Proposal Cinta Sang Ceo

Proposal Cinta Sang Ceo
78.Rumah Baru


__ADS_3

Setelah mendengar cerita Nathan,Jenni menjadi lebih tenang.karena selama ini ternyata sang suami sudah membantu Ayahnya.Jeni pun meminta bantuan kepada Nathan, untuk memberinya sebuah rumah sederhana,yang tentu saja di sanggupi oleh Nathan.dalam 1 hari rumah yang di inginkan Jeni pun sudah ada,meski sedikit terkejut dengan kinerja Elios yang sungguh di luar dugaan,Jeni begitu bahagia.


Sore itu juga Nathan menjemput Jeni di rumah,dan membawanya melihat rumah baru yang Elios belikan untuk sang Ayah.Jeni begitu menyukai gaya serta tatanan rumah sederhana itu,dirinya yakin sang Ayah akan menyukainya.


“Bagaimana menurutmu?”


“Ayah pasti menyukainya,rumahnya sangat nyaman,terimakasih sayang!”


“Jangan berterimakasih padaku,katakan pada Elios karena dirinya yang sibuk selama sehari penuh mencarikan rumah ini!”


“Aku akan mengucapkannya nanti!”


“Tidak perlu,nanti Elios besar kepala.biar aku yang sampaikan rasa terimakasih mu itu!”


“Haahaha,,kau pencemburu!”


“Tentu saja,aku akan sangat cemburu melihatmu tersenyum,bersama pria lain!”


“Ayo kita masuk ke dalam rumah,untuk melihat-lihat isinya!”


“Hmmm!”


Nathan membawa Jeni melihat seluruh ruangan serta isi dari rumah sederhana itu,rumah kecil namun nyaman bagi Jeni.Nathan memeluk tubuh Jeni dari belakang,mengecup kepala Jeni dengan penuh rasa rasang.mereka menikmati hamparan taman yang luas,yang berada di belakang rumah.


“Ibu Rado ingin tinggal bersama Ayahmu,dia ingin melayani ayahmu!”


Jeni membalikkan tubuhnya dan menatap suaminya dengan tatapan penuh tanya,Nathan tau jika Jeni pasti terkejut bila mendengar keputusan sang Bibi.


“Dia menemuiku tadi pagi,dan memohon ijin agar di perbolehkan melayani ayahmu kembali.jadi bagaimana menurutmu?”


“Apa itu keinginan Bibi sendiri,tapi darimana Bibi tau kalau kita mencarikan rumah untuk Ayah?”


“Mungkin Bibi tau dari Rado,dan menurutku biarkan Bibi kembali bekerja untuk Ayahmu,karena mereka juga sudah saling kenal!”


“Jika menurutmu seperti itu aku akan ikut saja.jadi kapan kita bisa membawa Ayah kemari?”


“Jika kau ingin hari ini juga bisa!”


“Bagaimana kalau besok sore,aku dan Bibi akan menyiapkan makan malam untuk kalian.biarkan Rado yang membawa Ayah!”


“Baiklah jika itu yang kau inginkan!”


“Aku penasaran akan satu hal sayang!”


“Apa?katakanlah!”

__ADS_1


“Kau bilang Ayah bekerja di Toko Furniture sebagai manajer,Toko siapa yang dia kelola?”


“Pertanyaan bodoh macam apa itu sayang,kau lupa siapa suamimu?tentu saja Toko itu adalah anak cabang dari perusahaan,dan aku mempercayakannya pada Ayahmu.jika hanay pangkat Manajer aku yakin semua karyawan tidak ada yang keberatan,karena mereka mengetahui siapa Ayahmu sebelumnya!”


Nathan menjelaskan semuanya hingga Jeni mengerti,sungguh Jeni tidak sanggup untuk mengeluarkan sepatah katapun.dirinya begitu bahagia mendengar penuturan sang suami,meski dulu sang suami begitu membenci Ayahnya,namun lihatlah sekarang bahkan suaminya sudah bergerak lebih dulu sebelum dirinya meminta bantuan.


