Proposal Cinta Sang Ceo

Proposal Cinta Sang Ceo
88. Acuh


__ADS_3

Di pagi hari yang begitu cerah,Jeni bangun dari tidurnya lebih awal.membangunkan sang suami,serta memintanya membersihkan diri.Jeni membantu Nathan mengenakan jas serta dasinya,hal yang selalu Nathan sukai setiap pagi.perhantian Jeni,hanya akan tertuju padanya,Nathan meletakkan kedua tangannya di pinggang sang istri.menatap lembut wajah cantik,yang selalu dilihatnya setiap menutup dan membuka mata.


“Apa rencana mu hari ini sayang?”


“Aku akan pergi ke toko Roti,sudah beberapa hari aku tidak ke sana!”


“Baiklah,hubungi aku jika ada sesuatu!”


Jeni tersenyum dan mengangguk patuh,perintah suaminya mutlak harus dirinya jalani.perhatian Nathan yang seperti inilah,yang semakin membuat Jeni jatuh hati dan mencintai Nathan lebih dalam.setelah memastikan penampilan sang suami,Jeni mengancungkan jempol,membuat Nathan tersenyum dan memberi kecupan di kening,sebelum turun untuk sarapan.


Dimeja makan telah menunggu sang ibu dan Tania ,yang tampak segar dan lebih tenang dari semalam.membuat Jeni merasa lebih tenang,karena jika tidak dirinya yang akan kerepotan menghadapi sikap Tania.


“Selamat pagi Bu,Tania!”


“Selamat pagi!”


Keduanya menjawab dengan serentak salam dari jeni,ke empatnya menikmati sarapan dengan tenang.setelah menikmati sarapan,seperti biasa Nathan akan menunggu Elios.tatapan Tania tertuju pada seorang pria berpenampilan menawan,jas mahal yang begitu pas ditubuhnya yang kokoh.rambut disisir rapi,serta kaca mata bening yang bertengger di hidung mancungnya membuatnya terlihat begitu menawan.Tania menelan ludahnya kasar,melihat pria yang selalu dirinya ejek,begitu menawan pagi ini.


“Selamat pagi Elios?”


“Selamat pagi Nona Muda,Tuan Muda!”


“Pagi Elios!”


Mendengar jawaban yang begitu singkat dari Nathan membuat Jeni menggeleng kecil,Jeni mengajak Elios bicara dengan begitu santai.tampak senyum malu-malu,nan menawan terlihat dari wajah tampan Elios.membuat Tania tidak bisa mengalihkan tatapannya dari pria tersebut,sementara Nathan memutar bola matanya,melihat kedekatan sang istri dan sekertarisnya.


“Jangan tersenyum begitu pada istriku Elios,dan jangan menatapnya seperti itu,mau aku congkel bola matamu!”


“Jangan dengarkan apa yang dia katakan Elios,suamiku ini hanya iri melihat senyummu pagi ini!”


“Tentu saja Nona Muda,saya akan mengacuhkannya meski beliau marah sekalipun!”


Jeni tertawa mendengar jawaban Elios,Nathan hanya bisa menahan kesalnya.Jeni memberi kecupan di bibir Nathan sebelum sang suami berangkat,membuat Nathan salah tingkah,kedua pipinya merona karena malu,malu di kecup sang istri di depan sekertarisnya.


Elios hanya tersenyum dan menundukkan kepalanya,untuk kesekian kalinya dirinya melihat sisi lain dari Tuan Mudanya.sisi lembut yang hanya akan terlihat, jika bersama sang Nona Muda.

__ADS_1


Anda sangat lembut dan manis Nona Muda,pantas saja Tuan begitu cemburu jika melihat anda bicara dengan pria lain.karena siapapun yang berada di dekat anda,akan merasa nyaman,bahkan tidak ingin beranjak sedikitpun dari anda,,


Nathan menatap Elios,dan memberi kode dengan matanya,yang langsung di mengerti oleh Elios.dengan patuh Elios menunduk dan berpamitan pada keduanya,menuju mobil dan menunggu Nathan disana.Nathan mengecup kening dan beralih ke bibir sang istri,suasana hati Nathan begitu baik pagi ini,membuat Elios tersenyum puas.dan bisa di pastikan hari ini semua agenda akan berjalan dengan baik,Nathan melambaikan tangannya,sebelum meninggalkan rumah mewah itu.


