Proposal Cinta Sang Ceo

Proposal Cinta Sang Ceo
141. Ancaman Musuh


__ADS_3

Kehidupan Jeni kembali normal,begitu juga dengan Nathan.menjalani hari-hari dikantornya yang tenang tanpa adanya gangguan dari wanita rubah Selly,semuanya tampak baik-baik saja.Jeni kembali ke rutinitasnya bekerja kembali ke Toko Roti miliknya,sementara Raditya di jaga oleh sang ibu mertua.Jeni hanya berkerja di pagi sampai siang hari,setelahnya ia akan kembali ke rumah dan melanjutkan tugasnya sebagai seorang ibu dan seorang istri.


Pagi ini seperti biasa Jeni akan membantu karyawannya melayani para pelanggan yang mulai berdatangan,Jeni melakukanya dengan sepenuh hati.melihat para pelanggan merasa puas akan pelayanan mereka, menjadi kebahagiaan serta kebanggan bagi Jeni sebagai pemilik Toko.Seorang pria dengan pakaian santai selalu memperhatikan Jeni dari luar Toko,pria itu terus mengamati kegiatan Jeni dari pagi sampai siang hari.Jeni mulai merapikan semua barang yang ia bawa dan memasukkannya ke dalam tas,sebelum dirinya dan sofi kembali ke rumah.


“Sofi berhentilah di persimpangan  depan,aku ingin membeli bunga!”


“Anda masih sangat suka mengoleksi bunga Nona,taman belakang bahkan sudah penuh dengan berbagai macam bunga!”


“Haha,,kau benar,tapi aku menyukainya melihat mereka tumbuh dan berbunga membuat suasana hatiku tenang!”


Sofi menjalankan mobilnya dan berhenti di persimpangan jalan yang Jeni tunjukan,Jeni turun lebih dulu dan memilih bunga yang menarik perhatiannya.tak lama Sofi pun menyusul dan berdiri tepat di samping Jeni seperti biasanya,dan memutuskan pilihannya.


“Biarkan saya yang membawanya Nona!”


“Terimakasih Sofi!”


Keduanya berjalan beriringan,dari kejauhan sofi melihat motor yang mulai mendekat,firasat buruk langsung menghantui pikiran Sofi dengan gerak cepat Sofi mendorong tubuh Jeni kebelakang,hingga pengendara itu hanya bisa menyerempetnya.Sofi terpental pot bunga yang dibawanya jatuh dan pecah,kejadian yang begitu cepat membuat Jeni tak menyadari apapun.dalam kesakitan Sofi masih sempat menatap pengendara motor tersebut,Jeni mulai panic dan mendekati sofi yang sedikit terluka di bagian siku tangan serta lututnya.


“Kau tidak apa-apa sofi?”


“Seharusnya saya yang bertanya Nona,apa anda baik-baik saja?”


“Aku baik-baik saja,terimakasih telah melindungi ku!”


Sofi tersenyum lembut mendengar ucapan Jeni yang begitu tulus,inilah yang dirinya sukai dari istri Tuannya.seorang wanita sederhana yang tidak menganggapnya sebagai bawahan tapi seorang teman,wanita yang jauh dari kata sombong.sekali lagi Sofi menolehkan kepalanya menatap pengendara motor yang telah menghilang dari pandangannya.


Aku yakin orang tadi dengan sengaja ingin melukai Nona,tapi siapa dia?apakah ada seseorang yang memintanya melakukan hal ini,aku harus memberitahu Danu dan sekertaris Elios setelah ini.


“Kau terluka biarkan aku yang menyetir,kita akan pergi ke rumah sakit untuk mengobati lukamu!”


“Tidak perlu Nona,aku akan mengobatinya setelah kita sampai di rumah!”


“Tapi!”


“Saya tidak apa-apa Nona,kita harus segera kembali!”


Jeni menganggukkan kepala,memapah Sofi yang memiliki luka sobek di lututnya.pikiran keduanya tenggelam dalam dunianya masing-masing.sejenak Jeni memikirkan hal yang terjadi begitu cepat hari ini,hingga dirinya tidak mengingat sama sekali kejadian tadi.sementara Sofi mencoba mengingat plat motor yang di gunakan pelaku,bahkan Sofi meyakini ada unsur kesengajaan dalam kejadian hari ini.mobil mulai memasuki area rumah,keduanya turun  dan menuju rumah utama.


“Nona,sebaiknya anda beristirahat saya akan ke belakang untuk membersihkan dan mengobati luka saya!”

