
“Apa kau sudah siap?” Nathan menatap sang istri yang terlihat cantik dengan dress selututnya,menggendong sang putra yang begitu ceria pagi hari itu,seakan dia mengetahui jika kedua orang tuanya akan membawanya pergi.Nathan meraih tubuh gembul Baby Radit kedalam gendongannya,sang putra tertawa menepuk pelan wajah sang Ayah.
“Wah tumben kalian rapi,apa kalian akan pergi?” Tania menuruni tangga melihat kakak serta kakak iparnya terlihat yang terlihat rapi,Tania mendekat mengecup pipi Jeni serta keponakannya dengan gemas.Nathan mengangkat sebelah alisnya melihat penampilan Tania yang berdandan cantik hari ini.Nathan tersenyum jahat,dia akan memberikan hukuman kepada dua sejoli yang masih menutupi hubungan mereka.
“Hari ini kau pergi bersama kami,aku takut kakak iparmu akan kewalahan menjaga Radit karena itu ikutlah.” Tania melebarkan kedua matanya,hari ini dirinya memiliki janji kencan bersama Elios apa yang harus dirinya lakukan sekarang.melihat Tania seperti orang kebingungan,Nathan semakin gencar menggodanya.
“Apa kau akan pergi kencan?apa kau sudah punya kekasih?” Tani menggelengkan kepalanya dengan cepat,jika dirinya mengaku sudah memiliki seorang kekasih sang kakak akan mencercanya dengan berbagai pertanyaan.Sedangkan dirinya dan Elios belum siap berkata jujur tentang hubungan mereka,dengan berat hati Tania hanya bisa menganggukkan kepala pasrah.
“Kenapa wajahmu di tekuk begitu,apa kau tidak senang menemani keponakan serta kakak iparmu?” Nathan semakin menggoda Tania,yang mulai menggerutu kesal.
“Sejak kapan aku bilang kalau aku tidak suka menemani kakak ipar, hari ini aku memang berencana pergi tapi karena kakak iparku butuh bantuanku,aku lebih memilihmu.” Tania berucap manja serta merangkul tangan Jeni,tersenyum lebar menyembunyikan perasaan kesal serta kecewanya.
“Banar kau tidak memiliki janji kencan dengan seseorang? Kau tidak takut jika gebetanmu ngambek,marah-marah dan minta putus? Yang ada nantinya kau akan menangis seharian dengan mengunci diri dikamar.” Tanpa menunggu jawaban Tania,Nathan meninggalkan keduanya.Jeni menatap bingung tidak mengerti apa maksud ucapan Nathan,sementara Tania mengepalkan kedua tangannya.ingin rasanya Tania berteriak kepada sang kakak,bahwa dirinya memilki janji dengan Elios.
“Ayo Tania kita berangkat” Dengan langkah lesu Tania mengikuti langkah Jeni di depannya,bagaimana jika yang di ucapkan kakaknya yang menyebalkan itu benar terjadi.bagaiamana jika Elios merasa kecewa,dan memilih mengakhiri hubungan mereka? Tidak Tania tidak bisa jauh dari sosok Elios yang telah mengisi seluruh hatinya,Tania mengejar jeni dan menarik pergelangan tangannya.Jeni sedikit tersentak dan menolehkan kepala melihat sikap Tania.
“Kakak ipar tolong bantu aku.” Jeni mengernyit menatap Tania.”Ada apa,kenapa kau gelisah Tania?” Tania menundukkan kepalanya dan di menit berikutnya dia mengangkat kepalanya,Jeni tersentak melihat kedua mata Tania yang sudah berkaca-kaca.Jeni meraih bahu Tania dan menatapnya dengan penuh selidik,memastikan tidak ada yang salah pada tubuh Tania.
“Tubuhku tidak apa-apa kakak ipar,tapi hatiku.” Jeni menghentikan gerakannya,menatap Tania dengan sejuta pertanyaan.
__ADS_1
“Hari ini aku memiliki janji kencan dengan Elios,bagaimana jika dia sudah menungguku,dan aku harus bagaimana? Kakak memintaku ikut bersama kalian,bantu aku kakak ipar.” Tania merengek seperti anak kecil yang minta di belikan mainan,Jeni menghela nafas leganya.Dia berpikir jika Tania kesakitan atau terluka,dengan kesal Jeni melepas kedua tangannya yang berada di bahu Tania.