Jeni melambaikan tangan,menatap mobil yang membawa suaminya,yang mulai menghilang.ketika Jeni membalikkan tubuhnya,Tania sudah berdiri di belakangnya dengan tatapan datar.mmebuat Jeni terkejut,dan mengusap dadanya pelan.


“Kau membuatku terkejut Tania,kau tidak berangkat ke kampus?”


“Aku akan pergi sekarang,sampai ketemu kakak ipar!”


Tania mengecup kedua pipi Jeni sebelum meninggalkannya,Jeni menghela nafas,dan berfikir keras akan sikap Tania pagi ini.Tania masuk kedalam mobil yang siap membawanya  ke kampus,Tania mengepalkan tangannya.entah kenapa dirinya merasa kesal,kesal akan sikap Elios yang mengacuhkannya.biasanya Elios akan menyapanya,dan sesekali mengganggunya.namun sikap acuh Elios pagi ini,benar-benar membuat dirinya emosi.


Apa yang terjadi sebenarnya pada diriku,kenapa aku harus merasa kesal sih,,bukankah bagus jika seperti ini?.pria dingin itu tidak akan mengganggu,tapi kenapa aku merasa kesal,,


Tania menyandarkan tubuhnya,menatap pepohonan yang mobilnya lalui.tanpa dirinya sadari mobilnya telah sampai di kampus,panggilan sang sopir beberapa kali membuatnya tersadar dari lamunan.dengan lesu Tania turun dari mobilnya,dan melangkahkan kakinya menuju kampus tempat dirinya menimpa ilmu.


****


Suasana Toko yang terlihat sedikit sepi,membuat Jeni leluasa bertemu dan bicara dengan karyawan,yang telah dirinya anggap teman.bahkan beberapa di antaranya,telah ikut dengannya sebelum Jeni memiliki Toko Rotinya sendiri.perjuangan mereka sungguh membuahkan hasil sekarang.setelah beberapa hari tidak berkunjung, mereka yang begitu merindukan Jeni,menggunakan kesempatan itu untuk melepas kerinduan mereka.


Pria tinggi dengan kemeja putih yang dia lipat setengah lengan,hidung manjung serta pembawaannya yang tenang,sungguh menggetarkan hati siapapun yang melihatnya.tak terkecuali sang karyawan yang sedang melayaninya saat ini,sang pria memilih beberapa Cake serta minuman.pandangannya mengarah ke seluruh ruangan,para wanita muda berharap sang pria mau berbagi tempat dengan mereka,namun pandanganya tertuju pada Jeni.


Langkah sang pria begitu ringan,mendekati meja Jeni yang sedang fokus membaca.sesekali Jeni tersenyum,entah apa yang membuatnya tersenyum.hingga hati sang pria tergerak untuk mendekatinya,sofi yang melihat hal itu ingin menghalangi sang pria.namun Rado menggenggam tangannya,dan menggeleng kecil.


“Kita bisa memantau dari sini,percayalah pada Nona!”


“Tapi Tuan Muda akan murka jika dia tau,Nona sedang duduk dengan seorang pria!”


“Biarkan Nona bersosialisasi Sofi,jangan terllau mengekang seorang wanita yang sedang hamil.aku yakin Nona tidak kaan melewati batasannya!”


Meski kesal,sofi akhirnya duduk dan mengikuti apa kata Rado.namun tatapan keduanya tidak lepas dari sang pria,yang terus menatap Nona mereka.sang pria yang entah siapa,berdiri lama di hadapan Jeni tanpa bersuara.Jeni yang merasakan seseorang sedang menatapnya,menengadahkan kepalanya.


