Proposal Cinta Sang Ceo

Proposal Cinta Sang Ceo
158. Kejutan


__ADS_3

Setelah percakapan Tania dan Jeni beberapa bulan lalu semuanya menjadi berubah,Tania lebih mandiri bahkan sekarang wanita muda itu telah magang di sebuah perusahaan di kotanya.alih-alih magang di perusahaan sang kakak,Tania lebih memilih magang di tempat lain.Nathan sangat senang akan perubahan sikap sang adik,meski Nathan terlihat cuek dan seolah tidak menghiraukan Tania,namun sebenarnya pria itu terus mengawasi sang adik melalui anak buahnya.


“Kau pasti sangat senang dengan perubahan sikap Tania yang lebih dewasa dari sebelumnya?”


Nathan menyerahkan laporan yang telah ia tandatangani kehadapan Elios,sambil menatap Elios dengan rasa penasaran.Elios tersenyum dan menganggukkan kepalanya,setuju dengan apa yang Nathan ucapkan.


“Saya sangat senang dan sangat berterimakasih kepada anda Tuan,karena sikap anda yang keras terhadap Tania,sehingga mengubahnya menjadi wanita kuat dan mandiri seperti saat ini!”


Nathan tersenyum puas mendengar pujian yang Elios berikan kepadanya,Nathan menyandarkan punggung kokohnya menatap Elios,sambil mengetukkan jemarinya di meja.Elios yang melihat tingkah Nathan hanya bisa mengernyitkan keningnya,bersabar dan menunggu apa yang akan sang Tuan katakan.


“Apa kau sudah siap?”


Elios menatap Nathan dengan wajah sedikit kebingungan,siap untuk apa?.melihat respon Elios yang lambat,Nathan mendesah kesal.ingin rasanya ia menyentil kening pria dewasa di hadapannya itu,apakah pekerjaannya yang padat membuat pria itu tak bisa berfikir dengan cepat apa maksud ucapan dirinya barusan?.


“Apa kau sudah siap menikahi Tania?”


Deg,jantung Elios berpacu dnegan cepat,dirinya tak menyangka jika pria di hadapannya yang merupakan Tuan Muda,atasan serta kakak dari wanita yang di cintainya menanyakan kesiapannya untuk menikahi wanita pujaannya.melihat Elios yang hanya diam membeku,semakin membuat Nathan kesal.


“Kau mendengar ucapanku,atau hanya berpura-pura tidak mendengarnya?”


“Saya mendengarnya Tuan Muda,saya hanya terkejut mendengar pertanyaan anda!”


“Jadi?”


Nathan menatap Elios dengan tajam,seolah mengatakan ‘jika kau menolak adikku maka akan aku tenggelamkan dirimu ke dasar lautan yang dalam’.melihat tatapan Nathan yang sungguh mengintimidasi,Elios menarik nafas panjangnya dan dengan sikap tegas ia membalas tatapan Nathan dengan sikap percaya diri.


“Saya siap,saya siap bertanggung jawab terhadap hidup Tania,dan siap menikahinya!”


“Cihh,,kau terlalu lama memberiku jawaban,seharusnya kau langsung menjawab saat aku bertanya tanpa perlu berpikir lagi!”


Elios hanya membalas ucapan Nathan dengan senyum,ia sadar pria di hadapannya itu sudah menunggu kesiapannya.Nathan tersenyum puas,lengkap sudah kebahagiaan keluarganya.kini tugasnya sebagai seorang kakak yang menjaga adiknya akan segera beralih ke Elios,pria yang selama belasan tahun ikut,serta tumbuh menjadi pria hebat bersamanya.


“Minggu depan ulang Tahunnya,apa yang akan kau siapkan?”


“Apa anda akan mengijinkannya?”

__ADS_1


“Lakukan apa yang menurutmu terbaik untuknya,selama beberapa bulan ini gadis itu telah berusaha keras!”


“Terimakasih Tuan!”


Nathan bangkit dari duduknya,mengambil jasnya dan bersiap untuk kembali ke rumah menemui keluarga kecilnya.Nathan mendekat dan menepuk pundak  Elios dengan pelan,membuat mata keduanya saling beradu.


“Buat lamaran yang romantis,tidak perlu meriah tapi berkesan.aku percaya padamu Elios!”


Setelah mengucapkan pesan singkat yang penuh makna ke Elios,Nathan meninggalkan ruangannya dengan senyum bahagia.ia juga ingin melihat sahabat serta adiknya bahagia,mempercayakan sang adik ke tangan Elios adalah keputusan yang tepat baginya,sementara Elios hanya bisa tersenyum bahagia dengan perasaan penuh haru.


Terimakasih telah percaya padaku,aku tentu tidak akan mengecewakan adikmu dan yang lainnya,terutama kepadamu Tuan.Aku akan membahagiakan Tania,dengan segenap jiwa dan ragaku.


Dikamar yang masih terasa panas setelah percintaan mereka,Nathan menyandarkan tubuhnya sambil memeluk tubuh Jeni yang masih polos di bawah selimut.nafas keduanya juga masih terengah-engah,Jeni merebahkan kepalanya di dada bidang sang suami.merasakan detak jantung yang bertabuh bagai gendang musik,serta nafas yang kian beraturan.Jeni tersenyum,pelukannya semakin erat.belakangan ini dirinya begitu menyukai aroma tubuh Nathan,bahkan dirinya tidak ingin jauh dari sang suami.


“Bagaimana pekerjaanmu di Toko?”


“Semuanya berjalan dengan baik,bagaimana denganmu?”


Nathan terkekeh mendengar pertanyaan Jeni,Nathan semakin mengeratkan pelukannya membawa tubuh Jeni kedalam dekapannya.keduanya saling melemparkan senyum bahagia,tidur sambil berpelukan seolah keduanya tidak ingin terpisah.


