Proposal Cinta Sang Ceo

Proposal Cinta Sang Ceo
160. Akhir Bahagia


__ADS_3

Elios masih berdiri membeku di hadapan Tania,kedua matanya menatap tenang mata Tania yang masi sembab.Tania mengusap air mata yang membasahi pipinya,menarik dan menghembuskan nafasnya secara perlahan mencoba menguasai emosi yang sempat menguasainya.


“Aku kesal padamu,kau hampir membuatku membunuhku.meski aku berusaha kuat di hadapanmu, tapi aku benar-benar akan sakit tadi!”


“Kau adalah pria yang membuatku mengenal arti cinta,serta pria, yang membuatku menjadi wanita dewasa.aku ingin melewati semua bersamamu,serta menua bersamamu!”


“Maukah kau menikah denganku?”


Elios terkekeh pelan mendengar pengakuan serta ungkapan hati Tania yang terdalam,begitu beruntungnya dirinya sebagai seorang pria yang mendapatkan cinta yang begitu besar dari sang kekasih.Elios meraih tangan Tania,menggenggam serta mengelus pelan jemari lentik itu.


“Aku sudah melamar mu 2 kali,tapi kau tidak memberiku jawaban.kenapa sekarang kau malah melamar ku balik?”


“Karena aku takut kau akan melamar wanita lain!”


Tania melirik Renita yang masih berdiri di belakang Elios,Renita hanya memutar bola matanya dengan kesal.jika bukan karena permintaan Jeni sang sahabat,dirinya tidak ingin melakukan hal konyol dengan mengerjai Tania.bahkan dirinya sempat menawarkan menggunakan wanita lain yang lebih cantik dan seksi,namun Jeni menolaknya dengan tegas.


Tania masih berdiri dengan penuh harap,menatap Elios dengan wajah tidak sabar yang semakin membuatnya terlihat lucu  dan menggemaskan di mata Elios.


“Aku bersedia menjadi pengantinmu Tania,dan maukah kau menjalani biduk rumah tangga bersamaku?karena itu menikahlah denganku?”


Tania meneteskan air mata bahagia,Tania menganggukkan kepala dengan begitu yakin akan keputusanya.Elios meraih cincin di sakunya dan memakaikannya di jari manis Tania,begitu juga sebaliknya.sorak serta tepuk tangan membahana di ruangan yang telah di dekorasi sedemikian rupa,sehingga meninggalkan nuansa yang begitu romantis.


“Selamat adik iparku yang manja,akhirnya pujaan hatimu melamar mu!”


Tania memeluk Jeni serta memukul pundak kakak iparnya dengan manja,mengerucutkan bibirnya karena ulah sang kakak ipar yang telah membohonginya.


“Kau keterlaluan kakak ipar,bagaimana jika terjadi sesuatu padaku tadi dijalan karena pikiranku kalut!”


“Maafkan aku,aku harus berakting dengan begitu meyakinkan.jika tidak bagaimana rencana Elios bisa berhasil dengan sempurna!”


“Terimakasih Kakak ipar!”


Tania memeluk Jeni lagi,dan sang kakak Nathan dan sang ibu.tangis serta tawa bahagia memenuhi ruangan tersebut,tak ada lagi kesedihan dimata Tania.Nathan menatap orang-orang terkasihnya,yang duduk sambil tertawa bahagia.tatapannya terus tertuju pada sang istri yang terlihat cantik malam itu,istri yang selalu menjadi pusat kebahagiaannya kini.terlihat jelas gurat kesedihan di wajahnya yang tampan,entah apa yang mengganggu pikirannya.Nathan menghembuskan nafas beratnya,dan melangkah meninggalkan ruangan yang penuh kebahagiaan itu.


