
Suara langkah kaki yang sedikit berlarian menggema di lorong gedung menuju ruangan Nathan,Tania yang yang baru saja menyelesaikan kuliahnya langsung menuju kantor Nathan.tujuannya tiada lain selain mencoba mendapatkan restu sang kakak,tekadnya yang bulat telah mengalahkan rasa takutnya terhadap Nathan.
Tania terlihat beberapa kali menarik dan menghembuskan nafasnya,menenangkan perasaannya dan menyiapkan diri untuk mengahadapi kemurkaan sang kakak.perlahan Tania membuka pintu ruangan Nathan yang besar yang terbuat dari kayu jati,Tania menelan ludahnya dengan kasar ketika kedua matanya melihat sang kakak yang duduk dengan kepala menunduk,Nathan terlihat sangat berkarisma pantas saja pria dingin yang menjadi kakaknya itu menjadi incaran para wanita.
Tania menggelengkan kepalanya menghilangkan pikiran anehnya,menyadari kehadiran seseorang Nathan menghentikan kegiatannya,mengangkat kepala hingga kedua matanya bersibobrok dengan kedua mata Tania.Nathan mengerutkan keningnya melihat kedatangan Tania yang mendadak,tatapan Nathan yang cukup menusuk membuat Tania gugup.namun hal itu tidak menyurutkan keinginannya untuk bicara dengan sang kakak.
Nathan menyandarkan tubuhnya di sofa,menatap sang adik yang kini duduk di hadapannya. 5 menit berlalu Tania bahkan tidak mengucapkan sepatah katapun,Nathan menghembuskan nafas lelahnya menghadapi sikap sang adik.mendengar helaan nafas Nathan,Tania menyadari dirinya telah membuang waktu sang kakak yang sangat berharga.Sebelum Nahan membuka mulutnya untuk bicara,Tania lebih dulu memotong ucapannya.
“Maafkan aku kak,aku tidak memilki keberanian untuk bicara jujur padamu.aku takut kakak melarang hubunganku dengan Elios,di samping itu aku juga pernah berbuat salah pada Elios dengan mengakhiri hubungan kami tanpa memikirkan perasaannya!”
“Aku sempat ragu dengan hubungan kami,dimana dia hanya seorang bawahanmu.serta tidak memilki keluarga lainnya selain kakak,Elios pernah meminta waktu padaku untuk menyiapkan dirinya.andai saja aku mendukung dan memberanikan diri bicara denganmu apakah kakak akan berpendapat lain?”
Nathan menatap Tania dengan mata tajamnya,sungguh dirinya tidak mengerti dengan jalan pikiran Tania.apakah dimatanya dirinya adalah sosok pria yang tidak memiliki hati serta perasaan,lantas seperti apa hubungannya dengan Elios di mata sang adik?
Nathan mendesah kesal,semakin membuat Tania gugup .Nathan bangun dari duduknya ,dan kembali sibuk dengan pekerjaannya yang sempat tertunda karena kedatangan Tania.melihat hal itu Tania semakin panik,dengan wajah memelas serta mata yang mulai mengembang ia mendekati Nathan dan meraih tangannya.
Nathan mengangkat kepalanya menatap sang adik dengan wajah kesal,Nathan menarik tangannya dan menatap Tania dengan tajam.
“Apakah kau tidak bisa menunggu kakakmu ini sampai pulang ke rumah?,apakah masalahmu lebih penting dari pekerjaanku?jangan bersikap kekanak-kanakan Tania!”
“Jika kau ingin bicara tunggu sampai aku pulang,jangan menyita waktuku demi sikapmu itu.sekarang pulanglah!”
“Tapi kak!”
Nathan menatap Tania dengan tajam,sehingga Tania tidak memiliki pilihan selain pergi meninggalkan ruangan Nathan. Tania berdiri di depan pintu ruangan sambil menghapus air mata yang membasahi pipinya,tanpa ia sadari Elios telah berdiri di hadapannya dengan tatapan penuh rasa bersalah.
Elios mendekati Tania,meraih tangan gadis muda itu dan membawanya keluar menuju atap gedung.Lama Elios menunggu wanitanya menangis, hingga Tania menghentikan tangisannya.merasa Tania lebih baik dari sebelumnya,Elios mengelus tangan Tania dengan lembut memberi wanita rapuh di hadapannya sebuah ketenangan melalui senyumannya.
“Jangan memaksakan diri dan memaksakan kehendak mu kepada kakakmu,bagaimanapun dia pasti kecewa dengan sikap kita.perlahan kakakmu pasti mengerti,karena aku mengenalnya dengan baik!”
__ADS_1
“Bagaimana jika setelah ini,kakak memaksa kita untuk berpisah?”
“Tuan Nathan bukan pria seperti itu,aku yakin sebagai seorang kakak,dia hanya ingin yang terbaik untuk adiknya!”
Tania menundukkan kepala merenungi ucapan Elios,benar meskipun sang kakak terkenal dingin dan tegas terhadap setiap orang,kakaknya adalah pribadi baik dimata keluarganya.Tania menyandarkan kepalanya di pundak Elios,membiarkan wajahnya di terpa angin.
