Proposal Cinta Sang Ceo

Proposal Cinta Sang Ceo
133.Putus!


__ADS_3

“Aku mencintaimu Tania!”


Elios menggenggam kedua tangan Tania,menatap mata indah yang mulai bercaka-kaca.Tania menghempas tangan Elios sekuat tenaga.sepertinya rasa kecewa yang dirinya rasakan terlalu menyakiti hatinya,hingga ucapan cinta dari Elios yang biasanya membuat hatinya berbunga-bunga kini bagai omong kosong belaka.


“Simpan cintamu untuk dirimu sendiri,mau sampai kapan kau akan menyembunyikan hubungan kita?apakah kau tidak bisa jujur kepada kakak dan ibuku tentang perasaan kita?aku hanya ingin kau bersikap sebagai pria bertanggung jawab yang berani menghadapi masalah bersamaku,bukan pria yang hanya bisa diam dan lari dari masalah,dasar pria pengecut!” Tania mengeluarkan semua unek-unek yang ada di dalam hatinya,perasaannya benar-benar kecewa dan hancur akan sikap pengecut yang Elios miliki,Tania hanya ingin Elios jujur terhadap keluarganya,apapun keputusan keluarganya tentang hubungan mereka,Tania akan bertahan sehingga cintanya mendapatkan restu dari keluarganya.


“Tania,dengarkan aku dulu!” Elios berusaha meraih pergelangan tangan Tania sekali lagi,menatap wanitanya dengan tatapan memohon agar dirinya di beri kesempatan untuk menjelaskan semuanya.sepertinya hati Tania terlanjur sakit dan kecewa,Tania menghempaskan lagi tangan Elios menatapnya dengan marah,meninggalkan Elios dalam penyesalan.


“Kita akhiri hubungan kita sampai disini,aku tidak sudi menjalin hubungan dengan seorang pria pengecut yang tidak memiliki keberanian menghadapi dunia.aku tidak butuh pria lemah yang bahkan tidak bisa memperjuangkan cintanya!” 


“Aku minta maaf atas kebodohanku Tania,tolong beri aku kesempatan sekali lagi untuk membuktikan kepadamu serta keluargamu kalau diriku layak untukmu, tapi tolong dengarkan aku terlebih dulu!”


“Apa yang ingin kau buktikan? Sudah berapa bulan kita bersama dan kau selalu memintaku bersabar,kau lihat hasil dari kesabaran itu? ibuku mengatur kencan untukku dan di setujui oleh kakakku,bagaimana perasaanmu ketika melihat kekasihmu di paksa ikut perjodohan?.taukah kau bagaimana perasaanku?” Elios terdiam dan tidak bisa menjawab satu pun pertanyaan Tania,dalam hal ini dialah yang patut di salahkan.tapi salahkan dirinya ingin membuktikan kepada keluarga Tania kalau dirinya adalah pria yang pantas bersanding untuk putrinya.


Tania meninggalkan Elios yang hanya bisa menundukkan kepala,bahkan Tania tidak menyadari bahwa pria jangkung itu meneteskan air mata kesedihannya.Tania menghapus air matanya dan meninggalkan Elios sendiri,Tania tidak menoleh kebelakang lagi ataupun berharap Elios akan mengejarnya.amarah telah menguasai hati serta pikirannya,hingga dirinya tidak bisa melihat penyesalan serta ketulusan di mata Elios.


Hujan mulai turun di sore itu,membasahi tanah yang kering karena terik matahari.Elios masih berdiri tanpa beranjak sedikitpun dari tempatnya,hujan mulai membasahi tubuhnya,namun hal itu tak membuatnya lari untuk berteduh atau sekedar melindungi dirinya dari guyuran hujan.


Kenapa tiba-tiba turun hujan,perasaanku tidak enak apa aka nada sesuatu yang terjadi?,,


Jeni merenung memikirkan sesuatu yang mengganggu pikirannya,Jeni menatap keluar jendela kamarnya ,menatap hujan yang mulai turun dengan derasnya.Jeni melirik jam di nakasnya ,sebentar lagi sang suami akan kembali ke rumah,Jeni meraih tubuh putranya dan membawanya keluar menuju dapur.disana sudah ada Dua orang pelayan yang sudah siap melakukan tugasnya,Jeni mendudukkan Radit di kursi bermainnya sementara dia mengambil beberapa bahan makanan untuk dirinya olah.

