Proposal Cinta Sang Ceo

Proposal Cinta Sang Ceo
65.Lara Sadar


__ADS_3

Kilauan matahari pagi menerpa wajah Lara,sedikit demi sedikit mata yang tertutup itu terbuka.Tuan Sanjaya yang masih setia menemani sang putri,terkejut sekaligus bahagia melihat putrinya yang pada akhirnya membuka mata.


“Kau sudah sadar?”


“Ayah!”


Lara melihat sekelilingnya,dan mulai memahami keberadaan dirinya sekarang.Lara mencoba menggerakkan tubuhnya,dengan sigap sang Ayah membantunya.menyandarkan tubuhnya di ranjang.


“Dimana Mama?”


“Ibumu sedang berada di rumah,kau butuh sesuatu?”


Lara terdiam,dia mulai mengingat satu persatu kejadian yang melibatkan dirinya,Jeni dan juga Nathan.wajahnya pucat,keringat dingin mulai membasahi keningnya.Tuan Sanjaya menyadari perubahan wajah putrinya,dengan lembut dia menggenggam tangan Lara yang mulai dingin.


“Apa kau mengingat sesuatu?”


“Jeni!”


Raut wajah Lara berubah ketika mengucapkan nama Jeni,ada kemarahan dan kekecewaan dimata Lara.Tuan Sanjaya manarik nafasnya dalam-dalam, dan menatap putrinya dengan lembut.


“Jeni baik-baik saja,dia sudah menerima perawatan dengan baik.tidak usah menjelaskannya,sekarang fokuslah pada kesehatanmu!”


Jadi dia baik-baik saja,lalu siapa yang menerima tembakan ku itu.aku pikir wanita sialan itu sudah mati,tapi nyatanya dia masih hidup.sungguh keberuntungan yang berturut-turut,tapi aku tidak akan berhenti sampai disini Jeni.


Apa lagi yang kau pikirkan Lara,Ayah mohon buang jauh-jauh niat dan pikiran jahat,yang mungkin saja sedang kau rencanakan sekarang.karena sebentar lagi kau juga akan di tahan oleh pihak yang berwajib.


Tuan Sanjaya menyampingkan pikiran negatifnya terhadap sang putri,dengan tulus dirinya merawat Lara.Lara sepertinya belum menyadari sepenuhnya kondisinya saat ini, Tuan Sanjaya memilih diam dan tidak mengatakan apa-apa sampai Lara menyadarinya sendiri.


Mendengar Lara sudah sadarkan diri,Nathan dan Elios segera menuju rumah sakit.tak lupa Elios menghubungi pihak yang berwajib,semua bukti kejahatan Lara telah diberikan oleh pihak Elios kepada polisi.kini mereka menunggu Lara untuk di mintai keterangan,setelah mendapat info dari Elios,beberapa petugas kepolisian ditugaskan untuk menjemput Lara.


Nathan tidak ingin membiarkan orang yang mencoba membunuh istrinya selamat,para tersangka harus di hukum seadil-adilnya.dan tentu saja Nathan juga tidak akan pernah memaafkan mereka yang terlibat.Lara sedang menikmati sarapannya,ketika pintu di buka secara kasar oleh Elios.Tubuh Tuan Sanjaya menegang,ketika melihat kedatangan Nathan dan Elios.dengan tangan gemetar Tuan Sanjaya menyimpan piringnya,dan menyambut kedatangan Nathan yang bahkan tidak menghiraukannya.


Tatapan bengis Nathan menghujam di mata Lara,perasaan takut kini menyerangnya.Lara menggenggam tangan sang Ayah,mencoba mencari perlindungan pada tubuh yang juga bergetar karena tatapan Nathan yang cukup mengintimidasi.


Nathan menarik sebuah kursi dan duduk di hadapan Tuan Sanjaya dan Lara,keduanya masih diam tanpa ada yang berani mengeluarkan sepatah kata dari mulut mereka.Nathan tersenyum sinis dan menertawakan keduanya,yang seperti kucing kebasahan,yang menggigil karena kedinginan.


“Akhirnya kau membuka matamu,bagaimana rasanya tidur beberapa hari!”


“A,,aku!”


“Tuan Muda,bisakah kau memberiku waktu sehari saja.Lara baru saja sadar dari komanya,dan masih membutuhkan istirahat!”

