
Setelah kejadian demi kejadian terlewati,Jeni memutuskan memulai hidupnya dengan lembaran baru.dirinya tidak ingin mengingat luka,yang selalu keluarganya berikan.dirinya ingin mencari kebahagiaannya sendiri,dengan memulai kehidupan baru bersama sang suami.
Satu bulan telah berlalu semenjak insiden sang ibu tiri,Jeni tidak ingin mengetahui kabar mereka lagi,semakin dirinya ingin mengetahui keadaan mereka,semakin dirinya di salahkan apa dengan yang menimpa mereka.Keluarga Sanjaya pun menjauhkan diri dari Jeni,sang Ayah tidak ingin lagi mengganggu kehidupan putrinya yang begitu menderita,karena keegoisanya.meski sang istri dan putrinya Lara,tidak terima dengan apa yang dilakukan sang suami,namun itulah kesepakatan yang telah dirinya buat dengan Nathan,yang harus mereka patuhi.
Siang itu di Toko Roti,Jeni menerima kedatangan Selena.entah apa yang ada di pikiran Selena, hingga dirinya memutuskan bertemu dengan Jeni.semua kebimbangan di dalam hatinya ingin dia ceritakan,namun tak ada seorangpun yang dapat dia percaya,dan mau mendengar keluh kesahnya.
“Apa kabar Nona Selena,lama tidak berjumpa!”
“Aku baik-baik saja,bagaimana denganmu?”
“Seperti yang kau lihat,aku baik-baik saja!”
“Yah aku melihatnya,dan wajahmu semakin cantik Jeni!”
“Terimakasih atas pujian mu,kau juga sangat cantik!”
“Cantik pun tidak mampu meluluhkan hati Nathan,dan memilikinya kembali!”
Jeni hanya menghela nafasnya,dan menatap prihatin wanita cantik yang kini duduk dihadapannya.
“Maaf Selena,apakah tujuanmu datang menemui ku,untuk memintaku menyerah dan meninggalkan suamiku?”
Deg,Selena mengangkat kepalanya dan menatap Jeni,mata indah yang teduh itu begitu tenang,sehingga membuat bibir Selena kelu,dan tidak bisa berucap.
“Apakah Nathan bahagia dengan pernikahannya,apakah Nathan bahagia hidup bersamamu?”
“Jika kau penasaran,kau bisa bertanya langsung pada yang bersangkutan.aku tidak ingin mengatakan apapun padamu,satu hal yang harus kau tau.aku tidak akan melepaskan suamiku,kau hanya masa lalu baginya dan aku adalah masa depan untuknya!”
“Jeni!!”
“Maaf jika cara bicaraku sedikit kasar,dan mungkin membuatmu tidak nyaman.tapi itulah kenyataannya,aku akan mempertahankan pernikahanku Selena!”
“Apa Nathan mencintaimu,dan apakah kau mencintainya?”
“Aku mencintaiku suamiku,dan aku mencintai Nathan!”
Jeni tersenyum tenang,membuat Selena menautkan jemarinya yang terasa dingin.
“Dan jika kau ingin tau Nathan mencintaiku atau tidak,kau bisa menemuinya dan bicara padanya!”
“Kenapa kau bisa setenang ini Jeni,bagaimana jika Nathan mengatakan, kalau dia tidak mencintaimu padaku.dan meminta diriku kembali padanya,hal itu bisa saja terjadi Jeni!”
“Aku percaya pada suamiku!”
__ADS_1
Selena terdiam dirinya kehabisan kata-kata,apakah benar jika Jeni telah menempati seluruh hati Nathan,apakah tidak ada tempat baginya di hati pria itu.pria yang dulu begitu memujanya,dan melakukan semua yang dia minta.pria yang bahkan dulu memohon padanya,untuk tidak meninggalkannya,sekarang pria itu begitu dingin padanya.tatapan hangat itu telah hilang,yang ada kini hanya tatapan datar seperti orang asing yang tidak saling mengenal.
