
Suasana tegang masih meliputi ketiganya,Jeni sama sekali tidak memperlihatkan wajah ketakutan atau kecemasan,yang biasanya dilihat oleh sang ibu tiri.Jeni yang kini di hadapannya,lebih tenang dan berani.membuat sang ibu tiri berpikir keras bagaimana caranya,menundukkan dan membuat Jeni patuh kembali.
“Apa kau tau keadaan perusahaan Ayahmu sekarang,kenapa kau tidak mengunjunginya beberapa hari ini!”
“Aku tidak mempunyai urusan dengan perusahaan Ayah,dan aku sibuk!”
“Sibuk?
Nyonya Andita tersenyum mengejek, dan menatap putri tirinya dengan tatapan kesal,sejak kapan Jeni sibuk.gadis yang selalu menghabiskan waktunya di toko roti dan malamnya keluyuran tidak jelas,sekarang menjadi sok sibuk.
“Memangnya apa yang kau lakukan,kau hanya menjaga Toko,luangkan waktumu untuk menengok keluargamu!”
“Oh,,jadi sekarang anda menganggap ku keluarga,lalu dimana posisiku dulu di rumah anda.kenapa sekarang anda begitu mengharapakan kehadiranku,di keluarga anda!”
“Kau masih putri Ayahmu,jangan berani bersikap kurang ajar pada orang tua Jeni!”
“Aku tidak bersikap kurang ajar,aku bahkan sudah sangat sopan selama menjadi anggota keluarga kalian.aku hanya mengatakan kenyataan!”
Nyonya Andita menahan kesalnya,dirinya kehabisan kata-kata menghadapi sikap Jeni,yang semakin kurang ajar menurutnya.
Sial,kemana sikapnya yang patuh dan penurut itu.biasanya jika aku marah dia akan langsung takut dan padaku.
“Lihatlah Ma,dia menjadi begitu sombong,Apa karena sekarang kau menantu keluarga Agatha?”
“Maaf adik tiri ku Lara,dari dulu aku tidak pernah sombong.bahkan sebelum menjadi menantu orang terkaya pun,aku sudah sangat sederhana,dari segi apa aku berubah menjadi sombong!”
“Mama datang kemari untuk meminta uang,kau sudah menjadi menantu orang terkaya,tentu masalah uang tidak jadi maslah untukmu bukan!”
“Perusahaan Ayahmu,sedang dalam masalah keuangan.uang bulanan Ayahmu kurangi.jadi sebagai anak yang berbakti setidaknya kau penuhi permintaanku!”
Dasar tidak tau malu,meminta uang dariku,kau pikir aku Bank.aku sejak dulu bahkan tidak pernah meminta uangmu,aku bisa hidup dan kuliah semua itu dari kerja kerasku.baiklah kita lihat sampai dimana,keserakahan mu wahai ibu tiri ku.
“Berapa yang anda butuhkan?”
Mendengar ucapan Jeni yang bagaikan angin segar di telinganya,membuat Nyonya Andita tersenyum senang.dirinya membenarkan duduknya,dan menatap Jeni,dengan mata berbinar.melihat sang ibu,Lara menjadi kesal dan membuang jauh pandangannya.
“Mama minta 200jt,itu sudah sangat sedikit.biasayany Ayahmu akan memberi Mama Rp.300jt perbulan!”
Gila uang bulanannya 300jt,apa semua yang dia beli.uang dapur,selalu Ayah berikan langsung pada Bibi.sungguh wanita seperti inikah,yang kau cintai Ayah,bahkan aku yang selama hidup dalam satu rumah bersamamu,belum pernah menerima sepeserpun uang yang langsung darimu.
__ADS_1
“Dan kau adikku,berapa uang jajan yang ayah berikan padamu setiap bulan?”
Lara menoleh dan menatap penuh permusuhan ke arah Jeni,meski demikian dirinya butuh uang,untuk perawatan,dan keperluan lainnya.dengan tidak tau malunya,Lara memberikan senyum termanisnya,yang untuk pertama kali Jeni terima.