Jeni yang melihat Nathan keluar,dengan langkah cepat menyusul sang suami.memberikan putranya ke pangkuan sang ibu mertua,dan menyusul Nathan.hembusan angin malam,menerpa tubuh kekarnya,ia bahkan tak merasakan dinginnya udara malam.marah serta rasa kecewa membuat tubuhnya panas,dengan hati-hati Jeni menyentuh pundak Nathan membuat pria itu menolehkan kepalanya.

__ADS_1


“Apa yang kau lakukan di luar sayang,yang lain berada di dalam.apa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?”


Nathan terdiam,bukannya menjawab pertanyaan Jeni,ia meraih tubuh sang istri dan membawanya kedalam pelukannya yang hangat.untuk beberapa saat Jeni kebingungan dengan sikap suaminya,namun di menit berikutnya ia mulai memahami apa yang suaminya rasakan saat ini.Jeni membalas pelukan Nathan dengan lembut,mengusap pelan punggung kekar Nathan.


“Aku memang tidak mendapat lamaran darimu,tapi aku menerima dua kali acara pernikahan dengan perasaan berbeda.meninggalkan kenangan yang begitu indah di benakku,dan aku tidak akan pernah melupakannya sampai akhir hayatku!”


Nathan melonggarkan pelukannya menatap Jeni dengan lembut,seulas senyum tersungging  di sudut bibirnya.


“Benarkah kau bahagia hidup bersamaku?”


“Aku sungguh bahagia,bahkan di kehidupan selanjutnya aku ingin berjodoh dan hidup bersamamu lagi!”


Jeni meraih tangan Nathan,mengelusnya dengan lembut membuat darah Nathan berdesir hebat.


“Jangan mengingat masa lalu,apa yang pernah kau lakukan padaku di masa lalu sudah kau tebus di masa depan.kau bahkan tidak membiarkan siapapun menyakitiku,kau sudah memberikan cinta yang begitu besar kepadaku Nathan!”


“Kau,serta putra kita adalah hadiah terindah yang tuhan berikan untukku,kalian adalah sumber kebahagiaanku!”


Jeni mengecup pipi Nathan dengan penuh kelembutan,sementara Nathan tidak bisa menahan hasrat untuk tidak mencium bibir Jeni.dengan gerakan cepat Nathan meraih tengkuk Jeni,menempelkan bibirnya yang panas ke bibir Jeni yang manis.Jeni menerima dengan senang hati ciuman sang suami,keduanya larut dalam ciuman romantis yang mereka ciptakan.


Dengan penuh perhatian Nathan memijat pundak sang istri,Jeni memuntahkan semua isi perutnya,wajahnya yang tadinya bersinar kini terlihat pucat.Nathan dengan lembut merangkul pundak Jeni,dan memapahnya keluar meninggalkan toilet wanita.


“Kau baik-baik saja?,wajahmu terlihat pucat!”


Nathan mendudukkan Jeni di kursi,menatap wajah Jeni dengan rasa khawatir yang berlebihan.Jeni tersenyum lembut melihat reaksi sang suami yang berlebihan menurutnya.


“Mungkin hanya masuk angin,udara di luar begitu dingin.Ayo kita masuk kedalam,dan ikut menikmati pestanya!”


“Apa tidak sebaiknya kita pulang?”


“Jangan mengecewakan Elios dan Tania,mereka sedang berbahagia malam ini!”


Nathan mengangguk dan mengikuti kemauan sang istri,meski dirinya sedikit khawatir tentang kesehatan Jeni,namun dirinya membenarkan apa yang Jeni katakan.keduanya kembali kedalam ruangan dimana keluarga mereka berkumpul.Nathan mengambilkan Jeni puding dan menyuapinya,menyampingkan keberadaan para keluarga serta sahabat yang memperhatikan tingkahnya.


“Kheemm,,romantisnya nanti setelah sampai di rumah!”

__ADS_1


“Sok romantis!”