“Aku masih mencintai Nathan,dan akan tetap berusaha merebut hatinya darimu!”
“Lakukanlah,dan aku akan membuat Nathan terikat padaku,dan tidak bisa jauh dariku.kau hanya orang asing baginya sekarang,dan aku adalah orang yang kini terikat dalam ikatan cinta dan sebuah pernikahan!”
Selena mengepalkan tangannya,dirinya tidak menyangka akan kalah telak dari Jeni.wanita biasa yang bisa menikahi Nathan,karena membayar hutang keluarga.wanita yang tidak memiliki kelebihan,dan karir cemerlang selain sebagai pemilik toko Roti.
Selena mengambil tasnya dan meninggalkan Jeni begitu saja,Jeni hanya bisa menarik dan membuang nafasnya pelan.bagaiamana bisa seorang wanita, berpendidikan dan memiliki karier cemerlang seperti dirinya,berpikiran bodoh dan sempit.
Kau seharusnya bisa mengejar kebahagiaanmu selena,jangan hanya melihat Nathan dari satu sisi.kau juga berhak bahagia,tapi jangan mengorbankan orang lain untuk kebahagiaanmu.
“Anda tidak apa-apa Nona?”
“Aku baik-baik saja Sofi!”
Melihat sofi yang berdiri dihadapannya membuat Jeni teringat akan sesuatu,yang begitu dia ingin makan beberapa hari ini.
“Sofi antarkan aku ke gang depan,aku ingin makan bakso!”
“Bakso,anda bisa meminta koki untuk membuatkannya Nona!”
“Terlalu lama jika harus menunggu koki sofi,sudahlah aku sudah sangat lapar!”
Dengan patuh Sofi mengantarkan sang Nona Muda,mencari makanan yang dia ingin makan.sedangkan Selena,dia melajukan mobilnya menuju kantor Nathan.dirinya ingin memastikan sendiri,ucapan Jeni dan mendapatkan jawaban langsung dari Nathan.Selena melangkahkan kakinya memasuki gedung,yang dulunya dengan bebas dia kunjungi.namun sekarang jangankan bebas untuk keluar masuk,bisa menemui Nathan merupakan hal yang sungguh sulit baginya.
“Aku ingin bertemu dengan Tuan Nathan!”
Melihat Selena yang berdiri di hadapannya,membuat sang pegawai mengerutkan dahi.dengan sedikit keraguan dia menyambungkan panggilannya ke lantai atas,untuk memastikan apakah sang Tuan bersedia menemuinya apa tidak.
Elios mengetuk pintu sebelum masuk ke ruangan Nathan,melihat sang Tuan yang sedang fokus dengan beberapa berkas,membuatnya diam sebentar.
“Ada apa,katakan saja!”
“Ada Nona Selena di lantai bawah Tuan,dia ingin bertemu!”
“Apa lagi yang wanita itu inginkan!”
“Sepertinya anda harus menemuinya Tuan,Sofi mengatakan jika Nona Selena menemui Nona Muda di Toko!”
Nathan menyimpan berkasnya,dan menatap Elios yang masih berdiri di hadapannya.
“Apa yang dia lakukan di Toko,apa dia berbuat sesuatu pada istriku?”
__ADS_1
“Sepertinya tidak Tuan,jika memang Nona selena melakukan sesuatu,Sofi dan yang lainnya pasti sudah bertindak!”
“Baiklah suruh dia masuk,aku akan menemuinya!”
“Baik Tuan Muda!”
Elios keluar dari ruangan Nathan,dan beberapa menit kemudian kembali lagi bersama Selena,yang berdiri di belakangnya.
“Tinggalkan kami Elios!”
Elios menundukkan kepala dan meninggalkan keduanya,Selena tersenyum ketika Nathan menatapnya,namun tatapan itu masih sama dinginnya dengan tatapan pertama yang dirinya terima,ketika kembali ke nagara ini.Nathan bangun dari duduknya,dan duduk di sofa,melihat Nathan yang sudah duduk manis Selena pun mengikutinya,dan duduk di hadapan Nathan.
