Proposal Cinta Sang Ceo

Proposal Cinta Sang Ceo
130. Mengatur Kencan


__ADS_3

Nathan tak bisa lagi menahan tawanya,setelah sampai di kamarnya Nathan mengeluarkan tawanya yang cukup keras hingga dirinya harus memegang perutnya,dengan kedua mata berkaca-kaca,Nathan masih tertawa terbahak-bahak.Jeni yang berada di kamar mandi segera berlari keluar ketika mendengar suara Nathan.


“Apa yang kau tertawakan sampai seperti itu sayang?” Jeni mengernyit heran melihat Nathan yang tertawa lepas,Nathan menghentikan aksinya,menghirup serta menghembuskan nafasnya beberapa kali mengontrol kembali emosi yang tadi sempat meledak.


“Hari ini aku sangat puas mengerjai si bodoh dan si brengsek itu?” Nathan berucap sambil menatap Jeni,merapikan anak-anak rambut yang menutupi telinganya.Jeni mengerutkan kening mendengar panggilan yang Nathan berikan,siapa si bodoh dan si brengsek yang dimaksudkan suaminya.


“Siapa yang kau maksud dengan si bodoh dan si brengsek,jangan memberiku teka teki  Nathan.” Jeni berucap kesal, menuntut penjelasan dari Nathan yang masih duduk dengan tubuh sedikit bergetar.


“Siapa lagi kalau bukan si bodoh Tania dan si brengsek Elios,mereka ingin terus main petak umpet denganku,dan aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi,aku akan membuat mereka mengakui hubungan mereka dengan sikap jujur.mereka tidak hanya menipuku dalam waktu yang lama,bahkan kita semua dan itu membuatku kesal.” Jeni terkekeh mendengar ucapan Nathan yang panjang lebar,Jeni menangkup kedua pipi Nathan memberi kecupan ringan pada bibirnya.


“Mereka mungkin belum siap akan amukanmu,aku yakin mereka memiliki alasan sehingga sampai detik ini keduanya belum jujur pada kita semua tentang hubungan mereka.percayalah Elios akan bersikap seperti seorang pria sejati,dia akan menemui mu dan menyatakan dengan lantang perasaannya pada Tania.” Nathan tersenyum menganggukkan kepalanya,membenarkan apa yang Jeni katakan.Natahn juga mengerti akan posisi Elios sekarang,mungkin itulah yang menjadai salah satu alasan kenapa sampai detik ini dirinya belum berani jujur akan hubungannya dengan Tania.


Tania menatap Elios dengan wajah sendu,rencana berlibur mereka hancur total.bahkan dirinya belum sempat mengabari ataupun memberi penjelasan kepada Elios, kenapa dirinya bisa berakhir di sini bersamanya.Elios memahami apa yang Tania rasakan,dirinya patut disalahkan dalam hal ini.andai saja dirinya tidak bersikap pengecut dan dengan berani mengungkapkan kebenaran kepada Nathan,situasinya tidak akan sesulit ini bagi mereka berdua.


“Maafkan aku yang tidak mengakui mu sebagai kekasihku di hadapan kakak,maafkan aku.” Tania berucap dengan suara sedikit serak,menahan tangisnya agar tidak keluar namun buliran bening lolos begitu saja dan membasahi kedua pipinya.Elios meraih tangan Tania dan menggenggamnya dengan lembut,wanita itu mengangkat kepalanya serta menatap kedua mata Elios yang teduh di balik kaca mata putihnya.


“Aku yang seharusnya meminta maaf padamu Tania,aku pria pengecut yang bahkan tidka berani mengakui perasaanku kepadamu,bahkan mengungkapkan kebenaran terhadap kakakmu.tolong percaya padaku,aku akan berusaha memperjuangkan cinta kita dan mendapatkan restu dari kakak serta ibumu,aku berjanji.” Elios mengusap lembut pipi Tania menghapus air mata yang membasahi pipinya,meraih tubuh Tania membawanya dalam pelukan hangatnya,memberi wanita itu rasa nyaman serta ketenangan.