__ADS_1


“Apa kau perlu bantuanku?”


“Tidak perlu Nona,terimakasih atas tawaran anda!”


Jeni meninggalkan sofi menuju kamar ibu mertuanya untuk melihat keadaan sang putra,Sofi mengeluarkan ponselnya dan mengetikan sesuatu sebelum ia melangkah menuju rumah belakang.Danu yang kini mendapat tugas untuk menjaga sang Nyonya Agatha dan putra pertama Nathan,mengerutkan kening setelah membaca pesan dari Sofi.Danu kini lebih banyak menghabiskan waktu di rumah untuk menjaga Raditya,dengan langkah lebar Danu mencari keberadaan Sofi yang sedang membersihkan lukanya.


“Kau tidak apa-apa?”


Sofi mengangkat kepala dan menatap Danu yang kini duduk di sebelahnya,Sofi mengangguk pelan dengan wajah cemas.


“Jangan terlalu cemas aku akan segera mencari tau orang tersebut,namun kita harus tetap melaporkannya kepada Sekertaris Elios untuk berjaga-jaga,jadi kau jangan sampai lengah!”


“Kau sudah bekerja dengan sangat baik,pertahankan kerja kerasmu!”


Sofi mengangguk lemah,yah,dirinya di gaji dengan bayaran yang luar biasa.hingga keluarganya bisa menikmati hasil jerih payahnya selama ini,apalagi dirinya bekerja pada seorang wanita yang berhati mulia.Sofi selalu mendapatkan bonus dari Jeni,kadang pakaian untuk keluarganya ataupun barang lainnya yang keluarganya butuhkan.karena itu Sofi bertekad untuk melindungi Jeni dan putranya dengan nyawanya.


“Bagaimana keadaan Tokomu hari ini?”


“Pelanggannya semakin banyak,aku sangat senang mereka bisa menerima dan menikmati Cake buatan kami!”


“Cake buatanmu yang terbaik,karena itu banyak yang menyukainya.apalagi jika merek atau jika pemiliknya adalah seorang wanita cantik yang merupakan istri dari Nathan Stevano!”


Nathan tertawa renyah,merangkul tubuh ramping Jeni dalam pelukannya.saat ini sang putra lebih benyak menghabiskan waktunya bersama sang Nenek dan Tania.


“Aku ingin sekarang!”


“Apa?” Jeni menatap Nathan dengan kening mengerut seolah tak mengerti ucapan Nathan,tanpa aba-aba Nathan mengangkat tubuh Jeni,membaringkannya di ranjang besarnya.menindih tubuh ramping Jeni dengan kedua tangan yang bertumpu di sisi kanan,Nathan mencium lembut bibir Jeni,menggoda gairah Jeni hingga percintaan panas  dan penuh gairah di mulai.


Elios menatap luka di tangan Sofi dengan kedua mata menyipit,mencerna kejadian beberapa hari belakangan ini.semua terlihat baik-baik saja bahkan setelah kepergian Selly,apakah wanita tersebut diam-diam merencanakan sesuatu di saat mereka sedang lengah?.


Wajah Elios mengeras aura gelap mulai terasa di ruangan tersebut,Danu yang sejak menerima laporan dari Sofi langsung bertindak cepat dengan melacak pemilik motor serta memeriksa kamera pengawas yang berada di lokasi kejadian.Danu menyerahkan hasil penyelidikannya,setelah membaca laporan Danu,Elios menatap keduanya dengan tajam.dari hasil penyelidikan motor yang digunakan pelaku hanya motor sewaan,pemilik motor tersebut hanya seorang tukang ojek biasa sang pelaku sangat jeli menjalankan aksinya.


“Aku yakin ini baru permulaan,aku ingin kalian memberi penjagaan yang ketat kepada Tuan Muda Raditya dan Nona Muda.namun dugaanku mereka tidak mengincar Tuan Muda Raditya tapi mereka mengincar Nona Muda!”


Danu dan Sofi saling lempar pandangan,Sofi terdiam mencerna ucapan Elios.


“Beberapa waktu lalu Nona sempat berdebat dengan wanita yang bernama Selly,apakah menurut anda kejadian ini ada hubungannya dengan wanita itu?”


Danu dan Elios menatap Sofi dengan tajam,Elios bahkan tidak mengetahui hal itu.yang dirinya ketahui sang Nona hanya datang berkunjung dan menemui Tuannya.

__ADS_1


“Kapan tepatnya Nona Muda berdebat dengan wanita itu?”


