Proposal Cinta Sang Ceo

Proposal Cinta Sang Ceo
77.Melepas Rindu


__ADS_3

“Ayah!”


“Jeni putriku!”


Mendengar panggilan sang Ayah membuat Jeni tak bisa menahan air matanya,Jeni berlari dan memeluk sang Ayah.keduanya larut dalam kesedihan serta kebahagiaan,Jeni yang bahagia karena mendapatkan pengakuan dari sang Ayah,serta pelukan tulus dari sang Ayah yang selama ini begitu dirinya harapakan.Tuan sanjaya yang merasa bahagia karena bisa memeluk sang Putri,setelah sekian lama.perasaan haru bercampur menjadi satu,kedua menangis serta tersenyum.


Rado dan Sofi hanya bisa diam menyaksikan pertemuan Ayah dan Anak,yang cukup mengharukan itu.sebelumnya Rado telah mengirim informasi kepada Nathan,kalau sang Nona Muda ingin bertemu dengan Ayahnya.meski sesaat Nathan merasa ragu,namun dirinya yakin Jeni begitu merindukan sosok ayahnya.setelah mendapat video pertemuan mereka yang dikirim oleh Rado,rasa haru muncul di hati Nathan,ketika melihat wajah sang istri yang begitu bahagia.


“Jangan alihkan pandangan kalian dari Nona Muda,pastikan keselamatan Nona kalian.biarkan mereka bicara,,”


“Baik Tuan Muda,,”


Pesan beruntun dari Nathan membuat perasan Rado lega,setidaknya sang Tuan tidak melarang pertemuan antara Ayah dan anak itu.Jeni melepaskan pelukannya,dan menatap sang Ayah dengan tatapan sedih.melihat Jeni yang menatapnya,membuat Tuan Sanjaya kikuk dan malu.


“Jangan menatap Ayah seperti itu Jeni,Ayah baik-baik saja!”


“Apakah selama ini Ayah makan dengan baik?”


“Tentu saja Ayah makan dengan baik,kau tidak perlu cemas.perhatikan kesehatanmu,sekarang kau sedang mengandung.Ayah sangat bahagia melihatmu sekarang,hiduplah dengan baik bersama Tuan Nathan!”


“Ayah jangan berbohong pada Jeni,Ayah tidak makan dengan baik kan,apa pelayan di rumah tidak membuatkan Ayah makanan?”


Melihat sang Ayah,Jeni yakin sang Ayah telah menyembunyikan sesuatu.


“Apa Ayah tinggal sendiri tanpa pelayan?”


“Para pelayan masih bekerja,hanya saja Ayah banyak pikiran!”


Tuan Sanjaya menundukkan kepalanya,Jeni hanya bisa meneteskan air matanya.dirinya tidak menyangka,jika kehidupan sang Ayah akan berubah 180derajat.Melihat sang Putri menangis,Tuan Sanjaya berusaha tersenyum serta menghibur Jeni.apapun yang terjadi padanya sekarang,itu adalah pilihannya.namun tetap saja Jeni bersedih melihat kondisi sang Ayah sekarang,meski sang Ayah tidak menceritakan secara gamblang kondisinya,namun Jeni dapat merasakan kesusahan di mata sang Ayah.setelah beberapa menit mengobrol,Jeni memesan beberapa macam makanan,keduanya menikmati makanan yang telah di sediakan.melihat sang Ayah yang begitu lahap,membuat hati Jeni terasa teriris.selama beberapa bulan ini dirinya makan dengan enak,sementara sang Ayah entah makan dengan baik atau tidak,semua itu membuat hati Jeni sakit.


Setelah menikmati waktu bersama beberapa jam,Tuan sanjaya meminta Jeni untuk pulang dan beristirahat,Jeni pun tidak menolak permintaan sang Ayah.Jeni mengantarkan sang Ayah terlebih dulu,namun ketika sampai di depan gerbang ada  sesuatu yang mengganjal hati Jeni.pagar yang biasanya akan di buka jika mengetahui sang majikan datang,kini tertutup rapat.melihat kebingungan Jeni,Tuan sanjaya berusaha mengalihkan pikiran Jeni dan berbohong,mengatakan jika sang satpam sedang berada di dalam rumah,mengerjakan sesuatu.

__ADS_1


Jeni hanya tersenyum dan berpura-pura percaya,perlahan mobil yang membawa Jeni menjauh dari kediaman Sanjaya.Tuan Sanjaya tak bisa menahan air matanya,dirinya tidak ingin sang Putri mengetahui keadaannya sekarang.dirinya yang sudah tidak tinggal di rumah mewah itu lagi,dirinya yang hanya hidup sendiri,bertahan dengan kerja serabutan.Tuan Sanjaya tidak ingin Jeni ikut campur dalam kehidupannya,dirinya tidak ingin menyusahkan sang Putri,yang selama ini dirinya abaikan.


Maafkan Ayah Jeni,Ayah harus berbohong padamu.semua ini Ayah lakukan agar kau tidak merasa terbebani,Ayah ingin melihatmu bahagia.dan sekarang Ayah sudah melihat kebahagiaan itu,hiduplah dengan benar sayang,Ayah menyayangimu,,


Setelah puas menumpahkan air matanya,Tuan Sanjaya menghapus air matanya.dengan tenang dirinya melangkahkan kaki,meninggalkan rumah mewah yang dulu menjadi kediaman keluarganya.Rumah mewah yang kini telah disita oleh pihak Bank,karena Tuan sanjaya tidak mampu melunasi hutang-hutangnya,saham dan perusahaan miliknya pun telah dia jual untuk menutupi hutangnya. 