“Kenapa kau tidak jujur sejak awal,katakan pada kakakmu jika kau sudah memiliki janji dengan temanmu.aku yakin kakakmu tidak akan memaksamu ikut bersama kami Tania.” Tania terdiam dan membenarkan apa yang kakak iparnya ucapkan,Jeni menganggukkan kepala menyemangati sang adik ipar,yang memperjuangkan cintanya.Jeni melangkah mendahului Tania yang kini berjalan di belakangnya,Nathan menatap keduanya dan menyerahkan Baby Radit ke pelukan Jeni dan masuk kedalam mobil.
“Kenapa lama sekali ayo kita berangkat” Nathan berucap dengan nada sedikit kesal,padahal di dalam hatinya dia berusaha menahan tawa yang siap meledak kapan saja.
“Kakak,aku tidak jadi ikut bersama kalian,a,,aku sudah memiliki janji dengan temanku.” Nathan mengangkat alisnya dan menatap Tania dengan wajah kesal.”Kenapa tidak mengatakannya sejak awal,jadi kakak tida perlu membuang-buang waktu untuk menunggumu.ya sudah sana pergilah ,Elios ayo kita berangkat.” Nathan mengeraskan suaranya ketika memanggil nama Elios,Tania yang mendengar nama kekasihnya di sebut melebarkan kedua mata.Tania menoleh kesamping,Elios terlihat tampan dengan pakaian rumahannya.Natahn melirik Tania sekilas,dan sangat menikmati wajah terkejut sang adik.Tania mulai panic melihat sang kakak dan Elios membuka pintu mobil,hari ini sang kakak mengerjainya habis-habisan.
“kakak aku ikut” Tania berteriak,membuat langkah kedua pria itu terhenti.Natahn tersenyum tipis,menikmati permainannya,Nathan merubah kemabli ekspresinya dan memperlihatkan wajah kesalnya kepada sang adik.
“Kau bilang tidak jadi ikut dan sekarang ingin ikut,apa kau plinplan? Apa perlu aku membawamu ke dokter untuk memeriksakan otakmu?” Tania tak menggubris apa yang Nathan ucapkan,Tania berlari dan membuka pintu penumpang,meringsek masuk dan tak menghiraukan sang kakak yang entah mengucapkan apa.
“Apa yang kau lakukan Tania,kau bilang akan kencan dengan Elios lalu kenapa masuk kedalam mobil?” Jeni berbisik pelan agar Nathan tidak mendengar apa yang dirinya ucapkan,Tania menatap Jeni dengan senyum canggung,menunjuk seseorang dengan dagunya.secara alamiah Jeni mengikuti arah dagu Tania,Elios pria yang akan di kencani adik iparnya kini duduk di kursi depan sebagai sopir mereka.Jeni menganga tak percaya,jika mereka akan pergi bersama seharusnya tidak perlu ada drama bukan? Jeni menatap Tania dan Nathan beberapa kali,dirinya merasakan sesuatu yang aneh tapi apa?
Nathan membuang wajahnya menatap keluar jendela,Nathan berusaha bertahan agar tawanya tidak lepas.sungguh dirinya merasa puas bisa mengerjai Tania,serta Elios.beberapa menit lalu sebelum Tania dan Jeni muncul,Nathan menghubungi Elios yang waktu itu berada tak jauh dari kediaman Agatha untuk menunggu sang kekasih,Nathan yang menyadari keberadaan Elios tak jauh dari rumahnya dengan GPS.spontan membuat ide brilian mengerjai keduanya,Nathan menghubungi Elios dan memintanya menjadi sopirnya selama sehari penuh.sebagaia asisten tentu Elios tak bisa menolak permintaan atasannya,meski dengan berat hati Elios menyanggupi permintaan Nathan.siapa sangka kini mereka pergi berempat,Elios mencuri-curi pada Tania pandang lewat kaca spionnya.Dan semua itu tak luput dari perhatian Nathan,sementara Jeni sibuk menidurkan sang jagoan.