Selena menatap ruangan Nathan yang belum berubah sama sekali,tentu hal itu membuatnya tersenyum.namun senyuman itu hilang ketika dirinya melihat sebuah foto berukuran besar,foto pernikahan Nathan dan Jeni,terpajang cantik di ruangan Nathan.bukan hanya itu beberapa perabot baru juga terlihat di ruangan itu.
Selena meremas kedua tangannya,dan menangkan dirinya dari keterkejutan yang dirinya terima hari ini.hingga Selena dengan berani menatap dan bicara [ada Nathan,yang masih acuh padanya.
“Apa kau bahagia dengan pernikahanmu,apa kau bahagia hidup bersama Jeni?”
Nathan mengangkat sebelah alisnya mendengar pertanyaan selena,yang dia nilai cukup bodoh itu.
Jadi kau datang kemari untuk memastikan kehidupanku bersama istriku,baiklah akan aku buka matamu lebar-lebar hingga kau menyadari,bahwa sudah tidak ada tempat untukmu di hatiku.
“Aku sangat bahagia dengan pernikahanku,bahkan aku sangat berterimakasih pada tuhan,karena mengizinkanku hidup bersama Jeni istriku!”
“Apa kau mencintainya?”
“Sangat,aku sangat mencintainya.bahkan ketika dia menutup matanya untuk sesaat,duniaku tidak berarti tanpanya!”
Deg,jantung Selena bagai di hunus pedang,sehingga untuk beberapa saat detaknya tidak terasa .Selena menundukkan kepalanya,dan meneteskan air matanya.pria yang begitu dia cintai kini telah mencintai wanita lain,bahkan dirinya belum sempat merubah dan memperbaiki hubungan mereka.
Nathan masih sama dengan pandangan dinginnya,dia menatap tubuh Selena yang bergetar karena isak tangisnya.Nathan hanya diam dan mengamati,akan sampai dimana drama,dan trik yang akan Selena tunjukan padanya.membuat selena yang masih diam dalam tangisnya,membuat Nathan sedikit kesal.
“Pulanglah,hiduplah dengan baik dan carilah pria yang mencintaimu,aku sudah bahagia dengan kehidupanku sekarang.jangan membodohi dirimu dengan terus mengejar ku,tidak ada tempat bagimu selena.hatiku sepenuhnya milik istriku Jenita!”
“Hikss,,hikss,,Selena semakin terisak,mendengar pengakuan Nathan,pria itu kini bahagia bersama istrinya.pria yang hanya melihatnya itu,kini hanya melihat istrinya Jeni.tanpa melihat dan menghargai usahanya,untuk merebut kemabli hatinya.
“Hiduplah selayaknya wanita terhormat,kau hanya masa lalu bagiku.sekarang Jeni adalah masa depanku selena,jadi berhentilah sampai disini!”
Nathan bangun dari duduknya,dan kembali ke meja kerjanya.bukannya pergi Selena masih terisak di tempatnya.membuat Nathan menghela nafasnya.
“Elios!”
Elios muncul dibalik pintu,dan mengerti akan tatapan yang Nathan berikan.dengan cepat dia berdiri di hadapan Selena yang masih terus terisak,melihat ada seseorang yang berdiri dihadapannya.Selena mengangkat kepala dan melihat Elios,dengan tatapan tidak suka padanya.mengerti arti tatapan Elios,Selena mengambil tasnya,dan sebelum meninggalkan ruangan dai menatap Nathan dengan penuh rasa penyesalan yang mendalam.
__ADS_1
Semoga kau bahagia Nathan,maafkan aku yang pernah menggoreskan luka di hatimu.maafkan aku yang bodoh dan egois ini,jika aku tau rasanya akan semenyakitkan ini kehilanganmu,aku tidak tidak akan pernah mengikuti egoku dan pergi dari sisimu.semoga kalian bahagia,aku akan ikhlas melepas mu Nathan.