“Aku akan berjuang di sisimu untuk mendapatkan restu kakak dan Ibu,jika mereka tidak memberi restunya,kita berdua bisa lari dan pergi jauh dari sini!”
Elios terkekeh pelan mendengar rencana Tania,dengan penuh kelembutan pria jangkung itu mengelus bahu Tania.dirinya tidak mungkin mengikuti rencana Tania,ia yakin betul bahwa sebenarnya Nathan telah merestui hubungan mereka.Nathan hanya ingin memberi adik perempuannya yang manja serta keras kepala itu hukuman,meski sebenarnya dirinya kasihan melihat Tania yang harus bersedih,dan berjuang untuk cinta mereka.Demi kebaikan Tania,Elios harus diam dan mengikuti rencana Nathan.
“Apa pekerjaan di kantor banyak,kau terlihat lelah?”
Nathan merebahkan kepalanya di pangkuan Jeni,menikmati usapan lembut tangan sang istri.Jeni tau hari ini Tania menemui suaminya di kantor,dan mengetahui apa yang telah di lewati Tania.sama halnya dengan Elios,Jeni ingin sekali mengatakan yang sebenarnya kepada adik iparnya itu,namun sebagai istri Jeni harus menuruti sang suami.
“Aku harus berurusan dengan gadis manja itu hari ini,sungguh menyebalkan.dia merusak hariku serta pekerjaanku!”
“Kenapa kalian tidak jujur saja terhadap Tania,kasihan dia harus menangis.apalagi tadi sepulang dari kantormu,keadaannya sungguh menyedihkan!”
“Aku belum puas menghukumnya,yang bisa gadis manja itu lakukan hanya merengek dan menangis!”
Jeni mengerutkan keningnya,tentu saja yang Tania bisa lakukan hanya menangis lantas apa yang di inginkan suaminya tersebut.
“Lantas kau ingin Tania bagaimana?”
Nathan bangun dari tidurnya membalikkan tubuhnya menatap Jeni yang kebingungan,melihat wajah istrinya yang menggemaskan Nathan hanya bisa menahan keinginannya untuk tidak mencium sang istri.
“Aku ingin Tania merubah sedikit sifatnya,manja serta keras kepalanya yang berlebihan,apalagi sikap yang tidak mau mengalah itu.aku ingin dia belajar untuk dewasa,dan bersikap mandiri!”
Jeni tersenyum mendengar kata-kata Nathan yang sungguh menginginkan sang adik untuk berubah ke hal yang lebih baik,tidak ada seorang kakak yang tidak mengharapkan kebahagiaan adiknya.Tania harus merubah kebiasaannya yang buruk,semua itu demi kebaikannya.
__ADS_1
Beberapa hari terlewati begitu saja,Nathan yang cukup sibuk dengan urusan kantor tidak bisa di temui.Nathan akan kembali ke rumah pada tengah malam,sehingga membuat Tania sedikit sulit untuk mendekati sang kakak.
Jeni yang melihat Tania duduk di pinggir kolam sambil melamun,tersenyum dan mendekati Tania,duduk tepat disamping adik iparnya yang biasanya manja terhadapnya.
“Kenapa wajah cantikmu di tekuk seperti itu? Nanti cantiknya hilang lho,Elios bisa berpaling hati nantinya!”
Tania menatap Jeni dengan wajah kesal,semakin membuat Jeni terkekeh pelan.Tania menghembuskan nafas lelahnya,menyandarkan kepalanya yang terasa pecah ke pundak Jeni.
“Apa yang harus aku lakukan agar kak Nathan merestui hubunganku?”
Jeni tersenyum,merangkul pundak Tania sambil mengusapnya pelan.
“Bersikaplah sedikit lebih dewasa,jangan hanya bisa menangis tanpa melakukan sesuatu yang berguna.aku yakin kau bisa melakukannya,hilangkan sedikit demi sedikit sifat manja serta ketergantungan mu itu!”
Tania mengangkat tubuhnya dan menatap Jeni yang tersenyum hangat padanya,Sesaat Tania menunduk dan memikirkan apa yang Jeni katakan.Selama ini dirinya tidak mencoba melakukan apapun,ia hanya bisa merengek,menangis dan menyalahkan Elios atas semuanya.
Tania menatap Jeni dan menganggukkan kepalannya sambil tersenyum,Tania yang periang sepertinya telah kembali,kesedihan telah hilang di wajahnya.
“Aku akan melakukan yang terbaik Kakak ipar,selama ada Kakak ipar di belakangku aku akan melakukan yang terbaik untuk hubunganku kedepannya!”
“Bagus,itu baru Tania gadis kuat yang aku kenal!”
Keduanya berpelukan saling memberi semangat,Tania merasa bersyukur karena masih ada Jeni yang selalu mendukung dan memberinya saran serta jalan keluar atas kesulitannya.
***
Dear,,
Para pembaca setiaku,maaf untuk keterlambatan Abdatenya.Semoga kedepannya bisa lebih baik lagi dalam mengatur waktu untuk menulis,terimakasih atas segala dukungan kalian.
__ADS_1