Setelah menghabiskan waktu sehari penuh bersama keluarga kecilnya keesokan harinya  Nathan kembali bekerja seperti biasa,jadwalnya yang padat membuat hari berlalu begitu cepat.mobil yang Elios kemudikan melaju dengan kecepatan sedang membelah jalan yang sedikit lenggang di sore itu,Nathan menikmati perjalanannya dengan menutup kedua matanya,sementara Elios menfokuskan pandangannya kedepan.tidak ada pembicaraan di antar keduanya,hingga mobil mewah itu memasuki area kediaman Agatha.


“Tuan kita telah sampai” Elios mencoba membangunkan Nathan yang masih menutup kedua matanya,dengan memberitahukan keberadaan meraka sekarang.Nathan membuka kedua matanya menatap sekelilingnya,dan menghela nafas lelahnya.


“Elios kau harus mencari pendamping hidup yang bisa mengobati rasa lelah mu,kau akan di sambut dengan senyum  setelah pulang ke rumah,dari penatnya hari-hari yang kita lalui di kantor,tidakkah kau ingin merasakannya?” Nathan berucap pelan,menatap Elios dengan datar menunggu jawaban dari pria jangkung di hadapnnya.tidak ada penekanan dalam ucapan Nathan,tapi ucapan rasa simpati akan kehidupan membosankan yang Elios jalani beberapa tahun belakangan ini.

__ADS_1


“Tentu saya ingin merasakannya Tuan,saya juga ingin memiliki sebuah keluarga seperti halnya yang Tuan miliki dan rasakan sekarang.” Elios menjawabnya dengan tulus,perasaan itulah yang dirinya rasakan ketika melihat kebahagiaan sang Tuan bersama keluarga kecilnya.


“Lantas kenapa kau tidak mencari seorang kekasih,apa kau akan terus melajang? Atau kau memliki tipe wanita ideal,yang masih belum kau temukan sampai saat ini?”  Nathan terus mencerca Elios dengan berbagai pertanyaan yang tidak bisa Elios jawab,dengan wajah lesu Elios hanya bisa menundukkan kepalanya tanpa berani menatap Nathan.Elios ingin mencari kesempatan untuk bisa mengungkapkan kebenaran tentang hubungannya bersama Tania.melihat kebungkaman Elios,Nathan hanya bisa berdecak kesal.


“Kau sudah pulang?” Jeni menyambut kepulangan sang suami dengan senyum lembut,Nathan mengangguk meraih tubuh Jeni dan memeluknya,rasa lelah hilang seketika  dibayar oleh senyum serta perlakuan lembut sang istri.


“Apa hari ini pekerjaanmu sangat banyak,lihatlah kerutan di wajahmu? Mandilah akan aku siapkan air hangat untukmu.” Nathan mengangguk mematuhi ucapan Jeni,pandangan Nathan tertuju pada ranjang dan Box sang putra yang kosong.


“Radit bersama ibu di kamarnya,setelah mandi tadi ibu membawanya” Nathan menganggukkan kepalanya,mengikuti langkah sang istri ke kamar mandi.Bak mandi yang berukuran besar telah di isi penuh dengan air,Nathan melingkarkan kedua tangannya di perut rata Jeni,menyandarkan dagunya di bahu sang istri dengan manja.


“Bagaimana kalau aku membantumu membersihkan diri? Jeni mengajukan usulannya,mendengar ucapan Jeni tentu Nathan tak ingin melepaskan kesempatan emasnya,kapan lagi dirinya bisa bermanja-manja.


“Kau yang menawarkan dirimu,jadi jangan salahkan suamimu ini ya.” Nathan membalikkan tubuh Jeni hingga menghadapnya meraih dagu serta menenggelamkan bibirnya yang hangat dalam kelembutan bibir sang istri.acara mandi memandikan pun dimulai,hampir satu jam berada di dalam kamar mandi keduanya keluar dengan wajah segar,tak terkecuali Nathan.wajahnya berseri seri penuh kebahagiaan,tubuhnya begitu puas akan pelayanan sang istri.