Tatapan keduanya bertemu,Jeni yang memang ramah terhadap siapa aja,memberikan senyum manisnya membuat jantung sang pria mulai berdebar-debar.Jeni tentu saja bingung melihat sang pria yang bahkan tidak bereaksi sama sekali.


“Ada yang bisa saya bantu Tuan?”

__ADS_1


Suara halus,serta tatapan Jeni semakin membuat jantung sang pria berdetak tak karuan.Jeni semakin bingung,dan mengerutkan dahinya.sementara Sofi terus menggerutu kesal,sementara Rado masih duduk tenang dan memperhatikan keduanya dari kejauhan.


“Bolehkah saya duduk di meja anda?”


Jeni melirik sekelilingnya,dan memnag beberapa meja terlihat terisi oleh pelanggan lain.mau-tidak mau Jeni mengangguk sopan,karena bagaimanapun sang pria adalah pelanggan di tokonya.mendapat sambutan hangat dari Jeni,sang pria tidak melepaskan kesempatan tersebut.sang pria duduk dan menikmati cake serta minumannya,sesekali dirinya melirik Jeni yang begitu fokus pada buku di tangannya.


Sang pria memberanikan diri bicara,tentang rasa cake di tokonya.hingga membuat Jeni tertarik,ingin mengetahui pendapat pelanggan terhadap rasa cakenya.karena sampai saat ini,belum ada yang mengetahui jika Jeni adalah pemilik Toko roti tersebut.keduanaya mengobrol dan bertukar pikiran,entah kenapa sang pria begitu nyaman bicara dan berada di dekat Jeni,yang terlihat begitu tenang dan anggun.


Beberapa pelanggan wanita yang melihat hal itu,berdecak kesal karena jika di lihat dari jauh,keduanya begitu serasi.


“Sepertinya Tuan Nathan akan memiliki saingan baru,lihatlah tatapan pria itu kepada bos kita,aku yakin pria itu jatuh hati!


“Jangan bicara sembarangan,bagaimana jika Tuan Nathan mendengarnya?”


“Tapi yang aku katakan benar bukan,aku saja sebagai pria sangat mengagumi bos kita,bagaimana pria lain!”


Para karyawan lain hanya bisa membenarkan apa yang temannya katakan,Jeni dan sang pria terlihat begitu sempurna  di mata mereka.Jeni yang tidak merasakan tatapan aneh dari pelanggan dan karyawannya,menikmati obrolannya bersama sang pria yang bernama Alex Vernando.keduanya saling mengenalkan diri,meskipun Jeni tidak mengulurkan  tangannya,Alex sudah cukup senang karena mengenal namanya.


Hampir satu jam keduanya larut dalam obrolan yang begitu menyenangkan,hingga Alex tidak ingin mengakhiri pertemuan mereka,meski sebenarnya dirinya memliki janji temu dengan sahabat lamanya.Alex enggan meninggalkan dan menyudahi obrolannya  bersama Jeni,bicara dan melihat senyum Jeni yang cantik,membuatnya betah.


Hingga suara dering ponsel membuat Jeni mengalihkan perhatiannya,melihat panggilan dari sang ibu Mertua,dengan cepat Jeni menerimanya.


“Hello iya Bu,,baiklah aku akan ke sana sekarang!”


Perasaan Alex mulai tidak tenang,dirinya tau jika Jeni akan meninggalkannya.dan apa yang dirinya takutkan benar terjadi,Jeni berpamitan akan menemui ibunya.dengan berat hati Alex menganggukkan kepalanya.


“Bisakah kita bertemu lagi!”


“Tentu saja,jika masih ada kesempatan.aku senang bisa berbagi cerita denganmu!”


Jeni tersenyum dan meninggalkan Alex yang hanya bisa menatapnya dengan tatapan nanar,melihat sang Nona mulai menjauh dan menuju mobil,Sofi serta Rado ikut beranjak dari duduknya,dan menyusul sang Nona Muda.


Aku ingin bertemu lagi denganmu Jeni,bicara denganmu membuat hatiku tenang.ini hal langka dan pertama kalinya untukku,sial apakah aku jatuh hati pada pandangan pertama,,


__ADS_1


__ADS_2