Segala persiapan telah mereka kerjakan,kini tinggal menunggu hasilnya.Tepat pukul 5 sore Jeni duduk di ruang tamu dengan semangkuk  buah segar di pangkuannya,sambil menonton acara kesukaannya. Tania kembali ke rumah dengan wajah lesu dan kelelahan,Jeni yang melihat kedatangan Tania yang kurang bersemangat sempat mengerutkan keningnya.


Tania menghempaskan tubuhnya di sofa,mengambil beberapa potong buah segar dan memasukkannya ke dalam mulutnya.rasa segar yang keluar dari sari buah,sedikit membuat rasa hausnya terobati.Jeni memperhatikan wajah sang adik ipar yang sedikit kusut,menyadari kakak iparnya menatapnya dengan intens Tania menatap kembali wajah cantik dari istri kakaknya itu.


“Hari ini sungguh melelahkan kakak ipar,aku harus mengerjakan beberapa tugas yang diberikan oleh para senior,dan hal itu menguras tenaga serta emosiku!”


Jeni tersenyum,mengelus pundak Tania dengan lembut.ia paham apa yang dirasakan Tania saat ini,karena dirinya juga pernah berada di posisi yang sama seperti halnya Tania.menjadi pesuruh,dan harus mematuhi semua yang di perintahkan senior.


“Bertahan dan berjuanglah sedikit lagi,kau magang lebih cepat dari dugaan kami.aku yakin kau bisa melaluinya!”


Tania tersenyum dan menganggukkan kepala,merebahkan kepalanya ke bahu Jeni.betapa beruntungnya dirinya mendapatkan sosok kakak perempuan yang begitu mengerti serta selalu mendukungnya dalam hal yang bersifat positif,belum lagi Jeni selalu memberinya nasehat serta menjadi tempat untuknya berkeluh kesah.


Jeni melirik jam dinding dengan wajah yang sangat serius,membuat Tania yang tadinya diam ,kini mengangkat kepalanya dan menatap wajah cantik Jeni yang terlihat serius.Tania mengikuti arah pandang Jeni,dan mengerutkan kening dengan bingung.


“Ada apa kakak ipar,kenapa wajahmu berubah serius seperti itu?”

__ADS_1


Jeni menatap wajah Tania yang terlihat bodoh di matanya,dan melirik jam dinding kembali.seolah berpikir apakah ia harus mengatakan yang sebenarnya kepada Tania,Tania mendesah kesal dan mengguncang tubuh Jeni agar tersadar dari lamunannya.Jeni tersentak akan perbuatan Tania,yang mengguncang tubuhnya dengan kuat,dengan tatapan penuh menyelidik Tania menatap kedua mata indah Jeni.


“Katakan ada apa kakak ipar,apa kau menyembunyikan sesuatu dariku? Atau ada sesuatu yang terjadi?”


“Atau,,kak Nathan melakukan sesuatu padamu? Cepat katakan!”


Jeni merasa kesakitan karena cengkeraman Tania pada kedua tangannya,menyadari dirinya telah menyakiti sang kakak ipar,Tania melepaskan cengkeramannya dan menatap Jeni dengan wajah penuh penyesalan.


“Maaf,aku hanya penasaran dan ingin tau kenapa wajahmu murung dan terlihat serius kak!”


“Aku hanya bingung harus menjawab pertanyaanmu yang mana dulu,kau memberiku banyak pertanyaan!”


Tania tersenyum malu,sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.namun aksinya tidak berhenti sampai disitu,ia menatap Jeni dan menuntut jawaban dari setiap pertanyaan yang keluar dari mulutnya.menyadari hal itu Jeni terkekeh pelan,dan menampilkan wajah seriusnya di menit berikutnya,yang semakin membuat Tania penasaran.


“Pertama,tidak ada yang terjadi antara aku dan kakakmu,kami baik-baik saja.kedua,aku hanya mengkhawatirkan mu!”


Tania mengerutkan kening,bingung dengan ucapan Jeni yang penuh dengan teka-teki.Jeni mendesah,dan menatap wajah Tania dengan sendu membuat perasaan Tania menjadi tidak baik.


“Apa terjadi sesuatu antara kau dan Elios,apa hubungan kalian baik-baik saja?”


Deg,mendengar Jeni menyebut nama sang kekasih firasat buruk mulai terlintas di benaknya,apa terjadi sesuatu dengan Elios atau yang lainnya?.


“Kak,jangan berbelit belit cepat katakan padaku ada apa sebenarnya.kami baik-baik saja,kami hanya jarang bertemu dna memliki waktu untuk berasama.mengingat kesibukanku dan kesibukannya,jadi kami belum bertemu dalam beberapa minggu ini!”


“Tapi kami masih saling memberi kabar dan bicara lewat ponsel kak!”


Jeni mendesah,semakin membuat Tania  penasaran.semua hal buruk terlintas di benaknya,melihat Jeni tertunduk lesu dengan wajah muram,Tania menarik tubuh Jeni memaksa wanita cantik itu menghadap dirinya.


“Katakan?”


Jeni menelan ludahnya dengan kasar,menatap kedua mata Tania yang tampak kacau.dengan berat hati Jeni membuka mulutnya dan mengatakan kekhawatirannya.


“Malam ini Elios akan makan malam bersama seorang wanita,apa kau tidak tau?”


Mata Tania melebar,bak disambar petir jantungnya berdegup dengan kencang.Tania menggelengkan kepalanya,seakan tidak percaya dengan apa yang telinganya dengar.benarkah pria yang dicintainya mengkhianati cintanya,dan apa benar Elios akan berkencan dengan seorang wanita tanpa sepengetahuannya?.

__ADS_1


__ADS_2