Sore samapi menjelang malam keduanya menghabiskan waktu di rumah sederhana itu,Jeni benar-benar menikmati kebersamaannya bersama Nathan.hingga dering ponsel Jeni memecah keheningan yang mereka ciptakan.melihat nama Tania membuat Jeni melihat sang suami,sedangkan Nathan sudah mengetahui apa yang akan sang adik adukan.Jeni menggeser tombol ponselnya,hingga suara terhubung.


“Iya Tania!”


“Kakak Ipar ada dimana,aku mencari kakak ipar sejak sejam lalu!”


“Ada apa mencariku Tania,aku sedang bersama suamiku!”


Mendengar namanya di sebut Nathan tersenyum dan memeluk erat tubuh Jeni,sambil mengusap lembut perut sang istri.dirinya begitu bahagia,menjalani kehidupan barunya bersama sang istri.Nathan meletakkan dagunya di bahu Jeni,sambil menguping apa yang Tania katakan.


“Kenapa belum pulang,Tania kan kangen.bukan hanya kak Nathan yang butuh kasih sayang,tapi aku juga!”


Jeni memutar bola matanya mendengar ucapan Tania yang sedikit berlebihan menurutnya,namun tidak bagi Nathan yang kesal mendengar ucapan cinta dari adiknya kepada sang istri.jiwa cemburunya meronta,dan ingin sekali dirinya menjitak kening sang adik.Nathan merebut ponsel di tangan Jeni,dan menempelkan benda pipih itu di telinganya.


“Kau bisa mencari kasih sayang dari ibu atau Elios,jangan pada istriku Tania!”


“Kak Nathan pelit,cepat bawa kembali kakak iparku.kakak mau tau satu rahasia tentang kakak ipar tidak?”


Nathan menatap Jeni yang diam menatapnya,Nathan berfikir,menurutnya tidak ada yang tidak diketahui olehnya.terus rahasia apa yang Tania miliki,sampai sang adik dengan berani mengancamnya.


“Baiklah kalau kakak tidak membawa kakak ipar pulang,aku akan mengatakan rahasia ini pada pria lain yang terus menanyakan kakak ipar!”


“Tania!”


“Tut,,tut,,tut”


“Ahh,,sial,beraninya anak ingusan itu mengancam ku!”


“Apa yang Tania katakan,kenapa reaksi mu berlebihan seperti itu?”


“Kita kembali,anak ingusan itu menangis karena tidak bisa melihatmu hari ini!”


Jeni sejenak berfikir apa yang di ucapkan Nathan memang benar,pagi ini Tania tidak ikut sarapan,karena ada kelas pagi.sehingga keduanya tidak sempat bertemu,Jeni tersenyum lucu mendengar Tania yang merindukannya.sungguh dirinya teramat beruntung memiliki adik ipar yang manis,serta menyayanginya itu.


Nathan membawa Jeni kembali meski dengan wajah kesalnya,mengingat ancaman sang adik yang membuatnya tidak tenang itu.beberapa puluh menit berlalu,mobil yang Nathan kemudikan memasuki halaman rumah.melihat mobil sang kakak,Tania langsung berlari keluar menyambut kepulangan sang kakak ipar.sang ibu bahkan heran melihat kedekatan keduanya,Tania seperti seorang anak yang begitu bahagia melihat kepulangan sang ibu.


Melihat sang kakak ipar keluar dari mobil,Tania langsung berlari memeluk dan mencium pipi Jeni.interaksi keduanya menjadi tontonan Nathan,sang ibu dan beberapa pelayan yang hanya tertawa lucu,Tania langsung menggandeng dan bergelayut manja pada Jeni.


“Kenapa perginya lama sekali,aku ingin bercerita padamu kakak ipar!”

__ADS_1


“Hei kau bocah,bukankah ada ibu yang bisa mendengar curhatmu,kenapa harus kakak ipar mu?”


“Kak Nathan yang pintar,sekarang sudah bukan zamannya ibu harus mendengar curhatku.aku memiliki seorang kakak perempuan sekarang,tentu saja curhatnya lebih ke kakak ipar.jangan pelit-pelit,nanti Tania akan mengatakan satu rahasia kepada kak Nathan!”


“Aku akan menagih janjimu itu!”


“Tenang,Tania yakin kak Nathan tidak akan menyesal!


“Ayo kakak ipar sekarang kita ke kamar,aku ingin bercerita!”