Kedatangan mereka telah di tunggu oleh Tuan Sanjaya serta sang Bibi,dengan penuh kerinduan Tuan sanjaya memeluk Jeni serta sang cucu.mereka berkumpul dan menikmati makanan yang di hidangkan sang Bibi,terlihat semuanya merasa bahagia.tak melihat keberadaan Elios,Tania celingak-celinguk mencari sosok kekasihnya.
“Apa kau kehilangan sesuatu?” Tania terlonjak kaget mendapati sang kakak tepat berada disampingnya bahkan pipinya nyaris bersentuhan,Tania mengerang kesal dan memelototi Nathan yang tampak biasa serta acuh.
__ADS_1
Sabar Tania setelah sampai di rumah kau bisa membalas kejahatan kakakmu hari ini,buat dia sakit perut hinga keluar masuk toilet seharian penuh,,
Tania mengumpat sang kakak di dalam hati,berharap apa yang terlintas di benaknya terjadi.
“Kakak bisakah kau tidak mengingatkanku,bagaimana jika aku jantungan dan pingsan tadi apa kakak akan bertanggung jawab?” Tania memprotes Nathan yang hari ini benar-benar menguras emosinya.
“Apa jantungmu bermasalah? Apakah berdetak ketika kau terkejut atau ketika kau bertemu pria tampan?” Nathan mulai menggoda Tania dengan sikap menjengkelkan,ketika Tania akan membuka mulut untuk menjawab pertanyaan sang kakak,Elios terlihat datang membawa dua paper bag.kedatangan Elios membuat Tania bungkam dan tidak bersuara,tatapan kedua matanya penuh dengan rasa bersalah kepada Elios.
“Elios Sepertinya kau harus menghubungi Dokter ,Tania mengatakan jika jantungnya bermasalah,dan coba kau lihat wajahnya bahkan memucat sekarang tidakkah kau khawatir padanya?” Nathan berucap pelan berakting seolah-olah dirinya panik,Elios menatap Tania dengan tatapan khawatir mengamati wajah sang kekasih yang memang pucat pasi.namun apa yang bisa dilakukan olehnya? Dirinya bahkan tidak bisa berlari menghampiri sang kekasih.
Nathan menepuk pundak Elios pelan,menatap Elios dengan tatapan menelisik.”Kenapa wajahmu terlihat begitu khawatir begitu,bocah itu tidak apa-apa,dia hanya kesal karena acara kencannya batal.aku memberi tugas padamu Elios, cari tau siapa pria yang dekat dengannya dan menjadi kekasihnya,aku ingin lihat pria seperti apa yang dicintai bocah ingusan ini.” Deg,Elios menelan ludahnya dengan kasar.sepertinya Nathan mulai curiga,Elios melirik Tania yang diam terpaku dengan keringat di pelipisnya.
“Kakak sudah aku katakan berulang kali,aku tidak pergi kencan dan aku belum memiliki kekasih.” Tania berucap lantang dengan satu tarikan nafas,ada rasa sakit di hati keduanya ketika Tania harus membohongi dirinya dan tidak mengakui Elios sebagai kekasihnya.begitu juga yang dirasakan Elios,hatinya sakit mendengar ucapan Tania namun dirinya juga egois karena tidak memilki keberanian untuk mengaku kepada Nathan.
“Kau pikir kakak percaya padamu,kakak akan mematahkan kaki pria itu yang dengan beraninya bersembunyi dan tidak gentel mengakui perasaanya padamu,hingga membuat adikku mulai berani berbohong padaku.”
“Kakak,,” Nathan meninggalkan keduanya dengan gaya maco nya,hatinya begitu puas mengerjai adik dan juga asistennya.Natahn tersenyum puas,bahkan mengacuhkan teriakan Tania yang memanggil namanya berapa kali.
Rasakan itu bocah sialan,beraninya kau berbohong padaku dan tidak berterus terang kepadaku? Kau anggap diriku ini apa Elios,apa kau pikir aku akan menentang hubungan kalian? Aku bahkan sangat senang jika kalian memang benar-benar menjalin hubungan,dasar pria pengecut,,
__ADS_1