Sebuah mobil bersembunyi di balik gang,menunggu kedatangan seseorang.dari jauh Jeni melihat bayang,seorang pria kurus berjalan dengan kantong plastik di tangannya.10menit sebelumnya,Jeni merasakan ada yang aneh dengan rumah  sang Ayah,sehingga dirinya meminta Rado untuk bersembunyi,dan menunggu.hingga apa yang Jeni curigai terbukti,sang Ayah berjalan dan meninggalkan rumah mewah tersebut.


Setelah mengikuti sang Ayah selama beberapa menit,sampailah Tuan Sanjaya di sebuah rumah sederhana yang Jeni yakini adalah sebuah kontrakan.Tuan Sanjaya terlihat masuk kedalam rumah,setelah memastikan keadaan di sekitanya.Jeni terdiam tanpa mengeluarkan sepatah katapun,membuat Rado san Sofi saling tatap.


“Apa sebaiknya kita turun dan memastikannya Nona?” 


“ Rado bisakah kau mencari tau, apa yang terjadi pada Ayahku beberapa bulan terakhir?”


“Tentu Nona!”


“Sekarang kita pulang dulu,aku ingin istirahat!”


“Apa Nona akan baik-baik saja,aku takut dia akan stress dan mengganggu kehamilannya!”


“Masuklah Sofi,dan pastikan semuanya baik-baik saja.aku akan menghubungi sekertaris Elios!”


Sofi menganggukkan kepala,dan meninggalkan Rado.sementara Rado dengan cepat menghubungi Elios dan menceritakan semua yang terjadi hari ini.mendapat laporan dari Elios,Nathan memijat keningnya.inilah yang dirinya takutkan,suatu saat Jeni akan mengetahui apa yang terjadi pada Ayahnya.


“Apa kita perlu bertindak Tuan Muda?”


“Tidak,aku akan bicara pada Jeni terlebih dulu,biarkan dia yang mengambil keputusan.aku akan menyetujui  apapun permintaannya! "


"Lagipula selama ini kita telah menolongnya dengan diam-diam, aku serahkan urusan kantor padamu! "


“Baik Tuan Muda!”

__ADS_1


Keduanya kembali ke rumah,perasaan Nathan kacau.dirinya tidak ingin masalah ini membuat sang istri terbebani,mengingat kondisinya yang sedang mengandung,serta rentan akan stress.beberapa menit berlalu mobil yang dikemudikan Elios memasuki halaman rumah,Nathan langsung turun dan meminta Elios untuk kembali ke kantor.


Pak Mul yang melihat kedatangan sang Tuan,dengan segera menghampiri dan menyambut kedatangannya.setelah sedikit  berbasa-basi,Nathan menuju kamarnya.terlihat sang istri yang berbaring membelakanginya,Nathan menghembuskan nafas beratnya.perlahan Nathan naik ke atas ranjang,dan langsung memeluk tubuh sang istri.


“Kau baik-baik saja?”


Gelengan kecil dari Jeni,membuat Nathan menghela nafasnya.perlahan Nathan bangun dan membalikkan tubuh Jeni agar menatapnya,Nathan terkejut melihat pipi Jeni yang basah.


“Jangan bersedih,ingat sekarang kau sedang hamil,jangan membuat dirimu dan Baby menderita.apa kau mau, aku mencarikan tempat tinggal yang layak untuk Ayahmu?”


Jeni diam dan mengangguk,namun air mata masih membasahi pipinya yang putih.Jeni tau sang suami,pasti sudah mengetahui semua yang terjadi pada Ayahnya.


“Maaf karena aku tidak menceritakannya kepadamu,itu semua aku lakukan untuk menjaga kondisimu.namun Elios selalu memantau Ayahmu dari jauh,dan membantunya secara diam-diam!”


“Ayahmu sekarang sedang bekerja di sebuah Toko Furniture,Elios merekrutnya sebagai manajer tanpa sepengetahuan Ayahmu.dan masalah tempat tinggal,Elios sedang mengaturnya!”


Jeni terkejut mendengar ucapan sang suami ,yang ternyata selama ini sangat memperdulikan sang Ayah.Jeni menatap tak percaya kearah Nathan,senyum bahagianya terukir indah di sudut bibir manisnya.


“Terimakasih sayang,aku pikir kau tidak perduli lagi pada Ayahku!”


“Aku memang sangat membenci keluargamu,terutama Ayahmu.jika mengingat kembali apa yang telah mereka lakukan padamu,namun kembali lagi,dia adalah Ayahmu!”


“Terimakasih telah melakukan semuanya untukku sayang,aku sangat bahagia dan bersyukur bisa memilikimu!”


“Sekarang berhentilah menangis dan bersedih,aku tidak ingin kesehatanmu terganggu.ingat kau harus jauh dari kata tertekan dan stress,aku ingin kalian baik-baik saja!”


Nathan mengusap lembut perut Jeni dan menciumnya dengan penuh kasih,membuat Jeni terharu.dirinya begitu beruntung,mendapatkan tempat dan cinta di hati pria yang terkenal dingin itu.Jeni menenggelamkan kepalanya di dada Nathan,memeluk tubuh pria yang teramat dia cintai.


“Terimakasih telah hadir di dalam kehidupanku Nathan,aku tidak akan bersedih dan menangis lagi.akan aku curahkan cinta dan perasaanku pada kalian,aku mencintaimu!”


“Aku juga sangat mencintaimu sayang,terimakasih karena telah menjadi warna dalam hidupku yang suram,aku mencintaimu!”

__ADS_1


 


__ADS_2