Tania membisikkan sesuatu di telinga Jeni,membuat Jeni tersenyum dan tertawa.semakin membuat Nathan kesal dan penasaran,namun dirinya juga tidak mungkin bersikap egois terhadap sang adik,yang begitu menyayangi Jeni.bahkan sebelum dirinya menyadari perasaannya,Tania dan Jeni sudah terlihat dekat.


“Kau harus belajar mengalah pada adikmu Nathan,bagaimanapun sekarang dia dalam masa remaja.Tania sudah menganggap Jeni sebagai teman serta kakak baginya!”


“Aku mengerti Bu,aku hanya mengujinya.samapai dimana rasa sayangnya pada Jeni,dan aku sangat bahagia melihat kedekatan mereka!”


“Terimakasih Nathan,karena telah membawa kebahagiaan di rumah ini!”


“Terimakasih karena ibu telah bersabar,dan menerima pernikahanku!”


“Tidak sayang,kami yang sangat berterimakasih padamu,karena telah membawa Jeni ke dalam keluarga ini!”


Nathan memeluk sang ibu yang mulai meneteskan air mata bahagia,lengkap sudah kebahagiaan mereka,kini tinggal menunggu sang pewaris lahir kedalam dunia.Tania membawa Jeni ke kamarnya,ternyata Tania membelikan Jeni sebungkus sate yang menjadi makanan kesukaan keduanya.dengan mata berbinar Jeni melahap setiap tusuk sate,yang begitu nikmat di mulutnya.


Setelah puas dengan sate kini Tania, memberikan sekotak strawberry kepada sang kakak ipar.kedunya mulai larut dalam obrolan,Tania mulai menceritakan kehidupannya di kampus serta di Toko roti.Tania juga menceritakan ada seseorang pria, yang selalu menemuinya di Toko Roti.cerita Tania tentu merupakan hiburan tersendiri bagi Jeni,yang kini jarang keluar rumah.


Hampir Dua jam Jeni berada di kamar Tania,hingga Nathan yang sudah selesai membersihkan dirinya menjadi kesal dengan sang adik.suara ketukan pintu membuat keduanya menatap pintu,Nathan yang sudah fresh terlihat tampan malam ini.Nathan melangkah dan mendekati Jeni yang berbaring di ranjang Tania,Nathan naik keranjang dan ikut merebahkan dirinya,membuat Tania tak percaya.selama ini sang kakak tidak pernah melangkahkan kakinya ke kamarnya,namun mala mini sang kakak bahkan berbaring di ranjangnya sambil memeluk sang istri.


“Apa yang kalian ceritakan, sampai kau melupakan aku hmm!”


“Kami hanya bercerita tentang kegiatan Tania hari ini!”


“Apa yang kau lakukan hari ini,sampai harus curhat kepada kakak iparmu.dan kenapa kau tidak pergi kencan dengan Elios?”


“Sudah Tania bilang,Elios bukan tipe priaku Kak.tipeku sama dengan kakak ipar!”


“Apa,tipe mu seperti kakak?”


“Besar kepala,tentu tidak.siapa juga yang mau dengan pria dingin sepertimu,hanya kakak ipar yang bodoh ini mau denganmu!”


“Hei bocah,kakakmu ini pria tertampan dan kaya di Negara ini.siapa yang tidak mau dengan kakakmu ini!”


Jeni tertawa lucu melihat perdebatan kecil keduanya,hingga Jeni menguap.dengan lembut Nathan mengangkat tubuh Jeni,dan membawanya keluar dari kamar Tania.


“Tidurlah Tania,lanjutkan cerita kalian besok,dan temani kakak ipar mu besok!”

__ADS_1


Tania tersenyum dan mengangguk,Tania tau jika sebenarnya sang kakak yang selalu bersikap galak padanya,sebenarnya perhatian dan menyayanginya.sekarang mereka bahkan terlihat seperti kakak dan adik yang sebenarnya,saling mengumpat dan mempermasalahkan hal kecil.sebelum Jeni datang di keluarga mereka,sang kakak bahkan tidak memiliki waktu untuk dirinya dan sang ibu.


Terimakasih kakak ipar,karena telah membuat kakakku kembali.aku menyayangi kalian,semoga kebahagiaan selalu menyertai langkah kalian,,


__ADS_2