__ADS_1


“Kau pikir aku akan perduli,bahkan aku berharap dia mati ketika Dokter melakukan operasi padanya.tapi sangat di sayangkan dia hanya cacat dan tidak mati!”


“Tuan Muda,ampuni kami!”


Tuan Sanjaya tidak bisa berkata lagi,yang bisa dia lakukan sekarang hanya berlutut dan memohon pengampunan dari Nathan dan putrinya Jeni.Nathan tertawa sinis  melihat kelakuan Tuan Sanjaya,yang menurutnya bodoh dan sia-sia.tidak akan ada maaf untuk keluarga Sanjaya,baginya keluarga Sanjaya hanya parasit yang akan mengganggu kehidupan dirinya dan sang istri.


“Kau pikir dengan berlutut di hadapanku aku akan berubah pikiran?,jangan bodoh Sanjaya,meski kau menangis darah sekalipun,aku akan menghukum keluargamu atas kejahatan kalian!”


Deg,Tuan Sanjaya begitu terkejut mendengar panggilan Nathan untuknya,tidak ada lagi panggilan Tuan Sanjaya,yang biasanya Nathan berikan untuknya.meski Nathan membencinya,Nathan masih menghormatinya,dengan menyebut namanya dengan Tuan Sanjaya.


Melihat sang Ayah yang mendapat perlakuan tidak mengenakkan,Lara menjadi kesal.dengan angkuh dia menatap Nathan,yang masih duduk di kursinya dengan kaki yang dia silang.


“Bukankah kau berjanji akan menikahi ku,sekarang tepati janjimu itu!”


“Lara!!”


Tuan Sanjaya tidak habis pikir dengan jalan pikiran putrinya,seharusnya dia memohon pengampunan bukannya malah memprovokasi Nathan.Bahkan Lara tidak menyadari nasibnya kini sedang di pertaruhkan,Tuan Sanjaya hanya bisa menghela nafasnya pelan.


“Hahahaha,,,”


Suara Tawa Nathan menggema,membuat Lara dan tuan Sanjaya merasakan atmosfir menakutkan dalam suara Nathan.Lara meremas selimutnya,perasaan takut mulai menjalari tubuhnya.Nathan menatap  jijik Lara,bahkan menyunggingkan senyum merendahkan,membuat Lara kesal akan tatapan Nathan yang merendahkan itu.


“Apa kau tidak memiliki cermin di rumahmu?,jika kau tidak punya Elios akan membelikan cermin yang cukup besar untukmu,jadi kau bisa melihat dirimu di cermin itu!”


“Kau salah,jika berfikir demikian.yang perlu kau cermin bukan hanay wajahmu tapi juga hatimu,percuma memiliki wajah cantik tapi hati busuk dan penuh kotoran!”


Nathan bangun dari duduknya,dia melangkah dan mendekati Lara yang mulai merasakan bahaya.Tuan Sanjaya hanya bisa menonton tanpa bisa melakukan apapun.Nathan menatap Lara,dan mengamati dirinya dari atas sampai bawah.membuat tubuh Lara kaku karena tatapan intens Nathan.


“Kau pikir,dirimu pantas bersanding dengan  pewaris dan penguasa Emperor Group?”


Merasa terhina akan ucapan Nathan,Lara dengan berani menatap balik Nathan.


“Tentu saja aku merasa pantas,dibandingkan saudariku Jeni,aku lebih sempurna darinya!”


“Tapi dimataku kau hanya wanita cacat,yang bahkan tidak ada nilainya di mataku.Jeni lebih sempurna dari apapun yang ada di dalam dirimu,jadi jangan samakan Jeni ku dengan dirimu!”


“Cacat,,apa maksudmu?”


“Karena itu aku memintamu bercermin terlebih dahulu!”


Lara melirik sang Ayah,sementara Tuan Sanjaya hanya bisa menundukkan kepala.membuat Lara mulai bertanya-tanya tentang ucapan Nathan pada dirinya.Nathan melangkah keluar meninggalkan kamar Lara,Elios masih berdiri di tempatnya.tatapannya sama dengan Nathan,bahkan Elios lebih tidak bersahabat.

__ADS_1


“Siapkan diri anda,karena sebentar lagi pihak kepolisian akan menjemput anda!”