“Ketika Nona berkunjung ke kantor,mereka berdebat di lobi dan sepertinya wanita itu terlihat marah!”


“Jadi wanita rubah itu diam-diam menyusun sebuah rencana untuk menyakiti Nona muda,karena setelah kejadian tersebut wanita itu tidak mengajukan cuti selama 3 hari, namun waktu yang dia janjikan telah lewat 2 hari!”


“Saya sangat yakin kejadian hari ini di sengaja,pengendara motor itu menargetkan Nona Muda!”


“Mulai sekarang perketat penjagaan,singkirkan orang-orang yang kalian anggap mencurigakan!”


Elios melangkah menuju kediamannya yang terletak dibelakang kediaman Agatha,langkahnya terhenti ketika sebuah tangan lembut nan halus menarik pergelangan tangannya.Elios menatap tangan indah yang ia yakini adalah tangan Tania,Elios mengangkat kepalanya dan benar saja Tania berdiri di hadapannya.


Elios menarik tangannya,membungkuk hormat dan menyapa Tania dengan sopan.


“Apa ada yang bisa saya bantu Nona,ini sudah larut malam sebaiknya anda kembali ke kamar anda!”


“Apa ini yang kau inginkan?”


Elios menghentikan langkahnya,membalikkan tubuhnya dan menatap mata indah Tania yang mulai memerah.Elios berusaha menahan hatinya agar tidak berlari dan memeluk wanita di hadapannya itu,namun ucapan Tania tentang derajatnya masih terngiang-ngiang di telinganya.


“Saya tidak mengerti maksud anda Nona,saya hanya seorang bawahan yang harus memposisikan diri di hadapan anda,seperti yang anda katakan beberapa waktu lalu!


“Elios aku,,!”


“Kembalilah Nona,jangan berkeliaran di malam hari tanpa adanya pengawasan,itu sangat berbahaya bagi keselamatan anda,saya permisi!”


Tanpa ingin menatap mata Tania,Elios membalikkan tubuhnya melangkah dengan cepat agar segera menjauh dari Tania.Elios tidak kuasa menahan hatinya yang sakit ketika melihat kedua mata Tania yang mulai berkaca-kaca.Tania tak bisa menahan tangisannya lagi,tubuhnya ambruk ketanah ia menangis sejadi-jadinya tanpa memperdulikan sekitarnya.


Elios membalikan tubuhnya,menatap iba wanita yang di cintainya harus terluka dan hancur karena sikapnya.namun inilah yang Tania inginkan,agar dirinya menjauh dan menyadari siapa dirinya.Elios mengepalkan kedua tangannya,menahan emosi yang bergejolak dihatinya.


Kau harus membimbingnya menjadi wanita yang kuat,dan tidak lemah.aku ingin Tania menjadi wanita mandiri,dan aku yakin kau adalah pria yang tepat untuknya.selesaikan masalah kalian berdua,buka mata anak itu lebar-lebar tentang keberadaan mu serta arti dirimu di hatinya.bunuh keegoisan serta sifat manjanya itu,sadarkan dia bahwa kau juga mencintainya seperti halnya Tania mencintaimu.apapun ucapannya yang telah melukai hati serta harga dirimu,aku yakin Tania tidak bermaksud demikian.Tania hanya kecewa dan marah padamu Elios.


Ucapan Nathan yang tegas kembali berputar di memorinya haruskah dirinya membuka dan memaafkan ucapan Tania yang begitu melukai harga dirinya?Elios yakin Tania tidak berniat mengatakan semua itu,saat itu Tania hanya diliputi oleh rasa kecewa serta amarah.melihat Tania yang rapuh dan terluka membuat hatinya hancur, meski dirinya telah berusaha mengubur perasaannya, cinta untuk Tania masih begitu dalam.


Elios melangkah mendekati Tania yang masih duduk menangis,melihat seseorang mendekatinya Tania mengangkat kepalanya,pria yang masih mengisi hatinya kini ikut berjongkok dengan satu kakinya.Elios meraih tubuh Tania dan mengangkatnya,membawanya menuju rumahnya yang sederhana.Tania melingkarkan kedua tangannya di leher Elios, serta membenamkan kepalanya di celuk leher Elios.


Keheningan menyelimuti keduanya,Elios membersihkan  lutut Tania yang dari sisa tanah yang menempel.Tania menatap pria yang dicintainya dengan tatapan penyesalan.


“Maafkan aku,,tolong maafkan aku!”

__ADS_1


__ADS_2