Cibiran serta sindiran sang ibu serta Renita hanya di anggap angin lalu oleh Nathan,sementara Jeni sedikit malu mendengar godaan sahabat serta ibu mertuanya.Nathan bahkan meminta Jeni untuk mengabaikan omongan mereka,pesta kejutan ulang tahun sekaligus lamaran yang Elios buat berlangsung dengan baik.


Jeni memijat keningnya kepalanya terasa pusing,pandangannya mulai kabur dan di detik berikutnya semua menjadi gelap,hanya suara teriakan Nathan yang memanggil namanya yang ia dengar.dengan penuh rasa cemas Nathan membopong Jeni dan membawanya menuju mobil,pesta yang tadinya masih berjalan dengan cukup baik harus terhenti karena Jeni yang jatuh pingsan.


Wajah pucat Jeni semakin membuat Nathan ketakutan,Elios melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada istri Tuannya.sesampainya di Rumah sakit,para tim medis yang telah di hubungi terlebih dulu langsung mengambil tindakan.30 menit Jeni dalam pemeriksaan,hingga pintu ruang perawatan terbuka memperlihatkan sang Dokter yang telah menangani istrinya.


“Bagaimana keadaan istriku Dokter?”


“Nyonya hanya lelah dan butuh istirahat yang cukup,usia kandungan yang masih muda,tentu mempengaruhi daya tahan tubunya.saya telah memberikan vitamin,dan untuk beberapa jam Nyonya akan tertidur karena pengaruh obat!”


Nathan seakan tidak percaya dengan penjelasan sang Dokter,Nathan menatap sang Dokter dengan tatapan tajam.mmebuat Dokter yang tadinya bersikap tenang,menjadi sedikit panik.


“Anda  bilang apa Dokter?Istriku hamil?”


“Iya Tuan,istri anda sedang mengandung.usia kandungannya baru 3 minggu!”


Mereka yang berada di sana terkejut serta bahagia mendengar kabar kehamilan Jeni,teruma Nathan yang langsung masuk keruang rawat begitu saja.di tatapannya Jeni yang tertidur di atas ranjang dengan infus yang terpasang di tangannya.Nathan mendekati Jeni,mengecup keningnya dengan penuh sayang,gerakan Nathan membuat Jeni tersadar.


Jeni mengerjapkan kedua matanya,menatap wajah tampan Nathan yang tersenyum bahagia.Jeni mengerutkan keningnya,perlahan jemari lentiknya mengelus rahang Nathan dengan sayang.


“Kenapa kau tersenyum bahagia melihatku terbaring lemah di atas ranjang pesakitan ini?”


Nathan terkekeh mendengar ucapan Jeni,apalagi melihat wajah Jeni yang sedikit kesal.Nathan meraih jemari Jeni dan membawanya ke bibirnya,mengecup pelan tangan lembut sang istri.


“Karena aku bahagia?”


Jeni semakin kebingungan mendengar pengakuan Nathan,bahagia?apakah suaminya bahagia melihatnya sakit?.melihat Jeni yang larut dalam pikirannya,Nathan mengecup kening Jeni,membuat sang istri tersadar dari lamunannya.


“Selamat sayang,kau akan menjadi seorang ibu lagi!”


Jeni menutup mulutnya dengan kedua tangannya,kedua matanya mulai berkaca-kaca,air mata kebahagiaan meleleh begitu saja.para keluarga serta sang sahabat,silih berganti memeluknya  dan memberinya selamat.lengkap sudah kebahagiaan keluarga Agatha,Tania yang telah dilamar dan menemukan pendampingnya.Kabar gembira datang lagi dari Jeni,yang mengandung anka kedua mereka.


Setelah melewati berbagai masalah sulit dalam hubungan pernikahan,Jeni dan Nathan kini merasakan cinta serta kebahagiaan yang sesungguhnya.pernikahan yang awalnya penuh kebencian kini berubah menjadi pernikahan yang di warnai dengan penuh cinta kasih.

__ADS_1


                            THE END


__ADS_2