“Ayah selalu memberiku 100Jt tiap bulan!”
Apa-apaan ini,uang bulanan yang cukup besar.berapa keuntungan yang kau dapatkan Ayah,sehingga dengan mudah,kau memberi uang jajan ke istri dan anak kesayanganmu, dalam jumlah yang cukup banyak.
“Wah,berarti selama ini Ayahku sangat kaya,sehingga mampu memenuhi kebutuhan kalian,yang cukup mengejutkan untukku.lantas apa yang kalian lakukan dengan uang sebanyak itu,membeli rumah,atau berinvestasi?”
“Itu,,itu urusan kami Jeni,yang jelas kami menggunakan uang itu untuk hal yang bermanfaat!”
“Seperti?”
“Kau tau sendiri gaya hidup Mama,perkumpulan Mama,arisan dan lain sebagainya!”
“Oh,,Para ibu-ibu sosialita ya,tentu barang yang anda miliki banyak barang mahal dan bermerek dong!”
“Tentu saja kami orang-orang yang berkelas,apa yang kau dengan perkumpulan kami!”
“Mama sudahlah,tujuan kita kemari bukan untuk menceritakan kepadanya,bagaimana menikmati hidup,dan bergaul dengan kaum elit.lihatlah dia,sampai sekarang sepertinya dia masih Jeni yang dulu.mana mungkin suami dan mertuanya membawanya ke pertemuan ,para pengusaha dan sosialita!”
“Berikan saja Mama dan Adikmu ini uang,semuanya akan beres setelah itu.kami tidak ingin berlama-lama disini!”
Jeni bangun dari duduknya,dan masuk kedalam ruangan.melihat kepergian Jeni,Nyonya Andita dan Lara tersenyum,penuh kemenangan.
“Ternyata dia masih sama saja bodohnya dengan dulu,lihatlah dia masih tidak berani dengan kita. Dia masih takut akan ancaman Mama!”
“Jika seperti ini mudahnya mendapatkan uang darinya,seharusnya Ayah juga meminta uang langsung padanya,daripada memohon pada Tuan Nathan!”
“Benar juga,kita bisa hasut Ayahmu untuk meminta uang padanya,daripada harus capek-capek bertemu Tuan Nathan yang sombong itu!”
Keduanya masih asyik membicarakan Jeni dan Nathan,tanpa mengetahui keberadaan pengawal Jeni yang telah merekam perbincangan mereka secara diam-diam.Jeni keluar sambil membawa dua Amplop ditangannya,melihat hal itu mata Nyonya Andika dan Lara berbinar bahagia.Jeni meletakkan dua amplop yang berbeda di hadapan sang ibu tiri,dengan sangat antusias keduanya mengambil amplop itu.namun senyum yang tadinya secerah mentari itu,meredup bagai awan mendung.
Nyonya Andita dan Lara saling melempar pandangan,setelah melihat isi dalam amplop tersebut yang diluar harapan mereka.dengan kesal sang ibu tiri meletakkan amplop itu kembali dan menatap Jeni dengan penuh amarah,begitu juga halnya dengan Lara yang langsung melempar amplop tersebut.
“Ada apa,kenapa kalian melempar amplop yang aku berikan!”
“Kau ingin bermain-main denganku Hah,,Mama minta 200jt,lantas apa ini.uang yang kau berikan bahkan tidak cukup untuk ongkos Mama ke salon!”
__ADS_1
“Jika kau tidak memiliki uang wahai saudari tiri ku,setidaknya katakan jangan sok menanyakan berapa yang kami minta.kau punya suami kaya bukan,hubungi dia dan minta dia mentransfer uang tersebut ke rekening mu!”
“Kalian ingin uang?jika kalian ingin hidup berfoya-foya dan melakukan kalian sukai,bukankah kalian harusnya bekerja.bukan menjadi lintah darat,dan memeras keluarga kalian sendiri!”
“Aku tidak punya uang sebanyak itu,lagi pula aku masih punya malu untuk meminta uang pada suamiku,dan memberikannya kepada kalian dengan percuma.kalau ingin hidup senang,,kerja dong!”