__ADS_1


Suara pintu terbuka membuat Jeni menolehkan kepalanya,posisi dapur tidak jauh dari pintu utama sehingga siapapun yang berada di dapur bisa dengan mudah melihat kedatangan seseorang.Jeni terpaku melihat kedatangan Tania yang basah kuyup belum lagi kedua matanya yang terlihat sembab.Tania melangkah menuju kamarnya tanpa memperdulikan pelayan serta Jeni yang menatapnya dengan heran.


“Tumben Nona Tania main hujan,masa kecil Nona Tania tidak bahagia mungkin!” Celetuk salah satu pelayan yang mendapatkan tatapan penuh peringatan dari rekannya,Jeni bahkan mengacuhkan ucapan pelayannya.Jeni meraih tubuh Raditya dan menyusul Tania ke kamarnya,jeni yakin telah terjadi sesuatu kepada adik iparnya itu.


Apakah terjadi sesuatu,bukankah hari ini dia kencan?apakah pria itu melakukan sesuatu kepada Tania? Tidak mungkin pemuda itu berani melakukannya,Nathan bisa membunuhnya jika hal itu sampai terjadi,,


Jeni mengetuk pintu kamar Tania beberapa kali,tidak mendapat jawaban Jeni memberanikan diri membuka pintu kamar dan masuk kedalam kamar Tania.Jeni mengedarkan pandangannya,dirinya tidka menemukan keberadaan Tania dimanapun hingga suara gemericik air di kamar mandi membuat Jeni menghela nafas lega,beberapa menit Berlalu Tania akhirnya keluar dari kamar mandi dengan hidung merah serta ata merah dan sembab.


Dengan menggendong Baby Radit Jeni melangkah menghampiri Tania,meraih tangannya,menariknya hingga keduanya duduk di pinggiran kasur.Jeni menatap dalam diam wajah Tania yang penuh dengan kesedihan,Jeni mengusap tangan Tania dengan lembut.


“Ada apa,maukah kau menceritakannya kepadaku?” Tania mulai menangis,tidak ada satu kata pun yang keluar dari bibirnya hanya isakan kepedihan yang terdengar begitu pilu di telinga Jeni.dengan penuh perasaan Jeni merangkul tubuh adik iparnya yang terlihat rapuh sore itu,entah hal apa yang menyebabkannya menangis seperti sore ini.setelah puas menangis,Tania mengangkat kepalanya menatap Jeni yang hanya bisa tersenyum lembut kepadanya.


“Kenapa kalian memutuskan berpisah,bukankah kalian saling mencintai?” Tania menggelengkan kepalanya,menceritakan semua kekecewaan yang dirinya rasakan kepada Elios,hingga akhirnya kata putus keluar dari mulut Tania.kata yang seharusnya tidak harus dia ucapkan,namun semua telah terjadi dan tidak mungkin dirinya menarik ucapannya kembali.Jeni mendesah pelan sungguh dirinya tidak bisa berkata apa,dipikirannya kali ini Tania sedang marah dan kecewa percuma jika dirinya berbicara dan menasehati Tania yang perasaannya sedang terpuruk.


Jeni mengusap kedua pipi Tania,menatap wanita muda yang telah di anggapnya adik itu dengan lembut.


“Tenangkan pikiranmu terlebih dulu,setelah kau tenang kita bicara.ada suatu hal yang harus coba kau mengerti dan pahami tentang posisi Elios,kau tidak boleh melihatnya dari sudut pandang mu sendiri,kau juga harus melihat dari sudut pandang Elios!”


“Kau masih muda untuk bisa memahami kondisi Elios,sedangkan di pihak Elios  dia begitu berusaha menempatkan dirinya agar terlihat pantas berdiri di sampingmu.bukan sebagai asisten Nathan tapi sebagai seorang pria yang mencintaimu!” Jeni tersenyum menatap Tania yang seolah bingung akan arah ucapannya,Jeni meraih putranya dan melangkah meninggalkan kamar Tania.


