadi pembisnis yang lebih hebat darinya,Nathan mengecup lembut perut Jeni,menatap dengan bahagia buah cintanya yang sebentar lagi akan lahir ke dunia.
__ADS_1
“Kenapa belakangan ini kau pulang malam terus,apa pekerjaanmu sangat banyak?” Nathan mengangkat alisnya,mendengar pertanyaan Jeni yang tidak biasa.memang belakangan ini dirinya selalu pulang malam,itu semua karena dirinya yang tidak fokus dan mengakibatkan beberapa pekerjaan tertunda.
“Aku harus memastikan semua urusan berjalan dengan baik,namun akhir pekan ini aku tidak akan kemana-mana.aku akan menemanimu dan menghabiskan waktu ku yang berharga bersamamu.” Nathan memeluk tubuh Jeni dengan lembut,wanita yang menjadi penerang hatinya yang gelap,wanita yang teramat dirinya cintai.Nathan tak bisa membayangkan hidupnya tanpa Jeni,wanita lembut yang akan menjadi ibu dari anak-anaknya.
Elios memasuki dapur dengan raut wajah lelah pekerjaannya hari ini menumpuk dan lebih banyak dari biasanya,semua itu karena pikiran sang Tuan terbagi dengan keselamatan sang Nona.Elios membuka lemari pendingin dan mengambil satu botol air mineral,meneguknya sampai habis.adegan elegan itu di lihat Tania dengan tatapan berbinar,jantungnya berdentum keras.beberapa hari tidak melihat Elios membuat Tania merindukan sosok pria itu,dengan langkah ringan Tania melangkah mendekati Elios yang masih berdiri dengan lamunannya.
“Kau kemana saja,aku baru melihatmu?” suara rendah Tania,membuat Elios membalikkan tubuhnya.matanya bersibobrok dengan mata Tania yang indah,Elios terpaku menatap wajah cantik yang beberapa hari ini tak dilihatnya.wanita yang sangat dia rindukan,Tania memberanikan diri lebih mendekati Elios.tangannya terulur merengkuh tubuh kokoh Elios,menghirup aroma parfum yang membuatnya tenang.Elios tersenyum serta tersipu dengan perlakuan manis Tania,secara naluriah tangan kekar itu bergerak dan membalas pelukan Tania,hal yang tentu saja membuat Tania tersenyum bahagia.
Sejak Tania mengungkapkan perasaannya kepada Elios,sejak saat itu pula Elios selalu menatapnya dengan tatapan lembut.meski tak berucap Tania memahami arti tatapan Elios,Tania menenggelamkan wajahnya di dada bidang,kuat serta kokoh itu.keduanya menikmati pelukan penuh kerinduan itu,Elios melonggarkan pelukannya menatap wajah Tania yang cantik.Elios mengecup kening Tania dengan lembut,tanpa keduanya sadari sepasang mata elang menatap mereka dengan tatapan datar.
Nathan kembali melangkah menuju kamarnya dengan tangan kosong,melihat kedatangan Nathan tanpa membawa apa-apa membuat Jeni mengerutkan kening.Nathan naik ke atas ranjang,meraih tubuh Jeni dan menyandarkan kepalanya di dadanya yang hangat.
“Mana buahku sayang?” Nathan yang tadinya berusaha menahan tawanya,kini tertawa lepas.membuat Jeni mengangkat kepalanya dan menatap Nathan dengan bingung.
“Apa yang terjadi,kenapa kau tertawa seperti itu?” Jeni menatap Nathan dengan bingung,Nathan yang masih terkekeh menatap Jeni sambil mengelus pipi Jeni dengan lembut,dan membawanya kembali dalam pelukannya.
“Aku melihat drama romantis tadi di dapur,karena tidak ingin mengganggu aku memilih kembali dan tidak mengambil buah untukmu.” Jeni mengerutkan kening mendengar ucapan sang suami,adegan romantic?di dapur? Mata Jeni melebar,dia mengangkat kepalanya dan menjauhkan tubuhnya dari Nathan.menatap Nathan dengan pikiran menduga-duga,seperti mengerti apa yang sang istri pikirkan Nathan menganggukkan kepalanya dengan pelan.
__ADS_1
“Benar sekali yang kau pikirkan itu sayang,aku melihat adegan romantis adikku yang masih bau kencur dengan asistenku yang pandai itu.” Jeni menganga seolah tak percaya,Nathan terkekeh pelan melihat reaksi Jeni.
“Kau melihat mereka sedang bermesraan di dapur?” Nathan menganggukkan kepala,”Aku yakin mereka sekarang sedang berciuman,awas saja jika sampai kebablasan aku akan menghajar Elios habis-habisan.”
Jeni seolah tak bisa berkata apa,sang suami menanggapi santai hubungan keduanya,itu berarti Nathan tak melarang Tania menjalin hubungan dengan Elios,bukankah itu kabar yang sangat baik bagi keduanya? Jeni menatap Nathan yang masih terkekeh pelan,mencoba membaca suasana hati sang suami yang di yakininya sedang baik malam ini.
“Kau tidak keberatan,jika Tania menjalin hubungan dengan Elios?” Jeni bertanya dengan hati-hati,menatap sang suami yang diam seolah berpikir.
“Aku tidak masalah dengan hubungan mereka,dan aku percaya pada Elios,dia pria bertanggung jawab dan aku yakin Elios akan membuat Tania menjadi individu yang lebih baik.” Nathan berucap dengan tegas,tersirat diwajahnya jika dirinya sangat senang mengetahui hubungan adiknya dengan asistennya.Jeni menghela nafas lega,jika seperti ini dirinya tak perlu repot-repot turun tangan meminta Nathan untuk merestui hubungan keduanya.melihat sang istri yang mendesah,Nathan mengangkat alisnya.
“Kau tak berpikir jika aku tak merestui keduanya bukan?” Jeni menolehkan kepalanya kearah Nathan,yang menatapnya dengan penuh selidik.Jeni hanya bisa mengangguk lemah,membenarkan apa yang Nathan ucapkan.
“Maafkan aku,aku pikir kau akan sulit menerima hubungan keduanya” Jeni berucap dengan jujur karena itulah yang dirasakan dirinya dan Tania,apalagi Elios.
“Aku tidak melarang Tania menjalin hubungan,entah itu dengan siapa.aku hanya ingin Tania mendapatkan pria yang bertanggung jawab,dan karena ternyata Tania jatuh cinta pada Elios dan begitupun sebaliknya,tentu aku merasa senang.” Jeni melabuhkan kembali kepalanya,dan bersandar di dada sang suami,melingkarkan kedua tangannya di pinggang kokoh Nathan.
“Terimakasih telah menjadi suami serta kakak yang bijak” Jeni mengecup pelan pipi Nathan,membuat pipi Nathan merona karena pujian yang sang istri berikan.
__ADS_1