“Anak kurang ajar,inikah wujud rasa terimakasih mu padaku,aku bahkan sudah membesarkan mu,dan memberimu tempat tinggal!”
Mendengar makian sang ibu tiri,Jeni hanya diam dan mendengarkannya dengan baik.tidak ada kemarahan dalam sorot matanya,dia membiarkan sang ibu tiri mengatakan apapun yang dia mau.begitu juga sang adik tiri,yang terus memojokkan dan menghinanya.
“Terimakasih karena anda telah menampungku,tapi apakah anda tidak salah?.rumah yang Ayahku dan kalian tempati,adalah rumah peninggalan ibuku.aku yang sebagai putrinya dari pemilik rumah tersebut,bahkan tidak merasakan tinggal di rumah sendiri.kamar utama yang merupakan kamarku,telah kau berikan pada putrimu,dan aku?”
“Aku bahkan harus tidur dikamar sempit,yang merupakan kamar pelayan di rumah itu.bahkan aku dewasa sebelum waktunya,aku harus merasakan susahnya mencari uang untuk biaya hidup dan sekolahku,yang selalu anda rampas.apakah aku harus berterimakasih untuk itu?”
“Jadi Nyonya Andita yang terhormat,jika anda menginginkan hidup anda tetap terjamin,sebaiknya mulai sekarang anda bekerja.dan merubah gaya hidup kalian yang seperti lintah darat itu,dan satu hal yang harus kalian ingat.Semua yang terjadi pada hidup kalian bukanlah salahku,tapi salah kalian yang hidup dengan serakah!”
“Kau,,!!”
Jeni bangun dari duduknya,dan meninggalkan Ibu serta saudari tirinya yang sudah tidak bisa menahan amarahnya.Jeni tidak menghiraukan teriakan dan makian sang ibu tiri,baginya dirinya bukan lagi anggota keluarga Sanjaya.mengingat apa yang Nathan katakan padanya,tentang perjanjian yang telah ayahnya sepakati,bersama Nathan.membuatnya membulatkan tekad ,menghapus nama Sanjaya dari dalam dirinya .
“Dasar anak sialan,anak durhaka beginikah balasan mu pada kami.aku akan mengadukan perbuatan mu hari ini pada Ayahmu,biar dia yang mengajarimu tata krama dan terimakasih kepada orang tua!”
Jeni yang sudah melangkah menjauh,berusaha menutup mata dan telinganya.Nyonya Andita yang tidak terima atas penghinaan yang diberikan Jeni,dengan penuh amarah mengambil gelas kaca dan ingin melemparnya ke arah Jeni.sebuah tangan mencekal tangannya,membuat gerakannya terhenti.Nyonya Andita menatap seorang wanita, berpakaian formal dengan setelan Jas, yang sangat sesuai dengan bentuk tubuhnya.
“Siapa kau,beraninya menghentikanku.kau tidak tau siapa aku!”
“Saya tidak perlu tau anda siapa Nyonya,yang jelas jika anda berani melukai Nona Muda kami,saya tidak akan tinggal diam!”
“Benarkah,apa yang akan kau lakukan Hah,,!”
“KRREEKK!”
“Akkhhh,,Sakit!”
“Mama,,!!”
Sopir sekaligus pengawal Jeni yang bernama Sofi, menghempaskan tangan Nyonya Andita yang telah dia patahkan.rasa sakit menjalar di pergelangan tangannya,Sofi tidak benar-benar mematahkan tangannya,mungkin hanya retak.Nyonya Andita meringis kesakitan,Lara dengan sigap memeluk sang ibu yang terlihat sangat kesakitan.
“Ini hanya peringatan kecil untuk kalian,jika kalian berani menyakiti Nona Muda kami,kalian akan menerima hukuman yang lebih buruk dari ini.bahkan Tuan Muda sudah memberi perintah,untuk membunuh mereka yang dengan berani menyakiti,dan menyentuh Nona kami!”
__ADS_1