“Kak,,apa yang membuatmu bertahan disisi kak Nathan,padahal kakakku pernah begitu menyakitimu?” Jeni terhenti di ambang pintu ketika tangannya telah siap meraih ganggang pintu,Jeni membalikkan tubuhnya seraya tersenyum teduh.

__ADS_1


“Ada masa dimana aku ingin menyerah pada keadaanku saat itu,dimana aku ingin menyerah akan cintaku terhadap kakakmu,namun aku mulai melihat cinta dimatanya sehingga aku memutuskan memberinya kesempatan kedua untuk membuktikan cintanya kepadaku,dan kau bisa melihatnya sekarang,kakakmu benar-benar membuktikan ucapan serta cintanya kepada kami!”


“Kesempatan kedua ,itulah yang harus kau berikan kepada Elios.mungkin di matamu dia adalah pria pengecut,namun di balik semua itu dia memiliki sebuah alasan yang kuat untuk tidak mengatakan kebenaran apapun terhadap kakakmu,Elios pria yang baik Tania pikirkanlah baik-baik!”


Jeni meninggalkan kamar Tania dengan perasaan lega,setidaknya dirinya telah memberikan pendapatnya tentang Elios.selebihnya semua kembali kepada mereka,mereka harus bersikap dewasa dan menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.


Jeni merebahkan kepalanya di dada bidang Nathan,menggerakkan jari lentiknya di dada Nathan,membuat gerakan ringan seolah-olah menggambar sesuatu.gerakan serta sentuhan Jeni membuat Nathan menahan nafasnya beberapa kali,bingung akan sikap istrinya Nathan menahan pergerakan jemari Jeni,yang membuat wanita itu mengangkat  dan menengadahkan kepala menatap sang suami.


“Hentikan gerakanmu yang menggangguku,jika kau tidak ingin bertanggung jawab dengan apa yang kau lakukan kepadaku,tidakkah kau merasakan sesuatu hmm!” Jeni menarik tangannya,mengerti akan arah pembicaraan mereka sekarang.Jeni mendesah dan merebahkan kembali kepalanya,dan kali ini Jeni memeluk pinggang Nathan,membuat pria itu terkekeh pelan.


“Apa yang mengganggu pikiranmu,aku perhatikan sejak tadi kau melamun!” Nathan berucap lembut sambil mengecup pucuk kepala Jeni beberapa kali.


“Tadi sore Tania kembali ke rumah dalam keadaan kacau,basah kuyup dengan mata merah dan bengkak.setelah aku tanya ada apa,dia bilang kalau dia dan Elios putus!” Nathan langsung menegakkan tubuhnya,membuat Jeni terkejut  karena gerakan Nathan yang tiba-tiba.Nathan menatap Jeni dengan tatapan meminta penjelasan,Jeni akhirnya menceritakan semuanya kepada sang suami.Nathan mengeratkan rahangnya,marah karena sikap sang adik yang tidak bisa menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.


“Anak manja itu benar-benar tidak bisa di tebak!” Nathan kembali menyandarkan tubuhnya dan menarik tubuh Jeni agar bersandar kemabli ke dadanya.


“Jangan ikut campur dalam masalah mereka biarkan mereka menyelesaikannya dengan cara mereka,Tania hanya menumpahkan kekecewaannya andai saja dia tau kalau jika Elios sudah jujur,mungkin dia sekarang akan lebih menangisi nasibnya yang telah memutuskan Elios tanpa pikir panjang!” Jeni bangun dan menatap sang suami dengan tatapan tidak percaya. 


“Elios sudah jujur padamu?” Nathan mengangguk ,dan tertawa pelan ketika mengingat kejadian dimana Elios dengan berani bicara kepadanya.


“Aku bahkan memberinya pelajaran dengan melemparkan bantal dan menendang kakinya,saking kesal ku kepadanya.dia memang pria bodoh yang selalu mengutamakan ku terlebih dulu,tapi aku menyukainya.biarkan adikmu itu bersikap dewasa,sudah saatnya dia berpikir dengan kepala dingin dan tidak mementingkan ego!” Jeni tersenyum dan mencium pipi Nathan beberapa kali,membuat pria dingin itu menolehkan kepalanya.meraih tubuh Jeni dan memberinya ciuman lembut yang berakhir dengan malam panjang bagi keduanya.

__ADS_1


__ADS_2