“Tuan Elios!”


“Aku memberimu waktu 10 menit Tuan Sanjaya,jadi gunakan  waktu itu sebaik-baiknya,dan jangan berpikir untuk melarikan diri.karena konsekuensinya akan lebih parah dari sebelumnya!”


“Mungkin lalu,Tuan Nathan hanya menembak kaki putrimu,tapi kali ini bisa saja kepala putrimu yang langsung menjadi sasarannya!”


Tubuh Tuan Sanjaya dan Lara menegang mendengar ucapan Elios,Lara terdiam dan mengingat kembali kejadian terakhir hingga dirinya harus berakhir di ranjang pesakitan ini.Lara ingat ketika sebuah timah panas bersarang di kedua kakinya,setelah kepergian Elios,Lara melirik sang Ayah dan meminta bantuan darinya.


“Bantu aku pergi dari sini Ayah!”


“Lara,meskipun kau berusaha untuk Lari semuanya hanya akan sia-sia!”


“Ayah tidak ingin membantuku?,baik kalau begitu biarkan aku pergi sendiri!”


Dengan sombongnya Lara menyingkap selimutnya dan menurunkan kedua kakinya dan”Brukk”,Lara tersungkur,kedua kakinya mati rasa bahkan tidak memiliki tenaga untuk menopang tubuh Lara.Tuan Sanjaya terdiam dan menatap putrinya dengan prihatin,Lara menatap sang Ayah yang hanya diam.dengan penuh keberanian Lara melirik kedua kakinya yang masih dalam balutan perban itu.


“Kau lumpuh Lara,saraf-saraf kakimu sudah tidak bekerja lagi itulah yang dikatakan oleh Dokter,yang menangani mu pasca operasi!”


“Lumpuh?,Ayah berbohong kan,ini semua tidak benar.kalian hanya menakuti ku agar aku tidak lari dan membunuh putri sialan mu itu!”


“Berhenti mengatainya sialan Lara,dan yang sebenarnya sialan itu adalah dirimu!.Apa yang kurang dari Ayahmu ini Hah!”


“Semua yang kau inginkan selalu Ayah penuhi.kecuali pernikahan dengan Tuan Nathan.tapi apa balasan mu!.kau bukan hanya melibatkan ibumu tapi juga keluargamu,apa kau tidak sadar akan hal itu!”


“Ayah yang selalu memanjakan mu,mengutamakan mu di banding Jeni yang merupakan putri tertua di keluarga Sanjaya.Ayah bahkan menyingkirkannya secara pelan-pelan semata-mata demi kebahagiaanmu dan ibumu,tapi apa yang kau dan ibumu rencanakan,pembunuhan!”


“Darimana datangnya keinginan itu Hah,,Ayah yang juga tidak mengharapkan kehadirannya,bahkan tidak pernah memiliki keinginan untuk melenyapkan nyawanya Lara!”


“Aku membencinya Ayah,Aku membencinya karena dia adalah putrimu!”


“Kau iri pada kehidupannya,kau iri pada kemandirian serta keberhasilannya dalam melewati setiap masalah.kau iri padanya, karena dia memiliki wajah cantik,secantik hatinya!”


Lara terdiam mendengar ucapan sang Ayah,apa yang di ucapkan sang Ayah sedikitnya benar adanya.keegoisan menutup mata hatinya,hingga kebencian menguasainya.pintu terbuka,terlihat Elios dan beberapa pihak kepolisian hadir dalam kamar Lara.mmebuat Lara bingung,dan melirik sang Ayah beberapa kali.namun sepertinya sang Ayah lelah dan enggan,menolong Lara kali ini.


“Silahkan bawa dia pak!”


“Apa maksud Ayah,tolong aku Ayah jangan biarkan  mereka membawaku!”


“Mereka akan membawamu ke tempat ibumu,kau akan  segera bertemu dengan ibumu!”

__ADS_1


Tanpa melihat Lara lagi,Tuan Sanjaya meninggalkan kamar itu dengan perasaan campur aduk.antara perasaan kasihan,sayang dan marahnya.dengan langkah gontai Tuan Sanjaya meninggalkan kamar itu,sementara Lara terus berteriak memanggil nama sang Ayah,yang bahkan sudah tidak terlihat lagi. 


__ADS_2