“Kau sudah datang?” tanpa menoleh Nathan sudah mengetahui kedatangan Elios.


“Iya Tuan”,Elios berdiri di hadapan Natha dengan kepala sedikit menunduk.


“Ikut Aku” Nathan melangkah menuju ruang kerjanya,disusul Elios yang tepat di belakangnya,Tania terus menatap punggung Elios hingga tubuh jangkung itu hilang di balik pintu.


“Jangan menatapnya seperti itu, kau terlalu memperlihatkannya Tania.” Jeni berbisik pelan,Tania hanya tersenyum canggung dan menepuk tangan Jeni dengan pelan.hampir 20menit berlalu entah apa yang kedua pria itu diskusikan,Tania beberapa kali terlihat mencuri pandang namun pintu ruang kerja sang kakak masih tertutup rapat.


“Tania,teman ibu ada yang ingin mengenalkan putranya padamu,temui lah pria itu siapa tau kalian cocok,ibu sudah mengatur kencan kalian” 

__ADS_1


“Khukk,,khukkk,,” 


“Minumnya pelan-pelan Jeni” Jeni terbatuk-batuk mendengar ucapan ibu mertua yang di tunjukan kepada Tania,sementara Tania menganga tak percaya sang ibu bisa-bisanya menjadi makcoblang untuknya.


“Tania tidak salah dengar ibu,ibu memintaku kencan? Apa ibu salah minum obat? Tania menatap sang ibu dengan wajah kesal,Jeni hanya bisa diam dan mendengar perdebatan ibu dan anak itu.


“Pemuda ini tampan Tania,ibu yakin kau tidak akan menyesal dan akan berterimakasih pada ibu nanti”


“Tidak Mau,Tania tidak mau pokoknya tidak mau.” Tania menolak dengan tegas permintaan sang ibu.


“Apa alasanmu menolak permintaan ibu,apa kau memiliki kekasih? Putri ibu kan jomblo jadi wajar dong jika ibu ingin mengenalkan seorang pemuda baik,dari keluarga terhormat untuk putri ibu yang cantik ini.” Sang ibu mulai  menceritakan sosok pria yang akan Tania temui dengan wajah berseri-seri,di lihat dari sikap sang ibu mertua Jeni bisa memastikan jika keduanya sudah bertemu dan saling mengenal,terlihat jelas dari wajah serta cara bicara ibu mertuanya.Jeni melirik Tania yang memasang wajah masam.


“Tania sedang pendekatan dengan seorang pria,dan sebentar lagi kami mungkin jadi sepasang kekasih jadi,wahai kanjeng ibu batalkan semua yang sidah ibu rencanakan.”


“Kekasih?Hahaha,,jangan membohongi ibu,kau tidak memiliki seorang kekasih dasar gadis nakal.tidak ada tawar menawar,temui saja dulu orangnya Tania tidak ada salahnya kok,benar kan Jeni?” Jeni tertegun ketika sang mertua menyebut namanya,dengan senyum kaku Jeni hanya bisa mengangguk lemah.


“Kakak Ipar” Tania menatap Jeni dengan wajah kesal,Jeni hanya bisa menatapnya dengan wajah memelas minta maaf.tentu Tania tidak akan menyetujui rencana sang ibu,melihat ibu dan adiknya beradu mulut Nathan yang baru saja keluar dari ruang kerjanya  mengerutkan kening karena suara gaduh keduanya.


“Ada apa ibu,dan suasana apa ini?” Nathan menatap keduanya,sang ibu pun langsung tersenyum senang,dirinya yakin rencananya pasti di dukung oleh sang putra.


“Ibu meminta Tania menemui putra sahabat ibu,dan ibu sudah mengatur kencan mereka.” Sang ibu terlihat senang akan rencana yang telah di aturnya,Nathan sedikit terkejut mendengar ucapan sang ibu.Nathan menyeringai melirik Elios yang berdiri tak jauh darinya dengan wajah yang sedikit pucat


“Menangislah Elios”

__ADS_1


__ADS_2